Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM PANIC BUTTON UNTUK KONDISI DARURAT WARGA DESA BERBASIS INTERNET OF THINGS Muhammad Yusman Zubairi; Puput Wanarti Rusimamto; Lilik Anifah; Nur Kholis
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol. 15 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v15n1.p20-29

Abstract

Keamanan dan keselamatan masyarakat desa sering terancam oleh kondisi darurat seperti bencana alam, kebakaran, tindak kriminal, maupun keadaan medis yang membutuhkan respons cepat. Keterbatasan akses komunikasi menjadi salah satu kendala dalam penyampaian informasi darurat secara efektif. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem Panic Button berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu warga desa dalam melaporkan keadaan darurat dengan cepat dan efisien. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor suhu DS18B20, DFPlayer Mini sebagai media peringatan suara, serta aplikasi berbasis web untuk pengiriman notifikasi darurat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian fungsionalitas perangkat keras dan perangkat lunak, pengukuran waktu respons, keandalan sistem, serta observasi kemudahan penggunaan oleh warga. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu merespons laporan darurat dalam waktu rata-rata 1–2 detik pada jaringan WiFi desa dan 3–8 detik pada jaringan seluler. Tingkat keberhasilan pengiriman notifikasi hingga 100%. Selain itu, warga dapat menggunakan aplikasi dengan mudah tanpa pelatihan khusus dan memahami notifikasi darurat yang ditampilkan. Dengan demikian, sistem Panic Button berbasis IoT ini terbukti dapat meningkatkan keamanan dan mempercepat komunikasi dalam kondisi darurat di lingkungan desa.
Pengembangan Modul Ajar Training Kit Instalasi Audio Video Mobil untuk Meningkatkan Hasil Belajar Praktikum Teknik Audio Video di SMK Kal-1 Surabaya Atikah Fadhillah Alliatuzzahro; Ali Nur Fathoni; Nur Kholis; Fendi Achmad
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/cd0asz91

Abstract

This study aims to develop a feasible Car Audio-Video Installation Training Kit Learning Media to address the lack of E-Module learning media in the planning and installation elements of audio-video systems, particularly for the Car Audio-Video Installation Training Kit in Grade XI Audio Video Engineering (TAV) at SMK KAL-1 Surabaya. This research employs the ADDIE development model within a Research and Development (R&D) framework. The validity of the product was assessed through material validation and media validation of the E-Module. The material validation obtained a score of 92%, while the media validation achieved 88.75%, resulting in an average score of 90%, which falls into the very valid category. Furthermore, the results of the practicality test based on student responses at SMK KAL-1 Surabaya showed a score of 88.75%, categorized as very practical. The effectiveness of the learning media was measured using the N-Gain test to determine the effectiveness of the implemented treatment. The N-Gain results for cognitive learning outcomes showed an average N-Gain score of 0.51, indicating a moderate category. This means that the learning media is effective in improving students’ learning outcomes. To compare the average pretest and posttest scores, a Paired Sample T-Test was conducted, yielding a significance value of 0.000, which indicates a significant difference. It can be concluded that the developed learning media is suitable for use in the learning process and can also serve as a reference for developing learning media in other instructional components. In the psychomotor domain, most students were able to assemble and test the Car Audio-Video Installation Training Kit correctly and in accordance with established procedures. Most students achieved a score of 88.53%, indicating that their psychomotor skills have met the Minimum Mastery Criteria (KKTP). In the affective domain, most students demonstrated good discipline, responsibility, and cooperation during the learning process and practical activities using the Car Audio-Video Installation Training Kit. Students actively followed instructions, maintained occupational safety, and respected their peers’ opinions during group discussions. Most students obtained a score of 95.47%, indicating that their affective attitudes have reached the good to very good criteria.
Pengaruh Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Minat Menjadi Guru Terhadap Kesiapan Menjadi Guru pada Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya Binti Eka Nur Zulaikah; Nur Kholis; Meini Sondang Sumbawati
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/k912w002

