Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Jumlah Sel Leydig dan Mikroanatomi Testis Tikus Putih (Rattus norvegicus) Setelah Pemberian Teh Kombucha Konsentrasi 50% Waktu Fermentasi 6, 9 dan 12 Hari Sri Isdadiyanto; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.67-74

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji potensi teh Kombucha kadar 50% dengan variasi waktu fermentasi dalam mempengaruhi jumlah sel leydig dan struktur mikroanatomi testis tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan Tikus putih jantan sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan Teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 hari pada suhu 25oC per oral. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (selama 28 hari) dan 4 ulangan, yaitu : P0 = kontrol, tanpa tambahan teh kombucha, P1 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 6 hari, P2 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 9 hari, P3 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 12 hari. Variabel yang diukur adalah diameter tubulus seminiferus dan jumlah sel Leydig. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian teh kombucha fermentasi 6, 9, dan 12 hari menurunkan diameter tubulus seminiferus sehingga berpotensi mengganggu proses spermatogenesis, tetapi tidak mempengaruhi jumlah sel Leydig tikus putih (Rattus norvegicus). Kata kunci: Rattus norvegicus, teh kombucha , tubulus seminiferus, sel leydig
Efek Pemberian Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss.) terhadap Struktur Ren Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) yang Diberi Pakan Tinggi Lemak Winda Arini; Sri Isdadiyanto; Agung Janika Sitasiwi
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.2.2020.157-165

Abstract

Daun mimba mengandung senyawa bioaktif diantaranya terpenoid, alkaloid dan flavonoid yang diduga memiliki efek dalam menurunkan kolesterol. Penelitian bertujuan untuk menguji efek pemberian ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica A. Juss.) terhadap struktur ren tikus putih (Rattus norvegicus L.) yang diberi pakan tinggi lemak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang dibagi menjadi 6 kelompok dan 4 kali pengulangan, yaitu P0 (kontrol negatif), P1 (kontrol positif), P2 (simvastatin 8 mg), P3, P4 dan P5 (uji dosis ekstrak etanol daun mimba 75, 100 dan 125 mg). Variabel yang diamati yaitu bobot ginjal, diameter glomerulus, diameter kapsula Bowman dan tebal ruang Bowman. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat pengaruh bermakna (p>0,05) dari pemberian ekstrak etanol daun mimba terhadap bobot ginjal, diameter glomerulus, diameter kapsula Bowman dan tebal ruang Bowman pada ginjal tikus yang diberi pakan tinggi lemak. Kesimpulan penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun mimba mampu memperbaiki struktur ginjal tikus hiperlipidemia. Kata kunci : pakan tinggi lemak, daun mimba, diameter glomerulus, diameter kapsula Bowman
Profil Lipid Tikus Putih Setelah Pemberian Teh Kombucha Kadar 50% Waktu Fermentasi 6, 9 Dan 12 Hari Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.1.2017.80-85

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha kadar 50% sebagai drinking water dengan variasi waktu fermentasi. Penelitian ini menggunakan Tikus putih (Rattus norvegicus) jantan  sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan Teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 hari pada suhu 25oC per oral. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (selama 28 hari) dan 4 ulangan, yaitu : P0 = kontrol, tanpa tambahan teh kombucha, P1 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 6 hari, P2 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 9 hari, P3 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 12 hari. Variabel yang diukur adalah kadar kolesterol, HDL dan LDL. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 10,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian teh kombucha dapat menaikkan kadar HDL, menurunkan kadar kolesterol dan LDL serum darah tikus putih (Rattus norvegicus). Kata kunci : Rattus norvegicus; teh kombucha kadar 50%; kolesterol; HDL; LDL
Gambaran Histologi Ren Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Hiperglikemia Setelah Pemberian Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta Indica A. Juss) Fani Fahriyansyah; Sri Isdadiyanto; Siti Muflichatun Mardiati; Agung Janika Sitasiwi
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.2.2021.193-202

