Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

BANK WAKAF MIKRO SEBAGAI INSTRUMEN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS USAHA MIKRO Kusuma Wijaya, Siti Maulani; Ilmia, Anisa
Likuid Jurnal Ekonomi Industri Halal Vol. 1 No. 2 (2021): LIKUID: Jurnal Ekonomi Industri Halal
Publisher : Sharia Economics Study Program Faculty of Islamic Economics and Business UIN Sunan Gunun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/likuid.v1i2.14156

Abstract

Micro Waqf Bank (BWM) is a Sharia Microfinance Institution established by the OJK with the hope of reducing poverty levels in Indonesia. Bank Wakaf Mikro is present in the pesantren environment to provide financial access for the middle to lower class society in order to get access to capital without collateral and low yields. This paper is expected to provide new knowledge and insights regarding one of the Islamic economic instruments in the micro sector, namely the Micro Waqf Bank model. This paper was prepared through the method of library research using secondary data. From observations from various literatures, Micro Waqf Bank with access to capital is one alternative for improving the standard of living of micro-entrepreneurs to develop their businesses. The ease of the process, accompanied by training and mentoring, is believed to be able to encourage the independence of the middle and lower classes in running micro-businesses and boost productivity in the real sector. With the role of pesantren which has great potential to develop the surrounding area.Keywords : Micro Waqf Bank (BWM), Micro business, Real sector, Sharia Microfinance Institutions
Analisis Determinan Keputusan Investasi Saham Syariah Syakira, Sarah; Ilmia, Anisa
Likuid Jurnal Ekonomi Industri Halal Vol. 2 No. 2 (2022): LIKUID: Jurnal Ekonomi Industri Halal
Publisher : Sharia Economics Study Program Faculty of Islamic Economics and Business UIN Sunan Gunun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/likuid.v2i2.18968

Abstract

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per Oktober 2019 jumlah investor Syariah tercatat meningkat menjadi sebanyak 62.840, naik 41 % dari posisi pada akhir tahun lalu sebanyak 44. 536 investor. Adapun jumlah investor Syariah saat    ini telah mewakilkan 5,7 % dari total keseluruhan investor di pasar modal Indonesia. Persepsi mahasiswa bahwa investasi akan menghasilkan passive income, dividend, dan keuntungan untuk masa depan serta menjaga dari inflasi masa yang akan datang, hal inilah yang membuat banyak orang tertarik dalam berinvestasi. Namun dalam berinvetasi tidaklah selalu berbicara keuntungan tetapi juga kerugian “High Risk High Return” kerugian yang diperoleh baik dari capital loss, Resiko suspend, Resiko Likuiditas, keadaan ekonomi yang memburuk, dan pengaruh mikro dan makro faktor inilah yang mempengaruhi mahasiswa dalam berivestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh modal minimal, persepsi return, dan persepsi resiko terhadap keputusan              investasi saham syariah pada mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung baik secara parsial maupun secara simultan. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni dengan metode kuantitatif analisis data yang digunakan analisis regresi linear berganda yang diawali dengan uji instrument penelitian, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi. Kemudian dalam pengolahannya menggunakan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap keputusan berinvestasi mahasiswa UIN Bandung ini adalah faktor modal minimal dan faktor persepsi return. Sedangkan faktor persepsi resiko tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan berinvestasi mahasiswa UIN Bandung.
Commodity Price Dynamics and Islamic Stock Market Volatility in Indonesia Hakiki Ramadhan; Muhammad Hasanuddin; Anisa Ilmia; Lidzikri Ahmad Syahru Rabbani
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.0079

