Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Ocean Current Energy Conversion System in Wallacea Region Using Variable Speed Control Approach Nugraha, Aditya Sukma; Rijanto, Estiko
Journal of Mechatronics, Electrical Power and Vehicular Technology Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Research Centre for Electrical Power and Mechatronics, Indonesian Istitutes of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.708 KB) | DOI: 10.14203/j.mev.2010.v1.27-34

Abstract

Ocean Current Energy Conversion System (OCECS) is a promising green energy resource in this globe. The Thermohaline circulation data indicates that the Wallacea region has the potential of ocean current energy resources. This paper is aimed to propose research and development of OCECSs to be implemented in the Wallacea region. Firstly, four types of green energy conversion systems extracted from ocean are reviewed. Their advantages and disadvantages are discussed. Secondly, the potential of OCECS in the Wallacea region is described. Third, many types of turbines used for OCECS are reviewed and the turbine type for OCECS is selected to be implemented in the Wallacea region. Fourth, control strategy is proposed.From the work reported in this paper it is concluded that it is appropriate to implement OCECSs using axial flow water turbines in the Wallacea region, and that to maximize energy conversion variable speed control approach is selected together with control of mechanism to move the turbine vertically as well as to rotate the turbine in yaw direction. 
Perancangan Kontroler DC Link Inverter Sisi Jala-jala pada Kondisi Faktor Daya 1 untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu 100kW Muqorobin, Anwar; Rijanto, Estiko
INKOM Journal Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.745 KB) | DOI: 10.14203/j.inkom.61

Abstract

Sistem kontrol pembangkit listrik tenaga bayu (PLTBayu) 100kW yang sedang dirancang bangun di Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (Puslit Telimek) LIPI memakai inverter 3 fasa yang dipasang pada sisi jala-jala. Inverter ini berfungsi menyalurkan daya listrik yang dibangkitkan oleh generator induksi 3 fasa dari DC link saat operasi dan menyalurkan daya listrik dari jala-jala ke DC link saat start up. Saat melakukan fungsinya inverter ini perlu dikontrol untuk  menjaga tegangan DC link pada kisaran nilai yang diinginkan. Makalah ini bertujuan untuk merancang kontroler tegangan DC link untuk inverter sisi jala-jala. Kontrol dc link terdiri dari kontrol umpan balik PI dan kontrol umpan maju dari arus yang masuk dari sisi generator. Pada makalah ini digunakan sinusoidal Pulse Width Modulation (PWM)  dengan dan tanpa penambahan sinyal urutan nol (ZSS). Dari hasil simulasi ditarik kesimpulan: (a) kontroler DC link yang telah dirancang mampu mencapai tegangan referensi yang diinginkan, (b) modulasi dengan tambahan sinyal urutan nol memberikan tanggapan tegangan DC link yang lebih baik dari pada modulasi tanpa tambahan sinyal urutan nol, dan (c) modulasi dengan tambahan sinyal urutan nol memberikan faktor daya yang lebih mendekati 1 dari pada modulasi tanpa tambahan sinyal urutan nol.Kata kunci: tenaga bayu, pembangkit listrik, inverter 3 fasa, kontrol tegangan dc link, kontrol umpan balik, kontrol umpan maju, sinusoidal PWM, ZSS.
Rancang Bangun Kontroler Tegangan Analog untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan Generator Sinkron 3 Fasa Kapasitas 9MVA Rijanto, Estiko
INKOM Journal Vol 3, No 1-2 (2009)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.011 KB) | DOI: 10.14203/j.inkom.44