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kelainan metabolic yang ditandai dengan hiperglikemia kronis yang disebabkan tidak cukupnya produksi insulin dan resistensi insulin. Diabetes telah diketahui dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan pada jaringan ginjal. Mimba (Azadirachta indica A.Juss) memiliki kandungan antioksidan flavonoid yang mampu menangkal radikal bebas dan memperbaiki jaringan ginjal yang rusak akibat diabetes. Penelitian ini menggunakan 18 tikus putih yang menjadi 6 kelompok perlakuan. P0 (kontrol normal) merupakan tukus normal diberi aquades. P1(Kontrol negatif) merupakan tikus hiperglikemia diberi aquades. P2 (kontrol positif) merupakan tikus hiperglikemia diberi glibenklamid dosis 2,25 mg/ kg BB. P3, P4, dan P5 merupakan tikus hiperglikemia yang diberi ekstrak etanol daun mimba dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB. Data penelitian kemudian dianalisis dengan uji Anova. Untuk data yang tidak terdistribusi normal diuji dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun mimba tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot ginjal, konsumsi air minum, diameter glomerulus, ruang kapsula bowman, tebal sel epitel tubulus proksimal, dan tebal sel epitel tubulus distal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun mimba  mampu melindungi jaringan ginjal tikus putih dari paparan hiperglikemia Diabetes is  a metabolic disorder that treats chronic hyperglycemia caused by insufficient insulin production and insulin resistance. Diabetes has been  known to cause complications in the form of damage to kidney tissue. Neem (Azadirachta indica A.Juss) has flavonoid antioxidants that can ward off free radicals and repair kidney tissue damaged by diabetes. The purpose of the study was to examine the ethanol extract of neem leaves repairing kidney tissue. The study used 18 albino rats were divided into 6 treatment groups. P1 (negative control) was a hyperglycemic rats group were given distilled water. P2 (positive control) was a hyperglycemic rats were given 2.25 mg/kg BW of glibenclamide. P3, P4, and P5 were rats were given 100, 200, and 400 mg/kg BW of ethanolic neem leaf extract The research data were analyzed by ANOVA. The non-normally distributed data were analyzed by  Kruskal-Wallis. The results showed that the ethanol extract of neem leaves had no significant effect on kidney weight, water consumption, glomerular diameter, bowman's capsule space, proximal tubular epithelial cell thickness, and distal tubular epithelial cell thickness. The conclusion of this study was  the ethanol extract of neem leaves  was able to protect the kidney tissue of white rats from hyperglycemia.
Kadar Apoprotein A dan Apoprotein B Serum Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) yang diinduksi Pakan Tinggi Lemak Setelah diberi Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta indica) Sri Isdadiyanto; Agung Janika Sitasiwi; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.1.2021.49-55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak etanol daun mimba  (Azadirachta indica) terhadap kadar apoprotein A dan apoprotein B tikus putih (Rattus norvegicus L.) yang diberi pakan tinggi lemak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, sebanyak 24 ekor tikus putih jantan dewasa digunakan sebagai hewan uji, dibagi 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan meliputi P0 (control), P1 (pakan tinggi lemak), P2 (simvastatin 8 mg), P3; P4; dan P5 (uji dosis ekstrak etanol daun mimba 75; 100; dan 125 mg). Hari terakir perlakuan, hewan dikorbankan dan diambil darahnya untuk analisis  kadar apoprotein A dan apoprotein B. Kadar apoprotein A dan apoprotein B serum darah ditentukan dengan metode colorimetric enzymatic menggunakan cobas c reagents kits. Kadar apoprotein A dan apoprotein B serum darah diukur dengan menggunakan Roche/Hitachi cobas c systems automatically calculate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan tinggi lemak berpengaruh meningkatkan kadar apoprotein B,  ekstrak etanol daun mimba berpengaruh meningkatkan kadar apoprotein A dan menurunkan kadar apoprotein B.
Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) pada Periode Laktasi Setelah Pemberian Suplemen Telur Puyuh Organik Citra Riandika; Tyas Rini Saraswati; Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.605 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.2.2019.122-128

Abstract

Periode kebuntingan pada hewan membutuhkan nutrisi yang banyak sebagai akibat dari pemenuhan gizi indukan dan embrio. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh suplementasi telur puyuh organik terhadap kadar glukosa darah Rattus norvegicus L saat laktasi. Penelitian ini menggunakan 20 ekor Rattus norvegicus L betina terdiri atas 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini terdiri atas T0:  Rattus norvegicus L kontrol; T1: Rattus norvegicus L diberi suplemen telur yang diproduksi puyuh yang diberi pakan komersial; T2: Rattus norvegicus L diberi suplemen  telur yang diproduksi puyuh yang diberi pakan organik standar; T3: Rattus norvegicus L diberi suplemen telur yang diproduksi puyuh yang diberi pakan organik yang mengandung daun singkong, ikan kembung dan kunyit, dan T4: Rattus norvegicus L diberi suplemen telur yang diproduksi puyuh yang diberi pakan organic yang mengandung daun singkong, rumput laut, dan kunyit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) . Data yang diperoleh dianalisis menggunakan  Analysis of Variance (Anova) pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa suplementasi telur puyuh organik yang tidak memberikan pengaruh (P<0.05) terhadap kadar glukosa darah. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar glukosa darah tikus putih pada periode laktasi setelah pemberian suplemen telur puyuh organik berada pada taraf normal sehingga suplemen telur puyuh organik baik dikonsumsi pada periode laktasi. Kata kunci : laktasi, telur, glukosa
Struktur Hepar dan Rasio Bobot Hepar Terhadap Bobot Tubuh Mencit (Mus Musculus L.) Jantan Setelah Pemberian Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta Indica A.Juss) Ratih Nur Fitriani; Agung Janika Sitasiwi; Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.75-83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur hepar dan rasio bobot hepar terhadap bobot tubuh mencit (Mus musculus L) jantan setelah pemberian ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica A.Juss). Penelitian ini menggunakan 2 kelompok perlakuan yaitu Kontrol (akuades) dan Perlakuan (mimba). Perlakuan diberikan secara oral selama 21 hari. Hepar ditimbang dan dibuat preparat menggunakan metode parafin dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Pengukuran diameter hepatosit dilakukan dalam 4 bidang pandang. Bobot hepar dan bobot tubuh digunakan untuk menghitung nilai HSI. Data dianalisis dengan uji t. Hasil analisis menunjukan adanya pengaruh nyata terhadap diameter hepatosit tetapi menunjukan pengaruh tidak nyata terhadap bobot tubuh, bobot hepar dan nilai Hepatosomatik indek (HSI). Hal ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica) sebagai obat tradisional dengan dosis 14 mg/KgBB tidak mempengaruhi struktur hepar dan rasio bobot hepar terhadap bobot tubuh mencit (Mus musculus) jantan. Kata kunci : daun mimba, hepar, diameter hepatosit dan HSI
Tebal Dinding dan Diameter Lumen Arteria Koronaria Tikus Putih Setelah Pemberian Teh Kombucha Kadar 75% Waktu Fermentasi 6, 9 dan 12 Hari Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.992 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.195-202