Abstract

This study analyzes the effect of Field Teaching Practice (PLP) and Interest in Becoming a Teacher on Teaching Readiness among Electrical Engineering Education students at Universitas Negeri Surabaya. The study is motivated by preliminary survey findings showing that many students have not achieved optimal teaching readiness despite participating in the PLP program. A quantitative ex post facto design was employed, drawing on Job Readiness Theory and Interest Theory. The population comprised 120 students of the 2021 and 2022 cohorts, all included through total sampling. Data were collected via a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression in SPSS 26. The findings show that PLP and Interest in Becoming a Teacher each have a positive and significant partial effect on Teaching Readiness, and that both variables simultaneously exert a significant effect, jointly explaining a substantial share of the variance in Teaching Readiness. The study concludes that teaching readiness is optimally formed through the combination of practical field experience and strong intrinsic motivation to become a teacher, offering both theoretical contribution to teacher-readiness literature in technical education and practical input for strengthening PLP implementation..
Pengembangan Lengan Robotik Kendali IoT Untuk Media Pembelajaran Teknik Elektronika Industri Fajar Nur Zamman; Muhamad Syariffuddien Zuhrie; Fendi Achmad; Nur Kholis
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11407

Abstract

Perkembangan teknologi pada era Revolusi Industri 4.0 mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia industri, khususnya pada bidang sistem kendali, robotika, dan Internet of Things (IoT). Namun, keterbatasan media pembelajaran praktik menyebabkan peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dan penerapan teknologi tersebut secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan trainer kit lengan robotik kendali Internet of Things (IoT) sebagai media pembelajaran Teknik Elektronika Industri kelas XI SMK Negeri 2 Surabaya, serta mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar validasi ahli materi dan ahli media, angket respons peserta didik, serta tes hasil belajar melalui pre-test dan post-test. Analisis keefektifan media dilakukan menggunakan N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trainer kit yang dikembangkan memperoleh tingkat kevalidan sebesar 100% berdasarkan penilaian ahli materi dan 98,7% berdasarkan penilaian ahli media dengan kategori sangat valid. Tingkat kepraktisan memperoleh persentase sebesar 88,6% dengan kategori sangat praktis, sedangkan hasil analisis N-Gain Score sebesar 0,7096 termasuk dalam kategori tinggi, sehingga menunjukkan bahwa media yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, trainer kit lengan robotik kendali Internet of Things (IoT) dinyatakan valid, praktis, dan efektif sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Teknik Elektronika Industri kelas XI SMK Negeri 2 Surabaya. Kata kunci: : media pembelajaran, trainer kit, lengan robotik, Internet of Things (IoT), Teknik Elektronika Industri, ADDIE.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Materi Komponen Elektronika di SMK Kelas X Muhammad Faiz Fauzan Fakhrudin; Nur Kholis; Muhamad Syariffuddien Zuhrie; Nurhayati Nurhayati
Journal of Educational Technology Studies and Applied Research Vol 1 No 2 (2024): [2] - 2024 December
Publisher : Teknologi Pendidikan ID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70125/jetsar.v1i2y2024a54

Abstract

Berdasarkan observasi yang terfokus pada metode pembelajaran dan hasil belajar siswa di SMKN 1 Sidayu, pembelajaran yang dilakukan terkesan monoton sehingga situasi pembelajaran di dalam kelas menjadi membosankan. Kondisi tersebut akan mempengaruhi hasil belajar dikarenakan tingkat ketertarikan siswa terhadap pembelajaran relatif kurang sehingga siswa menjadi pasif. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan inovasi agar pembelajaran menjadi lebih menarik. Salah satu inovasi pembelajaran ialah mengembangkan trainer elektronika dasar berbasis problem-based learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur perbedaan hasil belajar siswa dan respons siswa terhadap perangkat pembelajaran berbasis problem based learning. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D, yang mencakup tahapan pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Uji coba dilakukan pada 37 siswa kelas X di SMK Negeri 1 Sidayu. Instrumen yang digunakan meliputi angket validasi media, materi, pembelajaran, respons siswa, serta soal pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil penelitian, seluruh komponen yang telah dikembangkan telah valid sehingga media yang dikembangkan layak untuk diuji coba kepada siswa. Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan signifikan (sig. 0,041). Respons kecocokan siswa terhadap media LKPD berbasis PBL sangat baik. Dari penelitian ini, menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMK kelas X pada materi komponen elektronika. Penggunaan trainer pun memberikan pengalaman langsung kepada para siswa akan komponen yang akan dipelajari.
Perancangan Sistem Kendali Exhaust Fan Berbasis IOT dengan Sensor MQ-2 dan DHT22 untuk Optimalisasi Konsumsi Energi Novia Dwi Setia; Bambang Suprianto; Endryansyah Endryansyah; Nur Kholis
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol. 14 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v14n3.p250-256

