Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Quran Pada Lansia Dengan Metode Qiro’ati Di Masjid Al-Husaini Sidomulyo Sidotopo Wetan Kenjeran Surabaya Zakariya, Din Muhammad; Abdullah, , Muhammad Mahdi
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v1i2.24028

Abstract

Membaca Al-Qur'an dengan baik wajib dilakukan oleh setiap umat Islam dan membiasakan membaca ayat-ayat Al-Qur'an secara rutin. Namun nyatanya tidak semuanya memiliki kemampuan tersebut. Hal ini terlihat pada ibu-ibu atau ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok Islam Nurul Jannah yang tinggal di Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya. Ada diantara mereka yang memang mempunyai kemampuan membaca Al-Qur’an pada masa remajanya, namun ketika sudah menjadi ibu atau ibu rumah tangga, kemampuan tersebut jarang digunakan, bahkan tidak semua. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, setelah dilakukan observasi dan wawancara mendalam terhadap beberapa ibu rumah tangga dan ibuibu yang tergabung dalam kelompok ibu-ibu tersebut, kami dan beberapa diantaranya mengadakan pertemuan keagamaan tambahan bagi ibu-ibu dan/atau ibu-ibu rumah tangga sebagai lembaga koordinator yang mewadahi kegiatankegiatan dalam pembangunan kembali dan perbaikan. kemampuan membaca AlQur'an pada kalangan ibu-ibu dan ibu-ibu rumah tangga pada kelompok ibu-ibu Islam tersebut. Kegiatan-kegiatan dalam rapat dipusatkan pada pembacaan AlQur'an pada pokoknya, dan terpelihara dengan baik dalam kombinasi yang tak kenal lelah dari beberapa kegiatan yang ditujukan kepada para jamaah.
KONSEP KOMPONEN PENDIDIKAN REMAJA DALAM PERSPEKTIF AL QUR’AN (Studi Analisis Qur’an Surat Yusuf ) Din Muhammad Zakariya; A’yun , Ratna Qurota
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/r8bjkc87

Abstract

Komponen pendidikan adalah bagian dari system yang sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan suatu  proses pendidikan. Terlebih pada yang saat ini terlihat meningkatnya kasus kenakalan yang disebabkan para remaja dan pengaruh negatif dari perkembangan teknologi yang signifikan. Al qur’an, khususnya  Surat Yusuf memberikan solusi melalui kisah Nabi Yusuf yang mengandung nilai-nilai pendidikan holistic. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui makna kandungan yang terdapat didalam Surat Yusuf. Kedua untuk mendeskripsikan komponen pendidikan remaja didalam Surat Yusuf. Ketiga Untuk mengetahui relevansi penerapan komponen pendidikan yang terdapat didalam surat yusuf dalam pendidikan remaja. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan kualitatif analisis deskriptif. Peneliti mengimplementasikan metode dokumentasi sebagai teknik utama pengumpulan data. Analisis data terdiri dari pengolahan data, mengorganisasi data, mengkategorikan, menginterprestasikan dengan pendekatan hermeneutis, menemukan hasil dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama makna kandungan Surat Yusuf mengkisahkan perjalan hidup nabi Yusuf secara komprehensif, kedua didalam Surat Yusuf terdapat komponen-komponen pendidikan remaja yang komplek antara lain: tujuan pendidika, pendidik, peserta didik, metode pendidikan, kurikulum dan evaluasi, ketiga Temuan ini memiliki relevansi kuat dengan pendidikan remaja kontemporer, terutama dalam memberikan keteladanan, pengembangan kurikulum yang integratif antara nilai-nilai Qur’ani dan kebutuhan psikososial remaja masa kini.
PERAN GURU TELADAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI SISWA DI MI MUHAMMADIYAH 02 PONDOK MODERN MUHAMMADIYAH PACIRAN LAMONGAN Bariduddin Hazazi; Zakariya, Din Muhammad
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/wdf1hj61

