Saputri, Lita Angelina
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Padang

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG BAYI MELALUI PELATIHAN PIJAT BAYI DI KELURAHAN BATIPUH PANJANG KECAMATAN KOTO TANGAH saputri, lita angelina; BD, Faridah
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7395

Abstract

Masa bayi merupakan periode emas dan juga masa kritis pada perkembangan seseorang, sehingga diperlukan stimulasi yang optimal untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan. Pijat bayi sangat penting bagi kesehatan bayi, terutama apabila dilakukan oleh orang tua sendiri. Pijat bayi dapat memberikan banyak manfaat antara lain penambahan berat badan, menstimulasi perkembangan, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu anak lebih fokus, memperbaiki kualitas tidurnya, meningkatkan ikatan orang tua-anak, dan meningkatkan produksi ASI. Namun, disayangkan banyak orang tua yang tidak mampu dan percaya diri untuk melakukan pijat pada bayi mereka. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk optimalisasi tumbuh kembang bayi melalui pelatihan pijat bayi. Adapun lokasi kegiatan adalah di Kelurahan Batipuh Panjang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang pada bulan Maret sampai dengan Oktober 2025 dengan jumlah sasaran 54 Orang ibu hamil dan yang memiliki bayi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap monitoring dan evaluasi. Didapatkan hasil pengabdian masyarakat bahwa dari hasil pre-test didapatkan pengetahuan ibu sebelum pelatihan dengan rata-rata 33,3%. Setelah pelaksanaan pelatihan pengetahuan ibu meningkat dengan rata-rata 90,7%. Berdasarkan observasi peneliti didapatkan hasil responden yang dapat melakukan pijat bayi dengan kategori cukup 25% dan dengan kategori baik 75,6%. Kegiatan pijat bayi terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi sehingga menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi. Diharapkan kegiatan pijat bayi dapat dilaksanakan ibu sebagai rutinitas serta dibutuhkan evaluasi lebih lanjut terkait pengaruh pijat bayi terhadap tumbuh kembang bayi setelah dilakukan pelatihan pijat bayi. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Keputihan pada Akseptor KB Hormonal di Puskesmas Rawang Barat Tahun 2018 Cindy Audia Septina; Lita Angelina Saputri; Alsri Windra Doni
Jurnal Bidan Mandiri Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Bidan Mandiri, Volume 1, No.1 Januari 2023
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jbm.v1i1.885

Abstract

Leucorrhoea is discharge from the genitalia that is not blood. It is estimated that 75% of women in Indonesia have experienced vaginal discharge. Leucorrhoea will increase by 50% due to the use of hormonal contraception. In Padang City, the coverage of active family planning acceptors is quite high, namely the Rawang Barat Health Center. namely 4,154 (90.59%). The aim of the study was to determine the factors associated with leucorrhoea prevention behavior in hormonal birth control acceptors at the Rawang Barat Health Center in 2018. This type of research was an analytic survey with a cross-sectional design. The population is all active hormonal family planning acceptors with a total sample of 60 people at the Rawang Barat Health Center which was conducted in January-March 2018. The sampling technique was accidental sampling. The research instrument used a questionnaire with bivariate analysis with the Chi Square statistical test. The results showed that 55% of respondents had high knowledge, 51.7% had a positive attitude, 61.7% were less exposed to information about leucorrhoea prevention behavior. Variables that have a relationship with leucorrhoea prevention behavior are knowledge (p=0.000), attitude (p=0.000), while variables that are not related are information exposure (p=0.432). Conclusion: there are still respondents with low knowledge, attitudes, and information exposure. It is suggested that there is a need for more explanation and explanation regarding leucorrhoea in the form of counseling by health workers.
KORELASI KADAR INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR I (IGF-I) SERUM MATERNAL DENGAN ANTROPOMETRI BAYI BARU LAHIR Lita Angelina Saputri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v8i2.294

Abstract

Pertumbuhan intrauterin yang tidak optimal dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan, panjang badan dan lingkar kepala kecil. Keadaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya Insulin-like Growth Factor I (IGF-I). Insulin-like Growth Factor I maternal berperan penting dalam transpor nutrisi dan ibu ke janin melalui plasenta. Kadar IGF-I maternal diduga berkorelasi positif dengan antropometri bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi kadar IGF-I maternal dengan antropometri bayi baru lahir. Disain penelitian adalah cross sectional,observasional terhadap 56 ibu melahirkan di RSUD Dr. Rasidin, RS Tk III Reksodiwiryo Padang  bulan Juni sampai Agustus 2015 dengan teknik consecutive sampling. Kadar IGF-I diukur dengan menggunakan metode ELISA di Laboratorium Biomedik Universitas Andalas. Uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov, uji Spearman untuk korelasi IGF-I dengan berat badan, panjang badan dan lingkar kepala bayi baru lahir dan uji Mann-Whitney untuk menilai perbedaan kadar IGF-I. Hasil penelitian menunjukkan median kadar IGF-I maternal adalah 219,42 (203,46-267,18) ng/ml, berat badan badan 3100 (2100-4300) gram, panjang badan 48 (44-50) cm dan lingkar kepala 34 (31,5-37,5) cm. Terdapat korelasi positif yang lemah dan tidak signifikan antara IGF-I maternal dengan berat badan (r=0,206, p=0,128), dan terdapat korelasi positif yang sangat lemah dan tidak signifikan antara IGF-I maternal dengan panjang badan (r=0,186, p=0,170) dan lingkar kepala (r=0,160, p=0,238). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi positif yang tidak signifikan antara kadar IGF-I serum maternal dengan antropometri bayi baru lahir.