Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Perilaku Masyarakat terhadap Pola Permukiman Adat di Desa Nggela Kabupaten Ende Fabiola T. A. Kerong; Silvester M. Siso
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 6 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.003 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2019.v06.i02.p08

Abstract

Human behaviour is in general influenced by traditions, emotional state, values, ethics, power, persuasion, genetical attributes, and available spaces. This study examines the community behaviour of Nggela Village, an adat-based settlement of Ende Regency. It especially focusses on cultural behaviours in regard to adat rituals of Loka Lolo, Joka Ju, and Lobo Keda. Discussions within relate to the governance of the adat settlemet of Nggela Village which has 17 Mosalaki (adat leader) who occupy 15 adat houses. This study is conducted using a naturalistic approach. It unfolds that human behaviour that determines the pattern of Nggela's traditional settlement has been grounded by the village's historical journey, cosmology, beliefs, collaborative attitude, sacred elements, and social structure. Keywords: behavior, space, adat settlement of Nggela Village Abstrak Perilaku manusia pada umumnya dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, genetik, dan ketersediaan ruang. Penelitian ini mengkaji perilaku masyarakat pada permukiman adat di Desa Nggela, Kabupaten Ende. Kajiannya difokuskan pada perilaku budaya berkenaan dengan beberapa ritual adat Loka Lolo, Joka Ju, dan Lobo Keda. Diskusi dalam paper ini berkaitan erat dengan tatanan kepemerintahan yang berlaku di desa ini, yang memiliki 17 pemimpin adat yang menempati 15 rumah adat. Penelitian ini menerapkan pendekatan naturalistik. Melalui studi ini ditemukan bahwa perilaku manusia yang menentukan patrun permukiman adat di Desa Nggela didasari oleh perjalanan sejarah kosmologi, kepercayaan, kecenderungan untuk bekerja secara bersama-sama, elemen-element permukiman yang dianggap sakral, dan struktur sosial. Kata kunci: perilaku, ruang, Permukiman Adat Desa Nggela
OPTIMALISASI MITIGASI BAHAYA GEMPA BUMI MELALUI PENYULUHAN RUMAH TAHAN GEMPA DI KELURAHAN REWARANGGA SELATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Yohanes Laka Suku; Mikael Wora; Veronika Miana Radja; Thomas Aquino A. S; Marselinus Y. Nissanson; Silvester M. Siso; Ernesta Arita Ari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1866.147 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6970

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama mitra adalah adanya bangunan rumah tinggal yang rentan terhadap bahaya gempa bumi, dan belum adanya pengetahuan yang baik tentang tatacara membangun rumah tahan gempa sesuai standar yang berlaku. Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PkM) ini untuk mencegah bencana akibat gempa melalui peningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya para tukang bangunan tentang rumah tahan gempa. Mitra kegiatan ini adalah Lurah Kelurahan Rewarangga Selatan dan kelompok sasarannya adalah masyarakat khususnya para tukang bangunan di RT 02 RW 01 Kelurahan Rewarangga Selatan. Peserta pelatihan dan bimbingan teknis berjumlah 30 orang, dan metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningatan sebesar 16% terhadap kemampuan dan keterampilan peserta yang diperoleh dengan membandingkan hasil test awal dan akhir, sedangkan evaluasi kepuasan mitra terhadap pelaksanaan PkM menunjukkan 80% menyatakan sangat puas, dengan demikian PkM yang dilaksanakan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang mitigasi bencana gempa melalui bangunan rumah tinggal tahan gempa.Abstract: The partners' main problem is the existence of residential buildings that are vulnerable to earthquake hazards, and the lack of good knowledge about procedures for building earthquake-resistant houses according to applicable standards. The purpose of this Community Service (PkM) activity is to prevent earthquake-induced disasters by increasing the knowledge and skills of the community, especially the builders about earthquake-resistant houses. The partner of this activity is the Head of the South Rewarangga Sub-district and the target group is the community, especially the builders in RT 02 RW 01, South Rewarangga Sub-district. The participants of the training and technical guidance are 30 people, and the method used is counseling and training. The results of the evaluation showed an increase of 16% in the abilities and skills of the participants obtained by comparing the results of the initial and final tests, while the evaluation of partner satisfaction with the implementation of the PkM showed 80% stated that they were very satisfied, thus the PkM implemented succeeded in increasing the knowledge and skills of the community about mitigation. Earthquake disasters through earthquake-resistant residential buildings.
Kampung Adat Koanara Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Di Kawasan Kelimutu Ende-Flores Silvester Masias Siso
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.271 KB)