Abstract

Amid increasing integration between global commodity markets and emerging Islamic capital markets, understanding volatility transmission has become critical for risk management and policy design. This study investigates how volatility from Brent crude oil, gold, and crude palm oil (CPO) influences the Indonesian Sharia Stock Index (ISSI) from October 2022 to October 2024. The analysis uses daily data (N = 484) and employs GARCH and EGARCH frameworks to capture time-varying volatility, spillovers, and asymmetric responses to shocks. ARCH-LM tests confirm conditional heteroskedasticity in ISSI and USD/IDR returns, while EGARCH(1,1) models are also estimated for all variables to consistently account for asymmetry. Conditional volatility series are derived and examined to identify inter-market transmission effects. The results reveal that USD/IDR plays a dominant role, affecting gold negatively and CPO positively, reflecting the dual nature of commodities as safe-haven and export assets. Geopolitical risk significantly influences only Brent oil, suggesting a degree of insulation in Sharia equities. Strong leverage effects are observed in ISSI and CPO, where negative shocks amplify volatility more than positive ones, and CPO shows heavy-tail risk. Although commodity variables and geopolitical risk do not significantly explain ISSI returns, its volatility remains asymmetric, indicating stronger domestic drivers. These findings highlight the importance of exchange rate dynamics, asymmetric risk modeling, and commodity sensitivity in Islamic portfolio management, while offering implications for hedging strategies and macroprudential policy in open emerging economies. ABSTRAK - Dinamika Harga Komoditas dan Volatilitas Pasar Saham Syariah di Indonesia. Seiring meningkatnya keterkaitan antara pasar komoditas global dan pasar modal syariah di negara berkembang, pemahaman tentang transmisi volatilitas menjadi semakin penting bagi pengelolaan risiko dan perumusan kebijakan. Studi ini menganalisis pengaruh volatilitas minyak Brent, emas, dan crude palm oil (CPO) terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) selama periode Oktober 2022 hingga Oktober 2024. Dengan menggunakan data harian (N = 484), penelitian ini mengadopsi pendekatan GARCH dan EGARCH untuk menangkap dinamika volatilitas, efek spillover, serta respons asimetris terhadap guncangan pasar. Uji ARCH-LM menunjukkan adanya heteroskedastisitas bersyarat pada ISSI dan nilai tukar USD/IDR, sementara model EGARCH(1,1) digunakan secara konsisten untuk seluruh variabel guna mengakomodasi asimetri. Volatilitas kondisional yang dihasilkan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi transmisi antar pasar. Hasil menunjukkan bahwa USD/IDR menjadi faktor dominan dengan dampak negatif pada emas dan positif pada CPO, mencerminkan perbedaan peran komoditas sebagai aset lindung nilai dan komoditas ekspor. Risiko geopolitik hanya berpengaruh signifikan pada minyak Brent, mengindikasikan adanya ketahanan relatif pada pasar saham syariah. Efek leverage yang kuat ditemukan pada ISSI dan CPO, di mana berita buruk meningkatkan volatilitas secara lebih tajam, serta CPO menunjukkan risiko ekor yang tinggi. Meskipun variabel global tidak menjelaskan return ISSI secara signifikan, volatilitasnya tetap asimetris, menandakan peran faktor domestik. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen portofolio syariah, strategi lindung nilai, dan kebijakan makroprudensial.
ERA BARU PEMASYARAKATAN PASCA LAHIRNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2022 TENTANG PEMASYARAKATAN Muhammad Irsan Nasution; Dian Rachmat Gumelar; Anisa Ilmia
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 7 No 3 (2024): PAPATUNG Volume 7 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v7i3.1350

Abstract

Perkembangan persyaratan perundang-undangan untuk pemasyarakatan tidak sepenuhnya tercakup dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Undang-Undang Pemasyarakatan, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995, juga dianggap tidak memadai dalam memfasilitasi pelaksanaan perlindungan hak sebagaimana yang digariskan dalam Pasal 28D Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pengaturan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 terhadap beberapa subsistem pemasyarakatan yang beroperasi secara independen dan tidak terhubung dengannya pada akhirnya berisiko menyebabkan tumpang tindih dan inkonsistensi norma. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dan bersifat kualitatif. Semua konsep pemasyarakatan berfungsi sebagai landasan bagi undang-undang pemasyarakatan yang baru. Sementara itu, mengubah paradigma pemasyarakatan didasarkan pada landasan filosofis, sosial, dan hukum. Sebagai subsistem peradilan pidana yang mengoordinasikan penegakan hukum, sistem pemasyarakatan yang komprehensif termasuk dalam ruang lingkup dan arah aturan dalam ukuran ini.
Increasing Halal Awareness among Micro and Small Enterprises (MSEs) through the Role of Halal Product Process Facilitators (P3H) in the Free Halal Certification Program (SEHATI) Pajar Ramadan; Anisa Ilmia; Reza Fauzi Nazar
Borneo Islamic Finance and Economics Journal BIFEJ VOL. 6, NO.1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bifej.v0i0.13304

Abstract

The global halal industry continues to grow rapidly, positioning halal certification not only as a religious obligation but also as a key indicator of product quality, safety, and market competitiveness. As a country with the world’s largest Muslim population, Indonesia has considerable potential to strengthen its national halal ecosystem. However, the implementation of mandatory halal certification among Micro and Small Enterprises (MSEs) still faces several obstacles, particularly low halal awareness and limited understanding of certification requirements and procedures. To address these challenges, the Halal Product Assurance Agency (BPJPH) launched the Free Halal Certification Program (SEHATI) and involved Halal Product Process Assistants (P3H) to provide direct guidance to business actors. This study aims to (1) analyze the role of P3H in supporting the implementation of SEHATI, (2) examine the level of halal awareness among MSEs, and (3) identify supporting and inhibiting factors affecting halal awareness in Bandung Regency. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observations, and documentation involving MSE owners and P3H assistants. The findings show that P3H plays an essential role as an educator, facilitator, and verifier, helping improve MSEs’ understanding of halal assurance and the steps required for certification. However, the effectiveness of this role is constrained by the limited number of active assistants, low halal literacy among business actors, and technical barriers in using the digital certification system. Overall, the study concludes that P3H significantly contributes to increasing halal awareness, yet further optimization through strengthened capacity, broader outreach, and better technological support remains necessary. Keywords: Halal Awareness, Halal Product Process Assistants (P3H), Micro and Small Enterprises (MSEs), SEHATI Program, Halal Certification.