Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kesetimbangan Adsorbsi Zat Warna Metilen Blue dengan Adsorben Karbon Aktif Tongkol Jagung Terimpregnasi Fe2O3 Yuli Ristianingsih; Alit Istiani; Fauzan Irfandy
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.652 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v7i1.115

Abstract

Methylene blue merupakan zat warna organik yang banyak digunakan pada industri tekstil, memiliki sifat mudah larut dalam air dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Pada penelitian ini, adsorbsi zat warna metilen blue dilakukan dengan menggunakan adsorben karbon aktif dari tongkol jagung yang terimpregnasi Fe2O3. Proses adsorbsi dijalankan pada sebuah reaktor batch selama 120 menit dengan menggunakan adsorben KAJ/Fe2O3 sebanyak 0,025 gram dan kecepatan pengadukan 150 rpm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh suhu (30 0C, 40 0C, 50 0C) serta variasi penambahan reagen fenton H2O2 dan tanpa penambahan H2O2 pada proses adsorbsi zat warna metilen blue. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan reagen fenton (H2O2) dapat meningkatkan kapasitas adsorbsi sebesar 25,98%. Suhu optimum proses adsorbsi terjadi pada suhu 30 0C dengan kapasitas penjerapan rata-rata sebesar 71,93%. Model kesetimbangan adsorbsi yang sesuai pada penelitian ini ada isotherm Langmuir dengan nilai konstanta Langmuir (b) dan kapasitas penjerapan maksimum (qm) yang diperoleh masing-masing sebesar 0,49 dan 15,38 mg/L.
Biosorben Daun Ketapang dengan Pengaktifan Asam Sitrat sebagai Pereduksi Merkuri Yuli Ristianingsih; Muhammad Aulia Fadhil; Fariz Maulana Akbar; Annissa Millenia Ramadhani; Isna Syauqiah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1819.895 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.96

Abstract

South Kalimantan has a gold mining industry that produces waste that can pollute the environment and is harmful to public health. One of the hazardous contaminants contained in the gold mining industry is mercury. This study aims to make biosorbent of ketapang leaves which will be used to reduce mercury content in gold mining waste.. The study began with washing the ketapang leaves to remove the impurities and then dried 3-4 days under the sun to reduce the water content. The next step is a simple carbonization process by using furnaces at a temperature of 300 oC for 30 minutes as the optimum operating condition so that activated carbon is formed called BDK. In the final stage, the biosorbent of ketapang leaves with 0.1 N citric acid was activated to produce biosorbent of ketapang leaves called BDK-COOH. The test results were carried out by SEM and FTIR analysis. The results of SEM analysis showed biosorbents that form large and large pores caused by carbonization and activation processes. Likewise, the results of FTIR analysis formed an active functional group to absorb heavy metals in terms of shifting absorption bands shown by FTIR. However, the adsorption capacity of biosorbent has not been determined so that further research is needed to find out.
PEMBUATAN BIODIESEL DARI CRUDE PALM OIL (CPO) SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI LANGSUNG Yuli Ristianingsih; Nurul Hidayah; Fradita Wanda Sari
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.106 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v2i1.23

