Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Servant Leadership, Kompetensi Pedagogik dan Efikasi Diri terhadap Kinerja Guru di Sekolah X Tony Santoso; Budi Wibawanta
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i11.2714

Abstract

Guru berada di garis terdepan dalam usaha memajukan pendidikan. Seiring terjadinya transisi pembelajaran dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) ke pembelajaran tatap muka (PTM), guru tidak lagi mengalamai kendala jaringan ataupun kendala dalam memastikan siswa hadir dan mengumpulkan tugas. Seharusnya kinerja guru pun berangsur pulih dan memberikan kontribusi siknifikan terhadap pembelajaran yang sempat tertinggal selama mas pandemi. Namun, pada kenyataannya, tidak semua guru menunjukkan kinerja maksimal. Ada faktor-faktor internal yang dapat mempengaruhi kinerja guru, yaitu servant leadership, kompetensi pdagogik, dan efikasi diri. Penelititan ini bertujuan untuk menguji pengaruh servant leadership, kompetensi pedagogik, dan efikasi diri terhadap kinerja guru di sekolah X. Ada sebanyak enam puluh tujuh guru yang mengisi kuesioner secara daring. Penelitian ini menggunakan perangkat PLS SEM dalam menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sevant leadership berpengaruh siknifikan terhadap efikasi diri dan kinerja guru. Selain itu, ditemukan bahwa kompetensi pedagogik berpengaruh siknifikan terhadap efikasi diri dan kinerja guru. Namun demikian, juga ditemukan bahwa efikasi diri tidak berpengaruh terhadap kinerja guru.
Professional Growth Plan (PGP) sebagai Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah untuk Pertumbuhan Diri Guru Agnes Jumarta Gulo; Budi Wibawanta
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i11.2777

Abstract

Rendahnya keseriusan partisipasi guru terhadap kegiatan pengembangan dan pertumbuhan dirinya membutuhkan strategi kepemimpinan kepala sekolah untuk memfasilitasi pertumbuhan diri guru secara holistis. Sekolah XYZ memiliki sebuah program untuk mendorong pertumbuhan para guru baik secara pribadi, sosial, maupun profesional yaitu melalui program Professional Growth Plan (PGP). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus dengan tiga fokus penelitian. Pertama, pelaksanaan PGP secara keseluruhan. Kedua, strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mencapai tujuan PGP terhadap pertumbuhan diri guru. Ketiga, hasil PGP terhadap pertumbuhan diri guru. Subjek penelitian terdiri atas 1 orang kepala sekolah dan 30 orang guru. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara, studi dokumen, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PGP di Sekolah XYZ memiliki kekhasan dalam tahap pelaksanaannya dan berdampak kepada komunitas yang membentuk komunitas guru yang mau belajar dan bertumbuh bersama. Dalam mencapai tujuan PGP, kepala sekolah memiliki strategi yaitu memiliki ekspektasi yang jelas terhadap guru, melakukan supervisi yang melibatkan fungsi struktural, dan menunjukkan karakter pemimpin yang mendukung pertumbuhan guru. Meskipun guru mengalami tantangan beragam, guru terus mengusahakan pertumbuhan holistik secara pribadi, pedagogi, profesional dan di dalam komunitas.
Evaluasi Program Student-Led Conference (SLC) Dalam Meningkatkan Kepemimpinan Siswa Marianto Sarassang; Budi Wibawanta
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2023): September - Desember 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.6.3.2023.2815

