Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Cerdas Mahasiswa

ENKULTURASI NILAI ISLAM DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) AL-IKHLAS SUMBAR Nada Qumala Arnum; Rendy Nugraha Frasandy; Khamim Zarkasih Putro
Journal Cerdas Mahasiswa Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.931 KB) | DOI: 10.15548/jcm.v4i2.4779

Abstract

Nilai-nilai islam sangat penting diajarkan terutama dalam dunia pendidik, karena akan berdampak kepada peserta didik kedepannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Enkulturasi Nilai Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Ikhlas Sumbar. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif. Tempat penelitian adalah di sekolah dasar islam terpadu (SDIT) Al-ikhlas Sumbar, dengan subjek guru kelas I,II dan III. Teknik pengumpulan data ialah dengan menggunakan observasi dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian mengenai Enkulturasi Nilai Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Ikhlas Sumbar ialah Enkulturasi Nilai Islam di Sekolah Dasar Islam Al-Ikhlas Sumbar sudah ada, namun belum terlaksanakan dengan baik secara keseluruhan seperti dalam aspek akidah seperti menyampaikan kisah-kisah nabi. Dalam aspek ibadah terutama sholat serta aspek akhlak yang dilakukan dengan menyampaikan, membimbing dan mencontohkan bagaimana bertingkah laku yang boleh dan tidak dilakukan sesuai dengan apa yang diperintahkan allah. Strategi penanaman enkulturasi (pembudayaan) nilai-nilai Islam yang pendidik dilakukan di SDIT Al-Ikhlas Sumbar ialah menunjukan prilaku yang baik, membiasakan hal-hal yang kecil kepada peserta didik,  ibrah (mengambil pelajaran) dan amtsal (perumpaman), menasehatinya, memberikan janji dan ancaman kepada peserta didik, mendisiplinkan peserta didik Ketujuh dengan kekuasaan, karena  bisa mengubah prilaku peserta didik sepenuhnya serta persuasi, yaitu dengan mengajak dan mengikut sertakan peserta didik dalam melakukan sesuatu
IMPLEMENTASI MODEL MULTILITERASI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK KELAS V SDN 27 SAGO Abdul Malik; Zulfahmi Zulfahmi; Rendy Nugraha Frasandy
Journal Cerdas Mahasiswa Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.858 KB) | DOI: 10.15548/jcm.v4i2.4781

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakngi oleh peserta didik belum berperan aktif dalam proses pembelajaran, kurangnya minat peserta didik menjawab pertanyaan dari guru dan disaat menjawab pertanyaan berdasarkan buku teks bacaan peserta didik masih melihat buku teks bacaan tanpa memahami teks bacaan tersebut sehingga berdampak terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas V di SDN 27 Sago. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan model Multiliterasi dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca pemahaman menggunakan model Multiliterasi dan tanpa menggunakan model Multiliterasi kelas V SDN 27 Sago. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Exsperimen). Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa pada kelas V A dan V B. Pengambilan sampel dilakukan dengan pertimbangan tertentu (Porposive Sampling), kelas yang dipilih sebagai kelas eksperimen adalah V B dan kelas kontrol V A. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS 28. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tes akhir (post test) kemampuan membaca pemahaman kelas eksperimen 83,57 dan rata-rata nilai Tes Akhir kelas kontrol 80,71. Persentase ketuntasan belajar peserta didik kelas eksperimen 78,5% sedangkan pada kelas kontrol 71,4%. Berdasarkan uji hipotesis dengan SPSS Versi 28 diperoleh signifikan α dalam dua sisi (2-tailed) sebesar = 0,011 maka dapat diambil kesimpulan bahwa (0,011 < 0,05). Oleh karena itu dapat dikatakan H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat perbedaan kemampuan membaca pemahaman ketika penggunaan model Multiliterasi dibandingkan dengan model konvensional pada mata pelajaran Bahasa Indonesia SDN 27 Sago.