Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Evaluasi Penetapan Kawasan Andalan Di Sulawesi Selatan Afies, Muhammad; Astuty, Sri; Kamaruddin, Citra Ayni; Irwandi, Irwandi; Hastuti, Diah Retno Dwi
Tirtayasa Ekonomika Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : FEB Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35448/jte.v19i2.27852

Abstract

Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antar daerah adalah diterapkannya kebijakan pembangunan daerah  melalui konsep  kawasan andalan,  yang dilakukan berdasarkan potensi yang dimiliki daerah. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis ketepatan penetapan kawasanandalan di Provinsi Sulawesi Selatan di lihat adari kriteria penetapannya. Peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan analisis Location Quotient (LQ). Berdasarkan hasil penelitian LQ dapat dilihat bahwa sektor lapangan usaha yang memiliki nilai LQ > 1 berturut turut dari yang paling besar sampai yang paling kecil adalah : sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib pada Kota Maros, sektor transportasi dan pergudangan pada Kabupaten Bone, sektor jasa perusahaan pada Kabupaten Takalar, Sektor real estate pada Kota Parepare, sektor pertanian pada Kabupaten Bulukumba, sektor real estate pada Kabupaten Gowa dan sektor industri pengolahan pada Kota Makassar.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi Kelompok Tani “Mabbiring Dan Sirennuang” Desa Siparappe Kabupaten Pinrang Ningrum, Wandani Sri; Rahim, Abd; Astuty, Sri; Hastuti, Diah Retno Dwi; Kamaruddin, Citra Ayni
Tirtayasa Ekonomika Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : FEB Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35448/jte.v19i2.27854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh variabel umur, pengalaman bertani, pendidikan, luas lahan, benih pupuk, pestisida, tenaga kerja dan dummy kelompok terhadap produksi padi Kelompok Tani  Mabbiring dan Sirennuang di Desa Sipareppe Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi berganda. Dari hasil penelitian di simpulkan bahwa  variabel umur, pengalaman bertani, pendidikan dan dummy kelompok berpengaruh dan tidak signifikan, namun hal yang berbeda pada variabel luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi padi di Kelompok Tani Mabbiring dan Sirennuang di Desa Sipareppe Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang
Implementasi Program Unggulan Beautiful Malino Dalam Peningkatan Sektor Pariwisata Pada Kecamatan Tinggi Moncong Kabupaten Gowa Mutiara Pratiwi Putri; Sri Astuty; Citra Ayni Kamaruddin; Diah Retno Dwi Hastuti; Regina Regina
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program unggulan beautiful malino dalam peningkatan sektor pariwisata pada Kecamatan Tinggi moncong Kabupaten Gowa. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif yang mana dilakukan menggunakan metode interaktif dimana yang menjadi instrumen penelitian adalah Human Instrument atau peneliti itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Gowa dari diadakannya event beautiful malino, ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun, selain itu event beautiful malino juga memberikan dampak signifikan terhadap pelaku UMKM sehingga akan mempengaruhi pendapatan asli daerah yang berasal dari retribusi pajak warung makan, penginapan, dan lain sebagainya.
Aspek Makroekonomi dan Pengaruhnya terhadap Kapitalisasi Saham ISSI Periode 2016-2023 Nurul Annisya; Sri Astuty; Irwandi Irwandi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7619

