Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Characteristics and adherence of the elderly to the management of hypertension treatment Marlin Brigita; Hijrawati Hijrawati; Syaputra Artama
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i2.1114

Abstract

Hypertension is the main causative factor of cardiovascular disease, the leading cause of death in the world. Low adherence to treatment from people with hypertension is a concern at this time, especially in the elderly group. Non-compliance of patients in treatment management will impact uncontrolled blood pressure. Uncontrolled blood pressure for a long time can cause complications of hypertension. This study aims to identify and analyze the characteristics and compliance of the elderly with the management of hypertension treatment. Descriptive cross-sectional study design, determination of samples with consecutive sampling of 100 respondents included in the inclusion criteria. The study's results related to the level of knowledge of older people with adherence to treatment management (p = 0.083). It can be concluded that treatment is carried out if there are complaints about the sufferer, a rush of activity, and boredom due to long suffering from the disease. Therefore, it is essential always to provide education and treatment assistance for sufferers from health workers and families
Characteristics and adherence of the elderly to the management of hypertension treatment Marlin Brigita; Hijrawati Hijrawati; Syaputra Artama
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i2.1114

Abstract

Hypertension is the main causative factor of cardiovascular disease, the leading cause of death in the world. Low adherence to treatment from people with hypertension is a concern at this time, especially in the elderly group. Non-compliance of patients in treatment management will impact uncontrolled blood pressure. Uncontrolled blood pressure for a long time can cause complications of hypertension. This study aims to identify and analyze the characteristics and compliance of the elderly with the management of hypertension treatment. Descriptive cross-sectional study design, determination of samples with consecutive sampling of 100 respondents included in the inclusion criteria. The study's results related to the level of knowledge of older people with adherence to treatment management (p = 0.083). It can be concluded that treatment is carried out if there are complaints about the sufferer, a rush of activity, and boredom due to long suffering from the disease. Therefore, it is essential always to provide education and treatment assistance for sufferers from health workers and families
TINGKAT KECEMASAN LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI GOWA SULAWESI SELATAN Syaputra Artama
Kelimutu Nursing Journal Vol 1 No 2 (2022): Volume 1 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/knj.v1i2.1038

Abstract

Kecemasan dapat didefinisikan sebagai perasaan yang timbul akibat ketakutan, ragu-ragu, gelisah yang dapat menimbulkan ketegangan fisik yang tinggi. Hal ini di timbulkan sebagai reaksi atau sebagai suatu respon dari persaan akan adanya bahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecemasan pada lansia penderita hipertensi di Panti Sosial Tersna Werdha. Penelitian ini dilaksanakan di Panti sosial tresna werdha, pengumpulan data di mulai dari Januari sampai Juni 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriftif korelasional dengan accidental sampling hingga mencukupi jumlah sampel yang dibutuhkan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 jumlah responden, sebagian besar responden menderita hipertensi ringan yang terdiri dari 16 responden dengan presentase 80% yang menderita kecemasan ringan, sedangkan yang mengalami kecemasan sedang yaitu 4 responden dengan presentase 20%. Maka ditarik kesimpulan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna hubungan tingkat kecemasan disebabkan lansia menderita hipertensi dengan nilai p > 0,05 (p=0,157). Disarankan kepada petugas kesehatan/perawat untuk tetap memperhatikan aspek psikologi dalam memberikan pengobatan dan perawatan pada lansia penderita hipertensi, serta memberikan penyuluhan tentang dampak kecemasan akan kejadian hipertensi.
PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA TUBERKULOSIS Syaputra Artama; Pius Kopong Tokan; Yustina P. M. Paschalia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.42423