Abstract

iodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang diproduksi dari senyawa kimia bernama alkil ester yang bisa diperoleh dari minyak nabati, di mana pada penelitian ini digunakan Crude Palm Oil (CPO). Biodiesel juga diperuntukkan sebagai bahan bakar pengganti solar dengan kadar emisi gas buang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh rasio mol umpan CPO:metanol (1:3 ; 1:4 ; 1:5 ; 1:6) dan berat katalis (0,25% ; 0,5% ; 1%) terhadap yield biodiesel dan karakteristik biodiesel dengan bahan baku CPO. Penelitian ini dilakukan dengan proses transesterifikasi langsung untuk mengkonversi trigliserida menjadi metil ester (biodiesel). Transesterifikasi dilakukan selama 1 jam pada suhu 65oC dengan menggunakan katalis NaOH. Hasil transesterifikasi dipisahkan antara biodiesel dan produk samping gliserol. Biodiesel kemudian dianalisa nilai flash point, pour point, specific gravity dan viskositas kinematik serta dilakukan analisa GC-MS untuk mengetahui komposisi dan kandungan metil esternya. Biodiesel dengan yield terbanyak diperoleh pada rasio umpan 1:3 dan berat katalis 1% dengan nilai yield sebesar 65,38%. Biodiesel dengan yield terbanyak ini mempunyai nilai flash point sebesar 81,5oC, pour point sebesar 15oC specific gravity sebesar 0,8719 dan viskositas kinematik sebesar 4,459 mm2/s. Berdasarkan analisa GC-MS, diketahui kandungan metil ester dalam biodiesel sebesar 54,75%. Dari hasil penelitian diketahui bahwa semakin besar rasio mol CPO:metanol maka semakin besar pula yield biodiesel, serta semakin besar berat katalis maka semakin besar pula yield biodiesel. Nilai pour point, specific gravity dan viskositas kinematik sudah sesuai dengan SNI, sedangkan nilai flash point masih belum memenuhi SNI. Pembuatan biodiesel dari CPO melalui proses transesterifikasi langsung dapat menghasilkan senyawa metil ester.
Adsorption Equilibrium of Methylene Blue By Activated Carbon From Post-Anthesis Male Flower Palm Oil Waste Yuli Ristianingsih; Indriana Lestari; Alit Istiani
Eksergi Vol 19, No 3 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v19i3.8055

Abstract

Methylene blue (MB) is wastewater from the textile industry. This dye is difficult to degrade naturally because it has a benzene group in its chemical chain. There are several ways to reduce waste, one of the economical ways is by using adsorption. In this study, MB was adsorbed using activated carbon from post-anthesis male flower palm oil (PAMF) waste which was activated using potassium hydroxide (KOH). The adsorption process was carried out at various temperatures (30, 40, and 50℃). The results showed that the addition of a KOH activator could increase the sorption capacity of methylene blue by 25.64%. The optimum temperature is suitable for the adsorption process of methylene blue with activated carbon of PAMF waste activated by KOH at a temperature of 30℃ with an adsorption capacity of 58.4793%. The adsorption equilibrium mechanism was studied using two types of adsorption isotherm models, namely the Langmuir and Freundlich models. Based on the data obtained, the MB adsorption process on activated carbon was compatible with the Freundlich model an R2 of 0.9557.
Studi Isoterm Adsorbsi dan Termodinamika Pada Proses Penyisihan Ion Fe (III) Menggunakan Pektin dari Kulit Pisang Lestari, Indriana; Ristianingsih, Yuli; Istiani, Alit; Anasstasia, Titi Tiara
Eksergi Vol 20, No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v20i3.10033

Abstract

Adsorben berupa pektin berhasil diekstraksi dari kulit pisang menggunakan larutan asam kuat dan telah digunakan untuk menyisihkan ion Fe3+ dalam air. Pengaruh berbagai parameter terhadap proses adsorbsi, seperti waktu kontak, pH larutan, dosis adsorben, dan temperatur adsorbsi diinvestigasi dalam suatu sistem batch. Konsentrasi ion Fe3+ dalam larutan air diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrometry . Efisiensi adsorbsi terbaik diperoleh pada waktu kontak selama 4 jam, pH larutan 2, dosis adsorben sebesar 3 g, dan temperatur 20oC. Mekanisme proses adsorbsi dan perubahan energi bebas Gibbs, entalpi, serta entropi telah dievalusi. Model isoterm Freundlich dan Temkin paling sesuai untuk menggambarkan mekanisme adsorbsi ion Fe3+ pada pektin dengan R2 berturut-turut 0,9871 dan 0,9591. Data parameter termodinamika membuktikan bahwa adsorpsi ion Fe3+ bersifat eksotermis dan berlangsung secara tidak spontan pada rentang temperatur 20 hingga 60ᵒC. Penelitian ini menunjukkan bahwa kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai adsorben murah yang menjanjikan untuk menghilangkan ion Fe3+ dalam air.
Study on the Role of Adsorbent Mass in Methylene Blue Dye Adsorption with Fe₂O₃-Modified Brown Algae Activated Carbon: Pengaruh Massa Adsorben Terhadap Adsorbsi Zat Warna Metilen Blue Menggunakan Adsorben Karbon Aktif Alga Coklat Termodifikasi Fe2O3 Ristianingsih, Yuli
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v12i1.239

