Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Best practice dalam mengajar pendidikan jasmani: membangun praktik instruksional yang tepat berdasarkan kurikulum merdeka Sri Winarni; Herka Maya Jatmika; Ahmad Rithaudin; Hendra Setyawan
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v3i12023p1-13

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dalam merumuskan pembelajaran, baik dari pendekatan, perangkat dan evaluasinya. Kegiatan diawali dengan workshop tentang pendekatan pengajaran di Pendidikan Jasmani kekinian. Tim dosen memberikan paparan dalam perspektif: 1) kurikulum, 2) pedagogi, dan 3) penilaian dan evaluasi termasuk di dalamnya penyiapan perangkat pembelajaran dan pengajaran. Keberhasilan workshop akan terlihat dari kebenaran dan ketepatan perangkat pengajaran yang termaktub dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan mengajar yang dipilih. Sebelas spektrum mengajar dan delapan model instruksional menjadi bahasan utama. Indikator keberhasilan masterplan pengajaran harus meliputi tiga komponen inti, yakni tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian. Tahapan workshop telah terlewati akan beranjak pada praktek best practice yang akan didemonstrasikan oleh tim dosen dengan menggunakan siswa sekolah dimana dosen berkegiatan dan dilakukan sesuai standar waktu pembelajaran pendidikan jasmani. Evaluasi dilakukan dengan diskusi terpimpin meliputi keterampilan mengajar, komunikasi, dan umpan balik. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Bantul, Jalan Parangtritis Km. 11, Sabdodadi, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jumlah peserta kegiatan ini adalah 24 orang guru. Hasil pengabdian Berdasarkan analisis data bahwa pemahaman guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) setelah mendapatkan pelatihan best practices dari pemateri, terjadi peningkatan mean rerata pemahaman guru, dari hasil pretest sebesar: 24,33 meningkat menjadi 29,08. Best practice dapat meningkatkan pemahaman guru PJOK SMA pada kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional.
Tingkat keterampilan dasar permainan bolatangan bagi mahasiswa PJKR Purnomo, Tantri Heriyanti; Susanto, Ermawan; Andrianto, Sigit Dwi; Dwi Mahendro, Agus Susworo; Rithaudin, Ahmad
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v19i1.73472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar bolatangan mahasiswa PJKR yang memilih mata kuliah permainan bolatangan meliputi keterampilan dasar passing, dribbling, dan shooting. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PJKR yang memilih mata kuliah permainan bolatangan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa yang memilih mata kuliah olahraga pilihan bolatangan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 mahasiswa dari rombel A dan B mata kuliah olahraga pilihan bolatangan. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keterampilan dasar passing permainan bolatangan mahasiswa PJKR memiliki rata – rata 26,18 yang termasuk dalam kategori cukup/sedang, tingkat keterampilan dasar dribbling mahasiswa PJKR memiliki rata – rata sebesar 7,72 yang termasuk dalam kategori cukup/sedang, dan tingkat keterampilan dasar shooting mahasiswa PJKR memiliki rata – rata 2,06 yang termasuk dalam kategori cukup/sedang. Hasil tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya fasilitas yang digunakan kurang memadai dan kemampuan dari mahasiswa itu sendiri seperti kekuatan lengan, akurasi, kelincahan, dan koordinasi mata-tangan. This research aims to determine the level of basic handball skills of students majoring PJKR (Physical Education and Recreation) who choose handball courses including basic passing, dribbling, and shooting skills. This research was a descriptive quantitative study. The research subjects were students majoring PJKR who chose handball as a course. The research population was 100 students who chose handball as an option for a sports course. The research sample was 39 students from groups A and B in the handball option of sports courses. The sample was selected by using the purposive sampling method. The data collection techniques used test and measurement techniques. The data analysis technique was descriptive statistical techniques. The results of this research show that the level of basic passing skill of PJKR students has an average score at 26.18 which is included in the medium level, and the level of basic dribbling skill of PJKR students has an average score at 7.72 which is categorized in the medium level, and the level of basic shooting skill of PJKR students has an average score at 2.06 which is in the medium level. These results can be affected by several factors: inadequate facilities used and the student's own abilities, such as arm strength, accuracy, agility and hand-eye coordination.
Makna pendidikan jasmani dalam lingkungan seni di sekolah menengah karawitan Indonesia dan sekolah menengah seni rupa Yogyakarta Sari, Indra Nur Martika; Jatmika, Herka Maya; Andrianto, Sigit Dwi; Soewito, Ngatman; Rithaudin, Ahmad
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v19i1.81913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dari pendidikan jasmani bagi guru pendidikan jasmani di sekolah seni SMKI (Sekolah Menengah Karawitan Indonesia) dan SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa) di daerah Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang didukung dengan pendekatan fenomenologis. Partisipan yang turut andil dalam penelitian ini tiga orang guru pendidikan jasmani yang mengajar di SMKI dan SMSR Yogyakarta. Instrumen dalam penelitian adalah peneliti sendiri dengan dibantu oleh protokol wawancara. Teknik analisis data yang digunakan ialah mengelola data, membaca dan mencatat ide yang muncul, mengklasifikasikan kode ke dalam tema, mengembangkan interpretasi, serta mempresentasikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan pemaknaan yang berbeda berdasarkan pemaknaan dalam lingkup kategori Pendidikan Jasmani, Perubahan Kurikulum, Konsep Kurikulum Merdeka, Kesulitan atau Hambatan, dan Metode Pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hal ini berpengaruh pada munculnya treatment khusus yang diterapkan masing-masing guru Pendidikan Jasmani di sekolah yang berlatarbelakang seni yaitu pada SMKI dan SMSR Yogyakarta. Penelitian ini memiliki dampak luas bagi guru, sekolah, siswa, pengambil kebijakan, dan akademisi. Selain membantu meningkatkan kualitas pengajaran pendidikan jasmani, penelitian ini juga berkontribusi dalam evaluasi dan pengembangan kebijakan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam konteks Kurikulum Merdeka di sekolah seni seperti SMKI dan SMSR Yogyakarta.This study aims to determine the meaning of physical education for physical education teachers at SMKI (Sekolah Menengah Karawitan Indonesia) and SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa) art schools in Yogyakarta area. This research is a descriptive qualitative study supported by a phenomenological approach. The participants who took part in this study were three physical education teachers who taught at SMKI and SMSR Yogyakarta. The instrument in the study was the researcher himself with the help of an interview protocol. The data analysis techniques used were managing data, reading and recording emerging ideas, classifying codes into themes, developing interpretations, and presenting data. The results showed that different interpretations were found based on interpretations within the scope of the categories of Physical Education, Curriculum Change, Independent Curriculum Concept, Difficulties or Obstacles, and Learning Methods. Thus, it can be concluded that this has an effect on the emergence of special treatments applied by each Physical Education teacher in schools with an arts background, namely at SMKI and SMSR Yogyakarta. This research has broad implications for teachers, schools, students, policy makers, and academics. In addition to helping improve the quality of physical education teaching, this research also contributes to the evaluation and development of education policy in Indonesia, especially in the context of the Merdeka Curriculum in art schools such as SMKI and SMSR Yogyakarta.
Cerdas majemuk melalui olaharaga woodball Gani, Ismail; Rithaudin, Ahmad; Rizkiyanto, Willy Ihsan
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v19i1.82308

