Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Perbandingan K-Means Dan K-Medoids Clustering Dalam Pengelompokan Kabupaten/Kota Berdasarkan Produksi Tanaman Pangan Di Provinsi Sumatera Barat Syahraini, Syahraini; Rizal, Yusmet
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah produksi tanaman pangan dalam lima tahun terakhir di Sumatra Barat selalu menurun yang dapat mempengaruhi perekonomian dan ketahanan pangan di Provinsi Sumatera Barat. Dalam meningkatkan ketahanan pangan dilakukan clustering untuk mengidentifikasi kemiripan potensi antar Kabupaten/Kota berdasarkan produksi tanaman pangan di Sumatera Barat menggunakan K-Means dan K-Medoids Clustering. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan mengetahui algoritma mana yang lebih optimal antara K-Means dan K-Medoids Clustering dalam pengelompokan Kabupaten/Kota berdasarkan produksi tanaman pangan di Provinsi Sumatera Barat serta menginterpretasikan hasil pengelompokannya. Penelitian ini merupakan penelitian terapan dan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder tentang jumlah produksi tanaman pangan di Provinsi Sumatera Barat tahun 2022. Sumber data diperoleh dari website resmi Badan Pusat Statistika Sumatera Barat. Dengan menggunakan 7 variabel yaitu padi, jagung, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ubi jalar dan ubi kayu. Pada penelitian ini dilakukan proses clustering dengan menggunakan jarak Euclidean dan evaluasi cluster dengan menggunkan DBI (Davies Bouldin Index). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cluster yang terbentuk yaitu sebanyak 3 cluster dilihat dari K = 3 dengan menggunakan metode elbow. Pada K-Means Clustering diperoleh hasil cluster 1 sebanyak 11 Kabupaten/Kota, cluster 2 sebanyak 6 Kabupaten/Kota, cluster 3 sebanyak 2 Kabupaten/Kota dan hasil evaluasi cluster DBI sebesar 0.64. Pada K-Medoids Clustering diperoleh hasil cluster 1 sebanyak 8 Kabupaten/Kota, cluster 2 sebanyak 4 Kabupaten/Kota, cluster 3 sebanyak 4 Kabupaten/Kota dan hasil evaluasi cluster DBI sebesar 0.92. Sehingga, algoritma yang lebih optimal dalam pengelompokan Kabupaten/Kota berdasarkan Produksi Tanaman Pangan di Provinsi Sumatera Barat adalah menggunakan K-Means Clustering.
EDUKASI KEUANGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA MELALUI PENCEGAHAN PINJAMAN ONLINE Ghina, Nadiyatul; Prima Sari, Devni; Wahyu, Sri; Agustina, Dina; Rizal, Yusmet; Hariansyah, Hariansyah; Alfajri, Taufik
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.4106-4114

Abstract

Rendahnya literasi keuangan masyarakat masih menjadi persoalan serius di era digital, terutama terkait meningkatnya kasus pinjaman online ilegal yang berimplikasi negatif terhadap stabilitas ekonomi keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kecamatan Harau ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelolaan keuangan rumah tangga melalui edukasi keuangan yang berfokus pada empat aspek utama: bahaya pinjaman online ilegal, manajemen keuangan keluarga, pemanfaatan aplikasi keuangan digital, dan praktik pinjam-meminjam dalam perspektif agama. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan praktik penggunaan aplikasi keuangan, dengan evaluasi capaian peserta melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator, yaitu pemahaman risiko pinjaman online meningkat dari 58,9 menjadi 83,6, manajemen keuangan keluarga dari 83,7 menjadi 93,2, literasi aplikasi keuangan dari 62,5 menjadi 86,2, dan pemahaman pinjaman online dalam perspektif agama dari 74,3 menjadi 89,6. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukasi keuangan yang terintegrasi dengan nilai agama serta pemanfaatan teknologi finansial mampu memperkuat literasi keuangan keluarga dan berperan sebagai strategi preventif dalam mengurangi risiko pinjaman online bermasalah