Abstract

Desa Koarana memiliki Kampung Koanara dimana masih memiliki kehidupan budaya tradisional. Hal ini menjadi aset utama yang menjadi objek wisata. Kehidupan masyarakat di kampung tradisional serta adat dan tradisi merupakan kekayaan budaya yang dapat diangkat menjadi daya tarik wisata. keaslian sangat dibutuhkan untuk mengembangkan daya tarik wisata di tempat ini. Namun pada kenyataan, Kampung yang mempunyai kekayaan budaya, kini semakin mengalami penurunan kualitas dari budayanya. Modernnisasi menjadi salah satu masalah yang dihadapi di Kampung Koanara.Tujuan penelitian: Menemukenali kelokalan yang dimiliki oleh Kampung Koanara, Menemukenali aspek yang perlu dibenahi untuk mendukung kelokalan sebagai daya tarik wisata alternatif di Kampung Koanara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, pengamatan dan pemanfaatan dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara mendalam khususnya tetang kelokalan di Kampung Koanara. Selain itu juga dilakukan pengumpulan data sekunder berupa dokumen yang dapat menunjang penelitian ini.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa; Kelokalan Koanara telah mengalami perubahan baik kelokalan yang bersifat fisik maupun non fisik. Aspek yang perlu dibenahi untuk mendukung kelokalan Koanara sebagai daya tarik wisata adalah dengan membenahi diri, sehingga dapat menyuguhkan daya tarik yang dapat memberikan kesan unik kepada wisatawan. Dalam hal ini mengembalikan keaslian lokalitas yang merupakan ciri khas Koanara.
Perancangan Hotel Resort Di Daerah Roe, Desa Ngeghedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau Shirly Wunas; Silvester Masias Siso; Thomas Mema
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 1 (2014): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.829 KB)

Abstract

Manusia memiliki kesibukan dan gaya hidup yang berbeda. Terutama pada kehidupan kalangan perkotaan yang rentan dengan kejenuhan dan kepenatan dalam menghadapi rutinitas sehari-hari. Resort merupakan alternative yang dipersiapkan untuk memberi suasana relaksasi melalui view alam unggulan dan fasilitas-fasilitas yang telah disediakan. Resort ini mengambil lokasi didaerah Roe, tepatnya di desa Ngeghedhawe, kecamatan Aesesa, kabuaten Nagekeo, provinsi Nusa Tenggara Timur.Menggunakan beberapa teori-teori arsitektur yang nendukung dan dapat digunakan sebagai pedoman ketika merancang. Melalui tema Arsitektur Hijau, resort ini lebih ditekankan pada penghijauan alam Mbay yang pada saat ini cuacanya cukup panas. Hasil penelitian ini adalah Menghasilkan sebuah konsep perencanaan dan rancangan sarana akomodasi pariwisata Hotel Resort di kawasan Roe daerah Mbay kabupaten Nagekeo yang memanfaatkan potensi alamiah yang ada disekitar kawasan dengan melakukan pendekatan terhadap arsitektur hijau sebagai acuan desain bangunan dan dapat memberikan jasa wisata berupa informasi wisata, penginapan serta jasa–jasa lain yang berkaitan dengan kegiatan wisata.
Tradisi Membangun Rumah dengan Pendekatan Kearifan Lokal di Desa Tinabani Kabupaten Ende Silvester M Siso; Fabiola T.A. Kerong
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 3 No 1 (2020): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.332 KB) | DOI: 10.31539/kaganga.v3i1.1079

Abstract

ABTRACT The purpose of this evaluation is to study the tradition of building houses and the values contained in the tradition. This research is descriptive with qualitative agreement. Researchers become the main source in obtaining data from the results of field analysis and interviews. The research location was in Tinabani Village, Ende District, Ende Regency. The intensive relationship between the people of Tinabani Village and their natural, social and historical environment has provided knowledge of the use of materials provided by nature for escaping purposes. From the social side it is known how the Tinabani people work hand in hand in the process of making a house. This attitude of mutual cooperation makes the community more harmonious and peaceful. Meanwhile, history recognizes the traditions and traditions that bind their lives. It can be concluded that the people of Tinabani Village make good use of nature to preserve history. Tinabani people have strong traditions and social relations. Keywords; Tradition, Home, Local Wisdom, Tinabani
PEMAHAMAN MAHASISWA ARSITEKTUR UNIVERSITAS FLORES TENTANG IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA Maria Tensiana Tima; Ernesta Leha; Silvester M Siso
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v4i3.2767

