Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

PENGARUH CAMPURAN LIMBAH KAYU RAMBAI DAN API-API TERHADAP KUALITAS BIOPELLET SEBAGAI SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DARI LAHAN BASAH Muhammad Faisal Mahdie; Darni Subari; Sunardi Sunardi; Diana Ulfah
Jurnal Hutan Tropis Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 3 Edisi November 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.093 KB) | DOI: 10.20527/jht.v4i3.3618

Abstract

Bio-pellet made of Rambai and Api-api waste wood is an environmentally acceptable alternative energy. Aims of the research are 1) Produce bio-pellet as an alternative energy from wet land area, 2) analyze bio-pellet characteristics, 3) determine the quality of bio-pellet produced.. The results of research are, the highest moisture content of bio-pellet is B treatment (mixed of 70% Rambai and 30 % Api-api wood waste), 7.019 %  and the lowest is A treatment (100 % Rambai wood waste), 5.335 %. The highest density is A treatment, 0.532 gr/cm3 and the lowest is B treatment, 0.483 gr/cm3. The highest caloric value is A treatment, 4,706.94 cal./gr and the lowest is C treatment (mixed of 30 % Rambai and 70 % Api-api wood waste), 4,223.273 cal./gr. The highest ash content is B treatment, 4.947 %  and the lowest is A treatment, 2.617 %. Volatile matter of A treatment show the highest value 21.332 % and the lowest is D treatment (100 % Api-api woods waste), 13.553 %. The highest bonded carbon is C treatment 76.673 % and the lowest is A treatment 70.717 %.Biopellet dari campuran limbah kayu rambai dan limbah kayu api-api merupakan salah satu energi altrernatif yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menghasilkan biopellet sebagai energi alternatif dari lahan basah (2) Menganalisa karakteristik biopellet, 3) Menentukan kualitas produk biopellet yang di hasilkan. Hasil  Penelitian kadar air biopellet tertinggi terdapat pada perlakuan B (70% limbah kayu rambai+30% limbah kayu api-api) sebesar 7,019% dan kadar air  terendah pada perlakuan A (100% limbah kayu rambai ) yaitu 5.335 %.  Kerapatan  tertinggi terdapat pada perlakuan  A, 0.532 gr/cm3 dan kerapatan terendah terdapat pada perlakuan B yaitu 0.483 gr/cm3.  Nilai kalor tertinggi terdapat pada perlakuan A sebesar  4706,940 kal/g dan yang terendah pada perlakuan C (30% limbah kayu rambai+70% limbah kayu api-api) sebesar 4223,273 kal/g.  Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan B sebesar 4,947 % dan yang terendah terdapat pada perlakuan A sebesar 2,617%.  Nilai zat terbang tertinggi terdapat pada perlakuan A yaitu sebesar 21,332 % dan yang terendah terdapat pada perlakuan D  (100 %  limbah kayu Api-api) yaitu sebesar 13,553 %. Kadar karbon terikat tertinggi  terdapat pada perlakuan C yaitu sebesar 76.673 % dan terendah terdapat pada perlakuan A sebesar 70,717 %.
RENDEMEN ARANG SEKAM DAN KUALITAS ASAP CAIR SEKAM PADI Noor Mirad Sari; Muhammad Faisal Mahdie; Randika Segah
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 No 3 Edisi November 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v3i3.2278

