Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Gaji Dan Insentif Terhadap Kinerja Karyawan Usaha Pabrik Tahu Ponimin Fadylah Asyfah; Tengku Ahmad Helmi; Milla Naeruz
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaji dan inisiatif terhadap kinerja karyawan pada Usaha Pabrik Tahu Ponimin di Medan. Permasalahan yang diangkat didasari oleh rendahnya peningkatan gaji, minimnya pemberian insentif, serta fluktuasi produktivitas karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 responden, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaji maupun insentif berengaruh signifikan secara parsial maupun simultan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien determinasi sebesar 88,7% menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan kompensasi yang adil dan tepat guna dalam mendorong produktivitas dan kinerja karyawan.
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Raudhatul Jannah; Milla Naeruz; Amrani Amrani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.735

Abstract

IPM merupakan indikator yang mencerminkan kualitas pembangunan manusia melalui tiga dimensi utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan Pendapatan. Dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 1995–2023, penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif melalui regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara IPM dan pertumbuhan ekonomi secara agregat. Hasil analisis menunjukkan bahwa IPM berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Setiap komponen IPM angka harapan hidup, pendidikan, dan pendapatan memiliki hubungan positif dengan Produk Domestik Bruto (PDB), meskipun tingkat signifikansinya berbeda. Tantangan seperti ketimpangan wilayah dan akses layanan dasar yang belum merata masih menjadi hambatan utama. Hasil ini menegaskan pentingnya pembangunan manusia sebagai prioritas kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Pengaruh Gaji Dan Insentif Terhadap Kinerja Karyawan Usaha Pabrik Tahu Ponimin Fadylah Asyfah; Tengku Ahmad Helmi; Milla Naeruz
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaji dan inisiatif terhadap kinerja karyawan pada Usaha Pabrik Tahu Ponimin di Medan. Permasalahan yang diangkat didasari oleh rendahnya peningkatan gaji, minimnya pemberian insentif, serta fluktuasi produktivitas karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 responden, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaji maupun insentif berengaruh signifikan secara parsial maupun simultan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien determinasi sebesar 88,7% menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan kompensasi yang adil dan tepat guna dalam mendorong produktivitas dan kinerja karyawan.
Pengaruh Jumlah Penduduk Dan Belanja Negara Terhadap Pertumbuhan ekonomi Di Indonesia Ryan Taufiq Zamzamy Pulungan; Effendi Sadly; Milla Naeruz
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh jumlah penduduk dan belanja negara terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam kurun waktu 1995 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linear berganda, di mana variabel independen yang digunakan adalah jumlah penduduk (X₁) dan belanja negara (X₂), serta variabel dependen adalah pertumbuhan ekonomi (Y).Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS, dan pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t (parsial) dan uji F (simultan), serta koefisien determinasi (R²) untuk melihat kekuatan hubungan antara variabel.Hasil penelitian Variabel jumlah penduduk (X₁) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan nilai thitung = -4,457, ttabel = 2,750, dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya, semakin besar jumlah penduduk, cenderung memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi jika tidak diimbangi dengan kualitas SDM dan ketersediaan lapangan kerja.Variabel belanja negara (X₂) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan nilai thitung = 3,285, ttabel = 2,750, dan nilai signifikansi 0,004 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan belanja negara yang produktif dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.Secara simultan (uji F), variabel jumlah penduduk dan belanja negara secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil uji F menunjukkan Fhitung = 22,774, Ftabel = 2,50, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti model regresi yang digunakan layak untuk menjelaskan hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen.Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,728 atau 72,8% menunjukkan bahwa variasi dari pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh jumlah penduduk dan belanja negara, sedangkan sisanya sebesar 27,2% dijelaskan oleh variabel lain di luar model seperti investasi, ekspor, kondisi global, dan kebijakan moneter.Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar pemerintah tidak hanya meningkatkan jumlah belanja negara tetapi juga mengarahkan belanja tersebut untuk pengembangan sumber daya manusia dan pemerataan pembangunan antarwilayah. Selain itu, pertumbuhan jumlah penduduk harus dibarengi dengan kebijakan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan produktivitas tenaga kerja agar dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Pengenalan Konsep Ekonomi Pembangunan dan Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah: Pengabdian Mila Naeruz; M.Sahnan; Faty Rahmarisa; Amrani; Fauzi; Azhar Apriandi; Ulwan Afifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5755

