Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kelainan Refraksi Mata pada Anak Saiyang, Bella; Rares, Laya M.; Supit, Wenny P.
Medical Scope Journal Vol 2, No 2 (2021): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.2.2.2021.32115

Abstract

Abstract: Refractive errors (ametropia) is caused by abnormality of the axial length or abnormality of refractive power of the eye. In children, refractive errors could cause blindness dure to lack of family attention. This study was aimed to obtain the general view of refractive errors among children. This was a literature review study using data of Google Search, ClinicalKey, and Google Scholar. Data were selected based on inclusion and exclusion criteria. There were 10 literatures selected, consisting of 2 case control studies and 8 cross-sectional studies. The results showed that refractive errors in children -myopia, hypermetropia, and astigmatism- were increasing not only in Indonesia. Refractive errors in children were classified according to sex and age with different disorders. Each child was examined by using gold standar. In conclusion, refractive errors in children were myopia, hypermetropia, and astigmatism. There was no significant difference between male and female. In children, studies of various age groups ranging from elementary to high school. This disorder could also occur based on the children’s activities, therefore, family attention was really needed.Keywords: refractive errors, children Abstrak: Kelainan refraksi (ametropia) dapat diakibatkan adanya kelainan axial length atau daya refraksi mata. Pada anak, gangguan refraksi menjadi salah satu penyebab kebutaan terbesar tanpa adanya perhatian dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum kelainan refraksi mata pada anak. Jenis penelitian ialah literature review. Pencarian data didapatkan dari Google Search, ClinicalKey dan Google Scholar. Seleksi data berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi, dan didapatkan 10 literatur yang terdiri dari 2 case control dan 8 studi potong lintang. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kelainan refraksi pada anak berupa miopia, hipermetropia, dan astigmatisma yang meningkat bukan hanya di Indonesia. Kelainan refraksi pada anak digolongkan berdasarkan jenis kelamin dan usia dengan kelainan yang berbeda-beda. Setiap anak dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan baku emas. Simpulan penelitian ini ialah kelainan refraksi pada anak dapat berupa miopia, hipermetropia, dan astigmatisma. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Penelitian pada anak dilakukan pada berbagai golongan usia mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah. Kelainan refraksi dapat pula terjadi berdasarkan aktivitas yang dilakukan anak sehingga perhatian dari keluarga sangat dibutuhka.Kata kunci: kelainan refraksi, anak
Gambaran Perilaku Penggunaan dan Perawatan Lensa Kontak pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Gowidjaya, Emily N.; Rares, Laya M.; Umboh, Anne M. S.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.53547

Abstract

Abstract: The use of contact lens is currently increasing, especially among young people. Contact lens is safe to use, however if behavior and contact lens care are not appropriate it can pose a risk of complications. This study aimed to obtain the overview of behaviors in using and taking care of contact lenses among students of Medical Faculty Universitas Sam Ratulangi Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design involving 57 students. The results showed that based on age, the highest percentage of contact lens users was 20 years (35.1%) and the lowest percentage was 17 and 23 years (each of 1.8%). Based on sex, female students were predominant than male students  (80.7% vs 19.3%). The most common behavior was removing contact lenses while sleeping (100%) and the least frequently performed was taking medication reducing tear production (3.5%). In conclusion, more than half of the students who wear contact lenses have good behavioral category in using and taking care of contact lenses. Keywords: contact lens; use; taking care; behavior of contact lens user     Abstrak: Penggunaan lensa kontak saat ini meningkat terutama di kalangan anak muda. Lensa kontak aman digunakan namun jika perilaku dan perawatan lensa kontak tidak tepat dapat menimbulkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran perilaku penggunaan dan perawatan lensa kontak pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang, yang melibatkan 57 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian mendapatkan mahasiswa pengguna lensa kontak terbanyak berusia 20 tahun (35,1%) dan paling sedikit yang berusia 17 dan 23 tahun (masing-masing 1,8%), sedangkan berdasarkan jenis kelamin lebih banyak mahasiswa perempuan yang menggunakan lensa kontak (80,7%) dibandingkan mahasiswa laki-laki (19,3%). Perilaku yang paling banyak dilakukan oleh mahasiswa yaitu melepas lensa kontak saat tidur (100%) dan paling sedikit dilakukan yaitu mengosumsi obat yang menurunkan produksi air mata (3,5%). Simpulan penelitian ini ialah lebih dari setengah mahasiswa pengguna lensa kontak memiliki perilaku pengguaan dan perawatan lensa kontak termasuk dalam kategori baik. Kata kunci: lensa kontak; penggunaan; perawatan; perilaku pengguna
Gambaran Tingkat Pengetahuan Penggunaan Kacamata Presbiopi Pada Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2 Sulawesi Utara Dotulung, Abraham; Manoppo, Rillya D. P.; Rares, Laya M.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.54907

Abstract

Abstract: Presbyopia is a condition where the eyes begin to lose their vision at a close distance, usually appears at the age of 40 and over. The World Health Organization (WHO) states that presbyopia is a huge burden to developing countries due to the lack of access to eye health services and the low level of knowledge of the people. This study aimed to determine the overview of the level of knowledge of the employees at Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah 2 Sulawesi Utara about the use of presbyopic glasses. This was a descriptive and quantitative study with a cross-sectional design, involving 77 respondents. The results showed 68 respondents (88.3%) had good level of knowledge, (11.7%) had sufficient level of knowledge; no respondents (0%) had poor level of knowledge. In conclusion, the majority of employees of Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2 Sulawesi Utara have good level of knowledge about the use of presbyopic glasses. Keywords: eyeglasses; presbyopia; level of knowledge   Abstrak: Presbiopi merupakan kondisi di mana mata mulai kehilangan penglihatan dengan jelas pada jarak dekat yang biasanya muncul saat umur 40 tahun ke atas. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa presbiopi memberi beban besar kepada negara berkembang karena tidak terpenuhinya koreksi gangguan penglihatan ini akibat akses pelayanan kesehatan mata dan tingkat pengetahuan masyarakat yang masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang penggunaan kacamata presbiopi pada pegawai di Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah 2 Sulawesi Utara. Jenis penelitian ialah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan desain potong lintang, melibatkan 77 responden. Hasil penelitian mendapatkan 68 responden (88,3%) memiliki tingkat pengetahuan kategori baik, 11 responden (11,7%) dengan tingkat pengetahuan kategori cukup, dan tidak ada responden (0%) dengan tingkat pengetahuan kategori kurang. Simpulan penelitian ini ialah mayoritas pegawai Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Utara memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penggunaan kacamata presbiopi. Kata kunci: kacamata; presbiopi; tingkat pengetahuan