Abstract

Student-led-conference (SLC) merupakan salah satu strategi untuk mengkomunikasikan hasil belajar siswa dengan orang tua. Berbeda dengan PTC (Parents-teachers conference), di SLC siswa lebih terlibat dan aktif. Penelitian menemukan bahwa konferensi yang dipimpin siswa dapat meningkatkan pembelajaran siswa karena mereka lebih aktif terlibat untuk mempresentasikan dan mendiskusikan peningkatan mereka dengan orang tua mereka. Oleh karena itu, SLH Palopo menggunakan SLC sebagai strategi untuk mengkomunikasikan kemajuan siswa kepada orang tuanya. Namun SLC sebagai program belum pernah dievaluasi secara komprehensif sejak pertama kali diadakan pada tahun ajaran 2013/2014. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan model evaluasi CIPP (context, input, process, product) dengan menganalisis setiap komponen. Aspek-aspek yang dinilai adalah kebutuhan dan tujuan program SLC di SLH Palopo, perangkat SLC, siklus SLC, alur SLC, dan produk yang menjadi kebutuhan dan tujuan tercapai, dan umpan balik orang tua tentang program ini tahun depan. Berdasarkan evaluasi, program ini sudah baik di setiap komponen, namun masih terus ditingkatkan untuk lebih baik lagi. Berdasarkan evaluasi konteks, sekolah perlu membuat kebijakan khusus untuk program ini dalam konteks SLH Palopo. Sebagai masukan, setiap alat di SLC perlu digunakan secara lebih efektif. Dalam prosesnya, sekolah perlu memfasilitasi kegiatan setelah SLC berdasarkan penetapan tujuan siswa dan melibatkan orang tua. Pada produk, fasilitasi umpan balik orang tua pada SLC berikutnya terutama tentang waktu. Oleh karena itu, program ini akan dilanjutkan tahun depan dengan rekomendasi agar lebih baik lagi di lain waktu.
Adaptive Leadership as Leadership Strategy on Curriculum Change: a Case Study in XYZ School Ester Abigail Tanio; Budi Wibawanta
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 4 No. 3 (2024): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v4i3.4267

Abstract

As curriculum change is inevitable in education, the principal plays an important role in the process of curriculum change. The importance of the right leadership strategy in implementing curriculum changes in a school is very crucial. Adaptive leadership is one of leadership strategy that can be applied by principal as the school hinders with curriculum change. This study is qualitative research with the case study method in XYZ School, in which the principal applied the adaptive leadership as his strategy on curriculum change. The results showed that the implementation of adaptive leadership at XYZ School has supported the process of curriculum change. The principals are able to support the teachers on their role as change implementer, feedback giver and collaborator.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL (SI) DENGAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS VIII SMPK KALAM KUDUS YOGYAKARTA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA [THE RELATIONSHIP BETWEEN SPIRITUAL INTELLIGENCE (SI) AND COGNITIVE LEARNING OUTCOMES OF GRADE 8 STUDENTS SMPK KALAM KUDUS YOGYAKARTA IN LEARNING MATHEMATICS] Sagala, Prima V; Wibawanta, Budi; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 2, No 1 (2018): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i1.1021

Abstract

Spiritual intelligence is intelligence that motivates human beings to discover the meaning and purpose of life and encourages growth in creativity, morals and character. One factor that affects learning outcomes is spiritual intelligence. This research aims to see the correlation between spiritual intelligence (SI) and students’ cognitive learning outcomes. The research method used was a quantitative causal correlational with a saturated sampling technique (sample member is the same as population member). The data was collected by using a questionnaire to measure students’ spiritual intelligence and a test to measure students’ cognitive learning outcomes. Product Moment Correlation was used to test the instrument’s validity while Alpha Cronbach and Guttman Split Half was used to test the instrument’s reliability. Rank Spearman was used to calculate the coefficient correlation. All the data was analyzed using SPSS 20. The research showed that there is positive correlation between students’ spiritual intelligence and their cognitive learning outcomes (r = 0.2317).BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kecerdasan spiritual (SI) merupakan kecerdasan yang mendorong manusia menemukan makna dan tujuan hidup serta mendorong bertumbuh dalam kreativitas, moral, maupun karakter. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah kecerdasan spiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara kecerdasan spiritual dengan hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran Matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif kausal korelasional.Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan angket untuk mengukur variabel kecerdasan spiritual dan tes untuk mengukur variabel hasil belajar kognitif siswa. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment dan reliabilitas instrumen menggunakan alpha cronbach’s serta guttman split half. Uji koefisien korelasi menggunakan rumus rank spearman dan menggunakan SPSS 20 untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan spiritual dengan hasil belajar kognitif siswa (r = 0.2317)
TEACHER’S COMPETENCIES PROFILE IN DIGITAL TECHNOLOGY ERA: SPIRITUAL FORMATION AND BIBLICAL COMMUNITY Chrismastianto, Imanuel Adhitya Wulanata; Wibawanta, Budi; Mumu, Billy; Sitepu, Debora Stefany; Milenia, Marisa
Polyglot Vol 18, No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5742

