Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PEMBUATAN BIODIESEL DARI CRUDE PALM OIL (CPO) SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI LANGSUNG Yuli Ristianingsih; Nurul Hidayah; Fradita Wanda Sari
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.106 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v2i1.23

Abstract

iodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang diproduksi dari senyawa kimia bernama alkil ester yang bisa diperoleh dari minyak nabati, di mana pada penelitian ini digunakan Crude Palm Oil (CPO). Biodiesel juga diperuntukkan sebagai bahan bakar pengganti solar dengan kadar emisi gas buang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh rasio mol umpan CPO:metanol (1:3 ; 1:4 ; 1:5 ; 1:6) dan berat katalis (0,25% ; 0,5% ; 1%) terhadap yield biodiesel dan karakteristik biodiesel dengan bahan baku CPO. Penelitian ini dilakukan dengan proses transesterifikasi langsung untuk mengkonversi trigliserida menjadi metil ester (biodiesel). Transesterifikasi dilakukan selama 1 jam pada suhu 65oC dengan menggunakan katalis NaOH. Hasil transesterifikasi dipisahkan antara biodiesel dan produk samping gliserol. Biodiesel kemudian dianalisa nilai flash point, pour point, specific gravity dan viskositas kinematik serta dilakukan analisa GC-MS untuk mengetahui komposisi dan kandungan metil esternya. Biodiesel dengan yield terbanyak diperoleh pada rasio umpan 1:3 dan berat katalis 1% dengan nilai yield sebesar 65,38%. Biodiesel dengan yield terbanyak ini mempunyai nilai flash point sebesar 81,5oC, pour point sebesar 15oC specific gravity sebesar 0,8719 dan viskositas kinematik sebesar 4,459 mm2/s. Berdasarkan analisa GC-MS, diketahui kandungan metil ester dalam biodiesel sebesar 54,75%. Dari hasil penelitian diketahui bahwa semakin besar rasio mol CPO:metanol maka semakin besar pula yield biodiesel, serta semakin besar berat katalis maka semakin besar pula yield biodiesel. Nilai pour point, specific gravity dan viskositas kinematik sudah sesuai dengan SNI, sedangkan nilai flash point masih belum memenuhi SNI. Pembuatan biodiesel dari CPO melalui proses transesterifikasi langsung dapat menghasilkan senyawa metil ester.
Adsorption Equilibrium of Methylene Blue By Activated Carbon From Post-Anthesis Male Flower Palm Oil Waste Yuli Ristianingsih; Indriana Lestari; Alit Istiani
Eksergi Vol 19, No 3 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v19i3.8055

Abstract

Methylene blue (MB) is wastewater from the textile industry. This dye is difficult to degrade naturally because it has a benzene group in its chemical chain. There are several ways to reduce waste, one of the economical ways is by using adsorption. In this study, MB was adsorbed using activated carbon from post-anthesis male flower palm oil (PAMF) waste which was activated using potassium hydroxide (KOH). The adsorption process was carried out at various temperatures (30, 40, and 50℃). The results showed that the addition of a KOH activator could increase the sorption capacity of methylene blue by 25.64%. The optimum temperature is suitable for the adsorption process of methylene blue with activated carbon of PAMF waste activated by KOH at a temperature of 30℃ with an adsorption capacity of 58.4793%. The adsorption equilibrium mechanism was studied using two types of adsorption isotherm models, namely the Langmuir and Freundlich models. Based on the data obtained, the MB adsorption process on activated carbon was compatible with the Freundlich model an R2 of 0.9557.
Studi Isoterm Adsorbsi dan Termodinamika Pada Proses Penyisihan Ion Fe (III) Menggunakan Pektin dari Kulit Pisang Lestari, Indriana; Ristianingsih, Yuli; Istiani, Alit; Anasstasia, Titi Tiara
Eksergi Vol 20, No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v20i3.10033