Abstract

This study explores the inequality of the potential of the Muslim population in Indonesia that is not realized properly in the amount of capitalization of the ISSI Sharia Capital Market using macroeconomic variables of BI Rate interest rates, Money Supply and Rupiah Exchange Rates for the 2016-2023 Period with the Vector Error Correction Model (VECM) analysis method. The population in this study is the ISSI market capitalization with a total of 384 observations of data with a data collection technique, namely Purposive Sampling from the total amount of capitalization of companies listed on the ISSI index with the Vector Error Correction Model (VECM) analysis method. The results of this study indicate that in the short term, only the BI Rate interest rate with a t-statistic value of -1.99264 > t-table value of 1.986086317 and the Rupiah exchange rate with a t-statistic value of -2.72958 > t-table of 1.986086317 which means it has a negative influence on ISSI stock capitalization while the Money Supply variable does not have a significant influence on ISSI stock capitalization with a t-statistic value [-1.02110 < t-table of 1.986086317. In the long term, the BI Rate interest rate contributes negatively to the capitalization of ISSI shares while the Money Supply and Rupiah Exchange Rate have a significant positive influence on the capitalization of ISSI shares -3.76772> t-table of 0.26454 and the Rupiah Exchange Rate with a t-statistic value of -3.38406> t-table of 0.26454 which means that the amount of money in circulation and the rupiah exchange rate have a negative influence on the number of investors. In the long term, the BI Rate interest rate contributes negatively to the capitalization of ISSI shares with a t-statistic value of [-2.13166> t-table of 1.986086317 while the Money Supply and Rupiah Exchange Rate have a significant positive influence on the capitalization of ISSI shares with a t-statistic value greater than the t table, respectively with values of 8.72868 and 2.64624
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Omset Warung Kelontong di Kecamatan Biringkanaya Nur Aliyah; Abd. Rahim; Diah Retno Dwi Hastuti; Sri Astuty
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2488

Abstract

Seiring dengan perkembangan waktu, ritel modern di Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan. Fenomena ini membawa dampak terhadap berbagai aspek ekonomi, termasuk pendapatan pedagang warung kelontong tradisional. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis seberapa besar pengaruh ‘lama pendidikan, lama usaha, jam kerja, dan’ jarak terhadap omzet warung kelontong di Kecamatan Biringkanaya. Sampel penelitian ini terdiri dari 94 responden yang dipilih secara acak (random sampling). Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis linear berganda. Model regresi menunjukkan Adjusted R² sebesar 0,422, yang menunjukkan bahwa 42,2% variasi omzet dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen yang diteliti. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa jam kerja dan jarak memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap omzet penjualan (p < 0.01), sementara lama pendidikan dan lama usaha tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh positif terhadap omzet penjualan dengan signifikansi sebesar 0,001. Ini menandakan bahwa keberadaan ritel modern memengaruhi omzet warung kelontong, di mana pedagang yang bekerja lebih lama dan berlokasi dekat dengan konsumen cenderung mendapatkan lebih banyak pelanggan. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah mempertimbangkan regulasi jumlah ritel modern untuk mendukung keberlanjutan usaha warung kelontong. Dengan mempertimbangkan regulasi yang tepat, diharapkan para pelaku usaha tradisional dapat meningkatkan kualitas layanan dan inovasi dalam menjawab tantangan persaingan. Selain itu, pelatihan dalam manajemen usaha dan pemasaran juga dapat membantu pedagang untuk lebih memahami kebutuhan pelanggan dan mengembangkan strategi yang lebih efektif. Melalui langkah-langkah ini, warung kelontong diharapkan mampu bersaing dan berkembang di tengah maraknya  ritel modern.
Analisis Kinerja Penanganan Stunting di Provinsi Sulawesi Barat Dengan Menggunakan Metode Logical Framework Analysis (LFA) Widya Lestari; Basri Bado; Citra Ayni Kamaruddin; Abd. Rahim; Sri Astuty
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 12 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v12i2.6157

Abstract

Stunting remains a serious challenge in human development, as it adversely affects development performance and economic growth, particularly in West Sulawesi Province, which has recorded the highest stunting prevalence in Sulawesi over the past several years. This study aims to analyze the performance of stunting reduction efforts in West Sulawesi Province by examining the alignment between policy objectives, program implementation, and achieved outcomes. The research adopts a qualitative approach using the Logical Framework Analysis (LFA) method. The data utilized are secondary data derived from development planning documents, program implementation reports, and official publications from relevant government institutions. The findings indicate that the high prevalence of stunting is influenced by limited access to nutritious food, poor sanitation and inadequate access to safe drinking water, a high incidence of early marriage, and the suboptimal implementation of accelerated stunting reduction programs. Based on the LFA results, policy recommendations for addressing stunting in West Sulawesi Province include strengthening food security and promoting local food diversification; improving community-based drinking water supply and sanitation facilities; enhancing education and awareness programs to prevent early marriage alongside the provision of educational assistance; and improving the quality and effectiveness of both specific and sensitive interventions implemented in an integrated and convergent manner through cross-sectoral synergy at the national, regional, and village levels. Addressing stunting requires a multidimensional and collaborative approach that involves strong cross-sectoral coordination, sustained commitment from local governments, active community participation, and the efficient and well-targeted utilization of funding sources, supported by continuous monitoring and supervision.
Determinan Ketimpangan Pendapatan Pasca Covid-19 di Sulawesi Tenggara Salsa Amelia Azzahra; Basri Bado; Irwandi Irwandi; Sri Astuty; Muhammad Syafri
Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 23 No. 2 (2025): Primanomics : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/pe.v23i2.3452

