Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Dampak Penggunaan Gadget terhadap Karakter Religius Siswa di Sekolah Dasar Nurmin Aminu; Abdul Manaf; Kamarudin Kamarudin; Hijrawatil Aswat; Nurjani Nurjani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i2.6428

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat dampak penggunaan gadget terhadap karakter religious siswa di Sekolah dasar, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan gadget terhadap karakter religius siswa di Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif, dengan metode pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara. Dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman, analisis data meliputi pengumpulan data, redaksi data, analisis data, dan prediksi atau verifikasi data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dampak penggunaan gadget terhadap karakter religius siswa mulai terlihat, sebagian siswa menjadi individu yang individualistis; Hal ini seperti malas belajar, melalaikan sholat, malas belajar mengaji, dan suka membantah kepada orang tua. Hal ini sangat mempengaruhi tanggung jawab dan sikap religious  seorang anak. Penyebabnya adalah siswa lebih banyak menghabiskan waktu menggunakan teknologi dan kurang mendapat perhatian dari orang tua, sehingga membuat anak menjadi malas melakukan hal yang positif.
Peran Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Menuju Pelajar Pancasila pada Siswa di Sekolah Dasar Suarti Suarti; Hijrawatil Aswat; Masri Masri
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 6 (2023): December
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i6.5867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam membentuk pelajar yang menganut nilai-nilai Pancasila di tingkat sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif menggunakan studi literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPS memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter pelajar yang mencerminkan semangat Pancasila. Materi-materi dalam IPS memberikan ruang bagi pelajar untuk memahami dan menginternalisasi prinsip-prinsip dasar Pancasila, seperti keadilan sosial, persatuan, demokrasi, dan kemanusiaan. Pembelajaran IPS yang kontekstual dan interaktif memungkinkan pelajar mengaitkan konsep-konsep tersebut dengan realitas kehidupan sehari-hari, menjadikan pembelajaran tidak hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter. Pelajar juga terampil dalam mengidentifikasi serta mengatasi permasalahan sosial, ekonomi, dan politik dengan pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran IPS memiliki potensi besar sebagai agen pembentukan karakter Pancasila pada pelajar. Implementasi pembelajaran IPS yang baik di sekolah dasar dapat menjadi landasan penting dalam membentuk generasi muda yang komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila, mempersiapkan mereka sebagai pemimpin masa depan yang berintegritas dan bertanggung jawab dalam pembangunan masyarakat dan negara.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL PADA PELAJAR DI DESA RAHIA MELALUI PROGRAM KULIAH KERJA AMALIAH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BUTON Manan Manan; Azaz Akbar; Kamarudin Kamarudin; Hijrawatil Aswat; Suarti Suarti; Didin Adri
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i3.94

Abstract

Penguatan literasi digital pada pelajar di Desa Rahia melalui program Kuliah Kerja Amaliah Universitas Muhammadiyah Butondengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dari aspek kognitif, afektif, sampai pada psikomotorik pelajar di Desa Rahia pada teknologi. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa, pertama Pelajar di Desa Rahia Adiktif terhadap game dan acuh terhadap pengembangan diri setelah melakukan pendampingan Pelajar di Desa Rahia memilih meluangkan waktu untuk belajar dibandingkan dengan bermain game. Kedua Pelajar gagap teknologi, namun setelah Menyampaikan materi tentang dasar-dasar computer baik software, hardware, maupun brainware, maka Pelajar di Desa Rahia mempunyai pengetahuan daar tentang komputer baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Ketiga Pelajar di Desa Rahia belum mampu mengoperasikan computer setelah diberikan perlakukan berupa demonstrasi sampai praktik langsung oleh peserta, maka Pelajar menjadi paham dalam mengoperasikan computer baik dasar-dasar seperti mengaktifkan dan mematikan computer, sampai cara memanfaatkan software seperti word dan exel sekaligus menggunakan perangkat luar seperti printer. pengabdian ini, diharapkan ada kegiatan lanjutan untuk menindaklanjuti program ini dalam mendukung Gerakan literasi digital yang berorientasi pada peserta didik yang ada dilingkungan pedesaan.
Sosialisasi Edukasi dan Pencegahan Tiga Dosa Besar dalam Dunia Pendidikan Melalui Pelayanan Informasi di SMP Negeri 6 Batauga Fitriani. B; Mitrakasih La Ode Onde; Hijrawatil Aswat; Yungmi; Ida Marlin Cahya
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini fokus pada tiga dosa besar dalam dunia pendidikan, yaitu perilaku yang sering terjadi dan dapat merugikan proses belajar mengajar di SMP Negeri 6 Batauga. Melalui layanan informasi, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang mendalam dan pencegahan terhadap perilaku-perilaku negatif tersebut. Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini adalah pendekatan kualitatif, yang mengutamakan teknik wawancara dan observasi untuk memperoleh data yang akurat dan mendalam mengenai situasi di lapangan. Melalui wawancara, informasi tentang persepsi dan pengalaman siswa terkait tiga dosa besar ini dapat dikumpulkan. Observasi juga dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana perilaku tersebut mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 6 Batauga. Objek dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa SMP Negeri 6 Batauga. Untuk menyampaikan materi edukasi, dilakukan layanan informasi yang melibatkan penggunaan berbagai media seperti poster dan presentasi powerpoint. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan diskusi kelompok sebagai metode interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Diskusi kelompok memungkinkan siswa untuk berdiskusi secara aktif tentang materi yang telah disampaikan, bertukar pandangan, dan memperdalam pemahaman mereka terkait tiga dosa besar tersebut. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mendapatkan informasi tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari mereka di sekolah.
Pemberdayaan Literasi Al-Qur’an Melalui Program Mengaji Berbasis Metode Tartil di Lingkungan Masyarakat Desa Matawia Nurmin Aminu; Kamarudin; Hijrawatil Aswat; Wa Ode Dian Purnamasari; Suarti
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3861