Abstract

 Christian education aims to bring students to have relationships and growth based on Christian Faith. For building this relationship and growing faith, teacher’s competencies are needed in implementing teaching and learning that is based on the Biblical Christian Worldview. During this digital technology era, Christian teachers are required to have competence for developing their Spiritual Formation and Biblical Community. This study aims to analyze the teacher's competencies to enhance spiritual formation and develop biblical community. The research was conducted by distributing a survey to 61 respondents at Christian private school Tangerang. Data from respondents was collected through an online questionnaire via Google form and analyzed data with descriptive qualitatively. The results on each aspect of Spiritual Formation (SF) and Biblical Community (BC) suggest that respondents have achieved an average score of 4.1 (good category) or has met the teacher competency profile criteria as expected. Nevertheless, there needs to be a relevant follow-up to improve teacher competence in the digital technology era in the aspect of Spiritual Formation and Biblical Community through professional development or similar training.Bahasa Indonesia Abstrak Natur pendidikan Kristen bertujuan untuk membawa peserta didik mengalami relasi dan pertumbuhan yang berlandaskan Iman Kristiani. Dalam membangun relasi dan pertumbuhan iman tersebut, dibutuhkan peran dan kompetensi guru Kristen dalam mengimplementasikan pengajaran yang sesuai dengan Biblical Christian Worldview (BCW). Pada era digital saat ini, guru Kristen dituntut untuk memiliki kompetensi dalam meningkatkan Spiritual Formation (pertumbuhan rohani peserta didik) dan Biblical Community (komunitas yang memiliki relasi dengan berwawasan Kristen Alkitabiah). Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis seberapa besar kompetensi guru dalam meningkatkan pertumbuhan rohani dan membangun komunitas yang berlandaskan prinsip Alkitabiah. Penelitian dilakukan dengan membagikan survei kepada guru di salah satu sekolah swasta Kristen Tangerang dengan responden sebanyak 61 orang. Data dari responden dikumpulkan melalui kuesioner online (google form) dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada masing-masing aspek Spiritual Formation (SF) dan Biblical Community (BC), responden telah mencapai rata-rata angka 4,1 (kategori baik) atau telah memenuhi kriteria profil kompetensi guru sesuai yang diharapkan. Kendati demikian, perlu ada tindak lanjut yang relevan guna meningkatkan kompetensi guru di era digital dalam aspek Spritual Formation dan Biblical Community melalui pengembangan profesional ataupun pelatihan sejenis. 
A Development of a Training Module on Restorative Justice to Promote Teachers’ Servant Leadership Dwioktorianto Effendy, Samuel; Wibawanta, Budi
Eligible : Journal of Social Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): ELIGIBLE : Journal of Social Sciences
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53276/eligible.v2i1.30

Abstract

The enactment of restorative justice is vital in schools to foster a caring community and so shape students' characters. Effective implementation requires teachers to act as servant leaders. However, the authors observe a lack of information and skills in this area. Therefore, this study aims to develop a training module on restorative justice to promote teachers’ servant leadership by ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) instructional model. The scope of this research is until the Development phase of the ADDIE process that includes producing the training module and evaluating its effectiveness in a pilot test. The training module consists of 5 sections covering 6 instructional goals. The module is designed as a fully asynchronous online training. Based on the results of pilot training, the training module substantially closes the performance gap of the learners. The training module is ready to be used in a training program for teachers.
PERAN GURU KRISTEN SEBAGAI TRANSFORMATIONAL LEADER DALAM PROSES PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI MURID DI SEKOLAH BCS Januari, Vivian; Wibawanta, Budi
Jurnal Amanat Agung Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Amanat Agung Vo. 19 No. 2 Desember 2023
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v19i2.648

