Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KAJIAN MACAM LIMBAH DAN PENAMBAHAN TEPUNG TONGKOL JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) Agung Setyarini; Nugraheni Retnaningsih
Agric Vol. 28 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2016.v28.i1.p1-6

Abstract

One limiting for factor the production of oyster mushrooms was difficult to obtain the raw material of sengon wood sawdust, meanwhile, the production of oyster mushroom necessary need the nutrients in the form of bran or cornmeal. The purpose of this study was to study planting medium, the concentration of corn cob flour, and to find the effective interaction of these two factors on growth and yield of oyster mushroom. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors, concentration of media and corn cob flour. The media used in this study are sengon sawdust, glugu sawdust, acacia wood sawdust, rice straw and bagasse, while the concentration of corn cob flour was 0% per baglog, 1% per baglog, 2% per baglog, 3% per baglog and 4% per baglog. Data analysis was using F test level 5% and continued with Duncan test. The results of this study showed that sawdvst sengon media generally give better effect to the growth and yield of oyster mushroom, while corn cob flour treatment concentration was not known exactly in enhancing the growth and yield of oyster mushroom. Treatment of media accelerate the deployment of mycelium old, when appearing pin head, increasing the number of fruiting bodies in a single clump and increasing the mushroom fruit body weight. Extra flour treatment corncob accelerate as emerging pin head, increasing the number of fruiting bodies in a clump and increase total body weight of mushrooms.
EFEKTIVITAS KEMAMPUAN GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) DALAM UPAYA OPTIMALISASI PENGOLAHAN LAHAN PERTANIAN DI DESA GUNTING KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN KLATEN Firdaus, Yusuf Maisya; retnaningsih, nugraheni; Anwar, Muhammad Fathul; Harinta, Yos Wahyu
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 7 No 1 (2023): AGRISAINTIFIKA
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i1.3666

Abstract

Gapoktan merupakan kelembagaan di tingkat petani yang perlu dibentuk karena tuntutan modernisasi kelembagaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas kemampuan Gapoktan dalam upaya Optimalisasi Pengolahan Lahan Pertanian di Desa Gunting Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. Penelitian ini dilakukan di Gapoktan “Makmur Rejeki Warata” Desa Gunting Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. Metode dasar yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan riset etnografi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunkan adalah analisis kemampuan gapoktan melalui pendekatan aspek manajemen dan aspek kepemimpinan menggunakan skala likert yang diintervalkan. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kemampuan gapoktan berada pada kelas lanjut untuk indikator pelaksanaan kegiatan dan pengembangan gapoktan. Kemampuan gapoktan berada pada kelas madya untuk indikator perencanaan program, pengorganisasian , pengendalian dan pelaporan.
Strategi Bersaing Agrowisata Tanggul Asri Jambu Merah (Psidium Guajava) Di Desa Gumeng Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar Diarto, Imam Budi; Retnaningsih, Nugraheni; Setyorini, Agung
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penentu keberhasilan, mengetahui posisi bersaing Agrowisata Tanggul Asri Jambu Merah Gumeng dibandingkan agrowisata pesaing, dan merumuskan alternatif strategi bersaing yang dapat diterapkan Agrowisata Tanggul Asri Jambu Merah Gumeng. Metode dasar dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dan menggunakan Teknik studi kasus. Tempat penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor penentu keberhasilan Agrowisata Tanggul Asri Jambu Merah Gumeng meliputi keterjangkauan harga dengan rating 4 dan bobot (0,0984), kesesuaian harga dengan rating 3 dan bobot (0,1051), pelayanan dengan rating 2 dan bobot (0,1024), kebersihan dengan rating 3 dan bobot (0.0984), keragaman kegiatan dengan rating 3 dan bobot (0,0984), kemenarikan kegiatan dengan rating 2 dan bobot (0,1011), kemudahan akses transportasi dengan rating 1 dan bobot (0,0985), keamanan dengan rating 1 dan bobot (0,0997), fasilitas dengan rating 2 dan bobot (0,1025) dan kenyamanan dengan rating 4 dan bobot (0,0957). Hasil dari analisis CPM menunjukkan bahwa Agrowisata Tanggul Asri Jambu Merah Gumeng (Agrowisata A) menempati posisi kedua dengan perolehan skor (2,4923), posisi pertama ditempati oleh Agrowisata Kampoeng Karet (Agrowisata D) dengan perolehan skor (3,0992), untuk posisi ketiga dan keempat ditempati oleh Agrowisata Jambu Merah Ngargoyoso (Agrowisata B) dan Agrowisata Kebun Teh Kemuning PT. Rumpun Sari (Agrowisata C) dengan perolehan skor (2,2025) dan (2,209). Alternatif strategi bersaing yang dapat dirumuskan untuk Agrowisata Tanggul Asri Jambu Merah Gumeng yaitu Melakukan perbaikan pada kualitas keamanan, menambah fasilitas agrowisata, melakukan perbaikan pada faktor kualitas pelayanan dan kemenarikan kegiatan
