Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

ANALISIS PENDAHULUAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS ETNOMATEMATIKA RUMAH GADANG DI SMP KELAS VII Herdi Setiawan; Ahmad Fauzan; Azwar Ananda; Mukhaiyar Mukhaiyar
Jurnal Education and Development Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.808 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i2.4574

Abstract

Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan di beberapa sekolah menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik masih berada pada kategori rendah, selain itu, perangkat pembelajaran yang digunakan selama ini belum dikaitkan dengan budaya sekitar peserta didik, pendidikan tidak bisa dilepaskan dari peran serta budaya dan masyarakat karena proses perkembangan individu peserta didik sangat memerlukan lingkungan belajar yang baik. Untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan perangkat pembelajaran yang mampu mengintegrasikan pembelajaran di sekolah dengan lingkungan sekitar peserta didik yaitu perangkat pembelajaran geometri berbasis etnomatematika rumah gadang berupa RPP dan LKPD yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang dilaksanakan dengan model pengembangan Plomp. Model pengembangan Plomp terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap analisis pendahuluan, tahap pengembangan prototipe, dan tahap penilaian. Peneliti melakukan Analisis pendahuluan berupa Analisis kebutuhan, Analisis peserta didik, Analisis Kurikulum dan Analisis Konsep untuk mengetahui perangkat seperti apa yang dibutuhkan oleh Guru dan Peserta didik. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa peserta didik membutuhkan suatu perangkat pembelajaran matematika yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan sesuai dengan budaya sekitar. Untuk mencapai perangkat pembelajaran yang seperti itu maka diperlukan perangkat pembelajaran Geometri berbasis etnomatematika Rumah Gadang.
OBSERVASI AWAL DALAM PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PESERTA DIDIK SMAN 12 PADANG Rurisman Rurisman; Azwar Ananda; Mukhaiyar Mukhaiyar; Arnellis Arnellis
Jurnal Education and Development Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.965 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i2.4600

Abstract

Good learning tools will make students have good mathematical reasoning abilities. This type of research is a qualitative descriptive research. Preliminary observations aimed to find, review and explain (1) the mathematical reasoning abilities of students at SMAN (2) the conditions and forms of learning tools used and developed by teachers (3) as a basic consideration in continuing research on the development of learning tools based on contextual approaches in improve students' mathematical reasoning abilities. The results of observations made at SMAN 12 Padang, it was found that the learning tools used were not maximally related to contextual matters, so that the learning that students went through was less meaningful. The learning tools used are still somewhat general and less able to improve students' mathematical reasoning abilities. An approach that can accommodate learning tools so that related learning is more meaningful is the contextual approach. Based on this, follow-up is needed in the form of research on the development of contextual-based learning tools to improve the mathematical reasoning abilities of high school students.
HUBUNGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME TERHADAP KECEMASAN BELAJAR MAHASISWA DINTINJAU DARI SELF- REGULATED LEARNING Yulia Rizki Ramadhani; Azwar Ananda; Mukhaiyar Mukhaiyar
Jurnal Education and Development Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.348 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i2.4617

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat ada atau tidaknya hubungan pendekatan konstruktivisme terhadap kecemasan mahasiswa yang ditinjau dari kemampuan self- regulated learning. Metode penelitian ini merupakan pendekatan penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner pada variable self- regulated learning dan kecemasan mahasiswa yang disebar melalui google form. Sebelum melakukan penyebaran instrument, maka dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Selanjutnya melakukan uji normalitas dan uji linearitas serta uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh terdapat adamya hubungan antara self-regulated learning dan kecemasan akademik. Mahasiswa yang mampu menerapkan self-regulated learning dengan baik akan mengalami kecemasan akademis yang lebih rendah.
PEMIKIRAN KONSTRUKTIVISME DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN Siska Nerita; Azwar Ananda; Mukhaiyar Mukhaiyar
Jurnal Education and Development Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.538 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i2.4634

Abstract

Aliran filsafat dapat digunakan dalam pendidikan, sebagai pendidik tentu harus dapat memilih suatu aliran yang cocok digunakan dalam pendidikan terutama dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan menjelaskan konsep konstruktivisme dan implementasinya dalam pembelajaran. Metode yang digunakan studi literatur dengan cara pengumpulan Informasi yang didapatkan dari berbagai buku, jurnal dan literatur lainnya. Dari informasi yang didapatkan bahwa konstruktivisme didasarkan pada perspektif psikologis dan filosofis bahwa individu membentuk atau mengkonstruksi banyak hal yang dipelajari dan dipahami. Dasar pemikiran konstruktivisme adalah pengetahuan merupakan hasil konstruksi manusia satu prinsip psikologi pendidikan menyatakan guru tidak memberikan pengetahuan kepada siswa. proses belajar tidak dapat dipisahkan dari aksi (aktivitas) dan interaksi, karena persepsi dan aktivitas berjalan seiring secara dialogis. Belajar merupakan proses penciptaan makna sebagai hasil dari pemikiran individu melalui interaksi dalam suatu konteks sosial dan teori konstruktivisme ini sangat cocok diterapkan pada kurikulum merdeka khusus pada projek penguatan profil pancasila.