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an melalui penerapan metode tartil pada kegiatan mengaji di lingkungan masyarakat Desa Matawia. Permasalahan rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an, terutama terkait ketepatan makhraj, panjang pendek bacaan, dan penguasaan kaidah tajwid, masih menjadi tantangan di berbagai kelompok usia sehingga diperlukan sebuah pendekatan pembelajaran yang sistematis, mudah dipahami, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Melalui program ini, peserta dibimbing secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, perbaikan bacaan melalui tahsin, penguatan pemahaman tajwid, hingga praktik tilawah yang dilakukan secara terstruktur sesuai kemampuan masing-masing. Proses pelatihan dilengkapi dengan pendampingan intensif dalam kelompok kecil, yang memungkinkan tutor memberikan koreksi langsung dan mendorong pembelajaran kolaboratif melalui model peer learning. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui observasi bacaan dan tes prapost untuk mengetahui perkembangan kemampuan peserta secara objektif. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kelancaran membaca, ketepatan dalam menerapkan tajwid, serta meningkatnya rasa percaya diri peserta dalam membaca Al-Qur’an di hadapan pembimbing maupun kelompoknya. Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa metode tartil tidak hanya efektif dalam memperkuat literasi Al-Qur’an, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan budaya keagamaan masyarakat melalui pembiasaan belajar yang terarah, terpadu, dan berkesinambungan.
SOSIALISASI PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE HIJAIYAH DI KELAS 1 SD NEGERI KABAURIA Fitriani. B; Hijrawatil Aswat; Mitrakasih Laode Onde; Fitriani Fitriani; Nia Kartika
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37299

Abstract

Sosialisasi penggunaan media puzzle Hijaiyah di Kelas 1 pada pembelajaran Agama Islam materi pengenalan huruf hijaiyah di SDN Kabauria dilaksanakan berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap kepala sekolah dan guru pada saat pelaksanaan PLP2. Kegiatan PKM ini, memiliki tujuan untuk: 1) mempercepat daya ingat dan pemahaman terhadap pengenalan huruf hijaiyah, 2) mendemostrasikan cara menggunakan media puzzle hijaiyah, dan.3) Meningkatkan kreativitas guru dalam pembuatan media pembelajaran. Hasil yang diperoleh setelah sosialisasi adalah para guru dan siswa antusias dalam proses pembelajaran, dapat membuka wawasan guru bahwa media pembelajaran merupakan salah satu poin penting dalam pembelajaran, guru kelas 1 membutuh kreativitas untuk meningkatkan daya ingat daan pemahaman di pembelajaran pengenalan huruf hijaiyah.
Principal Leadership in Developing Adaptive Educational Management Culture in Elementary Schools Agusalim; Isaac John Ibanga; Maria Ulfa; Muhammad Yusnan; Waode Riniati; Hijrawatil Aswat; Yeni Setiani
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 3 July (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i3.1353