Abstract

Adsorben berupa pektin berhasil diekstraksi dari kulit pisang menggunakan larutan asam kuat dan telah digunakan untuk menyisihkan ion Fe3+ dalam air. Pengaruh berbagai parameter terhadap proses adsorbsi, seperti waktu kontak, pH larutan, dosis adsorben, dan temperatur adsorbsi diinvestigasi dalam suatu sistem batch. Konsentrasi ion Fe3+ dalam larutan air diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrometry . Efisiensi adsorbsi terbaik diperoleh pada waktu kontak selama 4 jam, pH larutan 2, dosis adsorben sebesar 3 g, dan temperatur 20oC. Mekanisme proses adsorbsi dan perubahan energi bebas Gibbs, entalpi, serta entropi telah dievalusi. Model isoterm Freundlich dan Temkin paling sesuai untuk menggambarkan mekanisme adsorbsi ion Fe3+ pada pektin dengan R2 berturut-turut 0,9871 dan 0,9591. Data parameter termodinamika membuktikan bahwa adsorpsi ion Fe3+ bersifat eksotermis dan berlangsung secara tidak spontan pada rentang temperatur 20 hingga 60ᵒC. Penelitian ini menunjukkan bahwa kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai adsorben murah yang menjanjikan untuk menghilangkan ion Fe3+ dalam air.
Study on the Role of Adsorbent Mass in Methylene Blue Dye Adsorption with Fe₂O₃-Modified Brown Algae Activated Carbon: Pengaruh Massa Adsorben Terhadap Adsorbsi Zat Warna Metilen Blue Menggunakan Adsorben Karbon Aktif Alga Coklat Termodifikasi Fe2O3 Ristianingsih, Yuli
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v12i1.239

Abstract

Metilen biru (MB) merupakan salah satu pewarna sintetis yang sering digunakan pada industri tekstil dan senyawa ini mempunyai gugus benzene sehingga sulit terdegradasi secara alami. Zat warna metilen biru (MB) perlu diolah terlebih dahulu menggunakan proses adsorbsi sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan karbon aktif dari alga coklat yang dimodifikasi permukaannya dengan oksida besi (Fe₂O₃), serta mengevaluasi pengaruh variasi massa adsorben terhadap kapasitas adsorpsi terhadap zat warna metilen biru (MB). Proses adsorbsi zat warna metilen biru (MB) dilakukan pada sebuah reaktor tangki berpengaduk (CSTR) selama 120 menit pada suhu 30 0C dengan kecepatan pengadukan 350 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak massa karbon aktif yang ditambahkan akan meningkatkan kapasitas penjerapan metilen biru (MB). kapasitas penjerapan maksimum diperoleh pada proses adsorbsi menggunakan karbon aktif 0,5gram dengan kapasitas penjerapan sebesar 69,59%. Selain itu, penambahan Fe2O3 pada karbon aktif juga dapat meningkatkan kapasitas pejerapan metilen biru (MB). kapasitas penjerapan maksimum sebesar 75,21% diperoleh pada proses adsorbsi menggunakan karbon aktif Fe2O3 selama 100 menit.
Chitosan Extraction from Anabas testudineus Scales for Enhancing the Properties of Edible Corn Starch-Based Films: Characterization and Performance Evaluation Ristianingsih, Yuli; Hernadin, Ivan Aldino; Timotius, Daniel
Makara Journal of Science Vol. 29, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The papuyu fish (Anabas testudineus) is a freshwater species found in South and Southeast Asia. It is known for its ability to survive in extreme conditions, such as low oxygen levels and poor water quality, making it a potential candi-date for climate-resilient aquaculture. In this study, chitosan was extracted from the scales of papuyu fish through de-mineralization using 1 N HCl solution, deproteination using 5% NaOH solution, and deacetylation using 70% NaOH solution, resulting in an overall yield of 5.11%. The extracted chitosan was added to edible film made from corn starch, and the properties of the prepared films were characterized via Fourier transform infrared spectroscopy, scanning elec-tron microscopy, water solubility test, and water vapor permeability test. Fourier transform infrared spectroscopy re-vealed the presence of characteristic peaks of chitosan, such as amide I (C=O) and amide II (C–N), at around 1647.26 cm−1. Scanning electron microscopy revealed the presence of pores in the edible films. Furthermore, the water solubility of the prepared films decreased with increasing chitosan content. However, the addition of chitosan did not significant-ly affect the permeability
Studi Isoterm Adsorbsi dan Termodinamika Pada Proses Penyisihan Ion Fe (III) Menggunakan Pektin dari Kulit Pisang Lestari, Indriana; Ristianingsih, Yuli; Istiani, Alit; Anasstasia, Titi Tiara
Eksergi Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v20i3.10033

