Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI BERTAHAN DI TENGAH MARAKNYA TOKO MODERN (Studi Kasus pada Toko Tradisional Bu Yuli di Kelurahan Pendrikan Lor Kecamatan Semarang Tengah) Emaya Kurniawati; Anitiyo Soelistiyono; Teguh Ariefiantoro
Solusi Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v16i2.2167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berdirinya toko modern terhadap omsetpenjulan dan keuntungan toko tradisional dan juga mengetahuii solusi toko tradisional agardapat bertahan ditengah maraknya toko modern. Desain penelitian yang digunakan adalah Holistic single case study atau studi kasus tunggalholistik yaitu penelitian yang menempatkan sebuah kasus sebagai fokus dari penelitian. Jumlahunit analisis yang digunakan hanya satu atau bahkan sama sekali unit analisisnya tidak dapatdijelaskan, karena terintegrasi dengan kasusnya. informan kunci yaitu bu yuli, dan konsumenyang sudah lama membeli di Toko bu yuli, dan secara lisan atau tulisan dan juga perilakunyayang nyata dan diteliti dan dipelajari sebagai suatu yang utuh. Dari hasil penelitain dan pembahasan di lapangan maka dapat diambil kesimpulan sebagaiberikut: Dengan keberadaan toko modern yang letaknya berdekatan dengan toko tradisionalsangat mempengaruhi omzet Toko tradisonal bu Yuli yang mana omzet menurun sampai 45%;Toko tradisonal bu yuli tetap optimis dapat tetap membuka usaha tokonya walaupun di wilayahya ada toko modern dengan harapan pelanggan tetapnya masih setia membeli di tokonya. Dalammempertahankan kelangsungan tokonya pemilik toko sangat menjaga hubungan baik denganpembeli satu pelanggannya dengan memberikan pelayanan yang terbaik dan ramah, selain itujuga memberikan pinjaman apabila dalam melaukan pembelian pembeli kurang uangnya maka dapat dibayar besok hari, selain itu juga berusaha menambah jenis barang dagangan sehinggapaling tidak mendekati jenis-jenis barang yang dijual di toko modern.Kata kunci: Holistic single case study, toko modern, toko tradisional,omset
Evaluasi Dan Peningkatan Praktik Usaha Tempe Dengan Metode Participatory Action Research: Perspektif Pengusaha Tempe Dan Konsumen Anitiyo Soelistiyono; Juhanes Juhanes; Muryanto Agus Nuswantoro
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 2 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i2.7171

Abstract

Penelitian ini berfokus pada permasalahan yang dikaji pada praktik usaha tempe saat ini, khususnya yang terkait dengan kualitas produk, kepuasan konsumen, dan pemasaran produk, kemudian permasalahan utama yang dihadapi oleh pengusaha tempe dalam pemasaran, menjaga kualitas produk, dan kepuasan konsumen, serta bagaimana metode Participatory Action Research (PAR) dapat digunakan untuk mengevaluasi dan memperbaiki praktik usaha tempe secara lebih efisien dan berkelanjutan. Lokasi penelitian di Jalan Mustokoweni, Kelurahan Plombokan, Kecamatan Semarang Utara. Jumlah informan penelitian sebanyak 9 orang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan focus group discussion. Berdasarkan hasil focus group discussion, dapat disimpulkan bahwa dari focus group discussion yang pertama, peneliti menyimpulkan bahwa pemasaran yang dilakukan sudah ketinggalan zaman. Oleh karena itu, perlu dilakukan penggantian teknik pemasaran produk tempe yang selama ini dilakukan. Teknik pemasaran yang sebaiknya dilakukan adalah melalui media sosial, dan internet, seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, atau Shopee. Hal ini akan memberikan gambaran yang jelas tentang potensi pasar tempe dan strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan pasar tempe yang lebih luas. Selanjutnya, dari focus group discussion kedua, para pelaku UKM tempe, masyarakat, dan konsumen memahami cara mengurus sertifikasi produk halal yang kini semakin mudah dengan layanan administrasi sistem daring. Tentunya dengan adanya sertifikat produk halal, mereka berharap masyarakat, dalam hal ini konsumen tempe, akan lebih tenang dalam mengonsumsi produk tersebut karena kehalalannya terjamin.