Abstract

The COVID-19 pandemic that struck the world caused a multisectoral crisis, weakened economic growth, and limited people's ability to carry out daily activities. Weakening growth led to a decline in per capita income, which in turn exacerbated income inequality. Income inequality is reflected by the Gini ratio index. In Southeast Sulawesi, the Gini ratio index increased during the COVID-19 pandemic and was consistently higher than the Gini ratio indices for Sulawesi Island and the national average. Therefore, this study aims to examine how economic growth, poverty, unemployment, the Human Development Index (HDI), and infrastructure impact income inequality in post-COVID-19 Southeast Sulawesi. This study employs a quantitative method, using secondary data from 2023 for each district/city in Southeast Sulawesi, obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS). The analysis was conducted using the Ordinary Least Squares (OLS) method with Eviews 12 software. The results of the study indicate that, partially, the variable of economic growth has a negative and significant effect on income inequality in post-COVID-19 Southeast Sulawesi. The poverty variable has a negative but insignificant effect on income inequality. The unemployment variable has a positive but insignificant effect on income inequality. Meanwhile, the variables of the Human Development Index and infrastructure have positive and significant effects on income inequality. Simultaneously, economic growth, poverty, unemployment, the Human Development Index, and infrastructure collectively influence income inequality in post-COVID-19 Southeast Sulawesi.
Keputusan Pelaku UMKM Menggunakan QRIS Sebagai Sistem Pembayaran Di Kecamatan Tamalate Dengan Pendekatan Logistik Biner Noer Kholifa Fitriyaningrum; Basri Bado; Sri Astuty; Abd. Rahim; Muhammad Imam Ma’ruf
Jurnal Ekuilnomi Vol. 8 No. 2 (2026): Ekuilnomi Vol 8 (2), Mei 2026
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/thqv0g66

Abstract

Penelitian kuantitatif ini mengkaji keputusan UMKM kuliner dalam mengadopsi dan memilih jenis QRIS (Statis atau Dinamis) di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Melalui teknik snowball sampling, data dari 40 responden dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan regresi logistik biner. Hasil uji instrumen menunjukkan seluruh kuesioner valid dan reliabel. Berdasarkan hasil uji Rank Spearman, seluruh variabel bebas (kemanfaatan, kemudahan, keamanan, pengetahuan) memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap keputusan menggunakan QRIS secara umum, dengan keamanan sebagai faktor terkuat. Namun, hasil uji regresi logistik biner menunjukkan seluruh variabel bebas tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik terhadap probabilitas pemilihan jenis QRIS yang diperlihatkan oleh nilai yang dihasilkan Nagelkerke sangat rendah yaitu 0,037 atau 3,7%. Ketidaksignifikanan model ini mengungkap implikasi manajerial bahwa keputusan riil UMKM memilih jenis QRIS tidak ditentukan oleh persepsi keamanan atau pengetahuan digital, melainkan pada langkah taktis efisiensi biaya operasional jangka pendek melalui penolakan menggunakan perangkat mesin EDC. Secara makro, dominasi QRIS statis yang masif oleh 95% pelaku UMKM berpotensi mendorong kecepatan peredaran uang (V) dalam teori kuantitas uang, sehingga hal ini dapat mendukung efisiensi transaksi di sektor riil.