Abstract

Adsorben berupa pektin berhasil diekstraksi dari kulit pisang menggunakan larutan asam kuat dan telah digunakan untuk menyisihkan ion Fe3+ dalam air. Pengaruh berbagai parameter terhadap proses adsorbsi, seperti waktu kontak, pH larutan, dosis adsorben, dan temperatur adsorbsi diinvestigasi dalam suatu sistem batch. Konsentrasi ion Fe3+ dalam larutan air diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrometry . Efisiensi adsorbsi terbaik diperoleh pada waktu kontak selama 4 jam, pH larutan 2, dosis adsorben sebesar 3 g, dan temperatur 20oC. Mekanisme proses adsorbsi dan perubahan energi bebas Gibbs, entalpi, serta entropi telah dievalusi. Model isoterm Freundlich dan Temkin paling sesuai untuk menggambarkan mekanisme adsorbsi ion Fe3+ pada pektin dengan R2 berturut-turut 0,9871 dan 0,9591. Data parameter termodinamika membuktikan bahwa adsorpsi ion Fe3+ bersifat eksotermis dan berlangsung secara tidak spontan pada rentang temperatur 20 hingga 60ᵒC. Penelitian ini menunjukkan bahwa kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai adsorben murah yang menjanjikan untuk menghilangkan ion Fe3+ dalam air.
Proses Pembuatan Kertas Dari Kombinasi Limbah Ampas Tebu dan Sekam Padi Dengan Proses Soda Ristianingsih, Yuli; Angraeni, Nelli; Fitriani, Annisa
Chempublish Journal Vol. 2 No. 2 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.338 KB) | DOI: 10.22437/chp.v2i2.4455

Abstract

Salah satu limbah yang dapat diolah menjadi bahan baku alternatif pembuatan kertas adalah sekam padi dan ampas tebu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi bahan baku (sekam padi dan ampas tebu) terhadap yield pulp yang dihasilkan dan mengetahui karakteristik kertas kombinasi antara sekam padi dan ampas tebu menggunakan proses soda berdasarkan uji SEM dan XRD. Penelitian ini menggunakan proses soda karena cocok untuk bahan baku non wood, biaya operasi murah dan tidak menggunakan senyawa sulfur. Bahan baku kering yang dicampur dengan NaOH dimasak menggunakan autoclave (120°C, 1 atm) selama 60 menit. Pencampuran bahan baku dilakukan pada perbandingan ampas tebu dan sekam padi yaitu 1:3; 1:2; 1:1; 2:1 dan 3:1. Pulp diberi pemutih NaClO 5,25% (v/v), kemudian dicetak dan dikeringkan sebagai produk kertas. Yield pulp terendah diperoleh pada perbandingan 3:1 sebesar 33,48%. Berdasarkan observasi dari SEM diketahui serat sekam padi dan ampas tebu berukuran 5,88-9,8 µm dan 8,82-14,71 µm, sedangkan berdasarkan observasi XRD, chemical treatment dapat meningkatkan karakteristik peak intensity pada sekam padi sebesar 81,67% (selulosa I) dan 89,82% (selulosa II) dan untuk ampas tebu sebesar 75% (selulosa I) dan 67,91% (selulosa II).
Pengaruh penambahan kitosan sisik ikan papayu (Anabas testudienus) terhadap sifat kimia, mekanik dan struktur morfologi pada edible film pati jagung Ristianingsih, Yuli; Natalia, Maria
Chempublish Journal Vol. 4 No. 2 (2019): Chempublish Journal
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/chp.v4i2.7959

Abstract

Edible film adalah lapisan tipis yang terbuat dari bahan yang dapat dikonsumsi dan digunakan untuk melapisi makanan sebagai penghalang terhadap transfer massa seperti kelembapan, oksigen, aroma, pembawa aditif seperti mikrobial dan lemak. Jenis polisakarida yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan edible film adalah pati dan kitosan. Bahan baku pembuatan edible film yang digunakan pada penelitian ini adalah pati jagung, gliserol sebagai plasticizer dan kitosan ikan papuyu. Ikatan molekul antara pati jagung dan kitosan mempengaruhi kuat tarik edible film. Hal ini dapat dilihat pada uji FTIR dan kuat tarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kimia, mekanik dan struktur morfologi edible film dengan variasi kitosan ikan papuyu (0,5%; 1%; 1,5% dan 2%). Analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa sifat kimia edible film melalui analisa gugus fungsional (FT-IR) menunjukkan bahwa edible film mengandung gugus OH (pati) dan C=H (kitosan). Analisis kuat tarik menunjukkan bahwa penambahan kitosan mampu meningkatkan nilai kuat tarik edible film dengan nilai maksimum kuat tarik 14,5 MPa. Nilai elastisitas pada kosentrasi kitosan 2% mengalami penurunan dan nilai maksimum EAB 6,3%. Struktur morfologi pada edible film pada konsentrasi kitosan 2% diketahui bahwa kitosan tercampur merata. Kuat tarik dan struktur morfologi merupakan aspek yang penting dalam edible film untuk menentukan kualitas bahan pengemas sebelum dikomersilkan.