Eka Wildanu
Universitas Muhammadiyah Cirebon

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERANAN KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI Sastra Abijaya; Eka Wildanu; Agus Jamaludin
Jurnal Soshum Insentif Vol 4 No 1 (2021): Vol 4 No 1 (April, 2021): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v4i1.442

Abstract

Abstract - Leadership is the attitude and behavior to influence subordinates so that they are able to work together, so as to form a harmonious relationship with the consideration of efficiency and effectiveness aspects to achieve the predetermined work productivity figures. Path-goal leadership theory explains how a leader's behavior affects the motivation and work performance of his subordinates, in different work situations. Research into leadership began in 1945, initiated by the Bureau of Affairs and Research at Ohio State University. The ability to control resources and other factors to achieve organizational goals is an effort that must be made in every organization. In analyzing the data in this study, the process carried out by the author was to compile interview transcriptions, field notes, and other collected materials. The process of analysis involves working with data, organizing and breaking it down into manageable units, summarizing them, searching for patterns, and discovering what is important and what needs to be learned. Communication is very important in management because it is one of the tools to guide, motivate, monitor or observe and evaluate the implementation of company management. Usually communication will have different functions and benefits according to the conditions, themes and participants involved in the communication event. Organizations need to communicate fluently and effectively when achieving their goals to ensure continuous improvement or quality improvement in organizational performance and human resource performance. Therefore, almost all members of the organization must understand the organizational communication process in order to understand correctly that there are no errors in communication between them. Abstrak – Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku untuk memengaruhi para bawahan agar mereka mampu berkejasama, sehingga membentuk jalinan kerja sama yang harmonis dengan pertimbangan aspek efisiensi dan efektivitas untuk mencapai angka produktivitas kerja sesuai dengan yang telah ditetapkan. Teori kepemimpinan jalan-tujuan menerangkan bagaimana perilaku seorang pemimpin memengaruhi motivasi dan prestasi kerja bawahannya, dalam situasi kerja yang berbeda-beda. Kemampuan mengendalikan sumber daya dan serta faktor lain untuk mencapai tujuan organisasi merupakan usaha yang harus dilakukan dalam setiap organisasi. Dalam melakukan analisis data pada penelitian ini, proses yang dikerjakan oleh penulis adalah dengan menyusun transkripsi wawancara, catatan lapangan, dan materi-materi lain yang dikumpulkan. Proses analisis melibatkan pekerjaan dengan data, penyusunan, dan pemecahannya ke dalam unit-unit yang dapat ditangani, perangkumannya, pencarian pola-pola, dan penemuan apa yang penting dan apa yang perlu dipelajari. Komunikasi sangat penting dalam. .manajemen karena .merupakan salah. .satu .alat untuk memandu, memotivasi,. memantau atau. .mengamati dan mengevaluasi .pelaksanaan .manajemen perusahaan.. Biasanya komunikasi. .akan .memiliki .fungsi dan .manfaat yang .berbeda sesuai dengan kondisi,. tema dan peserta .yang .terlibat .dalam acara .komunikasi tersebut. .Organisasi perlu berkomunikasi dengan lancar dan efektif ketika mencapai tujuan mereka untuk memastikan peningkatan berkelanjutan atau peningkatan kualitas dalam kinerja organisasi dan kinerja sumber daya manusia. Oleh karena itu, .hampir .semua .anggota organisasi. .harus .memahami .proses komunikasi. .organisasi .agar dapat memahami dengan benar bahwa tidak ada kesalahan dalam komunikasi di antara mereka.
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN SOSIAL KESEJAHTERAAN GURU DAN SISWA UNTUK LEMBAGA KEAGAMAAN NON FORMAL DI KECAMATAN ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON M. Zidan Arya Adhi Nugroho; Eka Wildanu; Sastra Abijaya
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 18 No. 1 (2024): Volume 18 No 01 Januari-Juni 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v18i1.4960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi Program Bantuan Hibah Bansos Kesejahteraan Untuk Lembaga Keagamaan Non Formal. Yaitu salah satu programnya adalah Program Bantuan Sosial Kesejahteraan Guru dan Siswa Untuk Lembaga Keagamaan Non Formal dengan lokasi dalam penelitian ini adalah di Kecamatan Astanajapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program Bantuan Sosial Kesejahteraan Guru dan Siswa di Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon sudah berjalan cukup baik. Dari standar kebijakan serta sasaran kebijakan, sumber daya, dan agen pelaksana. Namun, dalam hal disposisi implementor perlu adanya layanan aduan yang bisa mudah diakses dan sosialisasi terkait E-Hibah Bansos lebih di fokuskan untuk kemudahan pihak Lembaga. Kesimpulannya perlu adanya kebijakan dengan memperhatikan peraturan dasar, sumber daya yang jelas yaitu antara manusia/pelaksana dan alam, serta hubungan antar lembaga dengan memperhatikan koordinasi dan faktor-faktor lainnya, agen pelaksana dengan struktur organisasi serta norma yang di terapkan, tidak lupa juga kondisi-kondisi seperti politik, sosial, dan ekonomi serta disposisi implementor yang berisikan layanan aduan serta sosialisasi tentang program ini.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA TEGALSARI KECAMATAN PLERED KABUPATEN CIREBON Indri Wulandari; Eka Wildanu; Sastra Abijaya
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 19 No. 01 (2025): Volume 19 No 01 Januari-Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v19i01.8771

Abstract

Village infrastructure development is crucial to improving community welfare and enhancing inter-regional accessibility. The village government plays a strategic role in managing this development, particularly in providing village roads that support the community's social and economic activities. This study aims to analyze the role of the village government in infrastructure development in Tegalsari Village, Plered District, Cirebon Regency. A descriptive qualitative research method was employed, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. Research informants included the Village Head, village officials, the Village Consultative Body (BPD), the Village Community Empowerment Institute (LPMD), neighborhood/hamlet association heads (RT/RW), community leaders, and religious leaders. The findings indicate that the village government acts as a motivator, facilitator, and mobilizer. As a motivator, the village government encourages active community participation; as a facilitator, it provides development facilities and infrastructure; and as a mobilizer, it harnesses the community's full potential to engage in development efforts. The development process is carried out in a participatory and efficient manner, concluding with structured oversight. Challenges encountered include limited budgets and supporting resources. In conclusion, while the village government's role in Tegalsari Village is functioning well, there is a need to optimize synergy among the village government, the community, and village institutions to ensure more sustainable development.