Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The relationship between characteristics and patient satisfaction in complementary services by midwives Setyaningsih, Dewi; Novika, Almira Gitta; Angelika, Marseli Dwi
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 13 No 1 (2024): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v13i1.1267

Abstract

Background: Midwifery care has been combined with alternative and complementary midwifery services. The increase in complementary services needs to be balanced with efforts to improve the quality of medical services, one of which is assessing patient satisfaction.Objective: to determine the relationship between patient characteristics and satisfaction with complementary services by midwives.Methods: This research was a quantitative study using a cross-sectional design. The research location was Ngaglik I Public Health Care area. The sample of this study amounted to 30 respondents taken by purposive sampling. Data analysis using univariate and bivariate chi-squareResults: There is no relationship between age and patient satisfaction (P-value 1.00>0.05). There is no relationship between employment status and patient satisfaction (P-value 0.657>0.05). Based on the level of education, there is no relationship with patient satisfaction (P-value 0.637>0.05). There is no relationship between parity (P-value 1.00>0.05) with patient satisfaction in complementary services by midwives.Conclusion: There is no relationship between the characteristics of age, occupation, education, and parity with patient satisfaction in complementary services by midwives.
FAKTOR KARAKTERISTIK DEMOGRAFI IBU TERHADAP STATUS GIZI IBU PADA MASA KEHAMILAN Setyaningsih, Dewi; Mindarsih, Eko; Wijayanti, Henny Noor; Novika, Almira Gitta; Susanti, Santi
Klabat Journal of Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): Building Resilient Communities
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v7i1.1219

Abstract

Masalah gizi sampai sekarang masih merupakan masalah di seluruh dunia, terutama di negara berkembang. Salah satu kelompok rentan terhadap masalah gizi ini adalah ibu hamil. Berbagai dampak dapat terjadi akibat ibu yang mengalami masalah gizi baik bagi ibu maupun pada proses pertumbuhan janin yang akan dilahirkan. Terdapat masalah yang mendasar yang dapat mempengaruhi masalah gizi ibu di antaranya seperti status sosial ekonomi yang rendah, tingkat pendidikan yang rendah dan ketersediaan akses yang tidak memadai ke pelayanan gizi, serta diperburuk dengan kondisi ketidaksetaraan dalam mendapatkan akses makanan dan pelayanan kesehatan yang baik dan berkualitas. Selain itu karakteristik ibu, seperti usia, tingkat pendidikan, paritas, pekerjaan, dan pendapatan keluarga, sering dikaitkan dengan status gizi selama kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik ibu terhadap status gizi ibu pada masa kehamilan. Metode penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Hasil Penelitian: Berdasarkan uji chi square didapatkan hasil bahwa faktor usia saat kehamilan (P value=0,434), Tingkat pendidikan (P value=0,569) dan paritas (P value=0,736) tidak memiliki pengaruh terhadap status gizi ibu hamil( P value > 0,05), sedangkan faktor status pekerjaan (P value=0,014) memiliki pengaruh terhadap status gizi ibu hamil (p value< 0,05). Kesimpulan: Faktor karakteristik ibu yang berpengaruh signifikan terhadap status gizi ibu hamil adalah status pekerjaan sedangkan usia, tingkat pendidikan, dan paritas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi ibu hamil. Saran: bidan perlu meningkatkan pemantauan status gizi ibu hamil untuk mendeteksi kekurangan energi kronis (KEK) sejak dini dan dalam memberikan intervensi untuk meningkatkan status gizi ibu hamil perlu mempertimbangkan status pekerjaan ibu dan jenis pekerjaan ibu, termasuk memberikan edukasi dan dukungan terkait pola makan serta manajemen beban kerja, terutama bagi ibu yang bekerja terutama bagi ibu hamil yang mempunyai beban kerja yang berat. Nutritional problems are still a problem throughout the world, especially in developing countries. One group vulnerable to this nutritional problem is pregnant women. Various impacts can occur due to mothers who experience nutritional problems for the mother and the growth of the fetus. There are fundamental problems that can affect maternal nutritional problems, including low socioeconomic status, low education levels and inadequate access to nutritional services, and are exacerbated by conditions of inequality in obtaining access to good and quality food and health services. In addition, maternal characteristics, such as age, education level, parity, occupation, and family income, are often associated with nutritional status during pregnancy Objective: to determine the effect of maternal characteristics on maternal nutritional status during pregnancy. Method: a cross-sectional study with a retrospective approach. Results: Based on the chi square test, the results obtained were that age factors during pregnancy (P value = 0.434), education level (P value = 0.569) and parity (P value = 0.736) have no effect on the nutritional status of pregnant women (P value > 0.05), while the employment status factor (P value = 0.014) has an effect on the nutritional status of pregnant women (p value <0.05). Conclusion: The maternal characteristic factor that has a significant influence on the nutritional status of pregnant women is employment, while age, education level, and parity do not have a significant effect on the nutritional status of pregnant women. Suggestion: midwives need to improve monitoring of the nutritional status of pregnant women to detect chronic energy deficiency early and in providing interventions to improve the nutritional status of pregnant women, it is necessary to consider the mother's employment status and type of mother's work, including providing education and support related to diet and workload management, especially for working mothers.
The Effect Of Anemia In Pregnancy On Maternal Outcomes Setyaningsih, Dewi; Mindarsih, Eko; Wijayanti, Henny Noor; Novika, Almira Gitta; Wahyuningsih, Melania; Susanti, Santi
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 14 No 1 (2025): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v14i1.1483

