Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFEK TERAPI AUDIO VISUAL DAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU INPARTU KALA I Indah Risnawati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya AKI salah satunya terjadi pada saat proses persalinan. Kecemasan adalah kondisi psikologis yang sering dialami oleh ibu bersalin. Kecemasan ini dapat mengganggu kelancaran selama proses. Kecemasan dapat hilang atau berkurang dengan terapi dan intervensi yang tepat. Terapi audiovisual dan komunikasi terapeutik merupakan metode non farmakologik yang diduga dapat menurunkan tingkat kecemasan. Pada penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terapi audio visual dan komunikasi terapeutik terhadap penurunan tingkat kecemasan pada inpartu kala I. Responden adalah ibu inpartu kala I yang menjalani proses persalinan di Puskesmas Gribig kabupaten Kudus. Jenis penelitian adalah quasi-experiment dengan pendekatan pre test and post test Nonequivalent control group, sampel 20 ibu partus. Instrumen kecemasan menggunakan HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale), dan terapi audio visual menggunakan media video bayi lucu dan diiringi dengan music klasik yang menenangkan, sedangkan komunikasi terapeutik mengunakan kuesioner. Uji statistic dengan Teknik uji wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan nilai p: 0,005, artinya ada perbedaan yang signifikan antara terapi audio visual dan komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin. terdapat perbedaan terapi audio visual menurunkan tingkat kecemasan pada ibu inpartu kala I. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi audio visual terhadap tingkat kecemasan ibu partus kala I. Saran: terapi audiovisual dan komunikasi terapeutik dapat menjadi alternatif tindakan untuk mengurangi kecemasan saat proses persalinan. Kata Kunci: Cemas, Terapi, Audio visual, Inpartu
ANGKA KEJADIAN NYERI PERUT BAGIAN BAWAH PADA AKSEPTOR KB AKDR CUT 380 A DI PUSKESMAS MEJOBO TAHUN 2011 Siti Mahmudah; Dwi Astuti; Indah Risnawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode kontrasepsi yang dapat dipilih adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Sampai saat ini, AKDR merupakan jenis kontrasepsi yang kurang diminati jika dibandingkan dengan KB suntik dan pill. Salah satu efek samping KB AKDR adalah adanya nyeri perut bagian bawah. Ini terjadi biasanya pada saat nyeri haid. Nyeri pada setiap akseptor bermacam – macam tregantung dari penanganan yang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian nyeri perut bagian bawah pada akseptor KB AKDR CuT 380 A di Puskesmas Mejobo tahun 2011. Menurut sifat dasar penelitian ini termasuk jenis deskripsi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu yang menggunakan KB AKDR CuT 380A di Puskesmas Mejobo pada bulan Januari – Desember 2009 sebanyak 64 orang. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian  besar  ibu memiliki umur 20 tahun yaitu sebanyak 14 orang (21.9%), yang memiliki umur  20 - 30 tahun sebanyak 43 orang (67.2%) dan yang memiliki umur 30 tahun sebanyak 7 orang (10.9%), sebagian  besar  ibu memiliki pendidikan dasar yaitu sebanyak 41 orang (64.1%), yang memiliki pendidikan menengah sebanyak 16 orang (25%), dan yang tinggi sebanyak 7 orang (10.9%), sebagian  besar  ibu bekerja yaitu sebanyak 50 orang (78.1%) dan yang tidak bekerja sebanyak 14 orang (21.9%). Sebagian  besar mengalami efek samping nyeri perut bagian bawah ringan 38 orang (59.4%), dan yang tidak nyeri sebanyak 26 orang (40.6%).
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI HASIL UAN DENGAN KEJADIAN AMENORE PADA SISWI KELAS XII DI SMA NEGERI 1 KARANGANYAR DEMAK TAHUN 2011 Haniah Haniah; Supardi Supardi; Indah Risnawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Masa remaja sangat identik dengan masa pubertas dimana selama masa remaja akan terjadi penambahan kecepatan pertumbuhan atau pacu tumbuh (growth sput), mulai munculnya tanda-tanda seks sekunder pada remaja putri, mulai terjadi kematangan organ seksual dan terjadi perubahan-perubahan psikososial. Dengan memikirkan suatu masalah yang tengah dihadapi, kadang dapat menyebabkan timbulnya kecemasan pada remaja. Keadaan ini akan menyebabkan hipofisis memproduksi glukokortikoid dalam jumlah besar untuk menanggulangi kecemasan yang terjadi,  yang menyebabkan produksi LH dan FSH ditekan sehingga siklus menstruasi terganggu.Tujuan : Untuk mengetahui adakah hubungan tingkat kecemasan dalam menghadapi hasil UAN dengan kejadian amenore pada siswi kelas XII di SMA Negeri 1 Karanganyar Demak Tahun 2011.Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelatiif, dengan pendekatan cross sectional, Data yang dikembangkan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner.  Populasinya adalah siswi kelas XII sejumlah 120 siswi di SMA Negeri 1 Karanganyar Demak, dengan menggunakan tekhnik   sampel random samlling yaitu mengambil sampel secara acak. Analisa data menggunakan tabel distribusi frekuensi dan uji chi kuadrat dengan taraf signifikan 5 %.Hasil : Penelitian menunjukan bahwa x2 hitung (6,302) x2 tabel (3,841). Maka Ho  ditolak dan Ha  diterima yang berarti ada hubungan antara tingkat kecemasan dalam menghadapi hasil UAN dengan kejadian amenore pada siswi kelas XII di SMA Negeri 1 Karangayar Demak Tahun 2011.Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat kecemasan dalam menghadapi hasil UAN dengan kejadian amenore pada siswi kelas XII di SMA Negeri 1 Karanganyar Demak Tahun 2011.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN JUS BUAH BIT TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS TAYU I Indah Risnawati; Indanah Indanah; Sukesih Sukesih
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2021): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v5i1.1334

