Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perbedaan Persepsi Pengetahuan Masyarakat Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Keamanan Sirup Penurun Panas Pada Desa Pulutan Kabupaten Boyolali dan Desa Ngringo Indah Kabupaten Karanganyar Reyzha Reyzha Aulia Putra Maahendra; ahwan ahwan; Fadilah Qonitah
JIMSTEK: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 02 (2024): JIMSTEK: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi dan Kesehatan Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jimstek.v6i02.1826

Abstract

Tingkat pengetahuan merupakan faktor utama dalam mengetahui suatu permasalahan terutama pada tingkat keamanan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepsi pengetahuan masyarakat terhadap tingkat pengetahuan dan keamanan sirup penurun panas pada Desa Pulutan Kabupaten Boyolali dan Desa Ngringo Indah Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian non parametrik korelasi dengan menggunakan instrumen kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data dikategorikan menurut kriteria Arikunto (2017) yaitu nilai 81% - 100% amat baik (A), 61% - 80% baik (B), 41% - 60% cukup (C), 21% - 40% kurang (D), <21% sangat kurang (E). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil variabel tingkat pengetahuan Desa Pulutan kriteria cukup (59,4%) dan kurang (40,6%) sedangkan Desa Ngringo Indah kriteria baik (71%) dan kurang (29%), serta pada variabel keamanan sirup penurun panas Desa Pulutan kriteria baik (65,6%) dan kurang (34,4%) sedangkan Desa Ngringo Indah kriteria baik (76,8%) dan kurang (23,2%). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikasi (p.value>0,005). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada perbedaan persepsi tingkat pengetahuan terhadap keamanan sirup penurun panas pada masyarakat di Desa Pulutan Kabupaten Boyolali dan Desa Ngringo Indah Kabupaten Karanganyar.
Rapid and Controlled: Microflow Reactor-Assisted Synthesis of Cinnamaldehyde and Ethyl Cinnamate along with Their Cytotoxic Activity Against Several Cell Lines Nindita Fransiska Rahmawati; Muhtadi Muhtadi; Andi Suhendi; Ahmad Fauzi; Didin Mujahidin; Ahwan Ahwan; Agustono Wibowo
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 9 No. 2 (2026): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v9i2.11781

Abstract

Cinnamaldehyde is a major aromatic compound utilized in the pharmaceutical industry due to its diverse biological activities, including anticancer potential. This study aims to develop a rapid and controlled synthesis method for cinnamaldehyde and ethyl cinnamate using microflow reactor technology, followed by structural elucidation and cytotoxic evaluation against HeLa, MCF-7, and T47D cancer cell lines. The synthesis of cinnamaldehyde was performed via aldol condensation of benzaldehyde and acetaldehyde (1.3:1 molar ratio) at 70°C, while ethyl cinnamate was synthesized through a two-step process involving Pinnick oxidation and Fischer esterification. The results demonstrated that microflow synthesis achieved a cinnamaldehyde yield of 52% with high purity (100% based on HPLC relative area), and ethyl cinnamate with 99% purity. In cytotoxic assays, synthesized cinnamaldehyde exhibited moderate activity, most notably against HeLa cells with an IC₅₀ of 95 µg/mL, whereas ethyl cinnamate showed lower potency (IC₅₀ > 200 µg/mL). Although the synthesized compounds were less potent than the standard cinnamaldehyde (IC₅₀ 1.56 µg/mL) and Doxorubicin control, this study confirms that microflow reactor technology is a highly effective and time-efficient method for producing high-purity cinnamate derivatives.
Analisis Kandungan Asam Retinoat Pada Sediaan Krim Malam Yang Beredar Di Toko Online Kota Surakarta Elvina erlan; ahwan ahwan; Fadilah Qonitah
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 01 (2023): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/4e9d2z02

