Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Urine Sapi Sebagai Pupuk Organik Cair Melalui Fermentasi Di Kelurahan Poboya Kota Palu Sulawesi Tengah Sri Sudewi; Ratnawati Ratnawati; Kasman Jaya; Abdul Rahim Saleh
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.8138

Abstract

Kelompok Tani Taruna Mas Kelurahan Poboya Kota Palu merupakan kelompok tani aktif dalam melaksanakan usaha peternakan dan masih menggunakan pupuk serta pestisida kimia dalam proses budidaya pertaniannya. Limbah peternakan yang dihasilkan dari usaha tersebut saat ini belum termanfaatkan secara optimal, padahal berpotensi untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik padat dan cair. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Poboya bertujuan untuk memberikan motivasi, solusi dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kecakapan kepada kelompok tani dalam pemanfaatan dan pembuatan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan melalui proses fermentasi. Adapun metode yang diterapkan dalam kegiatan PKM ini meliputi a) Pemberian Materi/Penyuluhan; b) Pelatihan dan Pendampingan; c) Tahapan Demonstrasi; d) Indikator Keberhasilan; e) Monitoring dan Evaluasi. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan baik sesuai dengan target tujuan yang diharapkan. Terjadi peningkatan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan peserta yang signifikan sebesar 98%. Hal ini terlihat dari antusias selama proses kegiatan berlangsung serta setelah kegiatan berakhir melalui monitoring dan evaluasi. Pemanfaatan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair merupakan sebuah alternatif upaya dalam mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk dan pestisida kimia.
KEMAMPUAN DAYA SIMPAN DAN DAYA TUMBUH Trichoderma asperellum TR3 DALAM BERBAGAI KEMASAN Ratnawati; Arfan; Jaya, Kasman; Mufida
Jurnal Agrotech Vol 13 No 1 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i1.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan daya simpan formulasi bubuk cendawan Trichoderma asperellumTR3 dalam berbagai kemasan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu, yang berlangsung pada bulan Januari 2022 sampai Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan kombinasi perlakuan K1 = Aluminium Foil; K2 = Botol; K3 = Plastik Cetik, masing-masing diulang 3 kali sehingga terdapat 9 unit kombinasi perlakuan. Berdasarkan hasil pengamatan endapan menunjukkan bahwa pada kemasan botol memberi hasil lebih kecil dengan nilai rerata 47,6% dibanding dengan kemasan aluminium foil yang memiliki nilai rerata 52,8% dan plastik cetik 64,4%. Nilai rata-rata endapan tersebut menunjukkan persentase yang baik untuk dijadikan sebagai bahan dasar formulasi cendawan T.asperellum TR3 dalam berbagai kemasan. Sedangkan hasil pengamatan viabilitas menunjukan bahwa kemasan alumini um foil memberi hasil viabilitas dan daya simpan cendawan T.asperelum TR3 yang lebih baik pada pengamatan 10 MSI, meskipun berpengaruh tidak nyata dengan pengamatan lainnya.
Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Sebagai Pupuk Organik: Solusi Hijau bagi Kelompok Tani Taruna Mas di Kelurahan Poboya Kota Palu Ratnawati, Ratnawati; Jaya, Kasman; Sudewi, Sri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11387

