Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Dampak Penggunaan Gadget terhadap Karakter Religius Siswa di Sekolah Dasar Nurmin Aminu; Abdul Manaf; Kamarudin Kamarudin; Hijrawatil Aswat; Nurjani Nurjani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i2.6428

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat dampak penggunaan gadget terhadap karakter religious siswa di Sekolah dasar, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan gadget terhadap karakter religius siswa di Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif, dengan metode pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara. Dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman, analisis data meliputi pengumpulan data, redaksi data, analisis data, dan prediksi atau verifikasi data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dampak penggunaan gadget terhadap karakter religius siswa mulai terlihat, sebagian siswa menjadi individu yang individualistis; Hal ini seperti malas belajar, melalaikan sholat, malas belajar mengaji, dan suka membantah kepada orang tua. Hal ini sangat mempengaruhi tanggung jawab dan sikap religious  seorang anak. Penyebabnya adalah siswa lebih banyak menghabiskan waktu menggunakan teknologi dan kurang mendapat perhatian dari orang tua, sehingga membuat anak menjadi malas melakukan hal yang positif.
Peran Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Menuju Pelajar Pancasila pada Siswa di Sekolah Dasar Suarti Suarti; Hijrawatil Aswat; Masri Masri
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 6 (2023): December
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i6.5867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam membentuk pelajar yang menganut nilai-nilai Pancasila di tingkat sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif menggunakan studi literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPS memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter pelajar yang mencerminkan semangat Pancasila. Materi-materi dalam IPS memberikan ruang bagi pelajar untuk memahami dan menginternalisasi prinsip-prinsip dasar Pancasila, seperti keadilan sosial, persatuan, demokrasi, dan kemanusiaan. Pembelajaran IPS yang kontekstual dan interaktif memungkinkan pelajar mengaitkan konsep-konsep tersebut dengan realitas kehidupan sehari-hari, menjadikan pembelajaran tidak hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter. Pelajar juga terampil dalam mengidentifikasi serta mengatasi permasalahan sosial, ekonomi, dan politik dengan pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran IPS memiliki potensi besar sebagai agen pembentukan karakter Pancasila pada pelajar. Implementasi pembelajaran IPS yang baik di sekolah dasar dapat menjadi landasan penting dalam membentuk generasi muda yang komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila, mempersiapkan mereka sebagai pemimpin masa depan yang berintegritas dan bertanggung jawab dalam pembangunan masyarakat dan negara.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL PADA PELAJAR DI DESA RAHIA MELALUI PROGRAM KULIAH KERJA AMALIAH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BUTON Manan Manan; Azaz Akbar; Kamarudin Kamarudin; Hijrawatil Aswat; Suarti Suarti; Didin Adri
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i3.94

Abstract

Penguatan literasi digital pada pelajar di Desa Rahia melalui program Kuliah Kerja Amaliah Universitas Muhammadiyah Butondengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dari aspek kognitif, afektif, sampai pada psikomotorik pelajar di Desa Rahia pada teknologi. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa, pertama Pelajar di Desa Rahia Adiktif terhadap game dan acuh terhadap pengembangan diri setelah melakukan pendampingan Pelajar di Desa Rahia memilih meluangkan waktu untuk belajar dibandingkan dengan bermain game. Kedua Pelajar gagap teknologi, namun setelah Menyampaikan materi tentang dasar-dasar computer baik software, hardware, maupun brainware, maka Pelajar di Desa Rahia mempunyai pengetahuan daar tentang komputer baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Ketiga Pelajar di Desa Rahia belum mampu mengoperasikan computer setelah diberikan perlakukan berupa demonstrasi sampai praktik langsung oleh peserta, maka Pelajar menjadi paham dalam mengoperasikan computer baik dasar-dasar seperti mengaktifkan dan mematikan computer, sampai cara memanfaatkan software seperti word dan exel sekaligus menggunakan perangkat luar seperti printer. pengabdian ini, diharapkan ada kegiatan lanjutan untuk menindaklanjuti program ini dalam mendukung Gerakan literasi digital yang berorientasi pada peserta didik yang ada dilingkungan pedesaan.
Sosialisasi Edukasi dan Pencegahan Tiga Dosa Besar dalam Dunia Pendidikan Melalui Pelayanan Informasi di SMP Negeri 6 Batauga Fitriani. B; Mitrakasih La Ode Onde; Hijrawatil Aswat; Yungmi; Ida Marlin Cahya
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini fokus pada tiga dosa besar dalam dunia pendidikan, yaitu perilaku yang sering terjadi dan dapat merugikan proses belajar mengajar di SMP Negeri 6 Batauga. Melalui layanan informasi, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang mendalam dan pencegahan terhadap perilaku-perilaku negatif tersebut. Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini adalah pendekatan kualitatif, yang mengutamakan teknik wawancara dan observasi untuk memperoleh data yang akurat dan mendalam mengenai situasi di lapangan. Melalui wawancara, informasi tentang persepsi dan pengalaman siswa terkait tiga dosa besar ini dapat dikumpulkan. Observasi juga dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana perilaku tersebut mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 6 Batauga. Objek dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa SMP Negeri 6 Batauga. Untuk menyampaikan materi edukasi, dilakukan layanan informasi yang melibatkan penggunaan berbagai media seperti poster dan presentasi powerpoint. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan diskusi kelompok sebagai metode interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Diskusi kelompok memungkinkan siswa untuk berdiskusi secara aktif tentang materi yang telah disampaikan, bertukar pandangan, dan memperdalam pemahaman mereka terkait tiga dosa besar tersebut. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mendapatkan informasi tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari mereka di sekolah.
Pemberdayaan Literasi Al-Qur’an Melalui Program Mengaji Berbasis Metode Tartil di Lingkungan Masyarakat Desa Matawia Nurmin Aminu; Kamarudin; Hijrawatil Aswat; Wa Ode Dian Purnamasari; Suarti
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3861

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an melalui penerapan metode tartil pada kegiatan mengaji di lingkungan masyarakat Desa Matawia. Permasalahan rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an, terutama terkait ketepatan makhraj, panjang pendek bacaan, dan penguasaan kaidah tajwid, masih menjadi tantangan di berbagai kelompok usia sehingga diperlukan sebuah pendekatan pembelajaran yang sistematis, mudah dipahami, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Melalui program ini, peserta dibimbing secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, perbaikan bacaan melalui tahsin, penguatan pemahaman tajwid, hingga praktik tilawah yang dilakukan secara terstruktur sesuai kemampuan masing-masing. Proses pelatihan dilengkapi dengan pendampingan intensif dalam kelompok kecil, yang memungkinkan tutor memberikan koreksi langsung dan mendorong pembelajaran kolaboratif melalui model peer learning. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui observasi bacaan dan tes prapost untuk mengetahui perkembangan kemampuan peserta secara objektif. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kelancaran membaca, ketepatan dalam menerapkan tajwid, serta meningkatnya rasa percaya diri peserta dalam membaca Al-Qur’an di hadapan pembimbing maupun kelompoknya. Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa metode tartil tidak hanya efektif dalam memperkuat literasi Al-Qur’an, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan budaya keagamaan masyarakat melalui pembiasaan belajar yang terarah, terpadu, dan berkesinambungan.