Abstract

Saat ini diperkirakan sepertiga populasi dunia terinfeksi dan 2,5 juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit tuberkulosis paru (TB Paru). Resiko penularan TB Paru pada keluarga sangatlah beresiko, terutama pada balita dan lansia yang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah. Mengatisipasi tingginya angka kejadian TB Paru dan penularan penyakit di masyarakat maupun di keluarga maka perlu dilakukan pendampingan dan peningkatan peran keluarga dalam mencegah dan menangani penularan TB Paru. Pencegahan TB Paru dibutuhkan peran serta dari semua elemen yang ada termasuk masyarakat maupun keluarga penderita penyakit TB Paru. Kegiatan ini berfokus di salah satu desa di Kabupaten Ende yaitu Desa Gheo Ghoma. Pendekatan metode kegiatan yang digunakan adalah pendampingan (health coaching). Program pendampingan keluarga dilaksanakan dari 27 Maret hingga 31 Agustus 2024 secara langsung melalui kunjungan rumah dengan pemberian edukasi upaya pencegahan penularan penyakit dan pendampingan penderita dan dukungan keluarga dalam kepatuhan pengobatan keluarga yang menderita penyakit TB Paru. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 10 peserta dengan memperoleh hasil peningkatan pengetahuan yang lebih baik dari sebelumnya tentang upaya pencegahan penyakit tuberkulosis dari rata-rata pengetahuan dengan nilai 63 menjadi 85 setelah mengikuti kegiatan tersebut. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menekan angka penularan TB Paru di keluarga dan masyarakat serta dpat merumuskan strategi kerja sama antara berbagai pihak sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini yaitu antara Pemerintah Desa, Dinas Kesehatan serta pihak puskesmas melalui petugas dan kader kesehatan sehingga ada keberlanjutan yang baik akan upaya pemantauan dan penanganan penyakit TB Paru di Kabupaten Ende
HUBUNGAN PELAKSANAAN PROLANIS DENGAN KADAR GULA DARAH DAN FAKTOR RISIKO KOMPLIKASI PADA PASIEN DM TIPE 2 Syaputra Artama; Pius Kopong Tokan; Marlin Brigita; Wahyuni Anwar
Kelimutu Nursing Journal Vol 5 No 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/knj.v5i1.2566

Abstract

The high prevalence and risk of complications that can occur in DM sufferers has led the government and BPJS Kesehatan to formulate a Chronic Disease Service Program (PROLANIS) for type 2 DM sufferers to control glycemic status and risk factors. The purpose of this study was to analyze the relationship between the implementation of PROLANIS and blood sugar levels, HbA1c and cholesterol in patients with type 2 diabetes. This study uses quantitative research with a descriptive correlational design with a cross sectional study approach. A research sample of 30 patients with type 2 diabetes who participated in PROLANIS at the Mangasa Health Center, Makassar City with a puposive sampling technique. The results of the study found that the average implementation value of PROLANIS was 15.05 (±SD 5.62), GDP was 191.80 mg/dl (±SD 85.15), and the total cholesterol level was 192.87 mg/dl (±SD 45.07). Through the spearman's rho test, data was obtained that there was a significant relationship between the implementation of PROLANIS with GDP (p= 0.001) and total cholesterol (p=0.029). The maximum implementation of PROLANIS is very effective in controlling blood sugar levels and total cholesterol levels in patients with type 2 diabetes. So that PROLANIS which is currently programmed by the government in every health center and primary level service facilities should be improved and implemented.
Self Efficacy dengan Kepatuhan Pola Hidup Sehat dan Kualitas Hidup pada Penderita Penyakit Jantung Coroner Marlin Brigirta L; Syaputra Artama; Wahyuni Anwar
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.530

Abstract

Latar Belakang: Tingginya kasus dengan penyakit jantung salah satunya disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengendalian penyakit dan pengobatan. Rendahnya motivasi dan kesadaran pasien penyakit jantung terhadap pola perilaku hidup sehat dalam mengurangi resiko penyakit mengakibatkan progres penyakit akan semakin memburuk. Tujuan: mengetahui korelasi self efikasi dengan penerapan gaya hidup sehat dan kualitas hidup terhadap pasien jantung coroner. Metode: Desain penelitian menggunakan desain penelitian studi eksplanatori (explanatory research), penarikan sampel secara accidental sampling dari 25 Maret 2025 hingga 20 Agustus 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yaitu pasien penyakit jantung coroner di RSUD Ende Kabupaten Ende. Analisis data yang dilakukan dengan spearman test. Hasil: terdapat hubungan yang signifikan dengan korelasi positif yang kuat antara self efficacy dengan pola hidup sehat p value = 0,012 , r = 0,635 dan self efficacy responden dengan kualitas hidup diperoleh p value = 0,003, r = 0,717 artinya semakin baik self efficacy pasien maka semakin baik pula pola hidup dan kualitas hidup begitupun sebaliknya. Kesimpulan: ditemukan efikasi diri menjadi hal yang dapat mempengaruhi pola hidup dan kualitas hidup pasien penyakit jantung coroner.