Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : POLYGLOT

The Effect of Brainstorming Implementation on Students’ Engagement in Learning about Probability in Math Classes in Grade XI IPA at SMA ABC Cikarang Elsar Agung Triansa; Juniriang Zendrato; Oce Datu Appulembang
Polyglot Vol 12, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v1i1.380

Abstract

This research aims to determine the effects of brainstorming on students’ engagement in learning about probability. The method used in this research is the quasi-experimental with a non-equivalent control group. The sampling technique is in the form of a census. The data was collected through a questionnaire and analyzed by using non-parametric tests -- the Mann-Whitney U-test and the Wilcoxon Signed-Rank test with alpha level of 0.05. The results show that: 1) there was no significant difference on students’ engagement before and after the experiment in the group that was taught without brainstorming; 2) there was significant difference on students’ engagement before and after the experiment in the group taught with brainstorming; and 3) there was no significant difference on students’ engagement between the group that was taught with brainstorming and the group that was taught without brainstorming. The result of this research indicates that implementing brainstorming produces a positive effect on students’ engagement in learning about probability in math classes in grade XI IPA at SMA ABC Cikarang.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh penerapan brainstorming terhadap keterlibatan siswa dalam mempelajari topik peluang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Data dikumpulkan melalui kuisioner dan dianalisis dengan uji non-parametrik, yaitu uji Mann-Whitney U dan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan taraf signifikansi 0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tidak ada perbedaan yang signifikan dalam keterlibatan siswa antara sebelum dan sesudah perlakuan di grup yang diajar tanpa brainstorming (hasil uji Wilcoxon Signed-Rank: ); 2) ada perbedaan yang signifikan pada keterlibatan siswa antara sebelum dan sesudah perlakuan di grup yang diajar dengan brainstorming (hasil uji Wilcoxon Signed-Rank: ); dan 3) tidak ada perbedaan yang signifikan pada keterlibatan siswa antara grup yang diajar dengan brainstorming dan tanpa brainstorming (hasil uji Mann-Whitney U: ). Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa penerapan brainstorming memberikan pengaruh yang positif terhadap keterlibatan siswa dalam mempelajari peluang di pelajaran matematika kelas XI IPA SMA ABC Cikarang.
PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS I PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR XYZ GUNUNGSITOLI, NIAS [IMPLEMENTATION OF THE ROLE PLAYING METHOD TO IMPROVE GRADE 1 STUDENTS’ SPEAKING SKILLS IN AN INDONESIAN LANGUAGE LESSON AT PRIMARY SCHOOL XYZ GUNUNGSITOLI, NIAS] Oktaria Mbeni Haba Kolnel; Juniriang Zendrato
Polyglot Vol 15, No 2 (2019): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v15i2.1058

Abstract

Speaking skills need to be taught to students from an early age. These skills affect students’ ability to communicate in society. The purpose of this study is to improve students’ speaking skills by using the role playing method. Hopefully, through this learning method, students can improve their speaking skills according to aspects in oral communication. The research method used was Classroom Action Research (CAR) which was conducted in two cycles. The subjects of this research were 33 students in grade 1 XYZ Elementary School Gunungsitoli, Nias. The research was carried out from August until November 2017.  The instruments used in the research were the following: class teacher and peer teacher observation sheets, speaking skills rubric sheets, students’ questionnaire sheets, and researcher’s reflection journal. The collected data was analyzed quantitatively and qualitatively. The conclusion is that the role playing method can improve students’ speaking skills including aspects of pronunciation (87.87%), tone/intonation (87.12%), fluency (87.87%), and self-confidence (80.30%). The steps of the role playing method that can improve students’ speaking skills are as follows: 1) preparing the scenario, 2) explaining the targeted competency, 3) providing the place, time, and tools to be used, 4) dividing participants into groups, 5) assigning the roles, 6) practicing the role playing, 7) doing the assessment, and 8) evaluating.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Keterampilan berbicara perlu dilatihkan kepada siswa sejak usia dini.  Keterampilan ini berdampak pada komunikasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan berbicara siswa dengan menggunakan metode bermain peran. Harapannya, melalui metode pembelajaran ini, siswa dapat memaksimalkan keterampilan berbicaranya sesuai aspek-aspek dalam komunikasi lisan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah 33 siswa kelas I Sekolah Dasar XYZ Gunungsitoli, Nias. Penelitian ini diadakan pada Agustus sampai dengan November 2017. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi guru kelas dan guru sejawat, rubrik keterampilan berbicara, lembar angket siswa, dan jurnal refleksi peneliti. Data yang didapat kemudian diolah secara kualitatif dan kuantitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode bermain peran dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa yang meliputi aspek pelafalan (87,87%), nada/intonasi (87,12%), kelancaran (87,87%), dan rasa percaya diri (80,30%). Adapun langkah-langkah metode berperan yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara adalah sebagai berikut: 1) menyiapkan skenario, 2) menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai, 3) menyediakan tempat, waktu, dan alat yang akan digunakan, 4) membagi peserta dalam kelompok, 5) menetapkan peran, 6) berlatih bermain peran, 7) melakukan penilaian, dan 8) mengevaluasi.
Penetapan dan Penerapan Peraturan Spesifik untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas VIII SMP ABC Cikarang [Making and Applying Specific Rules for Hand Raising Before Speaking to Improve Discipline of Grade VIII Students at a Junior High School during Biology Class] Eimenina Saemara Pelawi; Juniriang Zendrato; Lastiar Roselyna Sitompul
Polyglot Vol 12, No 2 (2016): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v12i2.365