Abstract

Kualitas udara di dalam ruangan sangat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan penghuni, khususnya pada area dapur yang rentan terhadap gas berbahaya dan suhu tinggi. Penggunaan exhaust fan konvensional sering kali tidak efisien karena bekerja secara manual tanpa mempertimbangkan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini merancang dan membangun sistem exhaust fan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mendeteksi suhu dan gas secara real-time menggunakan sensor DHT-22 dan MQ-2. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32, logika fuzzy untuk pengaturan kecepatan kipas, dan monitoring melalui aplikasi Blynk. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Research and Development (R&D) yang berfokus pada pendekatan rancang bangun sistem. Pendekatan ini melibatkan serangkaian tahapan mulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem perangkat keras dan lunak, implementasi logika fuzzy, integrasi dengan platform IoT, hingga tahap pengujian dan evaluasi kinerja sistem secara menyeluruh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem otomatis mampu menghemat energi listrik hingga 24,6% dibandingkan dengan sistem manual, serta memberikan respons cepat terhadap perubahan suhu dan konsentrasi gas. Dengan demikian, sistem ini efektif dalam meningkatkan efisiensi energi dan keselamatan udara di dalam ruangan.
Pengembangan Training Kit Mini Amplifier untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Teknik Audio Video Berliana Rahma Salsabila; Ali Nur Fathoni; Nur Kholis; Farid Baskoro
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 11 No 3 (2026): Volume 11 Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v11i3.2498