Abstract

The Independent Learning of the Independent Campus (MBKM)  which was launched by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology was the answer to the demands of the world of work today and in the future. This study aims to determine the students' understanding of the architectural study program at the Faculty of Engineering, University of Flores regarding the implementation of the independent learning policy on an independent campus (MBKM). This study uses a survey method conducted on all students of the architectural study program, totaling 238 people by filling out the link on SPADA DIKTI. Data analysis was carried out using a qualitative descriptive method. The results showed that 14% of students in the Architecture study program did not know anything about the content of the MBKM policy, 42% knew a little, 31% knew most of the content of the policy and 13% knew the policy as a whole. However, 77% of students stated that they were very interested in the MBKM program and 74% were very interested in recommending the program to their relatives or colleagues.
Pendekatan Arsitektur Tropis Pada Bangunan SMAK Syuradikara Ende Dede, Petrus Jhon Alfred Depa; Siso, Silvester Masias; Kerong, Fabiola T.A.
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 1 (2020): Volume 14 Nomor 1 April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i1.1131

Abstract

Bangunan kolonial di Indonesia merupakan fenomena yang unik, percampuran budaya antara penjajah dan budaya Indonesia yang tidak terdapat ditempat lain serta disesuaikan  dengan kondisi iklimnya yaitu iklim tropis lembab. Kota Ende pada masa lalu menjadi salah satu daerah tujuan para pedagang dan pelayar dari Jawa,  Makassar,  dan  Ternate.  Karena  menjadi  salah  satu  titik  transit  para  pedagang  maka  sejarah keagamaan dan kepentingan-kepentingan Kolonialisme bermain di daerah-daerah pelabuhan di Kota Ende. Bangunan bernilai sejarah yang masih bertahan dan memiliki ciri arsitektur  kolonial di Kota Ende, salah satunya adalah bangunan Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Syuradikara, yang keberadaannya tanpa disadari beradaptasi dengan iklim tropis. Untuk mengetahui sejauh mana kondisi iklim tropis (pendekatan arsitektur tropis) dapat mempengaruhi desain bangunan SMAK Syuradikara di Kota Ende, maka penulis melakukan  kajian.  Kajian  ini  dilakukan  dengan  menggunakan    metode  kualitatif  deskriptif.  Pendekatan terhadap iklim tropis yang dikaji meliputi orientasi bangunan, bukaan dan material yang digunakan. Metode kualitatif  deskriptif  digunakan  untuk  menguraikan  elemen  desain  bangunan  SMAK  Syuradikara  yang berkaitan  erat  dengan  iklim  tropis.  Dalam  melakukan  kajian  ini  pengumpulan  data  dilakukan  dengan wawancara,  survey,  observasi  dan studi literatur.  Dari hasil kajian ditemukan  bahwa orientasi  bangunan secara keseluruhan menghadap dan memanjang kearah utara   dan selatan. Permukaan bangunan yang menghadap arah datang dan terbenam matahari hanya sedikit yang menerima panas matahari. Aliran angin di sekitar bangunan datang dari arah timur dan barat dan ruangan yang mendapatkan  aliran angin yang baik adalah ruang kelas. Orientasi peletakan jendela lebih dominan menghadap ke arah utara dan selatan. Keberadaan  teras  disepanjang  bangunan  untuk  mengantisipasi  sinar  matahari  langsung  yang  mengenai dinding bangunan, serta hempasan dari air hujan. Material lantai dari keramik dan tegel yang belum dipoles dengan  permukaan  sedikit  kasar  sehingga  menyerap  panas,  ruangan  cenderung  lebih  dingin.  Dinding bangunan terbuat dari susunan bata yang diplester, tebal dinding antara 30 sampai 40 centimeter, sehingga dapat mereduksi udara panas yang ada dalam ruangan.
Pengembangan Kawasan Wisata Air Panas Nggela Dengan Pemanfaatan Landscape Sebagai Acuan Desain Sumbi, Anselinus Afendi; Siso, Silvester M.; Dede, Petrus Jhon Alfred Depa
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 2 (2020): Volume 14 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i2.1194