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya adab dan sopan santun di kalangan siswa, yang menjadi indikasi pentingnya pembentukan karakter Islami. Dalam konteks ini, guru teladan memainkan peran krusial. MI Muhammadiyah 02 Pondok Modern Muhammadiyah Paciran-Lamongan menjadi fokus studi karena upaya mereka dalam menginternalisasi nilai-nilai agama untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran guru teladan dalam membentuk karakter Islami siswa, mengidentifikasi metode pembentukan karakter yang diterapkan, serta mengevaluasi efektivitasnya, terutama dalam menumbuhkan kembali adab dan sopan santun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian di MI Muhammadiyah 02 menunjukkan beberapa temuan kunci. Pertama, perencanaan peran guru teladan sangat terstruktur, berlandaskan visi madrasah untuk membentuk generasi cerdas dan berakhlak mulia, dengan kriteria guru mencakup aspek pedagogik, profesionalisme, dan akhlak. Implementasi ini terwujud melalui keteladanan konsisten guru dalam disiplin, tutur kata, serta perhatian personal, didukung pembiasaan ibadah dan integrasi nilai Islami secara sistematis. Kedua, guru menanamkan nilai-nilai karakter menggunakan pendekatan holistik dan berpusat pada siswa, terutama dengan metode Uswatun Hasanah (keteladanan), diperkuat pemberian reward dan punishment edukatif, serta pendekatan personal. Ketiga, evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada ibadah, sopan santun, kejujuran, dan kemandirian siswa, membuktikan internalisasi nilai. Madrasah pun berkomitmen pada pengembangan program dan kerja sama orang tua demi mencetak lulusan berakhlakul karimah.
KONSEP KOMPONEN PENDIDIKAN REMAJA DALAM PERSPEKTIF AL QUR’AN (Studi Analisis Qur’an Surat Yusuf ) Din Muhammad Zakariya; A’yun , Ratna Qurota
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/r8bjkc87

Abstract

Komponen pendidikan adalah bagian dari system yang sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan suatu  proses pendidikan. Terlebih pada yang saat ini terlihat meningkatnya kasus kenakalan yang disebabkan para remaja dan pengaruh negatif dari perkembangan teknologi yang signifikan. Al qur’an, khususnya  Surat Yusuf memberikan solusi melalui kisah Nabi Yusuf yang mengandung nilai-nilai pendidikan holistic. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui makna kandungan yang terdapat didalam Surat Yusuf. Kedua untuk mendeskripsikan komponen pendidikan remaja didalam Surat Yusuf. Ketiga Untuk mengetahui relevansi penerapan komponen pendidikan yang terdapat didalam surat yusuf dalam pendidikan remaja. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan kualitatif analisis deskriptif. Peneliti mengimplementasikan metode dokumentasi sebagai teknik utama pengumpulan data. Analisis data terdiri dari pengolahan data, mengorganisasi data, mengkategorikan, menginterprestasikan dengan pendekatan hermeneutis, menemukan hasil dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama makna kandungan Surat Yusuf mengkisahkan perjalan hidup nabi Yusuf secara komprehensif, kedua didalam Surat Yusuf terdapat komponen-komponen pendidikan remaja yang komplek antara lain: tujuan pendidika, pendidik, peserta didik, metode pendidikan, kurikulum dan evaluasi, ketiga Temuan ini memiliki relevansi kuat dengan pendidikan remaja kontemporer, terutama dalam memberikan keteladanan, pengembangan kurikulum yang integratif antara nilai-nilai Qur’ani dan kebutuhan psikososial remaja masa kini.
PERAN GURU TELADAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI SISWA DI MI MUHAMMADIYAH 02 PONDOK MODERN MUHAMMADIYAH PACIRAN LAMONGAN Bariduddin Hazazi; Zakariya, Din Muhammad
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/wdf1hj61

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya adab dan sopan santun di kalangan siswa, yang menjadi indikasi pentingnya pembentukan karakter Islami. Dalam konteks ini, guru teladan memainkan peran krusial. MI Muhammadiyah 02 Pondok Modern Muhammadiyah Paciran-Lamongan menjadi fokus studi karena upaya mereka dalam menginternalisasi nilai-nilai agama untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran guru teladan dalam membentuk karakter Islami siswa, mengidentifikasi metode pembentukan karakter yang diterapkan, serta mengevaluasi efektivitasnya, terutama dalam menumbuhkan kembali adab dan sopan santun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian di MI Muhammadiyah 02 menunjukkan beberapa temuan kunci. Pertama, perencanaan peran guru teladan sangat terstruktur, berlandaskan visi madrasah untuk membentuk generasi cerdas dan berakhlak mulia, dengan kriteria guru mencakup aspek pedagogik, profesionalisme, dan akhlak. Implementasi ini terwujud melalui keteladanan konsisten guru dalam disiplin, tutur kata, serta perhatian personal, didukung pembiasaan ibadah dan integrasi nilai Islami secara sistematis. Kedua, guru menanamkan nilai-nilai karakter menggunakan pendekatan holistik dan berpusat pada siswa, terutama dengan metode Uswatun Hasanah (keteladanan), diperkuat pemberian reward dan punishment edukatif, serta pendekatan personal. Ketiga, evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada ibadah, sopan santun, kejujuran, dan kemandirian siswa, membuktikan internalisasi nilai. Madrasah pun berkomitmen pada pengembangan program dan kerja sama orang tua demi mencetak lulusan berakhlakul karimah.