Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PELAKSANAAN UNIVERSAL PRECAUTION PADA TENAGA KESEHATAN DI ERA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS KANGKUNG Yulia Eva Febriana; Qurrotul Aeni; Triana Arisdiani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18618396

Abstract

Universal precaution merupakan tindakan pengendalian infeksi sederhana yang wajib dilakukan seluruh tenaga kesehatan, untuk semua pasien, setiap saat, pada semua tempat pelayanan, untuk mengurangi resiko penyebaran infeksi. Pelaksanaan universal precaution belum sepenuhnya dilakukan dengan baik oleh tenaga kesehatan, masih ada tenaga kesehatan yang belum menerapkan universal precaution seperti tidak melakukan cuci tangan sebelum tindakan, sehingga memungkinkan terinfeksi Covid-19 atau terjadinya HAIs. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan universal precaution oleh tenaga kesehatan di era pandemi Covid-19. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif non eksperimental dengan desain potong lintang (cross sectional). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 86 tenaga kesehatan di Puskesmas Kangkung I dan Puskesmas Kangkung II. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan alat ukur kuesioner dan lembar observasi. Besar uji korelasi adalah 0,213 yang berarti hubungan antar variabel rendah, nilai reliabilitas 0,749, apabila nilai Crombach’s Alpha >0,60 maka dikatakan reliable. Anlis data dilakukan dengan Fisher’s Exact Test didapatkan nilai p 0,046 (nilai p <0,05) yang menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan pelaksanaan universal precaution oleh tenaga kesehatan. Tingkat pengetahuan sangat mendukung tenaga kesehatan dalam pelaksanaan universal precaution, tingginya tingkat pengetahuan tenaga kesehatan tentang universal precaution, akan baik dalam pelaksanaan universal precaution.
HUBUNGAN SIBLING RIVALRY DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS KALIWUNGU SELATAN KABUPATEN KENDAL Andriyani Mustika Nurwijayanti; Oktiya Rita Jayanni; Muhammad Khabib Burhanudin Iqomah; Rina Anggraeni; Qurrotul Aeni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18618554

Abstract

Sibling rivalry merupakan  persaingan antara sudara kandung ini untuk mendapatakan perhatian dan kasih sayang orang tuanya. Anak yang mengalami sibling rivalry lebih besar dijumpai pada anak yang berusia < 3 tahun (80,0%) di bandingkan dengan anak yang berusia  > 3 tahun (20,0%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Sibling Rivalry Dengan Perkembangan Psikososial Pada Balita di Wilayah Puskesmas Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal, Mengidentifikasi karakteristik sibling rivalry dan anak perkembangan psikososial. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive (Purposive Sampling). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden. Analisis data dilakukan syarat Spearman Rank. Hasil penelitian ini menunjukkan sibling rivalry perkembangan psikososial kurang sebanyak 39 (65, 0%). Hasil analisis penelitian diperoleh nilai p-value 0,006 nilai ini lebih kecil dari  p  < 0,05. Kesimpulan Ada hubungan antara sibling rivalry dengan perkembangan psikososial balita di Wilayah Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal  (p value=0.006 (p value <0,0).
A Study of Caring Behavior among Nursing Students Andriyani Mustika Nurwijayanti; Cindi Septian; Qurrotul Aeni; Rina Anggraeni
Journal of Economics and Public Health Vol 4 No 4 (2025): Journal of Economics and Public Health: December 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jeph.v4i4.7565

Abstract

Caring behavior can be seen in nurses in providing nursing care, namely listening attentively, the presence of nurses when needed, building relationships of trust, responsibility, compassion, care, providing information, providing touch, providing encouragement and showing respect for patients. The application of caring behavior is not only applied by nurses who are already working, but must also be applied by nursing students who will later become nurses. The purpose of this study was to identify the level of knowledge of STIKES Kendal nursing students about caring behavior. This research method uses descriptive research design. The sample in the study amounted to 154 with students in semester 3, 5 and 7. Sampling using total sampling. The results showed that the knowledge of STIKES Kendal students in knowing caring behavior was mostly less 114 (74,03%). Nursing students need to maintain knowledge about caring behavior that is very good to form the soul and characteristics of being a professional nurse.
Menstruation is a natural biolog Adolescent Girls' Knowledge about Maintaining Personal Menstrual Hygiene Andriyani Mustika Nurwijayanti; Laila Indah Anugrahani; Qurrotul Aeni; Rina Anggraeni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2578

Abstract

Adolescent girls need to possess the right knowledge and habits regarding personal hygiene during menstruation. Knowledge of menstrual hygiene practices is a crucial component of maintaining reproductive health. This study aimed to assess the level of knowledge regarding menstrual hygiene among adolescent girls at SMP Negeri 1 Pecalungan. A quantitative method was employed, utilizing a descriptive design and a cross-sectional approach. The study population consisted of 328 female students, with a sample of 198 respondents selected via proportionate stratified random sampling. Data were collected using a knowledge questionnaire (Guttman scale) and a compliance questionnaire (Likert scale), both of which had undergone validity and reliability testing. Univariate analysis was performed using frequency distributions. The results indicated that the majority of respondents fell into the "good" knowledge category (100 students or 50.5%), followed by the "sufficient" category (66 students or 33.3%) and the "poor" category (32 students or 16.2%). While most adolescent girls demonstrated good knowledge.