Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Efek Pemberian Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) terhadap Struktur Histologis Pankreas Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Hiperglikemia Nunuk Shofiati; Siti Muflichatun Mardiati; Agung Janika Sitasiwi; Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.2.2021.115-123

Abstract

Indikator klinis penyakit Diabetes Melitus adalah hiperglikemia. Mimba (Azadirachta indica A. Juss) merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai alternatif obat herbal hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak etanol daun mimba terhadap struktur histologis pankreas pada tikus hiperglikemia. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah tikus 24 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan dan 4 kali ulangan. P0 (kontrol normal) adalah kelompok tikus normal yang diberi akuades, P1 (kontrol negatif) adalah tikus hiperglikemia yang diberi akuades. P2 (kontrol positif) adalah kelompok tikus hiperglikemia yang diberi glibenklamid dosis 2,25 mg/kg BB. P3, P4, dan P5 adalah kelompok tikus yang diberi ekstrak etanol daun mimba dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB. Data dianalisis dengan ANOVA pada signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak etanol daun mimba dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot pankreas, diameter, luas, dan densitas pulau Langerhans (P>0,05). Skoring struktur pulau Langerhans berdasarkan uji Mann-Whitneymenunjukkan hasil beda nyata pada kelompok  tikus yang diberi daun mimba (P≤0,05). Kesimpulan dari penelitian ini, pemberian ekstrak daun mimba dosis 400mg/kg BB menunjukkan adanya perbaikan morfologi pulau Langerhans. The clinical indicator of Diabetes mellitus was hyperglycemia. Azadirachta indica A. Juss was a plant has the potential to alternative medicine for hyperglycemia. The study was to analyze the ethanol neem leaf extract effect on histological structure of hyperglycemic rat pancreas. This study used a completely randomized design (CRD) with 24 rats were divided into 6 treatment groups and 4 replications. P0 (control) was a normal rats group were given distilled water, P1 (negative control) was a hyperglycemic rats group were given distilled water. P2 (positive control) was a hyperglycemic rats were given 2.25 mg/kg BW of glibenclamide. P3, P4, and P5 were rats were given 100, 200, and 400 mg/kg BW of ethanolic neem leaf extract.The data analyzed by ANOVA at 95% significance showed the treatment of 100, 200, and 400 mg/kg BW ethanolic neem leaf extract had no significant effect on the pancreatic weight, diameter, area, and density of Langerhans islet (P> 0.05). The score of Langerhans islet structure based on the Mann-Whitney test showed significant differences in the groups of mice given neem leaves (P≤0.05). Treatment of 400mg/Kg BW neem leaf extract showed an improvement in the morphology of the islets of Langerhans. 
Struktur Histologi Hepar Puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica) yang Diberi Pakan Organik Ika Oktavia Nurmila; Tyas Rini Saraswati; Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.73 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.90-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pemberian pakan organik terhadap diameter hepatosit  dan struktur histologi hepar puyuh jepang (Coturnix coturnix japonica). Penelitian ini menggunakan 60 ekor puyuh jepang yang terdiri atas 4 perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri atas 3 ekor puyuh dan dilakukan 5 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian terdiri atas 4 kelompok yaitu P0 merupakan puyuh yang diberi pakan komersial, P1 merupakan puyuh yang diberi pakan organik standar, P2 merupakan puyuh yang diberi pakan organik dengan kandungan daun singkong, kunyit, dan ikan kembung, dan P3 merupakan puyuh yang diberi pakan organik dengan kandungan daun singkong, kunyit, dan rumput laut. Perlakuan diberikan selama 4 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diukur dalam penelitian adalah diameter hepatosit, diameter lobulus hepar, bobot hepar, dan bobot badan puyuh jepang serta deskripsi struktur histologi hepar. Data dianalisis dengan Analysis of Varian (ANOVA), bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis data terdapat perbedaan nyata pada diameter hepatosit, diameter lobulus hepar, dan bobot hepar, namun tidak terdapat perbedaan nyata terhadap bobot badan puyuh jepang yang diberi pakan organik. Disimpulkan bahwa pemberian pakan organik mampu mengoptimalkan fungsi hepar puyuh.  Kata kunci: pakan organik, puyuh jepang, hepatosit, kunyit
Pengaruh Waktu Fermentasi Teh Kombucha Kadar 75% terhadap Profil Lipid Tikus Putih Sri Isdadiyanto; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 1, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.1.1.2016.30-35

