Arfiza Ridwan
Community and Family Health Nursing, Master of Nursing Science Student, Faculty of Nursing, Prince of Songkla University Thailand and Nursing Lecturer of Nursing School, Faculty of Medicine, Syiah Kuala University

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi metode TREND (Teaching, Read and Explain, Evaluation) pada agregat anak usia sekolah untuk meningkatkan literasi kesehatan di Kecamatan Darussalam Aceh Besar Muthmainah, Fadhilla; Asniar, Asniar; Ridwan, Arfiza
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1472

Abstract

Literasi kesehatan mencakup kemampuan individu untuk mengakses, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan guna mendukung keputusan yang tepat. Rendahnya literasi kesehatan dapat menyebabkan kesulitan memahami informasi kesehatan, memilih makanan sehat, dan menjaga kebersihan diri, yang berdampak pada risiko kesehatan seperti obesitas atau penyakit infeksi. Penulisan ini bertujuan untuk menguraikan asuhan keperawatan komunitas pada agregat anak usia sekolah dalam upaya meningkatkan literasi kesehatan di sekolah dasar negeri ujong kuta kecamatan darussalam aceh besar. Pengkajian dilakukan melalui wawancara dengan kepala sekolah dan guru penanggung jawab Unit Kesehatan Sekolah (UKS), windshield survey, serta penyebaran instrument pegkajian literasi kesehatan pada anak usia sekolah kepada 38 siswa kelas 5 dan 6. Berdasarkan pengkajian, rata-rata skor literasi kesehatan siswa hanya 9,92, dengan kesalahan signifikan dalam memahami panduan kesehatan, seperti cara menjaga makanan (84,2%) dan membaca label makanan (47,4%). Masalah ini diperparah oleh kebiasaan tidak sehat, seperti berlarian tanpa sepatu dan konsumsi jajanan tidak sehat, serta rendahnya kemampuan membaca pada beberapa siswa kelas 5. Diagnosa keperawatan yang diidentifikasi adalah kesiapan meningkatkan literasi kesehatan. Berdasarkan pengkajian, dirancang intervensi berupa edukasi kesehatan dengan metode TREND (teaching, read and explain, evaluation). Implementasi dilakukan selama satu hari pada 29 November 2024, melibatkan 43 siswa. Evaluasi dilakukan pada hari selanjutnya melalui posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor rata-rata literasi kesehatan menjadi 14,00 setelah intervensi. Hasil Uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,001 yang mengindikasikan bahwa intervensi keperawatan komunitas dengan metode TREND terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa sekolah dasar. Untuk mendukung keberlanjutan program, disarankan agar pihak sekolah memanfaatkan media edukasi seperti poster dan video untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya literasi kesehatan.
PENGARUH PROGRAM MANAJEMEN DIRI BERBASIS KELOMPOK TERHADAP PERILAKU DIET HIPERTENSI DI ACEH Ridwan, Arfiza; Boonyasopun, Umaporn; Jittanoon, Piyanuch; Dineva R, Farah
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.21002

Abstract

Hipertensi merupakan tantangan di semua negara karena prevalensinya yang tinggi. Perawatan hipertensi dalam keperawatan komunitas melibatkan perawatan non-farmakologis terstruktur termasuk konseling tentang perubahan gaya hidup. Tujuan dari studi kuasi-eksperimental ini adalah untuk menguji efek dari program manajemen diri diet berbasis kelompok pada perilaku diet masyarakat dengan hipertensi. Delapan puluh delapan sampel dipilih dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan program pengelolaan pola makan berbasis kelompok, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapat buku pedoman perilaku diet hipertensi ketika penelitian selesai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari perilaku diet kelompok eksperimen sebelum dan sesudah mengikuti program (t = -11,315, df = 43, p 0,05). Terdapat juga perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (t = 9.231, df = 86, p 0.05). Hal tersebut mengindikasikan bahwa program manajemen diri diet berbasis kelompok meningkatkan perilaku diet masyarakat penderita hipertensi secara efektif di Indonesia. Oleh karena itu, disarankan bagi perawat untuk melaksanakan program yang dipandu oleh penelitian ini dalam menerapkan proses manajemen diri diet berbasis kelompok
EDUKASI JAJANAN SEHAT DENGAN METODE CERAMAH MENGGUNAKAN PERMAINAN KARTU KUARTET PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Sazida, Hanna; Tahlil, Teuku; Ridwan, Arfiza
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v6i1.5293

Abstract

The health of primary school-age children is an important component of public health development. In this phase, children are in a critical period of growth and development, as well as at risk of health problems, one of which is due to unhealthy snack consumption behaviour. This community nursing intervention aims to increase knowledge and awareness of healthy snacks among children in one of the elementary schools in Aceh Besar District, Aceh Province. The educational method used lectures and quartet card games adapted to the age of the children. Academic activities were divided into four parts: pre-test, material delivery, quartet card game, and post-test. The evaluation results showed that after the intervention, the proportion of students with high knowledge (80%) was higher than those with medium (20%) and low expertise (0%). Using lecture methods and quartet card games can increase the knowledge and awareness of elementary school students about healthy snacks. Schools, community nurses and other related professionals can consider applying lecture methods and quartet card games to improve students' snacking behaviour at school.
Improving the competence of School Health Unit Teachers in first aid for wounds and choking at SDN Lamklat, Aceh Besar [Peningkatan kompetensi guru uks dalam pertolongan pertama luka dan tersedak di SDN Lamklat Aceh Besar] Nurcahaya, Uci; Ridwan, Arfiza
Buletin Pengabdian Vol 5, No 3 (2025): Bull. Community. Serv.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpen.v5i3.48800

Abstract

Ensuring a safe and health-promoting school environment requires adequate teacher competence in first aid management. However, limited teacher knowledge and practical skills in providing first aid remain a critical concern in many elementary schools. This community service initiative aimed to implement community nursing care through educational interventions and first aid demonstrations focusing on injury and choking management, thereby improving teachers knowledge and preparedness. The activity employed the community nursing process comprising assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. A windshield survey revealed frequent minor injuries among students, insufficient first aid facilities, the absence of a School Health Unit (UKS), and several environmental risk factors for injuries. Interviews with the principal and UKS instructor indicated that while injuries were common and choking incidents had occurred within the past six months, teachers had not previously received formal training or procedural guidance. The intervention included lectures and demonstrations delivered to three UKS instructor teachers, utilizing PowerPoint slides, leaflets, teaching aids, and guidebooks. Knowledge and skills were evaluated using pre-test and post-test instruments and an observation checklist. Results indicated a substantial increase in knowledge from 33.3% to 100%, with wound management skills rated as good (100%) and choking management skills rated as good in most participants (66.7%). In conclusion, educational and demonstrative interventions effectively enhanced teachers first aid competence. The program has potential for replication by schools, community health centers, and education authorities as a promotive and preventive strategy at the elementary school level.