Abstract

Kelurahan Poboya terletak di Kota Palu Sulawesi Tengah yang sebagian penduduknya bekerja sebagai petani. Petani di wilayah tersebut tergabung dalam Kelompok Tani Taruna Mas yang secara tradisional melakukan kegiatan beternak sapi sebagai usaha sampingannya. Limbah kotoran ternak yang dihasilkan dari kegiatan beternak kelompok kani tersebut belum diolah secara optimal sebagai pupuk organik untuk lahan pertanian. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan, pemahaman serta keterampilan kepada masyarakat untuk mengubah limbah ternak berupa kotoran sapi menjadi pupuk organik yang dapat menguntungkan secara ekonomi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode atau pendekatan Asset Based Communities Development (ABCD) Method. Tahapan kegiatan yang dilakukan meliputi tahap persiapan (koordinasi, peninjauan lokasi, persiapan sarana & prasarana), tahap sosialisasi program kegiatan, tahap pelatihan dan pendampingan serta tahap monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan PKM yang telah dilaksanakan, berjalan baik sesuai dengan target yang diharapkan. Selain itu terjadi peningkatan pengetahuan, ditunjukkan melalui partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab, peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik, serta adopsi metode baru yang diperkenalkan selama kegiatan PKM berlangsung. Optimalisasi pemanfaatan pupuk organik dari limbah kotoran ternak ini menjadi langkah strategis dan solusi hijau yang menjanjikan dalam mendukung pertanian berkelanjutan, karena berpotensi dalam meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia
KERAGAMAN CENDAWAN ENDOFIT ASAL RIZOSFER TANAMAN KAKAO BERBEDA KETINGGIAN DI KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH Ratnawati; Arfan; Jaya, Kasman; Annisa; Rita
Jurnal Agrotech Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v15i1.305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mengidentifikasi keragaman cendawan endofit asal rizosfer tanaman kakao berdasarkan ketinggian tempat berbeda yakni 110 dpl dan 585 dpl di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Cendawan endofit di peroleh dari lahan tanaman kakao ketinggian tempat 110 dpl dan 585 dpl pada bagian rizosfer kedalaman 1-10 cm, dengan menggunakan diagonal sampling, sehingga ditemukan 10 titik pengambilan sampel pada masing-masing ketinggian. Isolat cendawan yang telah dipilih yang berpotensi kemudian diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil seleksi dan identifikasi isolat diperoleh 8 isolat cendawan endofit asal rizosfer tanaman kakao ketinggian 585 dpl dan untuk ketinggian 110 dpl 4 isolat cendawan endofit. 3 isolat ditemukan yang sama baik di ketinggian 585 dpl maupun 110 dpl yakni Trichoderma, Asperigillus mf 1 dan Asperigillus mf 2 dan 5 isolat berbeda yang ditemukan pada ketinggian 585 dpl yakni Gliocladium mf 1, Gliocladium mf 2, Penicillium, dan Trichoderma mf 2 dan satu isolat Unidentified, dan pada ketinggian 110dpl ditemukan satu isolat Unidentified.
PERILAKU PETANI KAKAO DALAM PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) DI KABUPATEN SIGI Ratnawati, Ratnawati; Jaya, Kasman; Spetriani, Spetriani; Krismayanti, Nova
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 14 No 2 (2025): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v14i2.957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petani kakao dalam mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan strategi pengelolaan kakao yang komprehensif yang mempertimbangkan praktik pertanian berkelanjutan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Petimbe dan Desa Sidondo 1, dengan menggunakan metode survei, studi komparatif dengan kuesioner terstruktur dan wawancara semi-terstruktur pada petani, yaitu; 20 petani pada masing-masing Desa,sehingga terdapat 40 petani responden. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan dalam perilaku petani dalam pengendalian OPT berbasis Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Petani di Desa Petimbe lebih menggunakan pengendalian hayati, seperti penggunaan agens hayati berupa Beuveria bassiana dan Trichoderma sp dan pemanfaatan pestisida nabati untuk mengendalikan OPT. Sedangkan petani di Desa Sidondo 1 lebih mengandalkan penggunaan pestisida sintetis. Jenis OPT yang dominan menyerang di kedua desa relatif sama yaitu; Penggerek Buah Kakao (PBK) (Conopomorpha cramerella), Pengisap Daun (Helopeltis sp), Penggerek batang (Zeuzera coffeae) dan Busuk buah (Phytopthora palmivora) dan Penyakit kanker batang Vascular Streak Dieback (Oncobasidium theobromae) hanya ditemukan di Desa Petimbe. Meskipun profil demografis petani relatif sama, namun perilaku petani kakao berbeda dalam pengendalian OPT karena perbedaan pengetahuan dan konflik internal yang terjadi.
KERAGAMAN CENDAWAN ENDOFIT ASAL RIZOSFER TANAMAN KAKAO BERBEDA KETINGGIAN DI KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH Ratnawati; Arfan; Jaya, Kasman; Annisa; Rita
Jurnal Agrotech Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v15i1.305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mengidentifikasi keragaman cendawan endofit asal rizosfer tanaman kakao berdasarkan ketinggian tempat berbeda yakni 110 dpl dan 585 dpl di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Cendawan endofit di peroleh dari lahan tanaman kakao ketinggian tempat 110 dpl dan 585 dpl pada bagian rizosfer kedalaman 1-10 cm, dengan menggunakan diagonal sampling, sehingga ditemukan 10 titik pengambilan sampel pada masing-masing ketinggian. Isolat cendawan yang telah dipilih yang berpotensi kemudian diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil seleksi dan identifikasi isolat diperoleh 8 isolat cendawan endofit asal rizosfer tanaman kakao ketinggian 585 dpl dan untuk ketinggian 110 dpl 4 isolat cendawan endofit. 3 isolat ditemukan yang sama baik di ketinggian 585 dpl maupun 110 dpl yakni Trichoderma, Asperigillus mf 1 dan Asperigillus mf 2 dan 5 isolat berbeda yang ditemukan pada ketinggian 585 dpl yakni Gliocladium mf 1, Gliocladium mf 2, Penicillium, dan Trichoderma mf 2 dan satu isolat Unidentified, dan pada ketinggian 110dpl ditemukan satu isolat Unidentified.
Montong Durian Farmers' Behavior in Control of Bangkalan Disease in Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi Jaya, Kasman; Ratnawati, Ratnawati; Sudewi, Sri; Spetriani, Spetriani
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 7 (2025): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i7.495