Abstract

This study aims to develop and evaluate the feasibility of a Mini Amplifier Training Kit as a practical learning tool to improve the learning outcomes of Grade XI students in the Audio-Video Engineering program. The development was motivated by the limited availability of practical facilities that enable students to gain direct experience in operating and understanding audio amplifier systems. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The developed product was assessed based on validity, practicality, and effectiveness. Expert validation results showed that the material component achieved a score of 96%, while the media component obtained 94%, indicating a very high level of validity and feasibility. The practicality assessment based on student response questionnaires resulted in a positive score of 98%, demonstrating that the training kit is easy to operate and supports practical learning activities effectively. Furthermore, a Paired Sample t-Test produced a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant improvement in students’ learning outcomes after using the training kit. The N-Gain score of 0.55 was categorized as moderate. Overall, the Mini Amplifier Training Kit is highly valid, highly practical, and effective, making it suitable for practical learning in Audio-Video Engineering.
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PENDEKATAN GAMIFICATION BERBASIS APLIKASI VOLTSIM – CIRCUIT SIMULATOR TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X TEI DI SMK NEGERI 1 DRIYOREJO Mustofa Ramadhani; L Endah Cahya Ningrum; Nur Kholis; Muhamad Syariffuddien Zuhrie
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Agustus 2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran ideal seharusnya mampu menciptakan suasana yang gembira dan menginspirasi agar peserta didik berpartisipasi dengan aktif saat belajar lalu memahami materi secara mendalam. Namun, hasil belajar di kelas X TEI SMKN 1 Driyorejo elemen komponen aktif dan pasif hasilnya masih perlu ditingkatkan. Penelitian dilakukan agar model Problem Based Learning pendekatan gamification dibantu aplikasi Voltsim – Circuit Simulator terhadap hasil belajar dapat dianalisis efektivitasnya. Dalam penelitian metode yang diterapkan yaitu kuasi eksperimen varian nonequivalent control group design. Lalu sampel berjumlah 52 responden, masing-masing 26 orang di kelompok eksperimen dan juga kontrol. Instrumen yang diterapkan merupakan sebuah tes pengetahuan dan dilakukan validasi oleh dua guru dan satu dosen ahli. Analisis data yang dihasilkan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dengan hasil Z -4,474, kemudian nilai signifikansi 0,000, artinya terdapat pengaruh untuk perlakuan. Nilai rerata n-gain yang didapatkan 0,3182 merupakan kriteria Sedang. Selain itu, uji Mann-Whitney didapatkan Z dengan nilai -2,890 lalu signifikansi 0,004 dan juga rerata peringkat kelompok eksperimen yaitu 32,54, yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol bernilai 20,46. Berdasarkan analisis, dapat ditarik kesimpulannya bahwa hasil belajar meningkat lebih besar jika diterapkan model Problem Based Learning dengan pendekatan gamification dengan aplikasi Voltsim – Circuit Simulator daripada model Discovery Learning dengan pendekatan konstruktivisme berbasis aplikasi Every Circuit.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN DENGAN BERBANTUAN SOFTWARE EVERYCIRCUIT BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK M. Yofi Nur Wijaya; Joko Joko; Fendi Achmad; Nur Kholis
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Agustus 2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar peserta didik pada elemen dasar-dasar kelistrikan tergolong rendah sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Faktor penting yang berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik adalah kurangnya minat belajar dari peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran yang interaktif berbantuan software everycircuit untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran dasar-dasar kelistrikan kelas X TITL di SMKN 1 Sidoarjo sehingga dapat mendorong minat belajar untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dan mengacu pada model pengembangan ADDIE, yaitu: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Berdasarkan hasil validasi ahli materi dari modul pembelajaran memperoleh skor kevalidan sebesar 94,29%, sementara instrumen soal pre-test dan post-test mendapatkan skor sebesar 94,23%. Uji coba lapangan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar kognitif peserta didik, dari pretest dengan skor 62,76 menjadi 80,92 untuk skor posttest. Berdasarkan analisis N-Gain menggunakan software IBM SPSS 27 terhadap 38 peserta didik kelas X TITL SMKN 1 Sidoarjo, diperoleh nilai sebesar 0,48 yang tergolong dalam kategori sedang (0,3 ≤ g < 0,7), yang berarti terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, modul pembelajaran berbantuan software everycircuit berbasis Android dinyatakan layak dan efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik SMK Negeri 1 Sidoarjo.
HUBUNGAN TECHNICAL SKILL DAN PENGALAMAN PRAKTIK INDUSTRI TERHADAP KESIAPAN TECHNOPRENEURSHIP DI ERA SOCIETY 5.0 PADA SISWA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO SE-KOTA SURABAYA Ratih Eka Widya Sari; Nur Kholis; Puput Wanarti Rusimamto; L Endah Cahya Ningrum
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Agustus 2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era Society 5.0 menekankan integrasi antara teknologi dengan berbagai aspek kehidupan manusia, sehingga kesiapan technopreneurship menjadi aspek krusial bagi siswa SMK dalam menghadapi tantangan dan menciptakan peluang di dunia kerja berbasis teknologi. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keterampilan teknis dan pengalaman dari praktik industri mempengaruhi kesiapan untuk technopreneurship di era Society 5.0 di antara siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mengkhususkan diri dalam Teknik Audio Video di Surabaya. Society 5.0 merupakan masa di mana teknologi dan kehidupan manusia terintegrasi, sehingga kesiapan technopreneurship menjadi penting agar siswa mampu beradaptasi dan menciptakan peluang bisnis berbasis teknologi. Pendekatan kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan mengaplikasikan teknik analisis korelasi. Seluruh siswa SMK jurusan Teknik Audio Video di Kota Surabaya menjadi populasi dalam penelitian ini, dengan sampel sebanyak 68 orang yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Instrumen divalidasi oleh tiga ahli, yakni dosen S1 Pendidikan Teknik Elektro, guru SMKN 3 Surabaya, dan guru SMKN 7 Surabaya, menghasilkan skor rata-rata sebesar 95,1 %, yang tergolong sangat valid. Analisis data kuesioner mahasiswa mengungkapkan bahwa Keterampilan Teknis memberikan kontribusi yang efektif sebesar 30,47% terhadap Kesiapan Technopreneurship, sementara Pengalaman Praktik Industri memberikan kontribusi sebesar 42,51%. Ketika digabungkan bersama-sama, kedua faktor ini menyumbang 38,5% terhadap tingkat Kesiapan Technopreneurship. Temuan ini menunjukkan adanya pengaruh positif antara variabel bebas dan Kesiapan Technopreneurship. Studi ini dimaksudkan sebagai referensi untuk peningkatan kurikulum dan penyempurnaan strategi pengajaran, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah dan dunia industri untuk menciptakan dan membentuk technopreneur muda yang kompeten, kreatif dan inovatif.