Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Bantuan Langsung Tunai (Blt) Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Desa Kijang Jaya, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar Fitri, Fitri; Marabona Munthe; Desriani, Desriani; Dwiana Indah Lestara; Edi Haryono
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 3: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i3.15785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Bantuan Langsung Tunai (BLT) terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Kijang Jaya. Bantuan Langsung Tunai merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat miskin atau terdampak ekonomi, terutama akibat situasi krisis seperti pandemi atau kondisi ekonomi lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik analisis data regresi linear sederhana. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 48 responden yang menerima BLT. 1. Berdasarkan analisis secara parsial, hasil uji hipotesis menunjukkan thitung (5,638) > ttabel (1,678) dengan sig 0,000 < probabilitas 0,05 yang berarti hal ini Ho ditolak Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat pada pada Desa Kijang Jaya,Kecamatan Tapung Hilir,Kabupaten Kampar. Berdasarkan perhitungan koefisien Determinasi (R2) diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0,682. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Bantuan Langsung Tunai (BLT)secara keseluruhan memberikan pengaruh sebesar 68,2% terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BLT memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, yang ditunjukkan melalui peningkatan daya beli, konsumsi rumah tangga, dan stabilitas ekonomi keluarga penerima manfaat. Dengan demikian, program BLT dapat dikatakan efektif dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di wilayah penelitian.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SINERGI GLOBAL SERVIS CABANG PEKANBARU Mita Pratiwi; Marabona Munthe; Rifqil Khairi
Sharing: Journal of Islamic Economics Management and Business Vol. 1 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.053 KB) | DOI: 10.31004/sharing.v1i1.11015

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui apakah budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Sinergi Global Servis Cabang Pekanbaru. 2) Untuk mengetahui apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Sinergi Global Servis Cabang Pekanbaru. 3) Untuk mengetahui apakah budaya organisasi dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Sinergi Global Servis Cabang Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan di PT. Sinergi Global Servicing cabang Pekanbaru yang beralamat di Jl. Baung, Tangerang Barat, Kota Pekanbaru, Riau. Penelitian ini dilakukan kepada seluruh karyawan PT Sinergi Global Servis cabang Pekanbaru yang berjumlah 30 orang dan semuanya dijadikan sampel (total sampling). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas dan tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil pengujian secara simultan (Uji F) budaya organisasi dan kepuasan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Synergy Global Service Cabang Pekanbaru. Hasil uji parsial (uji t) budaya organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Synergy Global Service Cabang Pekanbaru. Hasil perhitungan koefisien determinasi yang telah disesuaikan dengan nilai R_Square sebesar 0,806 berarti 80,6% variabel kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh variabel budaya organisasi dan kepuasan kerja. Sedangkan 19,4% lainnya dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini
IMFIs Strategy to Survive in the Covid-19 Outbreak and Government Respond Analysis : An Empirical Study from Pekanbaru, Indonesia Trianto, Budi; Chandra, Ade; Munthe, Marabona
BISNIS Vol 8, No 2 (2020): BISNIS: Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/bisnis.v8i2.8731

Abstract

The Covid-19 outbreak had a broad impact on the economy and also on the business sector. One of the business sectors affected by Covid-19 is Islamic Microfinance Institutions (IMFIs). This study aims to explore the strategies taken by IMFIs during the Covid-19 pandemic and to explore the government's policy response toward the Covid-19 disaster. This research was conducted in Pekanbaru using a qualitative approach and using primary data and secondary data in conducting the analysis. Primary data were taken directly from research respondents through in-depth interviews with IMFIs managers. Meanwhile, secondary data were obtained from the government and other sources. The results of this study indicate that the approach strategy taken by IMFIs in responding to the Covid-19 outbreak is a Generic Strategy Approach which consists of cost leadership, focus cost, differentiation and cost differentiation. Meanwhile, the government policy responded taken to save IMFIs from the Covid-19 storm through profit margin subsidies. Unfortunately, the implementation in the field has experienced many obstacles that have greatly disturbed the economic recovery program launched by the government. The results of this study have implications for IMFIs that in order to survive the Covid-19 pandemic, IMFIs must adapt an appropriate strategies. In addition, this study also provides recommendations for the government to simplify the procedure for disbursing profit margin subsidies for IMFIs so that it is hoped that the policy will truly benefit IMFIs and business actors.