Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Evaluasi Coretax Berbasis Technology Acceptance Model: Perspektif Aparat Pajak Pesak, Pricilia Joice; Evinita, Lenny Leorina; Miran, Michael; Gazali , Ahmad; Salindeho , Alfred
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1120

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerimaan sistem pajak digital Coretax oleh aparat pajak menggunakan kerangka kerja Technology Acceptance Model (TAM). Berbeda dengan studi sebelumnya yang berfokus pada sektor swasta, penelitian ini menekankan konteks sistem wajib dalam lembaga pemerintah. Data dikumpulkan dari 32 responden di KPP Pratama Bitung dan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan memiliki pengaruh signifikan terhadap niat (t = 9,763; p < 0,000) dan penggunaan aktual (t = 84,538; p < 0,000). Persepsi ini juga memediasi pengaruh pelatihan terhadap niat menggunakan. Di sisi lain, persepsi tentang kegunaan tidak secara signifikan mempengaruhi niat untuk menggunakan sistem. Pelatihan memainkan peran penting dalam menciptakan persepsi positif terhadap sistem, sementara kualitas sistem hanya mempengaruhi seberapa mudah sistem tersebut digunakan. Temuan ini menyoroti pentingnya pelatihan berdasarkan kebutuhan dan antarmuka yang ramah pengguna dalam mendorong adopsi teknologi di sektor publik. DJP sebaiknya memanfaatkan implikasi praktis ini untuk meningkatkan strategi mereka dalam mengadopsi sistem digital.   This study analyzes revenue from the Coretax digital tax system for tax officers using the Technology Adoption Model (TAM) framework. In contrast to previous studies that focused on the private sector, this study emphasizes the context of mandatory systems in government institutions. Data were collected from 32 respondents at KPP Pratama Bitung and analyzed using SEM-PLS. Results showed that ease of use perception significantly influenced intent (t = 3.729; p < 0.001) and actual use (t = 4.025; p < 0.001). This perception also mediates the effect of training on intention. On the other hand, perceptions of usability do not significantly affect the intention to use the system. Training plays an essential role in shaping a positive perception of the system, while the system's quality only affects how easy it is to use. These findings highlight the importance of need-based training and a user-friendly interface in driving technology adoption in the public sector. DJP should leverage these practical implications to improve its strategy for adopting digital systems.  
Penggunaan anggaran dana desa (Studi Kasus: Desa Taduna Kecamatan Kabaruan Kabupaten Kepulauan Talaud) Manaroinsong, Johny; Miran, Michael; Matei, Dede Allan
Jurnal Akuntansi Manado (JAIM) Volume 5. Nomor 1. April 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jaim.vi.4370

Abstract

Dana Desa menjadi salah satu garda terdepan untuk meningkatkan kualitas desa serta menjadikan desa sejahtera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemerintah desa dalam menjalankan penggunaan dana desa yang berfokus pada Transparansi dan pemahaman mengenai permendagri tentang pengelolaan keuangan desa, di desa Taduna kecamatan Kabaruan kabupaten kepulauan Talaud, tahun anggaran 2020. Metode penelitian yang di gunakan adalah Deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi. Dengan kegiatan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemerintah desa taduna mulai dari Kepala desa selaku pemimpin hingga perangkat desa yang terlibat, hampir sepenuhnya menerapkan atau sejalan dengan Pedoman Permendagri Nomor 20 tahun 2018 pasal 29, tentang Pengelolaan Keuangan dana desa meliputi : Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, Pelaporan, dan Pertanggungjawaban, serta Transparan pada setiap prosesnya.