Abstract

Kabupaten Ende adalah salah satu kabupaten yang saat ini sedang gencar-gencarnya berusaha untuk meningkatkan kualitas sebuah kabupaten dengan berbagai strategis pembangunan. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor andalan yang mampu meningkatkan pendapatan daerah, mengingat daerah ini memiliki banyak sekali potensi – potensi wisata yang mampu menarik minat wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Wisata yang di ambil tepat di desa Nggela, kecamatan Wolojita, kabupaten Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur, permasalahan yaitu kurangnya sarana dan prasarana yang memadai dan penataan Landscape yang belum teratur sehingga kawasan tersebut tidak mampu menampung wisatawan yang datang untuk beraktivitas, dengan ini perlu adanya pengembangan serta memanfaatan Landscape sebagai acuan desain serta dilengkapi dengan sarana dan prasarana agar kawasan ini mampu menampung segala aktivitas yang terjadi. Metode yang digunakan dalam pengembangan kawasan Air Panas yaitu dengan metode pengumpulan data dan metode analisis data dengan teori-teori Arsitektur untuk mendukung dan sebagai pedoman ketika merancang melalui pemanfaatan Landscape.Ha sil desain dari Pengembangan Kawasan Wisata Air Panas Nggela yaitu konsep-konsep perancangan dengan gambar desain serta menerapkan pemanfaatan Landscape agar Obyek ini diharapkan dapat menjadi tempat wisata yang memiliki suasana yang berbeda dengan objek wisata yang lain pada umumnya di kabupaten Ende.
Penataan Kawasan Wisata Pantai Batu Cincin Di Kabupaten Ende Mariam, Siti; Siso, Silvester M.; Dede, Petrus Jhon Alfred Depa
TEKNOSIAR Vol. 16 No. 2 (2022): Volume 16 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v16i2.2608

Abstract

One of the beaches that has good natural potential and has been recognized by the Department ofCulture and Tourism of Ende Regency is Stone Ring Beach which is located in Ende Regency. StoneRing Beach is located in Raporendu Village, Nangapanda District, Ende Regency. The stone ringbeach itself is a cliff that is at sea level and there are holes like stone rings that are unique on thebeach. There is no road as vehicle access to enter Stone Ring beach because the area is still natural.The research with the title "Arrangement of Stone Ring Beach Tourism Area in Ende Regency" has aproblem formulation of how to organize Stone Ring Beach with facilities or infrastructure in order tosupport the activities of visitors. The purpose of this research is to plan and design the main facilitiesand supporting facilities that can make Stone Ring Beach an attractive and superior touristdestination.In this study, qualitative and quantitative research methods were used, while the data sourcesused were obtained from the results of direct observations and interviews with the community, villageofficials, and visitors to Stone Ring Beach. The data obtained will then be analyzed, the analysis usedincludes drafting site processing concepts, compiling zoning and utility concepts, compiling conceptsfor relations, magnitude, and space requirements, compiling concepts for spatial planning andcirculation, drafting regional characteristics concepts, drafting structural and construction concepts.The concept of formation that will be planned is to use the roof of the traditional house of Endedistrict and the surrounding community by considering the concept of ecotourism in order to maintainthe culture around the area.Based on the data analysis that has been carried out, the results obtainedfrom the analysis of the design of the Stone Ring beach tourist area refer to the concept of EcotourismArchitecture which is expected to develop the Stone Ring beach tourist area which has main facilitiesand adequate supporting facilities and can attract tourists to come and visit. The application of theEcotourism Architecture theme is also expected to improve the community's economy and not damagethe surrounding environment.
Asrama Putra Dan Putri Sma Negeri 6 Elar Di Kabupaten Manggarai Timur Dengan Tema Arsitektur Perilaku Siso, Silvester M.; dede, Petrus Jhon Alfred Depa; Reka, Farida Skolastika
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 Nomor 1 April 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i1.3107

Abstract

Dormitory is a place of lodging intended for members of a group, generally school students. Dormitory is usually a building with rooms that can be occupied by several occupants in each room. The purpose of the research is to design a dormitory building which is equipped with facilities to meet the needs of students and behavioral architecture is a part of providing the required facilities. The method used in this study is in the form of collecting observation data, interviews, evaluating, and observing user behavior as a reference in the analysis of the application of building design. The concept of implementing behavioral architecture in dormitory buildings follows the symbol or symbol of the high school student council such as in the parking lot a hand-shaped pattern is applied. In the library building a book-shaped pattern is applied, at the roundabout a circular pattern is applied like a wrench and in the garden a star-shaped pattern is applied. The application of behavioral architecture is inseparable from the 4 principles of behavioral architecture such as aesthetics of form, being able to communicate with humans and the environment, paying attention to user behavior, and accommodating behavioral activities. So it can be concluded that the dormitory is one of the most important buildings, especially for SMAN 6 Elar and with the application of behavioral architectural design principles, it can be seen in the activity zone processing building, mass composition, as well as the inside and outside appearance of the building adapted to the character of the students. students..