Abstract

It was discovered that during the process of learning biology, grade VIII students at SMP ABC in Cikarang lacked discipline which distrupted the ability of the class to study conducively.  To solve this problem, the researcher implemented a specific rule which was "Raise Your Hand before Speaking". The research aim was to see whether the discipline of the students in grade VIII could be improved through the establish and implementation of this specific rule. The method used was the classroom action research method. It used the cycle model and it was made reflectively. The research was completed after 2 cycles with 25 students as the subject of the research. The results of the data were analyzed using descriptive statistical techniques and descriptive qualitative. The instruments used to collect data were student questionnaires, observation sheets of students' discipline, student interview sheets, mentor’s feedback sheets and the researcher’s journal reflections. The data from all the instruments showed that in the second cycle the discipline indicators achieved a very good criteria. This shows that the establishment and implementation of the specific "Raise Your Hand Before Speaking" rule can improve the discipline of the students of grade VIII at SMP ABC in Cikarang. BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Selama pembelajaran Biologi berlangsung ditemukan bahwa siswa kelas VIII SMP ABC CIKARANG kurang disiplin sehingga mengganggu terciptanya iklim kelas yang kondusif untuk belajar. Dalam rangka mengatasi masalah yang ditemukan, peneliti menerapkan peraturan spesifik Raise Your Hand before Speaking. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah kedisplinan siswa kelas VIII dapat ditingkatkan melalui penetapan dan penerapan peraturan spesifik ini.Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas model siklus yang dilakukan secara bersiklus dan bersifat reflektif. Penelitian ini diselesaikan dalam dua siklus. Satu siklus terdiri dari dua pertemuan belajar. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa.Hasil data dianalisa dengan menggunakan teknik statistik deskriptif dan deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket siswa, lembar observasi kedisiplinan siswa, lembar wawancara siswa, lembar umpan balik mentor dan jurnal refleksi peneliti. Berdasarkan data dari seluruh instrumen tersebut menunjukkan bahwa pada siklus 2 ketercapaian indikator kedisiplinan bermakna baik sekali. Hal ini menunjukkan bahwa penetapan dan penerapan peraturan spesifik Raise Your Hand before Speaking dapat meningkatkan kedisiplinan siswa kelas VIII di Sekolah SMP ABC Cikarang dalam pelajaran Biologi.
AN IN-DEPTH LEARNING APPROACH: A CASE STUDY IN A FACULTY OF EDUCATION IN TANGERANG, INDONESIA [PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM: STUDI KASUS DI FAKULTAS PENDIDIKAN DI TANGERANG, INDONESIA] Zendrato, Juniriang
Polyglot Vol 21 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i1.9308

Abstract

Christian schools in Indonesia are expanding rapidly, necessitating a need for more skilled and qualified Christian teachers. Therefore, the research, which applies the qualitative approach with case study procedures, aims to offer an in-depth learning approach as a solution to provide reflective, responsive and responsible Christian teachers for Indonesia. The data gathered were course outlines, assessments, class activity photos, and student work. The result was that the in-depth learning approach was implemented by the Faculty of Education in Tangerang, Indonesia. It was shown by its teaching learning, which emphasized meaning making; challenged critical thinking, integrated faith and knowledge, as well as practiced problem solving. To make in-depth learning approach sustained in the future, the Faculty of Education must incorporate strategies such as negotiating power relations, creating a meaningful curriculum, fostering a culture of reflection, providing opportunities to explore new ideas and concepts, challenging traditional power dynamics, and transforming digital classrooms. For further research, conducting interviews and observations with students from the Faculty of Education is recommended to assess the impact of in-depth learning implementation. Abstrak bahasa Indonesia Sekolah kristen di indonesia berkembang pesat, sehingga kebutuhan akan guru Kristen yang terampil dan berkualitas semakin meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini, yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan prosedur studi kasus, bertujuan menawarkan pendekatan pembelajaran yang mendalam sebagai solusi untuk menghasilkan guru Kristen yang reflektif, responsif, dan bertanggung jawab bagi Indonesia. Data yang dikumpulkan meliputi silabus mata kuliah, penilaian, foto aktivitas kelas, dan hasil karya mahasiswa. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang mendalam telah diterapkan oleh Fakultas Pendidikan di Tangerang, Indonesia. Hal ini terlihat dari proses pembelajaran yang menekankan pada pembentukan makna, menantang kemampuan berpikir kritis, mengintegrasikan iman dan pengetahuan, serta mempraktikkan penyelesaian masalah. Untuk menjaga keberlanjutan pendekatan pembelajaran mendalam di masa depan, Fakultas Pendidikan perlu menerapkan strategi seperti: negosiasi dalam hubungan kekuasaan, menciptakan kurikulum yang bermakna, mendorong budaya refleksi, memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi ide dan konsep baru, menantang dinamika kekuasaan tradisional, dan mentransformasi ruang kelas digital. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan wawancara dan observasi terhadap mahasiswa Fakultas Pendidikan guna menilai dampak penerapan pendekatan pembelajaran mendalam.