Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Representasi Nilai-nilai Kehidupan dalam Novel Ine Pare Karya F. Rahardi Larasati, Maria Marietta Bali
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021 (Desember 2021)
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.93 KB) | DOI: 10.37478/rjpbsi.v2i2.1433

Abstract

The purpose of the study was to discover and describe the values in F. Rahardi's novel Ine Pare. The approach used in this study is a qualitative approach with the techniques used is non-statistical in the sense of analyzing not using numbers. The theory used is value theory. The results of this study show that the values contained in the novel Ine Pare by F. Rahardi are as follows: 1) moral values include two values: positive moral values and negative moral values. Positive moral values include: the values of honesty, the value of courage, patience, and hard work, while negative moral values include: dishonest values, prejudice, anger, and revenge, 2) Religious values include: believing in God, gratitude, 3) social values include: mutual help, willingness to sacrifice, 4) aesthetic values, 5) cultural values, 6) practical values, and 7) hedonic values.
Nilai-Nilai Humanis Dalam Legenda Peni dan Nogo Karya Gerady Tukan Larasati, Maria Marietta Bali; Leje, Pantaleon Yuliandri Natan
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.462 KB) | DOI: 10.37478/rjpbsi.v3i1.1866

Abstract

Setiap daerah tentu memiliki legenda atau cerita mengenai terjadinya suatu tempat atau kejadian alam. Legenda Peni dan Nogo bagi masyarakat Lamatuka, Kabupaten Lembata merupakan sebuah cerita yang mengangkat realitas kehidupan masyarakat lama Lamatuka yang sangat mempercayai adanya kekuatan gaib dari seseorang yang disebut suanggi (setan) oleh masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan nilai-nilai humanis yang terdapat dalam legenda Peni dan Nogo karya Gerady Tukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah buku Peni dan Nogo sebuah Legenda karya Gerady Tukan. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik content analysis (teks). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Peni dan Nogo sebuah Legenda Karya Gerady Tukan terdapat nilai-nilai humanis yaitu nilai keteguhan hati, nilai kesetiaan dan ketidakputusasaan, nilai cinta kasih, nilai solider, nilai tenggang rasa, nilai simpatik, dan nilai persaudaraan.
Nilai Pendidikan Karakter dan Implementasinya Bagi Pengajaran Sastra dalam Cerpen “Setinggi Bintang di Langit” Karya Claudia Gracia Ngabut Pada Antalogi Cerpen Siswa Sma Flores Lembata Larasati, Maria Marietta Bali; Gagus, Alexander
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 (Juni 2023)
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.005 KB) | DOI: 10.37478/rjpbsi.v4i1.2915

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan mendeskripsikan nilai-nilai Pendidikan karakter dan implementasinya bagi pengajaran dalam cerpen “Setinggi Bintang di Langit” Karya Cluadia Gracia Ngabut pada Antologi Cerpen Siswa SMA Flores Lembata. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik yang digunakan adalah non statistika dalam arti menganalisis tidak menggunakan angka-angka. Sedangkan teori yang digunakan adalah teori nilai Pendidikan karakter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam “Setinggi Bintang di Langit” Karya Cluadia Gracia Ngabut pada Antologi Cerpen Siswa SMA Flores Lembata adalah sebagai berikut: 1) nilai kerja keras, 2) nilai mandiri, 3) nilai menghargai prestasi, 4) nilai bertanggung jawab, 5) nilai cinta tanah air, 6) nilai disiplin, 7) nilai rasa ingin tahu. Implikasinya bagi pengajaran sastra Indonesia adalah bahwa dengan nilai-nilai pendidikan karakter tersebut, peserta didik dapat lebih memahami pengetahuan yang diberikan dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan lebih kreatif dan bertanggung jawab.
Diksi dan Gaya Bahasa dalam Kumpulan Lagu-Lagu Ende Lio Edisi Unggu 1 Karya Sisko Balu, dkk Larasati, Maria Marietta Bali; Serlin, Maria Floriana; Suhardin, Intan
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023 (Desember 2023)
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/rjpbsi.v4i2.3701