Abstract

The presence of bangkalan disease has proven detrimental to Montong durian farmers in Parigi Moutong. Various control efforts have been made but have yielded no significant results. This study aims to determine the behavior of Montong durian farmers in controlling the attack of bangkalan disease. The study was conducted in Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi, specifically in Tolai Village (Torue District), Buranga Village (Ampibabo District), and Sumber Sari Village (South Parigi District), using quantitative methods and survey techniques with structured questionnaires and in-depth interviews involving 10 farmers from each village, totaling 30 respondents. The findings indicate that farmers’ knowledge about the causes of bangkalan disease falls into the low category. Adequate levels of education and years of farming experience have not provided effective solutions to overcome the problem. Farmers generally expressed dissatisfaction with pesticide-based control methods, even though they have had to increase both the frequency and dosage of application. Because the causative agent of bangkalan disease has not yet been identified, many Montong durian farmers have chosen to cease treatment and harvesting, as the risk of loss is too great. This phenomenon reflects a strong relationship between uncontrollable biotic factors and the social as well as psychological dynamics of the farmers. Plant diseases not only threaten productivity but also erode farmers’ hopes for successful harvests. Consequently, their impacts extend to the behavioral and mental well-being of Montong durian farmers, which may eventually endanger the sustainability of the agricultural production system in affected regions—in this case, the future potential of Montong durian cultivation in Parigi Moutong Regency.
KEMAMPUAN DAYA SIMPAN DAN DAYA TUMBUH Trichoderma asperellum TR3 DALAM BERBAGAI KEMASAN Ratnawati; Arfan; Jaya, Kasman; Mufida
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i1.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan daya simpan formulasi bubuk cendawan Trichoderma asperellumTR3 dalam berbagai kemasan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu, yang berlangsung pada bulan Januari 2022 sampai Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan kombinasi perlakuan K1 = Aluminium Foil; K2 = Botol; K3 = Plastik Cetik, masing-masing diulang 3 kali sehingga terdapat 9 unit kombinasi perlakuan. Berdasarkan hasil pengamatan endapan menunjukkan bahwa pada kemasan botol memberi hasil lebih kecil dengan nilai rerata 47,6% dibanding dengan kemasan aluminium foil yang memiliki nilai rerata 52,8% dan plastik cetik 64,4%. Nilai rata-rata endapan tersebut menunjukkan persentase yang baik untuk dijadikan sebagai bahan dasar formulasi cendawan T.asperellum TR3 dalam berbagai kemasan. Sedangkan hasil pengamatan viabilitas menunjukan bahwa kemasan alumini um foil memberi hasil viabilitas dan daya simpan cendawan T.asperelum TR3 yang lebih baik pada pengamatan 10 MSI, meskipun berpengaruh tidak nyata dengan pengamatan lainnya.