Nilai Tambah Olahan Lidah Buaya (Aloe Vera) Di Kelompok Wanita Tani (Kwt) ‘Vera Sejati’ Desa Katongan Kecamatan Nglipar Gunung Kidul Retnaningsih, Nugraheni; Anwar, Muhammad Fathul; Setyarini, Agung
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan sumberdaya hasil pertanian dengan meningkatkan nilai tambah digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan perekonomian, seperti yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) ‘Vera Sejati’ yang mengolah lidah buaya menjadi makanan/ minuman olahan Aloe vera. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur biaya, penerimaan,  keuntungan, dan mengetahui nilai tambah yang diperoleh dari olahan aloe vera di KWT ‘Vera Sejati’ Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul. Metode dasar yang digunakan yaitu deskriptif analitis. Responden penelitian ini adalah pemilik dan 2 orang karyawan. Metode yang digunakan sebagai alat analisis nilai tambah adalah dengan menggunakan Metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tetap Rp 50.166,67/bulan, biaya variabel Rp 1.463.200,00/bulan, sedangkan biaya total Rp 1.513.366,67/bulan. Total penerimaan yang diperoleh dari olahan aloe Vera adalah sebesar Rp 3.060.000,00/bulan, dan keuntungan yang diperoleh adalah sebesar Rp 1.546.633,33/bulan. Nilai tambah yang diperoleh dari olahan aloe vera adalah sebesar Rp 44.443,29/kg dari bahan baku berupa lidah buaya sebesar 24 kg. Nilai tambah tersebut didapat dari hasil pengurangan nilai output yaitu sebesar Rp 131.443,29/kg dengan biaya input sebesar Rp 7.000,00/kg dan sumbangan input lain/ biaya penunjang sebesar Rp 80.000,00/kg. Ratio nilai tambah olahan aloe vera adalah 33,81%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tambah tersebut masih tergolong rendah karena masih dibawah 50%. Kata Kunci: Pengolahan, Aloe vera, Nilai Tambah
Kelayakan Usaha Home Industry Rengginang Eka Di Desa Sumberejo Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen Sholekah, Dwi; Anwar, Muhammad Fathul; Retnaningsih, Nugraheni
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the cost structure including fixed costs and variable costs, revenues, profits, profitability and business feasibility of the rengginang Eka industry in Sumberejo Village, Mondokan District, Sragen Regency. The basic methods used are qualitative and quantitative. The research area was taken purposively, namely in Sumberejo Village, Mondokan District, Sragen Regency. Respondents were taken using a purposive technique, while the respondents to be selected included the owner and 2 employees in the home industry of Rengginang Eka. The data used are primary data and secondary data. The total fixed costs incurred by the home industry rengginang Eka are Rp. 13,517, the total variable costs are Rp. 612,640, so the total costs incurred are Rp. 626,157. The total income of the Rengginang Eka home industry in February was Rp. 1,440,000 and earned a profit of Rp. 813,843. then for the profitability analysis of 129.97%. The results of the feasibility study show that the BEP breaks even if the product BEP is 41.31 kg and for the BEP the price is Rp. 429,484. then for the R/C ratio of 2.30 and for the B/C ratio of 1.30 it is classified as profitable and feasible to work on. And the results of the ROI of 101% show that the ROI is positive, so the home industry rengginang Eka is feasible to be developed.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI METE (Anacardium Occidentale) DI KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN WONOGIRI Rahmadhani, Ary; Basuki, Joko Setyo; Retnaningsih, Nugraheni
