Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Transesterifikasi Minyak Biji Buta-Buta menjadi Biodiesel pada Katalis Heterogen Kalsium Oksida (CaO) Zaki, Muhammad; Husin, M.T., Husni; Alam, Pocut Nurul; Darmadi, Darmadi; Rosnelly, Cut Meurah; Nurhazanah, Nurhazanah
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2019)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v14i1.13495

Abstract

Penelitian ini menggunakan katalis padat CaO untuk reaksi transesterifikasi minyak biji buta-buta menjadi biodiesel. Minyak biji buta-buta diekstraksi menggunakan alat press. Katalis CaO disiapkan dari cangkang kerang dengan cara dipijar pada suhu 850 oC. Sampel katalis dikarakterisasi dengan metode scanning electron microscopy (SEM) dan x-ray diffractometer (XRD). Katalis cangkang kerang memiliki ukuran partikel antara 200-2000 nm. Hal ini karena pemanasan cangkang pada 850 oC menyebabkan terjadi aglomerasi. Dari rekaman XRD teridentifikasi bahwa katalis didominasi oleh senyawa CaO dan terdapat sedikit CaCO3. Reaksi transesterifikasi dilangsungkan dalam reaktor batch dengan variasi suhu (55 oC, 60 oC, 65oC, dan 70oC), rasio metanol terhadap minyak: 3:1, 6:1, 9:1, 12:1, dan 15:1. Reaksi dilangsungkan selama 3 jam dan katalis didispersi 6 % berat dari minyak. Perolehan metil ester maksimum dicapai 96,7% pada kondisi reaksi, yaitu: molar metanol:minyak 12:1 dan suhu reaksi 65 oC. Karakteristik biodiesel hasil penelitian ini memenuhi sifat-sifat bahan bakar berkualitas tinggi sesuai dengan standar SNI dan ASTM. Proses transesterifikasi minyak biji buta-buta dan metanol menggunakan CaO sebagai katalis basa heterogen layak diaplikasikan secara komersial untuk produksi biodiesel dalam skala industri.
Characterization of Polyether Sulfone (PES) Membranes Filled with Activated Carbon from Jatropha Seed Shell as Aditif for Elimination Peroxide Number and Free Fatty Acid in Used Cooking Oil Aprilia, Sri; Rosnelly, Cut Meurah; Ramadhani, Sri; Novarina, Lia; Fathanah, Umi; Djuned, Fauzi Muhammad; Amin, Amri
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.10471

Abstract

Minyak goreng adalah bahan konsumsi yang penting dalam rumah tangga dan industri makanan. Sayangnya, sering digunakan berulang kali karena mahal. Tindakan ini mungkin tidak hanya berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi juga mempengaruhi nilai gizi dan mengurangi kualitas makanan. Kualitas reduksi ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah peroksida dan jumlah asam lemak. Penelitian ini menggunakan membran PES yang dimodifikasi dengan penambahan karbon aktif dari kulit biji jarak sebagai aditif untuk mengurangi fouling dalam minyak goreng olahan. Membran diproduksi dengan metode presipitasi perendaman. Sementara, karbon diaktivasi dengan larutan KOH 0,1% dan dipanaskan dalam furnace pada temperatur 600oC.Membran dan karbon aktif dianalisis menggunakan metode FTIR. Analisis SEM menghasilkan membran asimetris dengan lapisan atas berpori dan lapisan bawah padat. Tiga campuran dalam penelitian ini dibuat dengan melarutkan PES yang dimodifikasi dengan karbon aktif pada 0%,3%, dan 5% (b/b) dalam N-methylpirrolidone. Pada penambahan karbon aktif 5% (b/b) dalam campuran membran menghasilkan koefisien permeabilitas tertinggi (L/P) sebesar 9,682 L m2bar-1h-1, pengurangan bilangan peroksida adalah 45% dan pengurangan asam lemak bebas adalah 72% dapat tercapai.
Pengolahan Limbah Cair Laundry Menggunakan Membran Selulosa Diasetat Berbasis Selulosa Pulp Kayu Sengon (Paraserianthes falcataria) Setiawan, Vera Roni; Rosnelly, Cut Meurah; Darmadi, Darmadi
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v9i3.782