Abstract

Metilen biru (MB) merupakan salah satu pewarna sintetis yang sering digunakan pada industri tekstil dan senyawa ini mempunyai gugus benzene sehingga sulit terdegradasi secara alami. Zat warna metilen biru (MB) perlu diolah terlebih dahulu menggunakan proses adsorbsi sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan karbon aktif dari alga coklat yang dimodifikasi permukaannya dengan oksida besi (Fe₂O₃), serta mengevaluasi pengaruh variasi massa adsorben terhadap kapasitas adsorpsi terhadap zat warna metilen biru (MB). Proses adsorbsi zat warna metilen biru (MB) dilakukan pada sebuah reaktor tangki berpengaduk (CSTR) selama 120 menit pada suhu 30 0C dengan kecepatan pengadukan 350 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak massa karbon aktif yang ditambahkan akan meningkatkan kapasitas penjerapan metilen biru (MB). kapasitas penjerapan maksimum diperoleh pada proses adsorbsi menggunakan karbon aktif 0,5gram dengan kapasitas penjerapan sebesar 69,59%. Selain itu, penambahan Fe2O3 pada karbon aktif juga dapat meningkatkan kapasitas pejerapan metilen biru (MB). kapasitas penjerapan maksimum sebesar 75,21% diperoleh pada proses adsorbsi menggunakan karbon aktif Fe2O3 selama 100 menit.
Chitosan Extraction from Anabas testudineus Scales for Enhancing the Properties of Edible Corn Starch-Based Films: Characterization and Performance Evaluation Ristianingsih, Yuli; Hernadin, Ivan Aldino; Timotius, Daniel
Makara Journal of Science Vol. 29, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The papuyu fish (Anabas testudineus) is a freshwater species found in South and Southeast Asia. It is known for its ability to survive in extreme conditions, such as low oxygen levels and poor water quality, making it a potential candi-date for climate-resilient aquaculture. In this study, chitosan was extracted from the scales of papuyu fish through de-mineralization using 1 N HCl solution, deproteination using 5% NaOH solution, and deacetylation using 70% NaOH solution, resulting in an overall yield of 5.11%. The extracted chitosan was added to edible film made from corn starch, and the properties of the prepared films were characterized via Fourier transform infrared spectroscopy, scanning elec-tron microscopy, water solubility test, and water vapor permeability test. Fourier transform infrared spectroscopy re-vealed the presence of characteristic peaks of chitosan, such as amide I (C=O) and amide II (C–N), at around 1647.26 cm−1. Scanning electron microscopy revealed the presence of pores in the edible films. Furthermore, the water solubility of the prepared films decreased with increasing chitosan content. However, the addition of chitosan did not significant-ly affect the permeability
Studi Isoterm Adsorbsi dan Termodinamika Pada Proses Penyisihan Ion Fe (III) Menggunakan Pektin dari Kulit Pisang Lestari, Indriana; Ristianingsih, Yuli; Istiani, Alit; Anasstasia, Titi Tiara
Eksergi Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v20i3.10033

Abstract

Adsorben berupa pektin berhasil diekstraksi dari kulit pisang menggunakan larutan asam kuat dan telah digunakan untuk menyisihkan ion Fe3+ dalam air. Pengaruh berbagai parameter terhadap proses adsorbsi, seperti waktu kontak, pH larutan, dosis adsorben, dan temperatur adsorbsi diinvestigasi dalam suatu sistem batch. Konsentrasi ion Fe3+ dalam larutan air diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrometry . Efisiensi adsorbsi terbaik diperoleh pada waktu kontak selama 4 jam, pH larutan 2, dosis adsorben sebesar 3 g, dan temperatur 20oC. Mekanisme proses adsorbsi dan perubahan energi bebas Gibbs, entalpi, serta entropi telah dievalusi. Model isoterm Freundlich dan Temkin paling sesuai untuk menggambarkan mekanisme adsorbsi ion Fe3+ pada pektin dengan R2 berturut-turut 0,9871 dan 0,9591. Data parameter termodinamika membuktikan bahwa adsorpsi ion Fe3+ bersifat eksotermis dan berlangsung secara tidak spontan pada rentang temperatur 20 hingga 60ᵒC. Penelitian ini menunjukkan bahwa kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai adsorben murah yang menjanjikan untuk menghilangkan ion Fe3+ dalam air.