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rendemen arang sekam padi yang dihasilkan dari sekam padi kering dan sekam padi basah, selain itu juga untuk menguji kualitas asap cair sekam padi yang dihasilkan pada perlakuan yang berbeda berdasarkan pada standar mutu kualitas asap cair asal Jepang. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi baru bagi masyarakat dan mengoptimalkan pemanfaatan limbah sekam padi serta asap cairnya. Penelitian ini dilaksanakan di workshop Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Waktu penelitian direncanakan selama empat (4) bulan yakni dari bulan Maret sampai dengan bulan Juli 2015, yang meliputi persiapan kegiatan penelitian, pengamatan dan pengukuran parameter di lapangan, pengolahan data hingga penulisan laporan hasil penelitian. Sesuai dengan hasil analisis data dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa rendemen rata-rata sekam padi kering yaitu sebesar 46,25% dan rendemen rata-rata sekam padi basah yaitu sebesar 49,67%. Kualitas asap cair yang dihasilkan hanya pada kadar asam saja yang memenuhi standar kualitas asap cair asal Jepang sedangkan parameter lainnya masih belum memenuhi standar kualitas asap cair asal Jepang.The aim of this study was to determine the yield of paddy husk charcoal produced from dry paddy husk and wet paddy husk, and also to test the quality of liquid smoke paddy husks produced at different treatment based on the quality standard of Japanese quality liquid smoke. Results of this study are expected to provide new information for the public and to optimize the utilization of waste paddy husk and smoke melting. This study was carried out in the workshop of the Forestry Faculty of Lambung Mangkurat University Banjarbaru. When the study was planned for four (3) months, namely from April to July 2015, which includes the preparation of research activities, observation and measurement of parameters in the field, data processing, and writing research reports.In accordance with the results of the data analysis of the research that has been done can be concluded that the average yield of dry paddy husk in the amount of 46.25% and average yield of wet paddy husks in the amount of 49.67%. The quality of the resulting liquid smoke from Japan while the other parameters are still not meeting the quality standards of liquid smoke from Japan.
KARAKTERISTIS DAN LAJU PEMBAKARAN BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA DENGAN PENAMBAHAN AROMATERAPI AKAR WANGI (Vetiveria zizanoides) DAN GAHARU (Aquilaria malaccensis) Muhammad Faisal Mahdie; Adi Rahmadi; Eko Rini Indrayatie; Noor Mirad Sari; Hanifa Arsya
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15997

Abstract

Limbah dari buah kelapa adalah tempurung kelapa yang umumnya digunakan sebagai bahan bakar sehari – hari. Serbuk akar wangi dan limbah serbuk kayu gaharu mengandung resin yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi solusi dalam penyediaan bahan aromaterapi karena mengandung aroma yang menenangkan dan menghilangkan stress. Tujuan dari penelitian adalah (1) Menganalisis Uji Karakteristik briket arang aromaterapi tempurung kelapa dengan penambahan serbuk akar wangi dan serbuk kayu gaharu yang meliputi kerapatan, uji kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, nilai kalor dan laju pembakaran (2) Mengetahui perlakuan terbaik dari briket arang aromaterapi tempurung kelapa dengan penambahan serbuk akar wangi dan limbah serbuk kayu gaharu.  Pengujian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan, jadi jumlah seluruh sampel sebanyak 18 buah. Kadar air tertinggi sebesar 8,55% terdapat pada perlakuan E dan terendah terdapat pada perlakuan C yaitu 4,05%, kadar abu briket aromaterapi bervariasi yaitu nilai terendah  6,19% pada perlakuan E dan tertinggi 11,46% pada perlakuan A. Nilai rata-rata zat terbang tertinggi 60,29% terdapat pada perlakuan E dan kadar zat terbang terendah 42,83% terdapat pada perlakuan F. Kadar karbon terikat tertinggi terdapat pada perlakuan F yaitu 43,66% dan rata-rata terendah terdapat pada perlakuan E yaitu 24,97%. Nilai kalor bervariasi antara 4885,21 kal/gr - 5516,24 kal/gr, kadar karbon terendah terdapat pada perlakuan E dan perlakuan F memiliki nilai kalor tertinggi. Rata-rata kerapatan briket arang aromaterapi tertinggi sebesar 0,8546 gr/cm3 terdapat pada perlakuan F dan perlakuan E memiliki rata-rata kerapatan terendah yaitu 0,5740 gr/cm3 . Laju pembakaran terendah terdapat pada perlakuan D yaitu 0,39 gr/menit dan tertinggi terdapat pada perlakuan E yaitu 0,63 gr/menit. Kadar air terbaik terdapat pada perlakuan C yaitu 4,05% (SNI < 8%), kadar abu terbaik terdapat pada perlakuan E yaitu 6,19% (SNI < 8%), semua perlakuan untuk zat terbang belum memenuhi standar (SNI < 15%), pengujian karbon terikat dan kerapatan tidak mensyaratkan standar SNI,  nilai karbon terbaik pada perlakuan F yaitu 5516,24 kal/gr (SNI > 5000 kal/gr).