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMA tentang konsep dasar ekonomi pembangunan serta menumbuhkan kesadaran akan peran strategis generasi muda dalam pembangunan daerah. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah masih rendahnya literasi ekonomi pembangunan di kalangan siswa, khususnya terkait isu pertumbuhan ekonomi, pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan regional. Selain itu, siswa belum memahami keterkaitan antara kualitas sumber daya manusia, kewirausahaan, dan partisipasi aktif pemuda dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif-partisipatif, meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus sederhana berbasis kondisi daerah setempat, serta simulasi peran generasi muda dalam pembangunan ekonomi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai konsep ekonomi pembangunan, indikator pembangunan daerah, serta pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan (agent of change). Siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi untuk berkontribusi melalui pendidikan, kewirausahaan, dan partisipasi sosial ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang sadar pembangunan dan mampu berperan aktif dalam mendukung kemajuan ekonomi daerah secara berkelanjutan
Pemberdayaan Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal Melalui Program Pembangunan Berbasis Desa di Desa Lama: Pengabdian Mila Naeruz; Azhar Apriandi; Fauzi; Faty Rahmarisa; Amrani; M.Sahnan; Aulia Nabila Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5756

Abstract

This community service program aims to strengthen local economic capacity and improve community welfare through village-based development initiatives in Desa Lama, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency. The program focuses on empowering local communities by providing education, training, and mentoring in areas such as small business management, financial literacy, and the utilization of local resources. The method used includes participatory approaches involving community members, local government, and university partners to ensure sustainability and relevance to the village’s socio-economic context. The results show that after the implementation of the program, there was an increase in community participation in economic activities, improved entrepreneurial skills, and the emergence of small-scale business initiatives managed independently by villagers. In addition, the collaboration between academic institutions and the local government strengthened social capital and supported long-term rural economic growth. This activity demonstrates that integrated village-based development can serve as an effective model for improving local economies and community resilience in rural areas.
Pengaruh Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, Pendidikan dan Tingkat Pengangguran Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Indonesia Yanda Pratiwi; Milla Naeruz; M. Sahnan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, pendidikan, dan tingkat pengangguran terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia selama periode 1994–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk runtun waktu (time series) dengan jumlah observasi sebanyak 30 tahun yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji parsial (uji t) dan uji simultan (uji F) dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, diperoleh persamaan regresi yang menunjukkan bahwa variabel pendidikan memiliki koefisien positif, sedangkan tingkat pengangguran memiliki koefisien negatif terhadap IPM, sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja menunjukkan koefisien positif namun tidak signifikan. Hasil uji t menunjukkan bahwa secara parsial Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM di Indonesia. Sebaliknya, pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan mampu mendorong peningkatan kualitas pembangunan manusia. Di sisi lain, tingkat pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM, yang berarti semakin tinggi tingkat pengangguran, maka kualitas pembangunan manusia cenderung menurun. Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, pendidikan, dan tingkat pengangguran berpengaruh signifikan terhadap IPM di Indonesia, dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,887. Hal ini menunjukkan bahwa 88,7% variasi IPM di Indonesia dapat dijelaskan oleh faktor tingkat partisipasi angkatan kerja, pendidikan dan tingkat pengangguran, sementara 11,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. 
Pengaruh Angkatan Kerja, Belanja Daerah dan Investasi Terhadap Pendapatan Daerah Deli Serdang Farhan Mazhari Tambunan; Milla Naeruz; Azhar Apriandi; Tri Kartika Yudha; Syafrizal Syafrizal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8547