Abstract

Purpose: This study aims to analyze how principal leadership contributes to the development of an adaptive educational management culture in elementary schools, particularly in responding to policy changes, learning needs, and the dynamics of school governance. Methods: This study employed a qualitative case study design involving three elementary schools: SD Negeri 2 Baubau, SD Negeri 2 Palatiga, and SD Negeri Palatiga. This study employed a qualitative case study design involving three elementary schools. Fifteen informants, consisting of three principals, nine teachers, and three educational staff members, were selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. Findings: The findings reveal that adaptive educational management culture is developed through five interconnected mechanisms: translating the school vision into daily work practices, strengthening participatory communication, involving teachers in decision-making and program implementation, promoting context-based program flexibility, and using reflective evaluation as a space for organizational learning. Research Implications: The study implies that principals need to strengthen collaborative governance, reflective supervision, teacher participation, and context-sensitive decision-making to build schools that are more responsive to institutional and pedagogical change. Originality: This study offers a contextual model of adaptive educational management culture by positioning principal leadership as a cultural and relational practice rather than merely an administrative function. lies in the placement of the principal's leadership as a cultural practice that constructs an adaptive management culture through social relations and organizational learning, not just an administrative function.
Green Dakwah: Aksi Bersih Lingkungan sebagai Implementasi Iman Nurmin Aminu; Mitrakasih La Ode Onde; Hijrawatil Aswat; Fitriani B; Anisa Rizkayati; Eka Rosmitha Sari
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i02.4006

Abstract

Program Hijau Dakwah sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan sebagai respons atas rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, yang ditandai dengan meningkatnya sampah plastik sekali pakai di area publik. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Bonebone, Kecamatan Murhum, Kota Baubau dengan melibatkan masyarakat setempat, remaja masjid, dan mahasiswa. Tujuan PkM ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keimanan dalam Islam. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, edukasi melalui tausiyah tentang pentingnya menjaga lingkungan dalam perspektif Islam, serta aksi partisipatif berupa kegiatan bersih lingkungan dan pengelolaan sampah. Evaluasi dilakukan melalui observasi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan. Secara kuantitatif, peserta berhasil mengumpulkan sekitar lima kantong besar sampah yang kemudian dipilah dan disalurkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, kegiatan ini menghasilkan dokumentasi berupa video yang merekam seluruh rangkaian kegiatan sebagai media edukasi dan diseminasi dakwah lingkungan. Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kebersihan lingkungan serta tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa integrasi dakwah dan aksi nyata berpotensi menjadi strategi efektif dalam edukasi lingkungan berbasis nilai keislaman.
Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran IPAS di sekolah Dasar Negeri Topa Kota Baubau Fitriani. B; Mitrakasih La Ode Onde; Hijrawatil Aswat
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2298

Abstract

Kajian ini difokuskan pada pelaksanaan kurikulum Merdeka dalam pembelajaaran IPAS di Kelas IV Negeri Topa , Kota Baubau. Lingkup penelitian meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas, penerapan pembelajaran berdiferensiasi, mekanisme asesmen pembelajaran, serta analisis terhadap faktor-faktor yang memfasilitasi dan menghambat keberhasilan implementasi kurikulum Merdeka.. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan melibatkan kepala sekolah, guru kelas IV, dan peserta didik sebagai dubjek penelitian. Tehnik pengumpulan data meliputi wawancara terstruktur dan observasi pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Merdeka di SD Negeri Topa berlangsung secara sistematis, yang tercermin dalam pengembangan perangkat pembelajaran yang mengacu pada capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPAS dilakukan secara kontekstual dengan memadukan pendekatan inkuiri, diskusi, dan proyek sederhana, disertai penerapan diferensiasi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan peserta didik. Asesmen pembelajaran dilaksanakan secara holistik dengan  mengintegrasikan asesmen formatif, asesmen sumatif, dan asesmen berbasis proyek. Kendati demikian, implementasi kurikulum masih dihadapkan pada beberapa hambatan, seperti keterbatasan sumber belajar IPAS, keterbatasan waktu dalam pengembangan perangkat ajar, serta proses penyesuaian peserta didik terhadap model pembelajaran aktif. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS d=sangat bergantung pada dukungan kepemimpinan sekolah, kesiapan professional guru, serta adanya pendamping berkelanjutan guna mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik secara optimal.