Abstract

Krim pemutih dapat mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kulit, seperti, merkuri, hidrokuinon, dan asam retinoat. Asam retinoat dilarang digunakan dalam krim pemutih karena dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan teratogenik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah krim malam yang beredar di toko online Kota Surakarta mengandung asam retinoat. Sampel dalam penelitian ini sebanyak sepuluh (10) produk krim malam yang beredar di kota Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan fase diam silika gel dan fase gerak berupa n-heksana dan aseton (6:4) dan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil pengamatan secara kualitatif dengan metode KLT menunjukkan noda bercak gelap berwarna biru tua pada sampel A, C, G jika dilihat dibawah sinar UV 254 nm dengan nilai Rf yaitu 0,45. Pemeriksaan kuantitatif diperoleh hasil tiga sampel krim malam mengandung asam retinoat. Kadar asam retinoat pada sampel yang diperiksa yaitu pada sampel A 12,42 ± 0,006 µg/mL, pada sampel C 15,46 ± 0,006 µg/mL dan pada sampel G 16,04 ± 0,007 µg/mL. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat 3 sampel pada krim malam yang tidak memenuhi persyaratan BPOM RI (2008) melalui Peraturan Mentri Kesehatan RI No.445/MENKES/PER/V/1998.    
Formulasi Handbody lotion Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus monacanthus) Sebagai Tabir Surya Anggit Puji Astutik; ahwan ahwan; Fadilah Qonitah
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 01 (2023): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/y846x377

Abstract

Buah naga merah (Hylocereus monacanthus) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid dan fenolik yang mempunyai potensi tabir surya, sehingga tanaman ini sangat berpotensi jika dibuat dalam bentuk kosmetik tabir surya. Tujuan penelitian untuk mengetahui syarat mutu fisik pada lotion dan mengetahui potensi tabir surya pada handbody lotion yang meliputi nilai SPF, %Te, dan %Tp. Metode dari penelitian ini adalah ekperimental dengan pengukuran nilai tabir surya menggunakan spektrofotometri Uv-Vis dan pengujian mutu fisik sediaan. Hasil evaluasi uji fisik handbody lotion memenuhi persyaratan kecuali uji daya sebar pada formula II dan III . Hasil uji potensi tabir surya pada FI(0%), F2(2%),F3(4%), F4(8%). Hasil nilai SPF yaitu FI=(4,92±0,18); FII=(4,86±0,31); FIII=(48,5±0,32) dan FIV=(4,43±0,025). %Te yaitu FI=(31,38%±1,72); FII=(32,34%±2,2); FIII=(34,02%±1,84); FIV=(35,86%±1,68). %Tp yaitu FI=(40,60%±1,36); FII=(40,68%±3,11); FIII=(45,33%±1,38); FIV=(51,56%±1,60).Uji statistik Oneway ANOVA pada uji viskositas, uji daya lekat, dan uji daya sebar menunjukkan p-value <0,05 berarti sampel signifikan. Uji statistik Kruskal Wallis pada uji pH p-value >0,05 berarti tidak signifikan. Uji statistik Oneway ANOVA pada SPF dan %Te p-value >0,05 berarti sampel tidak signifikan. Uji Oneway ANOVA pada %Tp p-value <0,05 berarti sampel signifkan. Handbody lotion memenuhi persyaratan kecuali pada daya sebar di formula II dan III dan tidak memiliki potensi tabir surya.
In Silico Evaluation of Cinnamaldehyde and Its Analogues as Potential Alpha-Glucosidase Inhibitors for Antidiabetic Therapy Ahwan Ahwan; Muhtadi Muhtadi; Rima Munawaroh
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.622

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that can impact the health and well-being of patients in the long term. According to the International Diabetes Federation (2025), DM sufferers in Indonesia numbered 20.4 million in 2024. This figure is expected to increase to 28.6 million in 2050, DM treatment by inhibiting the alpha-glucosidase receptor. Cinnamaldehyde compounds have antidiabetic activity. This in silico study aims to determine the potential of cinnamaldehyde compounds and their analogs against alpha-glucosidase receptors as antidiabetics. Data on cinnamaldehyde compounds and their analogs were collected through the PubChem database and the alpha-glucosidase structure from the PDB database with the code 3TOP. This study evaluated cinnamaldehyde and its six analogs using molecular docking simulations on alpha-glucosidase receptors with tools such as PyRx 0.8, AutoDockTools-1.5.6, and Biovia Discovery Studio 2024, as well as pharmacokinetic and toxicity predictions using the pkCSM web tools and Lipinski's Rule of Five. The Lipinski's Rule of Five prediction results indicate that acarbose does not meet Lipinski's criteria. In contrast, cinnamaldehyde and its derivatives meet these criteria. Docking analysis shows that acarbose (7.1 kcal/mol) has the highest binding affinity for α-glucosidase, but cinnamaldehyde and its analogs (6.0–6.4 kcal/mol) still exhibit strong interactions at the enzyme's active residues. The ADMET profile supports the potential of cinnamaldehyde as an antidiabetic candidate with a broader systemic action range and a better pharmacokinetic profile than acarbose.