Abstract

Pembentukan identitas diri merupakan salah satu fase penting dalam hidup remaja yang sangat dipengaruhi oleh kehadiran orang dewasa di sekitar remaja. Orang dewasa terdekat bagi remaja adalah orang tua. Akan tetapi, ada banyak faktor yang menjadi penghambat orang tua tidak dapat berperan secara optimal dalam mendukung proses pembentukan identitas diri remaja. Oleh karena itu, sekolah sebagai tempat kedua setelah rumah di mana remaja banyak menghabiskan waktunya harus melihat kondisi ini sebagai pintu masuk untuk mendukung proses pembentukan identitas diri remaja. Guru sebagai orang dewasa bukan orang tua memiliki kesempatan yang besar untuk hadir di tengah kehidupan remaja (murid sekolah) dan dapat berperan dalam proses pembentukan identitas diri remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri peran guru kristen sebagai transformational leader dalam proses pembentukan identitas diri murid di sekolah BCS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mewawancarai delapan guru dan sembilan murid di SMP dan SMA BCS di Manado. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Peran guru kristen harus melekat pada identitasnya sebagai murid Kristus; (2) Sebagai transformational leader, guru harus membangun relasi dengan murid dan menjadi gembala bagi muridnya; dan (3) Guru harus menjadi sahabat bagi murid untuk terlibat dalam proses pembentukan identitas diri murid.
The Leadership Module Development Coaching based on Christian Insight Manalu, Mei Lora Tri Oktavia; Wibawanta, Budi
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 1 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i1.749

Abstract

This study aims to develop a leadership coaching module based on Christian worldview that is feasible and effective in Lentera Harapan Medan School. The research design uses the ADDIE development model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. However, this research does not cover the full cycle of the ADDIE process; its scope is limited to the Development stage, which involves creating training modules and evaluating their effectiveness in trials. Data collection methods included interviews, questionnaires, and tests. Interviews were conducted to validate learning design, content, and linguistic expertise. Questionnaires were distributed to teachers at Lentera Harapan Medan School, and a pilot test involved five teachers from various levels and backgrounds. The trial results show that the training effectively enhances teachers' understanding of implementing coaching leadership. The resulting training module from this research can serve as a reference for schools interested in implementing Coaching Leadership based on Christian worldview, fostering student potential discovery, and positively impacting teacher performance and school culture. The discussion within this research contributes to a deeper understanding of Coaching Leadership, particularly from a Christian perspective.
The Leadership Module Development Coaching based on Christian Insight Manalu, Mei Lora Tri Oktavia; Wibawanta, Budi
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 1 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i1.749

Abstract

This study aims to develop a leadership coaching module based on Christian worldview that is feasible and effective in Lentera Harapan Medan School. The research design uses the ADDIE development model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. However, this research does not cover the full cycle of the ADDIE process; its scope is limited to the Development stage, which involves creating training modules and evaluating their effectiveness in trials. Data collection methods included interviews, questionnaires, and tests. Interviews were conducted to validate learning design, content, and linguistic expertise. Questionnaires were distributed to teachers at Lentera Harapan Medan School, and a pilot test involved five teachers from various levels and backgrounds. The trial results show that the training effectively enhances teachers' understanding of implementing coaching leadership. The resulting training module from this research can serve as a reference for schools interested in implementing Coaching Leadership based on Christian worldview, fostering student potential discovery, and positively impacting teacher performance and school culture. The discussion within this research contributes to a deeper understanding of Coaching Leadership, particularly from a Christian perspective.