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha kadar 75% sebagai drinking water dengan variasi waktu fermentasi. Penelitian ini menggunakan Tikus putih (Rattus norvegicus) jantan  sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan Teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 hari pada suhu 25oC per oral. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (selama 28 hari) dan 4 ulangan, yaitu : P0 = kontrol, tanpa tambahan teh kombucha, P1 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 6 hari, P2 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 9 hari, P3 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 12 hari. Variabel yang diukur adalah kadar kolesterol, HDL dan LDL. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 10,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian teh kombucha tidak mempengaruhi tebal dinding dan diameter lumen arteria koronaria tikus putih (Rattus norvegicus).
Efek Antifertilitas Ekstrak Biji Pepaya (Carica Papaya L.) dengan Pelarut Air terhadap Bobot Anak Mencit (Mus Musculus L.) Muhammad Farizan Adani; Agung Janika Sitasiwi; Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.1.2017.11-16

Abstract

Biji pepaya merupakan tanaman obat yang diduga memiliki senyawa antifertilitas sehingga dapat dijadikan sebagai alat kontrasepsi herbal yang aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efek antifertilitas ekstrak biji pepaya (C. papaya L.) dengan pelarut air terhadap bobot anak mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan 15 ekor mencit betina yang dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan dengan 3 kali ulangan. K(-): bahan perlakuan berupa aquades. K(+): bahan perlakuan berupa pil kontrasepsi. P1, P2, P3 masing-masing diberi bahan perlakuan berupa ekstrak biji pepaya dengan dosis 1,4, 3,5, 7 mg/ekor/hari. Masing-masing diberikan perlakuan oral dengan volume 0,5 ml selama 21 hari. Setelah perlakuan berakhir, dilanjutkan dengan uji kawin.  Parameter yang diamati adalah bobot anak mencit, bobot induk mencit setelah perlakuan berakhir. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap bobot anak mencit dan induk mencit. Kesimpulan penelitian ini adalah senyawa antifertilitas dalam biji pepaya (C. papaya L.) dengan pelarut air tidak mempengaruhi bobot anak dan induk mencit. Kata kunci : Carica papaya; antifertilitas; bobot anak mencit; bobot induk mencit
Kadar Hemoglobin Dan Jumlah Eritrosit Mencit (Mus musculus) Jantan setelah Perlakuan dengan Ekstrak Etanol Daun Nimba (Azadirachta indica) Agung Janika Sitasiwi; Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.161-167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar hemoglobin (Hb) dan jumlah eritrosit mencit jantan setelah paparan ekstrak ethanol daun Nimba. Hewan uji dalam penelitian ini adalah dua puluh empat ekor mencit jantan dewasa berusia 2.5 bulan dengan bobot badan 25-30 gram, diaklimasi selama 2 minggu, serta dipelihara dalam kondisi kandang dengan kelembaban dan temperatur yang terkontrol. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu P0 sebagai kontrol dengan bahan uji berupa akuades; P1, P2 dan P3 masing-masing diberi ekstrak daun Nimba dengan dosis 8.4; 11.2; 14 mg/ekor/hari. Perlakuan diberikan secara oral dengan volume 0.3 mL, selama 21 hari. Sampel darah diisolasi langsung dari jantung setelah hewan uji dikorbankan dengan cara pembiusan menggunakan chloroform. Plasma darah ditampung untuk pengukuran kadar Hb dan jumlah eristrosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Hb dan eristrosit kelompok perlakuan lebih rendah dan berbeda bermakna dari kelompok kontrol. Penurunan kadar Hb hewan uji kelompok perlakuan menunjukkan pola yang sejalan dengan penurunan jumlah eritrosit. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan esktrak etanol daun Nimba secara oral selama 21 hari berpotensi mengganggu kesehatan serta menurunkan kebugaran hewan.Kata kunci: hemoglobin; nimba; mencit