Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Scientific Journal

Depresi Paska Melahirkan Mutiara Anissa; Rani Rahmawati; Zufrias Riaty
Scientific Journal Vol. 3 No. 4 (2024): SCIENA Volume III No 4, July 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i4.156

Abstract

Depresi paska melahirkan atau post partum depression merupakan gangguan mental yang sering terjadi setelah persalinan, dengan prevalensi mencapai 10-20% di seluruh dunia. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya depresi paska melahirkan antara lain usia ibu, tingkat pendidikan, jenis persalinan, pekerjaan, dan riwayat paritas. Etiologi depresi paska melahirkan tidak diketahui secara pasti, tetapi diduga melibatkan perubahan fisiologis dan psikologis selama kehamilan dan setelah persalinan. Gejala depresi paska melahirkan meliputi gangguan suasana hati, kurangnya minat, gangguan tidur, dan kelelahan. penatalaksanaan depresi paska melahirkan yang mencakup terapi psikologis dan farmakologis.
Patofisiologi Biomedik Depresi: Tinjauan Komprehensif terhadap Mekanisme Neurobiologis Mutiara Anissa; Dessy Abdullah
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.217

Abstract

Depresi merupakan salah satu gangguan psikiatri yang paling sering dijumpai di populasi umum dan berkontribusi signifikan terhadap morbiditas serta disabilitas global. Dari perspektif biomedik, depresi bukan hanya kondisi psikologis, melainkan gangguan yang ditandai oleh perubahan kompleks pada sistem saraf pusat, neuroendokrin, dan imun. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan tinjauan sistematis dan mendalam mengenai mekanisme biomedik yang melandasi gangguan depresi, termasuk disfungsi neurotransmiter, hiperaktivasi sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), neuroinflamasi, gangguan neuroplastisitas, dan implikasi genetik-epigenetik. Pemahaman yang mendalam terhadap aspek biomedik ini menjadi dasar penting dalam pengembangan pendekatan terapi yang lebih tepat sasaran dan efektif.