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk menganalisis pengaruh angkatan kerja, belanja daerah, dan investasi terhadap pendapatan daerah di Kabupaten Deli Serdang. Dalam beberapa tahun terakhir, pendapatan daerah menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup positif, yaitu dari sekitar Rp1,8 triliun pada tahun 2018 menjadi lebih dari Rp2,7 triliun pada tahun 2023. Pada periode yang sama, jumlah angkatan kerja meningkat dari sekitar 1,1 juta orang menjadi 1,3 juta orang. Belanja daerah juga mengalami peningkatan dari Rp2,5 triliun menjadi Rp3,6 triliun, sedangkan investasi daerah meningkat dari sekitar Rp4,2 triliun menjadi lebih dari Rp7,5 triliun. Meskipun demikian, peningkatan tersebut belum sepenuhnya mampu mengoptimalkan pendapatan daerah secara berkelanjutan. Kondisi ini menunjukkan masih adanya ketimpangan antara peningkatan faktor ekonomi dengan kemampuan pemerintah daerah dalam meningkatkan penerimaan daerah secara optimal.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), laporan keuangan daerah, serta publikasi resmi pemerintah daerah periode 2014–2023. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan terlebih dahulu melakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan angkatan kerja, belanja daerah, dan investasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan daerah di Kabupaten Deli Serdang. Dengan demikian, peningkatan kualitas tenaga kerja, optimalisasi belanja daerah, dan penguatan investasi menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah .
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumtif pada Generasi Z terhadap Penggunaan E-Wallet di Era Digital (Studi Kasus Mahasiswa UISU) Vania Putri Br Ginting; Milla Naeruz; M. Sahnan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor budaya, faktor sosial dan gaya hidup terhadap penggunaan e-wallet pada mahasiswa Generasi Z di UISU. Permasalahan utama yang dikaji adalah apakah faktor budaya, faktor sosial dan gaya hidup secara signifikan memengaruhi penggunaan e-wallet. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 mahasiswa di Universitas Islam Sumatera Utara. Metode analisis yang digunakan meliputi uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji heteroskedastisitas dan multikolinieritas, regresi linear berganda serta uji hipotesis melalui uji T, uji F, dan koefisien determinasi (R2). Berdasarkan hasil pengelolaan data maka didapatkan hasil t-hitung pada variabel faktor budaya sebesar (4,133) > t-tabel (1,985), variabel faktor sosial sebesar (2,447) > t-tabel (1,985) dan variabel gaya hidup sebesar (5,224) > t-tabel (1,985). Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh antara faktor budaya, faktor sosial dan gaya hidup terhadap penggunaan e-wallet pada mahasiswa Generasi Z di UISU. Dengan demikian hal nya dengan koefisien determinasi yang menunjukkan hasil sebesar 69,7% menunjukkan bahwa kontribusi variabel faktor budaya, faktor sosial dan gaya hidup terhadap penggunaan e-wallet relatif tinggi, dengan tingkat korelasi yang sangat kuat yaitu sebesar 0,697. Sisanya sebesar 30,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusam UMKM dalam Menggunakan E-Wallet sebagai Alat Pembayaran Digital (Studi Kasus UMKM Kuliner Kota Kisaran) Putri Wulandari; Milla Naeruz; Azhar Apriandi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kegunaan, kemudahan, risiko dan kepercayaan terhadap keputusan UMKM dalam menggunakan e-wallet sebagai alat pembayaran digital pada UMKM kuliner di Kota Kisaran. Permasalahan utama yang dikaji adalah apakah faktor kegunaan, kemudahan, risiko dan kepercayaan secara signifikan memengaruhi keputusan UMKM dalam menggunakan e-wallet. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 pelaku UMKM kuliner di Kota Kisaran. Metode analisis yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji heteroskedastisitas dan multikolinearitas, analisis regresi linear berganda serta uji hipotesis melalui uji t, uji F dan koefisien determinasi (R²). Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa variabel kegunaan memiliki nilai signifikansi sebesar (0,000 < 0,05), variabel kemudahan sebesar (0,020 < 0,05), variabel risiko sebesar (0,323 > 0,05), dan variabel kepercayaan sebesar (0,000 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kegunaan, kemudahan dan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap keputusan UMKM dalam menggunakan e-wallet, sedangkan risiko tidak berpengaruh signifikan. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel kegunaan, kemudahan dan kepercayaan memiliki nilai t-hitung > t-tabel, sedangkan variabel risiko memiliki nilai t-hitung < t-tabel, sehingga hipotesis untuk variabel risiko ditolak. Koefisien determinasi (R²) menunjukkan nilai sebesar 74,1% yang berarti bahwa variabel kegunaan, kemudahan, risiko dan kepercayaan mampu menjelaskan keputusan UMKM dalam menggunakan e-wallet sebesar 74,1% dengan tingkat korelasi yang sangat kuat, sedangkan sisanya sebesar 25,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.