Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Puitika

Peristiwa 1965 dalam Cerpen-Cerpen Pilihan Kompas: Analisis Wacana Kritis Nafisah Nafisah; Achmad Muchtar; Galih Pangestu Jati
Puitika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.34-48.2022

Abstract

Penelitian ini membahas peristiwa 1965 dalam buku kumpulan cerpen pilihan Kompas. Sejak diterbitkannya kumpulan cerpen pilihan Kompas pertama pada tahun 1992, ditemukan sekitar 20% cerpen yang bercerita mengenai peristiwa 1965. Dalam perjalanannya, pengungkapan peristiwa 1965 di dalam cerpen mengalami perbedaan makna antara yang terbit saat Orde Baru berkuasa dengan masa setelah rezim tersebut lengser.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui narasi dan deskripsi peristiwa 1965 dalam cerpen pilihan Kompas. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis Michel Foucault.Hasil dari penelitian ini adalah cerpen-cerpen mengenai Peristiwa 1965 yang terbit saat Orde Baru berkuasa memuat wacana penempatan massa PKI sebagai pihak yang bersalah. Selain itu, wacana yang lainnya adalah adanya legitimasi kekerasan yang bertumpu pada Peristiwa 1965. Oleh adanya peristiwa ini, pihak lain diperbolehkan untuk melakukan kekerasan terhadap pihak yang bersalah, dalam hal ini PKI. Adapun cerpen-cerpen mengenai Peristiwa 1965 yang terbit setelah Orde Baru berkuasa memuat wacana bahwa orang yang dekat dengan orang-orang komunis dituduh sebagai komunis, padahal mereka tidak berafiliasi dengan PKI. Selain itu, pada masa ini, wacana mengenai Peristiwa 1965 yang dijadikan legitimasi kekerasan masih tampak jelas di dalam cerpen-cerpen Kompas. Hal ini digunakan untuk mendukung wacana yang pertama, yaitu untuk mengungkap bagaimana penderitaan yang disebabkan oleh tuduhan tersebut. 
Kontestasi Memori dalam Novel Tiba Sebelum Berangkat Karya Faisal Oddang Jati, Galih Pangestu; Rokhani, Umilia; Bagaskara, Akbar
Puitika Vol. 20 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v20i2.610

Abstract

This study aims to determine the discourse of memory contestation in the novel Tiba Sebelum Berangkat by Faisal Oddang. This cannot be separated from the relationship between memory and the formation of a person's identity. By using qualitative research methods, this study is divided into three stages, namely data collection, data analysis, and presentation of research results. Data collection is carried out by repeated reading of various data related to formal objects and material objects. Meanwhile, data analysis is carried out by looking for relationships between data to achieve a unity. The theory used is the social theory of remembering developed by Barbara Misztal. The results of the study are the existence of collective memory contestation that causes the identity of a person or group of people to experience a crisis. As a result, the individual commits various sexual deviations as a projection of the crisis.