Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Edukasi kesehatan tentang status vaksinasi dengan kejadian stunting Andri Yulianto; Yusnita Yusnita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.105 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.221

Abstract

Introduction: Stunting conditions at birth affect the development or growth of children so that stunting toddlers in the future will have difficulty in achieving optimal physical and cognitive development. Objective: To determine the relationship between vaccination status and the incidence of stunting. Methods: Analytical observational research with a case-control study approach. The sampling technique used is simple random sampling with a sample size of 99 respondents. Collecting data using observation sheets and MCH handbooks. statistical analysis using Chi Square Statistical Test. Results: From 33 toddlers 1-3 years old, there were 19 (57.6%) respondents who experienced stunting with a history of vaccination status in the incomplete category and 14 (42.4%) complete respondents. there is a relationship between vaccination status and the incidence of stunting in infants aged 1-3 years, the P value is 0.011 (smaller than alpha = 0.05). Conclusion: There is a relationship between vaccination status and the incidence of stunting in infants aged 1-3 years in the Work Area of ​​the Wates Health Center.   Pendahuluan: Kondisi stunting saat lahir berpengaruh terhadap perkembangan atau pertumbuhan anak sehingga balita stunting di masa dating akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status vaksinasi dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian observasional analitik dengan penekatan  studi kasus control. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel yaitu 99 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan buku KIA. analisis stastistik mengunakan Uji Statistik Chi Square. Hasil: Diketahui dari 33 balita 1-3 tahun didapatkan yang mengalami stunting dengan riwayat status vaksinasi dalam kategori tidak lengkap sebanyak 19 (57,6%) responden dan lengkap 14 (42,4%) responden. ada hubungan status vaksinasi terhadap kejadian stunting pada bayi usia 1-3 tahun  diperoleh nilai P sebesar 0,011 (Lebih kecil dari nilai alpha = 0,05). Simpulan: Ada hubungan status vaksinasi terhadap kejadian stunting pada bayi usia 1-3 tahun  di wilayah kerja Puskesmas Wates.
Edukasi Kesehatan Ibu Tentang Frekuensi Menyusui Dengan Kelancaran Produksi Air Susu Ibu Andri Yulianto; Nia Sagita Safitri; Yeti Septiasari; Senja Atika Sari
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.345 KB) | DOI: 10.59025/js.v1i3.19

Abstract

Sebagian besar ibu menyusui mengeluh tidak lancarnya ASI dikarenakan jumlah ASI yang sangat sedikit dan tidak memadai sehingga ibu memilih untuk memberikan susu formula. Produksi ASI yang tidak lancar menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan dalam pemberian ASI. Frekuensi  menyusui  merupakan salah satu usaha untuk memperbanyak produksi ASI semakin sering anak menghisap puting susu ibu maka akan terjadi peningkatan produksi ASI hal ini dikarenakan isapan bayi yang merangsang hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Tujuan untuk mengedukasi kesehatan pengetahun ibu tentang frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi asi. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Waktu pelaksanaan 20 juni 2019 di Puskesmas Kalirejo. Hasil Kegiatan didapatkan Dari 56 responden didapatkan sebagian responden menyusui secara baik atau sering yaitu 40 (71,4%) dan tidak baik  yaitu 16  (28%). sebagian besar menyusui dengan lancar yaitu 37 (66,1%) sedangkan yang menyusui tidak lancar 19 (33,9%). Adapun kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan edukasi kesehatan pengetahun ibu tentang frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi asi.
RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Andri Yulianto; Dzul Istiqomah Hasyim; Nurwinda Saputri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v12i2.2064

Abstract

Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Stunting pada anak dapat membawa dampak terhadap penurunan kualitas sumber daya manusia, salah satu faktor terjadinya stunting adalah pemberian ASI eksklusif. Anak balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif mempunyai resiko lebih besar untuk mengalami stunting dibandingkan dengan balita yang diberikan ASI eksklusif. Berdasarkan data di Puskesmas Gading Rejo cakupan ASI eksklusif tahun 2017 sebesar 39,6%, tahun 2018 sebesar 32,9% dan tahun 2019 sebesar 30,8%. Tujuan penelitian adalah diketahui hubungan riwayat pemberian asi eksklusif dengan kejadian Stunting di Puskesmas Gading Rejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2022. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh subjek dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 7 - 24 bulan sebanyak 796 balita dengan sampel yang digunakan sebanyak 236 responden menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data kuesioner dan lembar observasi. analsis data univariat dan bivariat (chi Square). Hasil diketahui responden dengan kejadian tidak stunting sebanyak 161 (68,2%) dan respoden dengan pemberian ASI tidak eksklusif sebanyak 159 (67,4%). Ada hubungan pemberian ASI ekslusif dengan Kejadian Stunting pada balita di Puskesmas Gading Rejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2022 dengan nilai (p-value = 0,017). Saran bagi pihak puskesmas agar dapat meningkatkan upaya promosi kesehatan yang berhubungan pada meningkatnya upaya mencegah stunting pada anak layaknya meningkatkan info-info yang berkaitan dengan stunting, pembuatan leaflet berkaitan dengan sebab dari stunting
GERAKAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GADING REJO Dzul Istiqomah Hasyim; Nurwinda Saputri; Andri Yulianto
Bagimu Negeri Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v6i2.1860

Abstract

Tingginya angka kejadian stunting menjadi perhatian pemerintah. Pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih jauh dari harapan. Secara nasional, cakupan bayi mendapat ASI eksklusif pada tahun 2017 sebesar 61,33%. Namun, angka ini belum mencapai dari target cakupan ASI eksklusif yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu 80% (Kemenkes, 2018). Tujuan pengabdian: Dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat memberdayakan peran masyarakat dalam pemberian asi eksklusif guna pencegahan stunting pada balita di puskesmas gading rejo pringsewu Metode : Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada ibu yang mempunyai balita akan pemberian asi eksklusif bisa mencegah kejadian stunting pada balita Hasil: Hasil dari proses pengabdian didapatkan meningkatnya pengetahuan responden akan pencegahan stunting dengan memberikan asi eksklusif. Simpulan: Hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan adalah adanya peningkatan pengetahuan dan informasi terkait materi yang dapat dilihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEBERHASILAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH Putri Maysaroh; Andri Yulianto; Yusnita Yusnita
Bagimu Negeri Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v7i1.2026

Abstract

Pola asuh merupakan peraturan yang dibuat oleh orang tua dan diterapkan kepada anaknya untuk membentuk karakter dan perilaku anak yang positif salah satunya pola asuh untuk program toilet training pada anak. Toilet training upaya dalam memandirikan dan mengarahkan anak untuk buang air besar dan kecil pada tempatnya yaitu toilet, serta mengajarkan anak untuk disiplin, bertanggung jawab atas dirinya. Keberhasilan toilet training tidak terlepas dari peran pola asuh orang tua dengan pola asuh yang tepat anak akan lebih cepat untuk mandiri dan berhasil dalam toilet training. Tujuan Pengabdian : dengan teselenggarakannya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pola asuh dengan keberhasilan toilet training pada anak usia pra sekolah. Metode : Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada orang tua tentang Pola Asuh dengan Keberhsilan Toilet Traning pada anak usia pra sekolah. Hasil : Hasil dari pengabdian masyarakat didapatkan meningkatnya pengetahuan orang tua akan pola asuh dengan keberhasilan toilet traning pada anak usia pra sekolah. Simpulan : Hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan adalah adanya peningkatan pengetahuan orang tua terhadap pola asuh dengan keberhasilan toilet training