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha kadar 75% sebagai drinking water dengan variasi waktu fermentasi. Penelitian ini menggunakan Tikus putih (Rattus norvegicus) jantan  sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan Teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 hari pada suhu 25oC per oral. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (selama 28 hari) dan 4 ulangan, yaitu : P0 = kontrol, tanpa tambahan teh kombucha, P1 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 6 hari, P2 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 9 hari, P3 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 12 hari. Variabel yang diukur adalah kadar kolesterol, HDL dan LDL. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 10,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian teh kombucha dapat menaikkan kadar HDL, menurunkan kadar kolesterol dan LDL serum darah tikus putih (Rattus norvegicus). Kata kunci: Rattus norvegicus; teh kombucha kadar 75%; kolesterol; HDL; LDL
Pertumbuhan Anak Itik Magelang (Anas javanica) Pasca Tetas dari Induk yang Disuplementasi Kurkumin (Curcuma Longa L.) serta Dipajan Cahaya Putih dan Merah Luthfiana Ulil Albab; Sri Isdadiyanto; Muhammad Anwar Djaelani
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.476 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.166-172

Abstract

 Itik magelang merupakan itik lokal yang memiliki prosentase produksi telur  mencapai 80% pada pemeliharaan intensif, untuk meningkatkan produksi telur maka pada penelitian ini itik magelang diberi suplementasi kurkumin serta pajanan cahaya putih dan merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian kurkumin serta cahaya putih dan merah pada induk terhadap pertumbuhan anak itik magelang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang berasal dari 4 induk yang berbeda, yaitu induk A0B0 (kurkumin 0 mg dan cahaya putih),  A0B1 (kurkumin 0 mg dan  cahaya merah), A1B0 (kurkumin 18 mg dan cahaya putih) dan A1B1 (kurkumin 18 mg dan cahaya merah). Masing-masing kelompok induk diambil 5 anak itik betina untuk diukur morfometrinya. Variabel yang diamati berupa morfometri yang terdiri dari pengukuran panjang badan, panjang sayap, dan panjang kaki. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji non parametrik Kruskal Wallis dan diuji lanjut menggunakan uji Mann Whitney-U. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi kurkumin dan pajanan cahaya putih serta merah pada induk secara umum dapat mempengaruhi pertumbuhan anak itik magelang.
Tebal Dinding dan Diameter Lumen Arteria Koronaria Tikus Putih Setelah Pemberian Teh Kombucha Kadar 100% Waktu Fermentasi 6, 9 dan 12 Hari Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.97-104

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha kadar 100% sebagai drinking water dengan variasi waktu fermentasi. Penelitian ini menggunakan Tikus putih (Rattus norvegicus) jantan  sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan Teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 hari pada suhu 25oC per oral. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (selama 28 hari) dan 4 ulangan, yaitu : P0 = kontrol, tanpa tambahan teh kombucha, P1 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 6 hari, P2 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 9 hari, P3 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 12 hari. Variabel yang diukur adalah kadar kolesterol, HDL dan LDL. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 10,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian teh kombucha tidak mempengaruhi tebal dinding dan diameter lumen arteria koronaria tikus putih (Rattus norvegicus). Kata kunci: Rattus norvegicus; teh kombucha kadar 100%; tebal dinding; diameter lumen; arteri koronaria
Histopatologi Pankreas Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) yang Diberi Pakan Tinggi Lemak dan Paparan Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) Eka Wahyu Cahya Ningrum; Sri Isdadiyanto; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.2.2020.129-137