Abstract

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yakni pendekatan yang menggunakan dengan kata-kata atau kalimat, tidak menggunakan angka. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kepustakaan, yakni data diperoleh dari bahan-bahan bacaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca secara keseluruhan isi buku kemudian mencatat hal-hal yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Setelah data tersebut terkumpul, kemudian dianalisis dengan menggunakan teori stilistika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Berdasarkan hasil analisis pada buku Ende Lio Sare Pawe (Kumpulan Lagu-Lagu Ende Lio Edisi Unggu 1) Karya Sisko Balu, dkk, terdapat beberapa diksi yang digunakan oleh pencipta lagu yakni: Nuwa nai, Gawi, Seru Koka, Kure, Benu wolo loa bhoa, Nusantara, Iwa Ghole ghena, Raka saga, Sai embu welu kaja paa, Dedu mbeja sa Nusantara, Jeku, Nggo, Mbuli Nggela, Sika Lela, Ie bele wea, Nonge menga baje wole, Engo reo, Uli miu molo raka, Kobe bewa, Wau mbana geju ghea sao, Uru weto, Pake pela, Ghale one ate , Ndena, Nia mina masa, Ate nggae, Rendo, Ngadho talo, Saga, Ghole ghena, dan terdapat beberapa gaya bahasa yang digunakan yaitu, (1) gaya bahasa perbandingan: simile, sinestesia, (2) gaya bahasa penegasan: pleonasme, (3) gaya bahasa pertautan: asyndeton, (4) gaya bahasa pengulangan: repetisi, (5) gaya bahasa sindiran dan (6) gaya bahasa simbolisme.
Ritual Hape Kleru Gaka Kaju di Desa Tapobali Lembata sebagai Pewarisan Pendidikan Nilai bagi Peserta Didik Bala, Alexander; Butun, Yuvenalis; Genua, Veronika; Larasati, Maria Marietta Bali; Demon, Yosef
Aksara Vol 36, No 1 (2024): AKSARA, EDISI JUNI 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i1.4090.138--150

Abstract

Each ethnic group has local wisdom in interpreting cultural events in their environment. This article discusses the kleru gaka kaju hape ritual in the Wolowutun community, Tapobali Village, Wulandoni, Lembata, East Nusa Tenggara. This ritual is a ceremony of thanksgiving for harvesting Swallow nests. Hape kleru gaka kaju means biting a hanging betel nut. The research problem, namely the means used, the participants involved, the stages of implementation, and the educational values in it. The purpose of his research is to explain the means, participants, stages, and values in the hape klru gaka kaju ritual. The research design uses a qualitative design. Data collection techniques, including observation and interview techniques. Data analysis includes identification, classification, and interpretation of data. The findings of the study indicated that the ingredients used included coal fire, kitchen ashes, coconut shells, agarwood, ginger, cotton fiber, baby corn, areca nut, betel nut, titi corn, coconut shells, red chicken, chicken eggs, brown rice, mayang. coconut, roped bamboo, shell glass, palm sap, plates made of pumpkin, coconut shell spoon; the participants involved were the eldest, youngest, traditional house keepers, tara mortal envoys, representatives of the Tobil tribe and residents present; the implementation includes the stages of picking up ancestral spirits, the stages of hanging areca nuts on wood, the stages of collecting offerings, the stages of receiving blessed water, the stages of sweeping and cleaning the remnants of the tools used; and contain religious values, ecological, nationalism, love for the motherland. AbstrakSetiap etnik memiliki kearifan lokal dalam memaknai peristiwa budaya yang ada dalam lingkungannya. Artikel ini membahas tentang ritual hape kleru gaka kaju dalam masyarakat Wolowutun, Desa Tapobali, Wulandoni, Lembata, Nusa Tenggara Timur. Ritual ini merupakan seremonial syukur atas panen sarang Walet. Hape kleru gaka kaju berarti menggigit pinang yang digantung. Masalah penelitiannya, yakni sarana yang digunakan, partisipan yang terlibat, tahapan pelaksanaan, dan nilai-nilai pendidikan di dalamnya. Tujuan penelitiannya untuk menjelaskan tentang sarana, partisipan, tahapan, dan nilai-nilai dalam ritual hape kleru gaka kaju. Desain penelitiannya menggunakan desain kualitatif. Teknik pengumpulan data, meliputi teknik observasi dan wawancara. Analisis data meliputi identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sarana yang digunakan, antara lain bara api, abu dapur, tempurung kelapa, kayu gaharu, jahe, serat kapas, jagung muda, pinang, sirih, jagung titi, kukuran kelapa, ayam merah, telur ayam, beras merah, mayang kelapa, bambu bertali, gelas tempurung, nira lontar, piring dari buah labu, senduk tempurung kelapa; partisipan yang terlibat adalah sulung, bungsu, penjaga rumah adat, utusan tara fana, perwakilan suku Tobil dan warga yang hadir; pelaksanaan meliputi tahapan penjemputan arwah leluhur, tahapan menggantung pinang di kayu, tahapan mengumpulkan sesajian, tahapan menerima air berkat, tahapan menyapu dan membersihkan sisa-sisa sarana yang digunakan; dan mengandung nilai-nilai religius, ekologis, nasionalisme, cinta tanah air.