Abstract

Kecerdasan majemuk dapat dikembangkan melalui partisipasi berbagai peran dan aktivitas olahraga. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi pengembangan kecerdasaan majemuk melalui olahraga woodball. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui berbagai literatur seperti jurnal, buku, website dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik bahasan. Kesimpulanya beberapa aspek kecerdasan majemuk dapat difasilitasi dan dikembangkan melalui permainan woodball, yaitu: 1) kecerdasan verbal melalui aktivitas komunikasi dengan teman atau lawan bertanding, 2) kecerdasan logis matematis dapat melalui pertimbangan target pukulan, penyusunan, penghitungan skor, dan analisis scoresheet, 3) kecerdasan kinestetik melalui koordinasi, kekuatan, kelentukan, dan ketepatan dalam dalam permainan, 4) kecerdasan interpersonal melalui interaksi efektif, nilai-nilai kerjasama, kejujuran, menghargai kawan maupun lawan, menerima kekalahan dengan lapang dada, dan fair play dalam bermain, 5) kecerdasan visual spasial melalui menterjemahkan kondisi lingkungan, membuat keputusan yang tepat dan pemahaman layout lapangan woodball, 6) kecerdasan intrapersonal melalui evaluasi terhadap dirinya atas hasil latihan atau hasil pertandingan, introspeksi diri, dan tidak banyak menyalahkan orang lain, 7) kecerdasan naturalis dapat dikembangkan melalui pemahaman karakterstik alam, perawatan bermain dengan tidak mengotori atau merusak lingkungan. Dengan demikian, olahraga woodball dapat dijadikan alternatif aktivitas siswa untuk memfasilitasi kecerdasaan mejemuk yang dimiliki dan memperkuat sisi kecerdasan majemuk yang tidak dominan.Multiple intelligences can be developed through participation in various sports roles and activities. The purpose of this research is to explore the development of multiple intelligences through woodball. The method used is descriptive-qualitative with a literature study approach through various literature such as journals, books, websites and scientific articles that are relevant to the topic of discussion. In conclusion, several aspects of multiple intelligences can be facilitated and developed through woodball games, namely: 1) verbal intelligence through communication activities with friends or opponents, 2) logical mathematical intelligence can be through consideration of hitting targets, compiling, calculating scores, and analyzing scoresheets, 3) body-kinesthetic intelligence through coordination, strength, flexibility, and accuracy in games, 4) interpersonal intelligence through effective interaction, values of cooperation, honesty, respect for friends and foes, accepting defeat gracefully, and fair play in play, 5) spatial visual intelligence through interpreting environmental conditions, making the right decisions and understanding the layout of the woodball field, 6) intrapersonal intelligence through self-evaluation of training results or competition results, self-introspection, and not blaming other people much, 7) naturalist intelligence can be developed through understanding natural characteristics, care for playing without polluting or damaging the environment. Thus, woodball sports can be used as an alternative student activity to facilitate the multiple intelligences possessed and strengthen the side of multiple intelligences that is not dominant.