Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Pembelajaran Statistik Deskriptif Pada Pokok Bahasan Distribusi Frekuensi Mahasiswa Semester 2 di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi Winda Hurotul Aini; M. Iswahyudi; Rifka Arinda N.
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol 5 No 3 (2023): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v6i1.3538

Abstract

Pembelajaran merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh dosen dan siswa untuk mencapai tujuan yang baik. Perlunya diterapkan model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran tersebut mampu meningkat nilai dari mahasiswa. Kemudian mahasiswa juga mampu memecahkan masalah dan mengintegrasikan antara keterampilan dan pengetahuan yang diperolehnya. Tujuan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah ini mahaiswa mampu menyelesaikan tugas-tugas secara jelas dan detail serta mampu mengeksplor informasi yang didapat dilapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan rancangan penelitian “non equivalent pretest-postest control group design”. Dengan menggunakan teknik yang digunakan adalah dekriptif kuantitatif, yang mana membandingkan nilai kelas yang dijadikan sebagai kelas kontrol dan sebagai kelas eksperimen. Dari hasil penelitian ini maka dapat dilihat bahwa rata-rata nilai mahasiswa kelas kontrol lebih rendah dibandingkan dengan nilai mahasiswa kelas eksperimen. Sehingga dapat terlihat bahwa nilai signifikan HO ditolak dan Ha diterima.
Strategi Pengembangan Wisata Konservasi Mangrove Dan Edukasi Di Desa Pondoknongko Kec. Kabat Kab. Banyuwangi Oktavima Wisdaningrum; Achmad Iqbal; M. Iswahyudi
Journal of Aquaculture Science Vol 7 No 2 (2022): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v7i2.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris bagaimana pemanfaatan pantai pondoknongko sebagai objek wisata dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan wisata di Desa Pondoknongko sehingga akan membantu penyusunan strategi pengembangan wisata konservasi mangrove dan edukasi yang tidak hanya mengarah pada tujuan jangka pendek, melainkan memperhatikan keberlanjutan (sustainability).Data yang digunakan pada penelitian ini berasal dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan wawancara, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber-sumber yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan analisis SWOT, Pantai Pondoknongko sangat potensial dijadikan objek wisata konservasi mangrove dan edukasi. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan wisata diantaranya, tingginya Abrasi dan Erosi, belum adanya fasilitas wisata, kesadaran masyarakat dan manajemen pengelola wisata yang belum maksimal. Kata kunci: Pantai Pondoknongko, Analisis SWOT, Wisata Konservasi Mangrove, Edukasi
Penguatan Perlindungan HKI Merek Dagang melalui Klinik dan Pendampingan Kewirausahaan Mahasiswa P2MW Moh. Fahrurrozi; Ni Kadek Yuliandari; M. Iswahyudi; Mabruroh Mabruroh
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v3i1.1084

Abstract

Pengembangan usaha mahasiswa memerlukan kesiapan legal untuk melindungi aset tidak berwujud, khususnya merek dagang sebagai identitas usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat perlindungan HKI merek dagang pada kelompok usaha mahasiswa P2MW melalui klinik HKI dan pendampingan kewirausahaan. Kegiatan melibatkan 25 mahasiswa dari 6 kelompok usaha P2MW. Metode kegiatan terdiri atas workshop, klinik HKI, coaching per tim, pendampingan penyusunan dokumen, pengajuan merek, dan pemantauan status melalui sistem Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Proses pendampingan difokuskan pada identifikasi kelas merek, perbaikan identitas merek, kelengkapan dokumen pendaftaran, pengajuan permohonan merek, serta pemantauan sampai sertifikat terbit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 4 dari 6 kelompok melanjutkan proses sampai tahap pengajuan merek, sedangkan 2 kelompok belum melanjutkan karena identitas merek dan dokumen belum sepenuhnya siap. Seluruh 4 merek yang diajukan berhasil memperoleh sertifikat merek resmi, sehingga tingkat ketercapaian pada kelompok yang mengajukan mencapai 100%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa model klinik HKI yang aplikatif dan berkelanjutan mampu memperkuat kesiapan legal usaha mahasiswa, melindungi identitas bisnis, dan mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa yang lebih kompetitif. Program berikutnya disarankan mengintegrasikan pendampingan merek dengan legalitas usaha, sertifikasi halal, desain kemasan, pemasaran digital, dan pengembangan model bisnis.