Abstract

Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) mengandung antioksidan yang berpotensi untuk memperbaiki kerusakan pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak etanol daun mimba terhadap histopatologi pankreas tikus putih (Rattus norvegicus L.) yang diberi pakan tinggi lemak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Perlakuan meliputi kontrol (P0), pakan tinggi lemak (P1), simvastatin 8 mg (P2), dan uji dosis ekstrak etanol daun mimba 75; 100; dan 125 mg (P3; P4; dan P5). Parameter yang diukur adalah diameter dan luas pulau langerhans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mimba tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap diameter dan luas pulau langerhans serta tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap skoring kerusakan pulau langerhans tikus putih. Kesimpulan dari penelitian ini adalah esktrak etanol daun mimba dengan dosis 75; 100; dan 125 mg tidak dapat meningkatkan diameter dan luas pulau langerhans tikus putih yang diberi pakan tinggi lemak. Kata kunci : ekstrak etanol daun Mimba, pakan tinggi lemak, pulau langerhans, tikus putih
Grafting of Heparin on Blend Membrane of Citric Acid Crosslinked Chitosan/Polyethylene Glycol-Poly Vinyl Alcohol (PVA-PEG) Retno Ariadi Lusiana; Ginanjar Argo Pambudi; Fitra Nilla Sari; Didik Setiyo Widodo; Khabibi Khabibi; Sri Isdadiyanto
Indonesian Journal of Chemistry Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.158 KB) | DOI: 10.22146/ijc.30861

Abstract

Heparin, an active sulfate group material, grafted onto blend membrane citric acid cross-linked chitosan/poly (vinyl alcohol)-poly(ethylene glycol) (PVA-PEG) to improve the membrane properties. The physical tests shown that grafting reaction of citric acid crosslinked chitosan increased the mechanical strength and membrane swelling. The permeability test results, it was found that the grafted chitosan membrane was improved permeability of both urea and creatinine as compared to chitosan pure and chitosan crosslinked membrane. The negative charge of the sulphonate group of heparin increased the number of the active side of the carrier in the membrane, which then correlated to the membrane’s permeability process.
Kualitas Kerabang Telur pada Berbagai Itik Petelur Lokal di Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Non Ruminansia (BPBTNR), Ambarawa Eka Fitriani; Sri Isdadiyanto; Silvana Tana
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 18, No.2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.707 KB) | DOI: 10.14710/bioma.18.2.107-113

Abstract

Duck (Anas platyrhynchos) was one type of potential poultry producing eggs. Efforts to increase productivity can be done through the selection of good breeding stock, provision of adequate food in quantity and quality as well as the provision of additional feed (feed additive). Calcium carbonate was a mineral needed by a group of ducks for egg shell formation. The purpose of the research was quality of the local duck eggs Pengging include ducks, duck Tegal and duck Magelang  based on the quality of its shell. This study uses a completely randomized design (CRD) with three treatments (Pengging duck, duck Ducks Tegal and Magelang) and 6 replication.The measured variable was the index of egg shell, eggshell weight, eggshell thickness and eggshell calcium. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with a differentiating factor is the type of duck. Real different data analyzeda further test using Least Significant Differences Test (LSDT) at the level of 95%. The results of this research indexshowed that ducks Tegaland duck Pengging no significant difference but significantly different with Magelang ducks. Weight eggshell and eggshell thickness showed no significantly different for the three types of local ducks. Eggshell calcium levels showed that Magelang ducks and duck Pengging no significant difference but significantly different with Tegal ducks.Conclusion of the study was index eggshell and eggshell calcium could affect the quality of the eggshell. Keywords: Local Ducks in Central Java, the index of egg shell, eggshell weight, eggshell thickness, eggshell calcium.
Profil Leukosit Tikus Jantan (Rattus novergicus L.) Galur Sprague Dawley Setelah Paparan Nanopartikel Kitosan Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss.) Fauziah Mustika Putri; Agung Janika Sitasiwi; Sri Isdadiyanto; Siti Muflichatun Mardati
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.75946