Abstract

Background: Nutritional problems in pregnant women are still one of the health challenges. One of the monitoring of nutritional status can be done by looking at the status of iron deficiency anemia. Anemia is still a global health problem that can have an impact on maternal and fetal outcomes.Objective: To determine the effect of hemoglobin levels in pregnant women on maternal outcomes.Methods: The method used is quantitative with a cross-sectional approach and data analysis using chi square test.Results: There was no effect between hemoglobin levels and sectio caesarea (P-value 0.427>0.05), There was no effect between hemoglobin levels and induction of labor (P-value 1.00>0.05), There was no effect between anemia status and hemmorharge (P-value 1.00>0.05), There was no effect between hemoglobin levels and premature (P-value 0.648>0.05), There was no effect between anemia status and prolonged labor (P-value 0.352>0.05), There was no effect between hemoglobin levels and premature rupture of membrane (P-value 1.00>0.05) and There was no effect between hemoglobin levels and preeclampsia (P-value 1.00>0.05).Conclusion: There was no effect of hemoglobin levels on maternal outcome.
Peningkatan Kemampuan Kader Posyandu Melalui Pelatihan Tentang Pendampingan Ibu Hamil Setyaningsih, Dewi; Novika, Almira Gitta; Nurtyas, Maratusholihah; RRD, Maria Goreti; Kusuma, Dinda Ayu Mira
Room of Civil Society Development Vol. 2 No. 4 (2023): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.199

Abstract

Peran kader kesehatan di posyandu sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di desa. Namun, masih banyak kader yang kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menjalankan tugasnya. Terutama pada masa pandemi COVID-19, kader menjadi semakin penting dalam program pendampingan ibu hamil, mengingat adanya pembatasan pada layanan kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan kader dalam pendampingan ibu hamil menjadi sebuah solusi yang tepat dan efektif. Dalam kegiatan ini, metode partisipasi interaktif disertai ceramah, tanya jawab, diskusi, dan role play berdasarkan kasus digunakan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam pendampingan dan konseling ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kader dalam pendampingan ibu hamil setelah mengikuti pelatihan, yang ditunjukkan dengan kader mampu mempraktekkan pendampingan dan konseling ibu hamil pada saat simulasi kasus. Dengan demikian, pelatihan ini menjadi sebuah upaya yang efektif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di desa, khususnya pada masa pandemi COVID-19.
Capacity Building Keluarga Rawan Stunting (Catyng Gawanting) melalui Asuhan Komplementer Wijayanti, Heny Noor; Setyaningsih, Dewi; Masruroh, Masruroh; Novika, Almira Gitta; Widayati, Titik; Susanti, Santi; Angelika, Marseli Dwi; Sanusi, Anisa; Apriyani, Dila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.13765

