Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemanfaatan Tabung Freon sebagai Komponen Utama Mesin Pemecah Tempurung Kemiri (Aleurites moluccana) Iikwanto Lasimpala; Mustofa; Siradjuddin Haluti
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 1 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 1 Januari 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i1.3911

Abstract

Candlenut is a plantation crop that is rich in benefits and uses. The increasing need for benefits and uses certainly has an impact on increasing production. Increased production must be supported by adequate technology. The technology applied must take into account local environmental conditions and the availability of raw materials. Many tools sometimes have no economic value but can be used as the main components of agricultural machinery and equipment, such as freon cylinders. This research aims to test the suitability of freon tubes as the main component for making candlenut crushing machines. The design results show that the freon tube can act as a candlenut crushing machine. However, the performance of this machine was not optimal because there were still a lot of crushed candlenuts. Apart from that, there are still candlenuts that escaped. Therefore, it is necessary to develop this machine to increase its productivity and performance.
Design of Integrated Distillation-Dehydration Prototype for Bioethanol with Flexible Column and Capillary Condenser Mustofa; Siradjuddin Haluti; Ovin Daud
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol. 25 No. 3 (2025): November
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/logic.v25i3.156-168

Abstract

The production of high-purity bioethanol remains a challenge, particularly when the feedstock originates from traditional fermentation processes such as cap tikus. This study presents an integrated distillation–dehydration prototype that enables simultaneous vapor separation and moisture removal within a single columnn – an innovation that combines a flexible dual-layer adsorbent chamber and a capillary-type condenser tio improve mass and heat transfer performance. The prototype consists of three main components: a boiler with a diameter and height of 500 mm, a distillation–dehydration column with a diameter of 101.6 mm and a height of 1000 mm designed for flexibility to accommodate various adsorbents, and a shell-and-tube condenser 1200 mm long equipped with 19 capillary tubes of 8 mm diameter. Heat is supplied by a “1000-eye” gas burner that ensures uniform thermal distribution at the boiler base. Preliminary testing with 10.8 L of cap tikus (25% alcohol) produced 94 mL of distillate in 3 hours, with a stable of 5 °C temperature gradient along the column. The resulting distillate reached alcohol 87% purity, demonstrating the capability of the integrated system to enhance dehydration performance. Despite performance limitations caused by heat losses in the boiler and vapor-flow resistance witihn the zeolite-packed column, theprototype shows promising thermal and separation characteristics and is ready for futher optimization to increase distillation rate and energy efficiency.
MERANCANG MESIN PENGADUK PAKAN AYAM SISTEM VERTIKAL MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK Syarif Abdullah; Farid Darise; Siradjuddin Haluti
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Titik tolak keberhasilan dalam berternak adalah kemampuan menyediakan pakan yang sempurna. Dalam arti pakan dengan nilai gizinya tinggi dan tersedia secara kontinyu. Banyak para peternak dalam pengadukan pakan masih dilakukan dengan cara manual. Hal ini memungkinkan bahan pakan tidak akan tercampur dengan sempurna. Untuk itu dirancang sebuah alat yang digunakan untuk mencapur pakan ternak dengan system vertical dan menggunakan motor listrik untuk mempercepat pengadukan. Dalam hasil pengujian alat yang dilakukan menggunakan 3 sample pengujian yaitu : (a). Pengujian limbah tahu dan jagung dengan rata-rata berat 40 kg dan waktu 181 detik. (b). Pengujian limbah tahu dan dedak padi dengan rata-rata berat 40 kg dan waktu 271 detik. (c) Pengujian dedak padi dan jagung dengan rata-rata berat 30 kg dan waktu 242 detik. Hasil perhitungan kapasitas mesin pengaduk pakan ayam sistem vertikal menggunakan motor listrik. (a). Pengujian limbah tahu dan jagung dengan kapasitas 795.58 kg/jam. (b). Pengujian limbah tahu dan dedak padi dengan kapasitas 531.36 kg/jam. (c). Pengujian dedak padi dan jagung dengan kapasitas 446.28 kg/jam
