Low consumption of fruits and vegetables among elementary school children in Indonesia is a significant problem, as it leads to low nutritional literacy and high levels of food neophobia among children. This study aims to analyze the effect of the natural visualization of fruit and vegetable colors (red, orange, yellow, green, purple, and white) derived from various phytonutrients on children's nutritional literacy and consumption preferences. The research method used to examine this issue is descriptive qualitative with data collection techniques through a literature study of primary scientific documents. Data analysis was conducted using content analysis techniques refined using Charles Sanders Peirce's triadic semiotics analysis to examine the relationship between color as a representamen, phytonutrients as objects, and children's perceptions as interpreters. The results of the discussion show that color visualization is effective in transforming children's perceptions from the Representament level (visual aesthetics) to the Object level (nutritional cause-and-effect relationships) and the Interpretant level (agreement on meanings). The integration of functional narratives such as lycopene, beta-carotene, and allicin in visual media that are attractive to children has been proven to reduce food rejection rates. The study concludes that strengthening nutrition literacy based on color semiotics is the most significant educational communication strategy in shaping long-term consumption preferences in children of the concrete operational age. Rendahnya konsumsi buah dan sayur pada anak usia sekolah dasar di Indonesia menjadi masalah yang signifikan adanya penelitian ini, karena berdampak pada rendahnya literasi gizi dan tingginya fenomena food neophobia pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh visualisasi alami warna buah dan sayur (merah, oranye, kuning, hijau, ungu, dan putih) yang berasal dari berbagai zat fitonutrien terhadap literasi gizi dan preferensi konsumsi anak. Metode penelitian yang digunakan untuk membedah masalah ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur menelusuri dokumen ilmiah primer. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi yang dipertajam menggunakan analisis semiotika triadik Charles Sanders Peirce untuk membedah hubungan antara warna sebagai representamen, zat fitonutrien sebagai objek, dan persepsi anak sebagai interpretan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa visualisasi warna efektif dalam mentransformasikan persepsi anak dari level Representamen (estetika visual) menuju level Objek (hubungan sebab-akibat gizi) dan level Interpretan (kesepakatan makna). Integrasi narasi fungsional seperti likopen, beta-karoten, hingga allicin dalam media visual yang menarik untuk usia anak terbukti mampu menurunkan tingkat penolakan terhadap makanan. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan literasi gizi berbasis semiotika warna merupakan strategi komunikasi edukatif yang paling signifikan dalam membentuk preferensi konsumsi jangka panjang pada anak usia operasional konkret.