Abstract

Beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia yang telah dioperasikan lebih dari dua dekade masih memakai teknologi analog untuk kontroler  tegangannya yang diimpor dari luar negeri. Berhentinya produksi kontroler tegangan analog tersebut di luar negeri mengancam kesinambungan operasi PLTA yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang bangun sebuah unit kontroler tegangan otomatik menggunakan rangkaian elektronik analog untuk sistem eksitasi statik pada pembangkit listrik generator sinkron 3 fasa berkapasitas 9MVA Kontroler ini tersusun oleh beberapa modul utama yaitu: (a) pengeset tegangan referensi, (b) pendeteksi tegangan generator, (c) regulator tegangan, (d) penguat penyesuai, dan (e) regulator sudut pulsa penyalaan jembatan thyristor gelombang penuh. Unit kontroler tegangan analog hasil rancang bangun pada penelitian ini telah diujicoba pada eksperimen simulasi dan dapat bekerja dengan baik memenuhi spesifikasi.Kata kunci: PLTA, kontroler tegangan analog, sistem eksitasi statik, jembatan thyristor.
A Control Technique of Stepper Motors for Simulated Altitude Indicator Development Used in Helicopter Simulator Rijanto, Estiko
INKOM Journal Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.839 KB) | DOI: 10.14203/j.inkom.50

Abstract

A helicopter simulator has to be built to fully resemble the real cockpit environment including its instruments. A simulated instrument incorporates mechatronics technology where a mechanical system is electronically controlled to indicate a certain flight variable. This paper describes development of a simulated altitude indicator (SAI) used for a super puma helicopter simulator. This indicator has a main pointer which can rotate 100 times, a small pointer which can rotate 10 times, and a triangular pointer which can rotate once. The novel feature of this paper is that the main and small pointers are actuated by ready on the self stepper motors, instead of commonly used synchros. A control technique is proposed to rotate the motor, and the positioning error is minimized by software compensator. From the repetitive precision experimental result it was obtained that the developed SAI could work well with the degree of precision of 0.03 (dial memory) for the main pointer and 0.22 (dial memory) for the small pointer.
Identifikasi Parameter Koefisien Gesek Memakai Metode Jaringan Saraf Tiruan Untuk Kontrol Dinamika Kendaraan Mirdanies, Midriem; Rijanto, Estiko
INKOM Journal Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.166 KB) | DOI: 10.14203/j.inkom.91

Abstract

Pengendalian dinamika kendaraan agar lebih stabil saat bermanufer tergantung pada gaya gesek antara roda kendaraan dan permukaan jalan. Pada tulisan ini disajikan sebuah aplikasi metode identifikasi parameter model non-linear menggunakan metode backpropagation yang merupakan salah satu metode pada jaringan saraf tiruan (JST). Model pada tulisan ini adalah model koefisien gaya gesek antara roda kendaraan dan permukaan jalan yang memiliki dua buah parameter yang nilainya perlu ditentukan. Pendekatan metode jaringan saraf tiruan yang digunakan pada tulisan ini memiliki satu masukan, satu lapisan tersembunyi (hidden layer), dan satu keluaran. Simulasi komputer telah dilakukan menggunakan perangkat lunak GNU Octave terhadap tiga kondisi jalan yaitu kondisi jalan licin, kondisi jalan aspal basah, dan kondisi jalan aspal kering. Dari hasil simulasi telah diperoleh nilai dua parameter tersebut sehingga persamaan koefisien gesekan pada jalan licin menjadi: µ = 0.4 sin(1,5761.tan-1(10,901.s)), pada jalan aspal basah: µ = 0.6 sin(1,6443.tan-1(9,5941.s)) dan pada jalan aspal kering: µ = 0.9 sin(-1,6354.tan-1(-10,279.s)).
Key Factors that Negatively Affect Performance of Imitation Learning for Autonomous Driving Rijanto, Estiko; Changgraini, Nelson; Saputra, Roni Permana; Abidin, Zainal
Journal of Robotics and Control (JRC) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jrc.v5i1.20371