Abstract

The improvement of laundry activity brought a negative effect on the environment because laundry wastewater have a high content pollutants such as phosphate, surfactants, mineral, nitrogen, COD and other components, so the treatment is needed before being discharged into terristorial water. Laundry wastewater treatment has been conducted by membrane technology. Preparation of cellulose diacetate membranes with ultrafiltration process had be done by phase inversion using dimethylformamide (DMF) as a solvent. The filtration experiment showed that the highest membrane flux was 77,408 L/m2.h at TMP 3 bar. While the lowest flux at TMP 1 bar was 55.649 L/m2.h. Rejection of membrane ultrafiltration for parameters of COD, phosphate, and surfactant were 67%, 72%, and 63% respectively.Keywords: cellulose diacetate membranes, laundry wastewater, flux, rejection
Pengaruh Rasio Aditif Polietilen Glikol Terhadap Selulosa Asetat pada Pembuatan Membran Selulosa Asetat Secara Inversi Fasa Rosnelly, Cut Meurah
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preparation of cellulose acetate (CA) membranes with ultrafiltration process had be done by phase inversion using dimethylformamide (DMF) as solvent. Poliethylene glycol (PEG) 1450 Da, as additive, was added with 10, 20, and 30% rasio of celluose acetate. The thin film of polymer solution was immersed on water bath coagulation at room temperature. The analysis of membrane morphology structure by Scanning Electron Microscope (SEM) JSM 5310 LV, Jeol-Japan showed the asymetric of membrane. The addition of PEG can improve the performance of the membrane. In resulting flux is higher than membranes without PEG. Increasing of PEG/CA ratio resulted in the higher flux with lower of rejection. The higher fluxes of water, dextran, and BSA are 146, 114, and 96 L/m2hr with 52,938 and 75,716% rejection for dextran and BSA.Keywords: cellulose acetate membranes, polyethylene glycol, ultrafiltration
Degradasi Sampah Biomassa dengan Bioaktivator EM4 sebagai Bentuk Pengendalian Limbah di Desa Neuheun Lubis, Mirna Rahmah; Fathanah, Umi; Rosnelly, Cut Meurah; Aflah, Nurul
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 5 No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v5i2.15549

Abstract

Waste that is not managed properly in Neuheun Village, Aceh Besar Regency, can cause health and environment problems. Therefore, this service activity aims to provide the people of Neuheun village with the knowledge and skills of making organic fertilizer in a simple way. The fertilizer making is carried out through short training with raw materials that are reachable by the village community. The target of theses activities is housewives in the village, the majority of whom do not work and spend their time taking care of the household. Apart from filling the time, this activity can add insight, self-efficacy, and improve family health and economic life. These activities were attended by 20 housewives who are members of the recitation of the women of Neuheun Village. These activities take place through counseling and direct training stages. Counseling was provided through the distribution of reading materials and delivery of materials followed by the organic fertilizer making. The evaluation results show the enthusiasm of the participants in participating in the training, and they are able to make organic fertilizer. Making fertilizer is expected to be a side business and increase public knowledge about the benefits of organic fertilizers.
Transformasi Limbah Sekam Padi menjadi Pupuk Organik melalui Pendekatan Partisipatif sebagai Strategi Pengembangan Desa Mandiri Pangan Rosnelly, Cut Meurah; Fathanah, Umi; Zuhra, Zuhra; Mulyati, Sri; Lubis, Mirna Rahmah; Syamsuddin, Yanna; Yunardi, Yunardi; RCL, Nasrullah; Sofyana, Sofyana; Aprilia, Sri; Suparno, Suparno; Priyanto, Wahyu
Jurnal Vokasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i1.8870