Abstract

Ekstrak daun mimba memiliki aktivitas antioksidan yang memberikan efek terapeutik luas. Penelitian in vivo berbasis bio-nanomaterial banyak digunakan sebagai drug delivery untuk meningkatkan ketersediaan hayati pada obat selama berada di sirkulasi sistemik. Kombinasi antara nanopartikel dan ekstrak daun mimba perlu diketahui kadar keamananya bagi tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh nanopartikel kitosan ekstrak etanol daun mimba terhadap profil leukosit tikus jantan galur Sprague Dawley jantan yang ditunjukkan dengan jumlah total dan diferensial leukosit. Penelitian ini menggunakan desain RAL dengan 4 ekor tikus jantan dari 4 kelompok perlakuan terdiri dari P0 (akuades), P1 (larutan nanopartikel kitosan), P2 (NEEDM 50%), P3 (NEEDM 100%). Pemberian perlakuan diberikan secara oral selama 28 hari. Semua prosedur penelitian telah disetujui oleh komisi etik KEPK FK UNDIP, Semarang dengan nomor sertifikat 29/EC/H/FK-UNDIP/III/2021. Sintesis nanopartikel kitosan menggunakan metode gelasi ionik dan berhasil mendapatkan ukuran nano sebesar 232,3 nm, 700,1 nm, dan 297,3 nm. Uji fitokimia pada ekstrak etanol daun mimba positif mengandung senyawa fenolik, alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin, dan saponin. Variabel yang diamati yaitu jumlah total dan diferensial leukosit. Data dianalisis dengan Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan secara nyata antar kelompok perlakuan (P>0,05). Jumlah total leukosit, dan jumlah rataan limfosit, monosit, dan neutrofil segmen masih dalam kisaran normal. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian sediaan nanopartikel kitosan ekstrak etanol daun mimba memberikan efek protektif terhadap sistem imun dan tidak bersifat toksik.
Safety Test for Ethanolic Neem Leaf (Azadirachta indica A. Juss.) Extract on Male Mice (Mus musculus L) Renal Structure Ayu Dwi Lestari; Agung Janika Sitasiwi; Sri Isdadiyanto
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.46758

Abstract

Neem leaves (Azadirachta indica A. Juss.) are often used as traditional medicine because they contain bioactive compounds such as azadirachtin, nimbidin and nimbolides. Consumption of traditional medicines for long periods can cause side effect on kidney. This study aims to find out the histological structure of glomerular and proximal tubular in the male mice (Mus musculus L.)  kidneys after exposure to the ethanolic of neem leaves extract. Completely Randomized Design (CRD) consists of 2 treatment groups with 15 replications was used in this study. The first group is K (only treated with aquadest) and P group (treated by ethanolic neem leaves extrcat at the dosage 14 mg/ kg body weight). The treatment were given orally with a volume of 0.2 mL for 21 days. Feeding and drinking were carried out ad-libitum. At the 22 days, kidney was isolated, weighted and made for histological processed with 5 μm in thickness using paraffin method with Hematoxylin and Eosin staining. The variables observed in this study were kidney weight, water consumption, glomerular diameter, thick of Bowman capsule, diameter of proximal tubule and lumen diameter. Data were analyzed using the t test with a confidence level of 95%. The results of the analysis showed that the treatment has no significant effect (p> 0.05) to kidney weight, water consumption, glomerular diameter, thick of Bowman capsule, diameter of proximal tubules and lumen diameter. The study showed that the use of ethanolic neem leaves extract for 21 days still safe to be use as a traditional medicine.