Abstract

Conditional imitation learning (CIL) has proven superior to other autonomous driving (AD) algorithms. However, its performance evaluation through physical implementations is still limited. This work contributes a systematic evaluation to identify key factors potentially improving its performance. It modified convolutional neural network parameter values, such as reducing the number of filter channels and neuron units, and implemented the model into a vision-based autonomous vehicle (AV). The AV has front-wheel steering with an Ackermann mechanism since it is commonly used by passenger cars. Using the Inertia Measurement Unit, we measured the vehicle’s location and yaw angle along the experimental route. The AV had to move autonomously through new road sectors in the morning, afternoon, and night. First, an overall performance evaluation was carried out. The results showed a 99% success rate from 648 evaluation experiments under different conditions in which the 1% failure rate happened at new intersections. Then, a turning performance evaluation was conducted to identify key factors leading to failure at new intersections. They include fast speed, dazzling light reflection, late navigation command change instant, and the untrained turning driving pattern. The AV never failed while driving on the trained routes. It had a 100% success rate when driving slower, even under various lighting conditions and at various driving patterns, including untrained intersections. Although this study is limited to identifying key factors at three constant speeds, the results become the foundation for future research to improve CIL performance for AD, including by incorporating multimodal fusion and multi-route networks.
Implementasi Metode Clustering Partisi dalam Menentukan Segmentasi Pelanggan Mirantika, Nita; Rijanto, Estiko
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 10 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v10i1.11320

Abstract

Segmentasi pelanggan termasuk bagian dari strategi pemasaran yang diperlukan perusahaan melalui pengelompokkan pelanggan yang memiliki kesamaan karakteristik. PT XYZ yang bergerak di bidang peternakan memiliki pelanggan yang tersebar di berbagai wilayah dengan karakteristik yang beragam sehingga membutuhkan segmentasi pelanggan dalam membuat strategi pemasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan segmentasi pelanggan dengan menggunakan metode clustering partisi yaitu algoritma K-Means dan algoritma K-Medoids serta membandingkan kinerja kedua algoritma tersebut. Model RFM (Recency-Frequency-Monetary) digunakan dalam pemilihan atribut penelitian. Metode Elbow digunakan dalam penentuan jumlah cluster optimum dan metode Davies-Bouldin Index (DBI) digunakan dalam evaluasi hasil clustering. Segmentasi pelanggan menggunakan algoritma K-Means menghasilkan tiga jenis pelanggan yaitu superstar, typical customer dan dormant customer. Sedangkan segmentasi pelanggan menggunakan algoritma K-Medoids menghasilkan empat jenis pelanggan yaitu superstar, typical customer, customer needing attention dan dormant customer. Hasil evaluasi clustering diperoleh nilai DBI K-Means jauh lebih kecil dari nilai DBI K-Medoids. Hasil ini menunjukkan bahwa pada metode clustering partisi, algoritma K-Means lebih baik daripada algoritma K-Medoids dalam menentukan segmentasi pelanggan.
Lokalisasi Kendaraan Otonom Berbasis Extended Kalman Filter di Lingkungan ROS Sarotama, Afrias; Rijanto, Estiko; Muhaimin, Mimin
SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan) Vol 6 (2024)
Publisher : SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokumen ini menunjukkan bagaimana menentukan lokalisasi kendaraan otonom. Lokalisasi merupakan proses penentuan tempat dan arah kendaraan otonom saat ini di lingkungannya. Berdasarkan pengetahuan tempat dan arah saat ini, kendaraan otonom dapat mengendalikan diri menuju tujuannya. Penentuan tempat dan arah kendaraan didapatkan dari sensor-sensor seperti Global Positioning System (GPS), Inertial Measurement Unit (IMU), odometry dan kamera Real-Time Appearance-Based(RTAB).  Masalah muncul saat semua data yang diterima dari sensor-sensor ini mempunyai kesalahan dengan standar deviasi sendiri-sendiri. Selain itu ketersediaan data dari setiap sensor mempunyai waktu dan periode sendiri..  Diperoleh metoda ilmiah melalui sebuah penelitian library research berupa penggunaan extended kalman filter untuk mendapatkan lokasi dan orientasi kendaraan otonom. Lokalisasi dicoba di lingkungan Robotic Operatic System (ROS) Humble.
Three-axis flexible tube sensor with LSTM-based force prediction for alignment of electric vehicle charging ports Saputra, Hendri Maja; Pahrurrozi, Ahmad; Baskoro, Catur Hilman Adritya Haryo Bhakti; Nor, Nur Safwati Mohd; Ismail, Nanang; Rijanto, Estiko; Yazid, Edwar; Zain, Mohd Zarhamdy Md; Darus, Intan Zaurah Mat
Journal of Mechatronics, Electrical Power, and Vehicular Technology Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/j.mev.2024.1104