Abstract

Latar Belakang: Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada bulan Februari 2020 di Puskesmas Tayu I, terdapat 30 ibu hamil dengan anemia. 20 diantaranya mengatakan sering pusing, cepat lelah, nafsu makan menurun, dan belum pernah mengkonsumsi buah bit. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian jus buah bit terhadap kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Tayu I. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi experimental with nonequivalent control group design. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan alat pengukur kadar hemoglobin. Jumlah responden sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji statistik yang digunakan yaitu paired t-test. Hasil: Distribusi rata-rata perubahan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia sebelum dan sesudah pemberian tablet Fe sebesar 8,81 gr/dl dan 8,97 gr/dl; Distribusi rata-rata perubahan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia sebelum dan sesudah pemberian tablet Fe dan jus buah bit sebesar 8,81 gr/dl dan 9,69 gr/dl; dan Perbedaan rata-rata perubahan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia pada kelompok yang diberi tablet Fe sebesar 0,16 gr/dl dengan nilai p-value 0,004, sedangkan pada kelompok yang diberi tablet Fe dan jus buah bit sebesar 0,88 gr/dl dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Pemberian jus buah bit efektif meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Tayu I. 
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KASUS ISPA DI PUSKESMAS BRANGSONG II KABUPATEN KENDAL Eva Wardah; Indah Risnawati
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 9, No 2 (2024): IJF (INDONESIA JURNAL FARMASI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v9i2.2882

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan yang menyerang organ saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah yang dimulai dari hidung sampai kantong paru (alveoli) termasuk pada jaringan adneksa seperti sinus (sekitar rongga hidung, rongga telinga bagian tengah dan pleura). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengevaluasi penggunaan antibiotik pada kasus infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) di Puskesmas Brangsong II tahun 2023. Jenis penelitian observasional (non- experimental) dengan rancangan penelitian secara deskriptif kuantitatif menggunakan metode cross sectional. Pendekatan yang dilakukan dengan cara retrospektif dengan sampel dengan jumlah sampel dalam penelitian ini 341 responden. Hasil analisis statistic menggambarkkan evaluasi dalam pemberian antibiotic pada pasien ISPA yaitu tepat dengan diagnosis ISPA 341 responden (100.0%), Tepat obat dalam penanganan ISPA menggunakan antibiotic mayoritas  amoxcycillin 500 mg yaitu 202 (59.2%) dan minoritas Dionicol syrp kering dan Kotrimoxazole tablet yaitu 1 responden (0.3%), tepat dosis pemberian  antibiotik pada pasien ISPA sudah tepat dosis (55.4%) dan minoritas 480 mg yaitu 1 responden (3%) dan tepat interval (cara pemberian)  (55.7%) dan minoritas (0.3%). Kesimpulan menunjukkan bahwa evaluasi penggunaan antibiotik pada kasus infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) di Puskesmas Brangsong II Tahun 2023 dinyatakan sudah sesuai.