DESAIN HAMMER MILL PENGGILING TONGKOL JAGUNG BENTUK SEGITIGA MENGGUNAKAN PENGGERAK MOTOR BENSIN Abdul Hanto; Siradjuddin Haluti; Sjahril Botutihe
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal JTPG (Oktober)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jagung merupakan tanaman pangan kedua setelah padi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia dan ternak karena hampir keseluruhan bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan. Selain sebagai komoditas pangan, jagung sangat dibutuhkan sebagai penyusun utama bahan pakan ternak terutama unggas. Di Indonesia, jumlah kebutuhan jagung meningkat dari tahun ke tahun dalam jumlah yang cukup tinggi karena adanya permintaan dari industri pakan ternak. Selama ini sudah ada hammer mill penggiling tongkol jagung keluaran pabrik dengan menggunakan mesin diesel, namun keberadaan hammer mill tongkol jagung buatan pabrik menjadi ganjalan bagi pelaku usaha ternak skala kecil, hal ini disebabkan dalam industri peternakan skala kecil tidak memiliki ruang yang luas untuk menempatkan sebuah mesin, dikarenakan mesin hammer mill tersebut memiliki dimensi yang luas, daya motor yang besar dan dimensi hammer mill yang cukup besar serta konsumsi bahan bakar yang besar. Pelaku usaha peternakan skala kecil memerlukan mesin penggiling tongkol jagung menggunakan penggerak motor bensin yang memiliki hammermiil dengan ukuran yang lebih kecil yang mampu memuaskan konsumen (peternak) dengan luas dimensi ringkas dan proses penggilingan yang tepat. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha peternakan dan pengolahan limbah jagung, maka perlu dilakukan desaian hammer mill tongkol jagung bentuk segitiga menggunakan penggerak motor bensin, dengan dimensi dan ukuran yang lebih kecil. dengan panjang keseluruhan 450 mm lebar 200 mm dan tinggi 200 mm. Mempunyai tiga buah dudukan mata pisau dengan tiap-tiap dudukan memiliki 16 buah mata pisau dengan keseluruhan mata pisau berjumlah 48 buah mata pisau. Hasil pengujian menunjukan bahwa hammer mill penggiling tongkol jagung dengan bentuk segitiga lebih bagus hasil penggilingannya serta lebih halus butiran tongkolnya dari pada hammer mill penggiling sebelumnya dengan produktivitas rata-rata 36 kg/jam dengan ukuran ≤ 4 mm.
REDESAIN ALAT TEST BAR COLLET UNTUK KEPRESISIAN MESIN BUBUT KONVENSIONAL Jefrin H. Antungo; Siradjuddin Haluti; Yunita Djamalu
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal JTPG (Oktober)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat tes bar kollet merupakan suatu alat yang di gunakan untuk kepresisian atau kesejajaran terhadap kepala tetap dan kepala lepas pada mesin bubut, sehubungan dengan hal itu mesin bubut perlu dirawat agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan seperti berkarat dll, bahan yang di gunakan untuk membuat alat tes bar kollet yakni baja dan stainless serta tidak gampang berkarat. Mesin bubut terbagi atas beberapa jenis yakni, mesin bubut konvensional (biasa), mesin bubut celtic 14, mesin bubut ringan, mesin bubut sedang, mesin bubut standar, dan mesin bubut panjang. Tetapi, mesin bubut yang akan digunakan untuk membuat tes bar kollet tersebut adalah mesin bubut konvensional yang memiliki lubang tirus dan tidak memiliki ulir. Pembuatan alat tes bar kollet ini di awali dengan proses persiapan alat dan bahan, penjadwalan waktu pelaksaan, langkah - langkah pengerjaan, proses pembuatan, dan hingga sampai pada pengerjaan fhinishing. Alat tes bar kollet tersebut di buat hanya memiliki beberapa bentuk yakni bentuk tirus, bentuk bubut rata, dan champer. Prinsip kerja dari alat ini, bentuk tirus pada tes bar kollet di masukan pada lubang kepala tetap dan lubang kecil yang ada pada ujung tes bar kollet menyentuh pada ujung senter putar yang terpasang pada kepala lepas. Hasil yang di dapatkan pada percobaan sebelum dan sesudah menggunakan tes bar kollet berbeda, pada percobaan awal pembubutan sebelum menggunakan alat tes bar kollet hasilnya tidak sesuai dan setelah pada percobaan ke dua dengan menggunakan alat tes bar kollet hasilnya sesuai yang di inginkan.
