Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KONTRIBUSI GAWAI DAYAK DALAM MENUMBUHKAN NILAI-NILAI SOLIDARITAS GENERASI MUDA DESA SEKENDAL Hatta, Simeon; Bahari, Yohanes; Rivaie, Wanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Gawai Dayak dalam menumbuhkan nilai-nilai solidaritas pada generasi muda di desa Sekendal Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pelaksanaan Gawai Dayak di Desa Sekendal, bagaimana kontribusi Gawai Dayak dalam menumbuhkan nilai perasaan moral dan kepercayaan bersama pada generasi muda di desa Sekendal.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, Sedangkan alat pengumpulan data adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gawai Dayak di desa Sekendal masih terlestarikan dengan baik dengan terlaksananya Gawai Dayak secara rutin setiap tahunnya. Gawai Dayak memberi kontribusi dalam menumbuhkan nilai-nilai perasaan moral kepada generasi muda di desa Sekendal. Gawai Dayak memberi kontribusi dalam menumbuhkan  kepercayaan bersama kepada generasi muda di desa Sekendal. Kata kunci : Gawai Dayak, Solidaritas, Perasaan Moral, Kepercayaan bersama. Abstract: This research goals to Gawai Dayak contribution in arising the solidarity values in Sekendal village Air Besar Municipal Landak Regency. The problems are  how was  the process to hold Gawai Dayak in Sekendal village, how was the contribution of Gawai Dayak in arising the moral feeling value, and the trust of togetherness on the youth generation in Sekendal village. The method is qualitative-descriptive. The data collecting techniques are observation, interview, and documentation study. As for, the data collecting instruments are observation guideline, interview guideline, and documentation. The result shows that Gawai Dayak in Sekendal village is still maintained well with Gawai Dayak is held routinely every year. It gives the contribution in arising the moral feeling values to youth generation in Sekendal village. It also gives the contribution in arising the trust of togetherness to youth generation in Sekendal village. Key words: Gawai Dayak, Solidarity, Moral Feeling, Trust of Togetherness
Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia Di Kalangan Remaja Rivaie, Wanto
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 1, No 1 (2010): Volume 1 Nomor 1 Edisi April 2010
Publisher : UNIVERSITAS TANJUNGPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v1i1.383

Abstract

Dalam suasana kehidupan dewasa ini yang banyak tuntutan, tantangan dan masalah, upaya orang tua membina anak dalam keluarga dengan sentuhan kasih sayang untuk menjadi generasi mendatang yang bertanggung jawab dan berakhlaq mulia. Menjadi sesuatu yang langka. Kelangkaan sentuhan orang tua tersebut kini menggejala dengan munculnya berbagai kenakalan remaja, tawuran pelajar, dan penggunaan obat terlarang narkoba dan semacamnya, merupakan pelarian dari suasana mental remaja yang bersifat terminal. Untuk itu upaya pendidikan perlu perlakuan yang menitik beratkan pada aspek afektif dan perilaku yang luhur.
Faktor Intelektual Yang Menentukan Kepribadian Rivaie, Wanto
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 2, No 1 (2011): Volume 2 Nomor 1 Edisi April 2011
Publisher : UNIVERSITAS TANJUNGPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v2i1.390

Abstract

Perubahan pemikiran mengenai fungsi mental manusia yang semakin lengkap merupakan peluang sekaligus tantangan bagi pengembangan pendidikan nilai dalam konteks pendidikan. Teori-teori intelengensi baik yang diungkapkan oleh Hurlock dan juga artikelartikel lain sebagai pembanding, secara esensial teori yang dipaparkan tidak menunjukkan perbedaan yang berarti. Dengan munculnya sumber lain sebagai teori pembanding maka akan semakin berkembang dan mendorong usaha-usaha baru untuk mengkaji lebih dalam dan luas tentang faktor intelektual yang menentukan kepribadian seseorang. Seiring dengan munculnya perbedaan pandangan dan kekurangan dari masing-masing persepsi tentang intelegensi yang dikemukakan, namun pada prinsipnya mereka telah membuka mata para ilmuan sebuah peluang untuk pengkajian-pengkajian lebih lanjut ke arah pemahaman dan pengayaan khasanah ilmu kepribadian.
Development Of Local-Based Mdgs & Arg Models on Poor Woman Rivaie, Wanto; Asriati, Nuraini
BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi Vol. 19, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research studies the local-based MDGs and ARG models of poverty eradication efforts in border areas in West Borneo. The aim is to map the psycho-social economic dimensions and identify the behavior of poverty-stricken groups. Poverty in border areas is getting higher compared to other areas since they are strategically and geographically different in characteristics. The purpose of the study is to improve the policy and budgeting system of poverty eradication programs. A qualitative approach is used through the concept of planning and developing. The result shows that the high income of some people does not reduce the number of poor family in border areas. Poor areas in Sambas District are spread in 164 locations, while its development is distributed among 6373 locations. The Gross Domestic Product of Sambas District is higher than two other districts, i.e. IDR 5,287,291.21 and its Per Capita Income is 163,773.00 per month. The profile of poor people: most of them work in agricultural sector, have low education, have improper house with no lavatory, and in average have four children.