Abstract

ABSTRAK Balita memiliki daya tahan tubuh yang masih sangat rentan sehingga mudah mengalami gangguan pada kesehatan. Selain itu, saat ini angka stunting di Indonesia juga masih dibawah target nasional. Dalam hal ini perlu adanya penanganan khusus selain pengobatan dengan terapi konvensional/medis juga perlu adanya pengobatan pendamping seperti diberikan asuhan terapi komplementer. Peran seorang keluarga terutama ibu dalam mengasuh balita sangatlah penting karena kebutuhan dasar seorang anak balita masih bergantung kepada ibunya. Terapi pijat juga merupakan salah satu perawatan komplementer dan alternative yang paling umum digunakan untuk menjaga, memelihara kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak balita serta daya tahan tubuh pada anak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan ibu dengan balita dalam upaya pencegahan stunting melalui asuhan terapi komplementer. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan, demonstrasi dan observasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2023, dengan mendatangkan kader posyandu dan keluarga rawan stunting (ibu balita) beserta anaknya sejumlah 20 orang dari wilayah Kabupaten Sleman dan Tasikmalaya ke balai pertemuan yang menjadi sasaran dalam kegiatan. Hasil yang diperoleh adalah rata-rata nilai post test dari 20 responden sebesar 69 dengan kategori pengetahuan cukup. Selain itu, dikatakan bahwa 95% ibu balita mampu melakukan terapi komplementer pijat untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Kegiatan pemberian edukasi ini diharapkan dapat dilakukan secara rutin mengenai permasalahan kesehatan anak balita yang diperlukan oleh masyarakat. Kata Kunci: Peningkatan Kapasitas, Keluarga Rawan Stunting, Komplementer  ABSTRACK Toddlers have very vulnerable immune systems so they easily experience health problems. Besides that, currently the stunting rate in Indonesia is still below the national target. In this case, special treatment is needed, apart from treatment with conventional/medical therapy, there is also a need for accompanying treatment such as providing complementary therapy care. The role of a family, especially mothers, in caring for toddlers is very important because the basic needs of a toddler still depend on their mother. Massage therapy is also one of the most commonly used complementary and alternative treatments to maintain the health, growth and development of children under five as well as children's immune system. The aim of this activity is to increase the knowledge, understanding and skills of mothers and toddlers in efforts to prevent stunting through complementary therapy care. The method used is by providing counseling, demonstration and observation. This service activity was carried out in August-November 2023, by bringing posyandu cadres and families prone to stunting (mothers of toddlers) and their children totaling 20 people from the Sleman and Tasikmalaya regencies to the meeting hall which was the target of the activity. The results obtained were the average post test score from 20 respondents was 69 with enough knowledge category. In addition, it was said that 95% of mothers of toddlers were able to do this. Complementary massage therapy to improve growth and development in toddlers. It is hoped that this educational activity can be carried out regularly regarding the health problems of children under five that are needed by the community. Keywords: Capacity Building, Family Prone to Stunting, Complementary
Peningkatan Kemampuan Kader Posyandu Melalui Pelatihan Tentang Pendampingan Ibu Hamil Setyaningsih, Dewi; Novika, Almira Gitta; Nurtyas, Maratusholihah; RRD, Maria Goreti; Kusuma, Dinda Ayu Mira
Room of Civil Society Development Vol. 2 No. 4 (2023): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.199

Abstract

Peran kader kesehatan di posyandu sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di desa. Namun, masih banyak kader yang kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menjalankan tugasnya. Terutama pada masa pandemi COVID-19, kader menjadi semakin penting dalam program pendampingan ibu hamil, mengingat adanya pembatasan pada layanan kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan kader dalam pendampingan ibu hamil menjadi sebuah solusi yang tepat dan efektif. Dalam kegiatan ini, metode partisipasi interaktif disertai ceramah, tanya jawab, diskusi, dan role play berdasarkan kasus digunakan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam pendampingan dan konseling ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kader dalam pendampingan ibu hamil setelah mengikuti pelatihan, yang ditunjukkan dengan kader mampu mempraktekkan pendampingan dan konseling ibu hamil pada saat simulasi kasus. Dengan demikian, pelatihan ini menjadi sebuah upaya yang efektif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di desa, khususnya pada masa pandemi COVID-19.
The Relationship Between Mother's Trust In Baby Massage Performed by A Shaman With The Giving of Complementary Therapy Wijayanti, Heny Noor; Novika, Almira Gitta; Lestari, Adinda Cahaya
Journal of Midwifery Vol. 9 No. 1 (2024): Published on June 2024
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jom.9.1.107-114.2024

Abstract

Research Background : The habit of baby massage in Indonesian society is something that has been known for a long time, but unfortunately, in this case the shaman is an important role. A shaman is considered a person with charismatic powers who has a special authority that is self-acquired and is a gift from God. Giving baby massage to a shaman has become a tradition that has been passed down from generation to generation. Baby massage is one of the oldest traditional cultures in Indonesia and even in the world. Research Objective: To determine the relationship between mother's trust in baby massage carried out by a shaman with the giving of complementary therapy. Research Methods: The type of research used is analytical research with a cross-sectional design. The research location was carried out in the working areas of 4 Kendal Regency Public Health Centers and 3 Sleman Regency Public Health Centers. The research was carried out in July-September 2023. The population used in the research was all mothers with babies. The sample for this research was mothers who had babies aged 0-24 months who were selected for research based on the results of sampling with a total sample of 118 people taken by purposive sampling. The data analysis used is univariate and bivariate analysis. The results of the study: The results of statistical test there is a relationship between the mother's trust in baby massage by a shaman with the giving of complementary therapy (p = 0.009). Conclusion: From the results of this research, it is hoped that the work area will receive results Public Health Centers to open baby massage classes for mothers so that mothers are motivated to do baby massage alone.