RANCANG BANGUN ALAT PENYIANG GULMA PADA PADI SAWAH Abdul Karim Hayun; Siradjuddin Haluti; Evi Sunarti Antu
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal JTPG (Oktober)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyiangan merupakan suatu kegiatan mencabut rumput (gulma) yang berada di antara sela-sela padi, dan sekaligus menggemburkan tanah. Cara kerja alat ini yaitu didorong secara berulang-ulang dalam satu lintasan sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membersikan satu lintasan pada sela-sela tanaman padi. Kelebihan alat ini yaitu, mudah dibuat, material yang digunakan tidak terlalu mahal. Kekurangan, cara kerjanya sangat lambat, sehingga membutuhkan waktu yang banyak karena carakerjanya ulang-ulang, karena tidakhanya di dorong, akan tetapi mengaduk rumput (gulma) sampai tercampur dengan lumpur. Adapun mesin penyiang yang sudah pernah ada, cara kerja alat ini cepat, karena sudah mennggunakan motor bensin. Alat yang dirancang memiliki keunggulan tertentu. Alat ini terbuat dari kayu dan besi yang mengandalkan roda sebagai penghasil putaran untuk roda belakang yang berfungsi sebagai pisau yang mengocok rumput dengan tanah. Dari data diatas yang sudah diperoleh untuk hasil pengujian alat, penyiangan dapat diketahui secara pasti. Berdasrkan hasil uji coba dengan menggunakan alat penyiangan padi sawah yang sudah dimodifikasi. Alat ini memiliki pisau yang cukup banyak, yaitu berjumlah seluruhnya 37 mata pisau. Sehingga hasil penyiangan lebih bagus dan merata karena memiliki pembatas kedalaman sehingga dapat dikatakan bisa lebih baik dari kerja alat yang sudah pernah ada. Alat Penyiang Gulma dapat digunakan untuk menyiang padi sawah dengan genangan air 2 cm dan kedalaman lumpur 2 sampai cm dan jarak tanam padi tidak bias kurang dari 22 cm. Hasil untuk kerja Alat Penyiang didapat hasil 8-10 m/menit
RANCANG BANGUN MESIN PENGGILING TONGKOL SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK Alvian Bahu; Evi Sunarti Antu; Siradjuddin Haluti
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal JTPG (Oktober)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah sebagai bahan pakan ternak merupakan alternatif bijaksana dalam mematuhi kebutuhan nutrisi bagi ternak. Salah satu limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan adalah tanaman jagung, dalam bentuk batang, daun, dan janggel jagung. Batang dan daun jagung sudah biasa dimanfaatkan untuk pakan ternak, namun janggel atau tongkol jagung terutama di Gorontalo belum biasa dimanfaatkan untuk sebagai bahan pakan ternak. Tongkol jagung hanya dibakar karena merupakan limbah dan mengganggu lingkungan. Permasalahan utama pengolahan tongkol jagung sebagai pakan sapi adalah cara pengolahan dengan menggunakan mesin supaya menjadi partikel-partikel kecil agar dapat dikomsumsi oleh ternak dan hasilnya lebih cepat. Maka dirancang kembali sebuah alat penggiling tongkol jagung efisien dan efektif dari segi waktu dan biaya, dengan panjang keseluruhan 450 mm, lebar 200 mm dan tinggi 200 mm menggunakan motor bensin 5,5 pk. Dari hasil uji coba mesin penggiling tongkol jagung mempunyai kapasitas 32,258 kg/jam
PENGARUH UKURAN BAHAN BAKAR TONGKOL JAGUNG TERHADAP PERFORMA KOMPOR GASIFIKASI BIOMASSA TIPE FORCED DRAFT Romi Djafar; Yunita Djamalu; Siradjuddin Haluti; Sjahril Botutihe
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal JTPG
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat penggunaan biomassa di indonesia cukup tinggi yang digunakan pada sektor rumahtangga misalnya untuk keperluan memasak. Namun masyarakat umumnya menggunakan biomassadengan cara dibakar secara langsung. Sehingga metode pembakaran yang dihasilkan kurang efesiendan tidak ramah lingkungan. Maka dari itu, sejak dahulu kompor gasifikasi biomassa telah dibuat dantingkat pengembangannya sampai dengan sekarang ini. Berbagai desain dan model telah banyakdikembangkan untuk mengkonversi biomassa sebagai sumber energi alternatif untuk menghasilkankinerja yang lebih baik. Namun rancangan kompor gasifikasi yang sudah ada tersebut masih memilikiberbagai kendala antara lain proses gasifikasi yang belum optimal dan kualitas pembakaran yangrendah. Sasaran penelitian ini adalah fabrikasi kompor gasifikasi biomassa tipe forced draftmenggunakan blower sebagai udara primer untuk skala laboratorium. Gasifikasi biomassa menarikuntuk dikembangkan mengingat propinsi Gorontalo telah