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jambu mete merupakan tanaman yang cocok ditanam di lahan marjinal dan wilayah yang memiliki iklim kering, di mana persyaratan iklim yang diperlukan di wilayah Jawa banyak ditemukan di Kabupaten Wonogiri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan usahatani mete di Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini dilakukan di Desa Kerjo Lor dan Kerjo Kidul, Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri. Metode dasar yang digunakan adalah deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis usahatani mete di Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri. Pada analisis kelayakan usahatani mete menggunakan perhitungan total biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani mete. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya total pada usahatani mete sebesar Rp.661.217/musim panen, penerimaan sebesar Rp. 4.354.000/musim panen, pendapatan sebesar Rp. 3.692.783/musim panen, efisiensi 6,5 menunjukkan bahwa usahatani mete tersebut sudah efisien, B/C Ratio 5,5, dan mengalami break event point atau tidak untung dan tidak rugi jika nilai BEP penerimaan sebesar Rp. 104.333, BEP produksi sebesar 6,8 kg, dan BEP harga jual sebesar Rp. 2.277,8 yang artinya usahatani mete tersebut menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.
STRATEGI PEMASARAN AGROINDUSTRI OLAHAN NANAS MADU (Ananas sativus) DI KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG Dwi Rahmadhanti, Inneke; Retnaningsih, Nugraheni; Arianti, Yoesti Silvana
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to identify and analyze the internal and external environmental factors of MSME honey pineapple processing in Belik District that affect the marketing of pineapple processed products, formulate marketing strategies that can be applied by UMKM honey pineapple processors in marketing their products. The analytical method of this research is descriptive analysis method with data analysis using CPM, SWOT and QSPM matrices. Respondents in this study were owners of UMKM Tiga Sekawan and Madu Jaya as well as consumers of UMKM processed honey pineapple, totaling 4 respondents. The results showed that the CPM score for Tiga Sekawan UMKM was 3.19 and for UMKM Madu Jaya the score was 1.98. SWOT matrix analysis obtained alternative strategies namely SO Strategy: Optimizing production with abundant availability of raw materials, easy-to-obtain production infrastructure, availability of skilled labor, Maintaining cleanliness of production sites, product quality, improving employee performance and creativity, maintaining good relations with resellers and customers WO Strategy: Improve production technology and carry out promotional activities with online media, Form a cooperative and Make capital loans to capital loan service providers to improve the industry. S-T Strategy: Manpower management and cooperation with resellers and retailers by conducting a pre-order system, Expanding the market using online media to expand market reach. W-T Strategy: Increasing packaging innovation and promotion to increase consumer interest and face market competition with other products. Analysis of the strategic priority QSPM matrix in strategy II, increasing packaging innovation and also promotions to increase consumer interest.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA BARRO TANI MANUNGGAL DI DESA KEPATIHAN KECAMATAN SELOGIRI KABUPATEN WONOGIRI Hardianto, Aditya Syambudi; Retnaningsih, Nugraheni; Arianti, Yoesti Silvana
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi Perkembangan Agrowisata Barro Tani Manunggal di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri. Mengetahui strategi alternatif yang dapat di lakukan dalam pengembangan Agrowisata Barro Tani Manunggal di Desa Kepatihan Kecamatan Selogiri. Mengetahui prioritas strategi dalam mengembangkan Agrowisata Barro Tani Manunggal di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri. Metode dasar dalam penelitian adalah dengan menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode penelitian untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik untuk satu variabel atau lebih, variabel yang berdiri sendiri tanpa membuat perbandingan dan mencari variabel itu dengan varibel yang lain Menganalisis lingkungan internal perusahaan pada akhirnya berujung pada suatu faktor-faktor kekuatan dan kelemahan pada suatu perusahaan. Karena setiap perusahaan pasti memiliki kekuatan dan kelemahan sehingga perusahaan tersebut harus mampu memanfaatkan kekuatannya untuk mengurangi kelemahan yang berada di perusahaan. Prioritas strategi dalam mengembangkan Agrowisata Barro Tani Manunggal Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri adalah melakukan kerjasama terhadap Pemerintah Kabupaten Wonogiri agar pengembangan agrowisata semakin maju dan lebih di kenal secara luas. Agrowisata Barro Tani Manunggal dapat melakukan penambahan fasilitas yang dimana hal tersebut berdasarkan akan kebutuhan dan keinginan konsumen atau wisatawan yang datang.
KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI PADI DI DESA JATIPURNO KECAMATAN JATIPURNO KABUPATEN WONOGIRI Pangestu, Mustika Indah; Retnaningsih, Nugraheni; Setyarini, Agung
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besarnya pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani padi di Desa Jatipurno Kecamatan Jatipurno Kabupaten Wonogiri, mengetahui besarnya proporsi pengeluaran konsumsi pangan terhadap total pengeluaran rumah tangga petani padi, mengetahui besarnya konsumsi energi dan protein rumah tangga petani padi, mengetahui kondisi ketahanan pangan rumah tangga petani padi berdasarkan indikator proporsi pengeluaran pangan dan tingkat konsumsi energi. Metode dasar yang digunakan yaitu deskriptif analitis. Responden dipenelitian ini yaitu petani padi pemilik penggarap. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani padi, proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total, analisis tingkat konsumsi pangan rumah tangga petani padi, analisis ketahanan pangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pendapatan rumah tangga petani padi sebesar Rp. 6.941.933 per tahun dari pendapatan usahatani dan Rp. 21.758.600 per tahun dari pendapatan luar usahatani. Rata-rata pengeluaran untuk pangan Rp. 1.275.907 per bulan dan rata-rata pengeluaran non pangan Rp. 696.154 per bulan. Besar proporsi pengeluaran konsumsi pangan terhadap total pengeluaran 66,75%. Rata-rata konsumsi energi 1.9505,55 kkal/orang/hari dan untuk konsumsi protein 57,36 gram/orang/hari. TKE 90,74% dan TKP 100,64%. Kondisi ketahanan pangan rumah tangga petani padi di Desa Jatipurno Kecamatan Jatipurno Kabupaten Wonogiri adalah rumah tangga kategori tahan pangan sebesar 13,33% dan 86,67% kategori rentan pangan.
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP SAYURAN HIDROPONIK DI SEBELAS MARET HIDROPONIK SURAKARTA Setyarini, Agung -; Arianti, Yoesti S.; Retnaningsih, Nugraheni
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 9 No 2 (2024): JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2024.9.2.62-71

Abstract

Hydroponic vegetables are one of the increasingly popular horticultural products. The specialty of hydroponic vegetable products is that they are fresher and cleaner than conventional vegetables. The purpose of this research is to analyze consumer preferences, and determine the order of attributes that are the main considerations for consumers of hydroponic vegetables. The method of determining the location was done purposively at Sebelas Maret Hydroponics Surakarta. The sampling method is non probability sampling with a convenience sampling approach of 33 respondents with the criteria of having bought and consumed hydroponic vegetables produced by Sebelas Maret Hydroponics. Data analysis method with Fishbein's multi-attribute model. The results showed that consumer preferences for hydroponic vegetables are vegetables that has physical conditions of leaves that are wide, not torn, not perforated, intactand not broken. The condition of freshness of vegetables that are harvested directly, with bright light green vegetable colors, vegetable flavors that are different from conventionally cultivated vegetables. The packaging of vegetables is closed and transparent, and there is a label on the packaging. The main attributes considered by consumers in purchasing hydroponic vegetables are the level of freshness, vegetable taste, physical condition of vegetable leaves, vegetable color, packaging and labels.