Abstract

This paper introduces a novel three-axis flexible tube sensor designed for force measurement in electric vehicle (EV) charging port alignment, utilizing long short-term memory (LSTM) networks. The research aims to develop and validate a flexible and accurate sensor system capable of predicting multi-axis forces during alignment. The sensor integrates a magnetic sensor at the center of a flexible tube to capture three-dimensional (3-D) magnetic field variations corresponding to force changes. Fabricated using thermoplastic polyurethane (TPU) via 3-D printing technology, the sensor leverages machine learning to predict force values along the , , and  axes ( , , ). Finite element method (FEM) analysis was conducted to assess the deflection characteristics of the flexible tube under various force conditions. Experimental results demonstrate that integrating LSTM significantly enhances the accuracy of force prediction, achieving an R² score exceeding 97 % for all axes, with mean squared error (MSE) values of 0.2819 for the -axis, 0.3567 for the -axis, and 2.8086 for the -axis. The sensor is capable of measuring forces up to 30 N without exceeding its elastic limits. These findings highlight the sensor’s potential for improving alignment accuracy and reliability in automated EV charging systems.
PERANCANGAN MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM KEAHLIAN PEGAWAI PADA DIREKTORAT UMUM DAN OPERASIONAL DI RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG Kurnia, Yales; Rijanto, Estiko
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 2 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v2i2.309

Abstract

Berpindahnya pegawai dari suatu unit kerja ke unit lain dapat mengakibatkan penurunan kinerja perusahaan jika penempatan pegawai tersebut tidak sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Untuk mengatasi masalah yang terjadi, perlu adanya informasi yang tepat mengenai pegawai dalam hal pengalaman pekerjaan, pendidikan dan keahlian khusus. Masalah tersebut juga dialami pada Direktorat Umum dan Operasional di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung(RSHS) dan Knowledge management adalah salah satu solusi dalam upaya untuk mengelola pengetahuan, baik itu tacit knowledge ataupun explicit knowledge yang terdapat dalam organisasi atau perusahaan. Berdasarkan permasalah tersebut, penelitian ini membahas tentang perancangan sebuah model Knowledge Management Systems (KMS) untuk Direktorat Umum dan Operasional di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung. Perancangan model KMS dalam penelitian ini, mengadopsi 10 Step Knowledge Management Roadmap yang disusun oleh Amrit Tiwana. Dari 10 langkah tersebut, penelitian ini hanya dibatasi sampai pada langkah ke enam, yaitu pembuatan blueprint KM. Pengumpulan data berupa kuesioner dan wawancara dibatasi hanya di Instalasi Sistem Informasi Rumah Sakit Direktorat Umum dan Operasional RSHS. Dan dari penelitian ini, didapat bahwa pendekatan KM kodifikasi memiliki bobot lebih besar dari pendekatan personalisasi. Penelitian ini menghasilkan sebuah model KMS untuk diterapkan di rumah sakit. Model KMS tersebut berupa usulan arsitektur KMS dengan menggunakan infrastruktur yang telah ada pada RSHS, pembentukan tim KM dan usulan fungsi-fungsi yang harus ada pada KMS.Â