menetapkan pertanian sebagai programunggulan yang berbasis jagung. Saat ini limbah hasil pertanian berupa tongkol jagung yang melimpahtersebut tidak dimanfaatkan dan hanya dibakar secara langsung oleh masyarakatnya. Terutamamasyarakat yang tinggal dipemukiman pelosok desa bahkan daerah terisolir sehingga dipastikanbahwa jangkauan suplai energi listik dari PLN tidak terdapat pada daerah tersebut. Oleh karena itu,Teknologi kompor gasifikasi yang dapat mengkonversi biomassa menjadi energi panas yang hematenergi dan ramah lingkungan sebagai solusi yang tepat untuk diperkenalkan kepada pemerintahdaerah maupun komunitas masyarakat yang ada.Tujuan Penelitian ini adalah rancang bangun dan fabrikasi kompor biomassa dengan bahan bakutongkol jagung. Hasil fabrikasi telah diuji kinerjanya dengan variasi ukuran bahan bakar yaitu 1; 2dan 3 cm masing-masing dengan jumlah bahan bakar 2 kg. Metode yang digunakan adalah waterboiling test (WBT) terhadap 3 liter air. Berdasarkan pengujian didapatkan hasil berupa start-uptercepat terjadi pada menit ke 5 dan waktu terlama pada menit ke 7, komsumsi bahan bakar yangdihasilkan berturut-turut 0,75 kg/h; 1.7 kg/h dan 2.6 kg/h. Power output yang didapatkan adalahterendah sebesar 0.53 kWh dan tertinggi sebesar 1.89 kWh. Sedangkan efesiensi termal komporgasifikasi dihasilkan sebesar 23.7%
DESAIN ALAT PELUBANG TANAH BIBIT KAKAO (Theobroma Cacao L) Erik Sawaludi Marwan; Iqrima Staddal; Siradjuddin Haluti
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal JTPG
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kakao merupakan tumbuhan dengan ketinggian 10 m, namun dalam pembudidayaan tingginya dibuattidak lebih dari 5 m dengan tajuk menyamping yang meluas. Buah kakao tumbuh dari bunga yangdiserbuki. Ukuran buah kakao jauh lebih besar dari bunganya dan berbentuk bulat hingga memanjang.Warna buah akan berubah seiring tingkat kematangan buah. Sewaktu muda buah berwarna hijauhingga ungu. Kulit luar buah ketika sudah masak biasanya berwarna kuning. Pada umumnya petanimembudidayakan tanaman kakao itu dengan cara melakukan pembibitan dalam suatu wadah (polybag)dengan selang waktu 2-3 minggu, setelah selesai pembibitan dalam wadah kemudian dipindahkankesuatu lahan yang telah disiapkan. Biasanya dalam proses pemindahan bibit ini petani menggunakanalat tradisional yang manual dan membutuhkan waktu serta tenaga yang banyak dalam prosespembuatan lubang tanam yang akan ditanami bibit kakao. Dibutuhkan alat teknologi tepat guna yanglebih efisien dalam pembuatan lubang, sehingga proses lebih muda, hemat tenaga dan lebih cepatseperti alat pelubang tanam bibit kakao. Kapasitas dari alat pelubang tanam bibit kakao ini sebesar 57kg/jam
REDESAIN ALAT PEMBELAH BUAH DURIAN MENGGUNAKAN PRINSIP SISTEM MEKANIK VERTICAL PRESS DAN PORTABLE Jemris Sairullah; Siradjuddin Haluti; Burhan Liputo
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal JTPG (April)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v3i1.165

Abstract

Durian adalah suatu tanaman yang banyak tumbuh di daerah tropis contohnya seperti di Indonesia. Durian memiliki ciri-ciri yang khas yaitu kulitnya yang berduri dan memiliki aroma yang khas yang banyak disukai masyarakat. Untuk proses pembukaan pada awalnya alat yang digunakan untuk membelah durian hanya menggunakan cara manual yaitu hanya dengan menggunakan parang atau pisau. Namun, dengan cara seperti itu memiliki banyak kekurangan yaitu dari faktor keamanan yang kurang terjamin. Untuk mengatasi masalah diatas, perlu dibuat suatu alat pembelah durian dimana pengoperasiannya secara mekanik. Prinsip alat pembuka durian ini yaitu dengan meletakkan buah durian pada dudukan tempat buah durian, kemudian tuas ditekan dan menurunkan mata pisau mengenai buah durian, setelah itu mata pisau yang mempunyai sisi yang berbentuk segitiga menusuk buah durian, kemudian barulah menekan tuas sehigga menyebabkan mata pisau menancap pada buah tersebut, selanjutnya membuka untuk melebarkan bukanya buah durian, sehingga buah durian akan terbuka dengan utuh. Pembuatan komponen-komponen alat seperti: Tiang,dudukan buah durian, tuas penekan, mata pisau dan komponen penghubung. Efisiensi waktu pembukaan buah durian manual rata-rata pengerjaan 30 detik dan menggunakan alat pembuka durian secara mekanik rata-rata pengerjaan 30 detik. Spesikasi alat dibuat dengan ukuran panjang 500 mm, lebar 150 mm, tinggi 120 mm dan berat 8 kg.