Abstract

Limbah sekam padi merupakan hasil samping penggilingan padi yang jumlahnya melimpah di wilayah agraris seperti Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Selama ini sekam padi umumnya dibakar atau ditumpuk tanpa pemanfaatan optimal, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan kehilangan nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku pupuk kompos berbasis teknologi sederhana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan kompos, serta monitoring dan evaluasi. Bahan yang digunakan meliputi sekam padi, kotoran sapi, dedak, dan bioaktivator EM4 dalam sistem pengomposan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah sekam menjadi kompos matang yang berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah, dan berbau tanah. Pemanfaatan sekam sebagai bulking agent terbukti mendukung proses aerasi dan mempercepat dekomposisi bahan organik. Secara ekonomi, kegiatan ini berpotensi mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dan menekan biaya produksi. Secara ekologis, program ini mendukung penerapan sistem pertanian tanpa limbah (zero waste farming system) serta mengurangi praktik pembakaran sekam. Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah pertanian berbasis potensi lokal dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Sintesis, Karakterisasi dan Kinerja Membran Hidrofobik Menggunakan Polyvinyl Pyrrolidone (PVP) sebagai Aditif Umi Fathanah; Mirna Rahmah Lubis; Zuhra Mahyuddin; Syawaliah Muchtar; Mukramah Yusuf; Cut Meurah Rosnelly; Sri Mulyati; Rina Hazliani; Devi Rahmanda; Suraiya Kamaruzzaman; Meuthia Busthan
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 17, No 2 (2021): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.17.2.48435.140-150

Abstract

Artikel ini melaporkan tentang sintesis, karakterisasi dan kinerja membran polyethersulfone (PES) yang dimodifikasi dengan aditif polyvinyl pyrrolidone (PVP) dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja dan sifat antifouling membran. Membran PES modifikasi dibuat dengan penambahan 0,5% PVP sebagai aditif, menggunakan pelarut dimethyl sulfoxide (DMSO) dan n-methyl pyrrolidone (NMP). Pengaruh penambahan aditif dalam sistem membran dievaluasi dengan menganalisa perubahan struktur kimia menggunakan fourier transform infrared (FTIR), perubahan morfologi permukaan menggunakan scanning electron microscopy (SEM), uji kuat tarik menggunakan tensile strength meter, uji porositas membran dengan menggunakan metode gravimetri, serta pengujian kinerja filtrasi, dan sifat antifouling. Hasil analisa struktur membran dengan SEM menunjukkan adanya pengaruh jenis pelarut dan penambahan aditif terhadap perubahan morfologi membran. Selain itu modifikasi membran juga meningkatkan porositas, kinerja fluks permeasi serta sifat antifouling membran. Hasil uji filtrasi membran menunjukkan perolehan permeabilitas air pada membran D-0,5 dan N-0,5 masing masing sebesar 47,5 L/m2.jam.atm dan 41,5 L/m2.jam.atm dengan sifat antifouling membran modifikasi lebih besar dibandingkan dengan membran tanpa modifikasi. Synthesis, Characterization, and Performance of Hydrophobic Membranes Using Polyvinyl Pyrrolidone (PVP) as Additives. This paper discusses the synthesis, characterization and performance of polyethersulfone (PES) membranes modified with polyvinyl pyrrolidone (PVP) additives in order to improve the performance and antifouling properties of membranes. The modified PES membrane was prepared by adding 0.5% PVP as an additive, using dimethyl sulfoxide (DMSO) and n-methyl pyrrolidone (NMP) as solvents. The effect of adding additives to the membrane system was evaluated by analyzing changes in chemical structure using fourier transform infrared (FTIR), changes in surface morphology using scanning electron microscopy (SEM), tensile strength test using tensile strength meter, membrane porosity test using the gravimetric method, as well as testing the filtration performance and antifoulingproperties. The results of membrane structure analysis by SEM showed the influence of the type of solvent and additives on changes in membrane morphology. In addition, membrane modification also increases porosity, permeation flux performance, and membrane antifouling properties. The results of the membrane filtration test showed that the water permeability of D-0.5 and N-0.5 membranes was 47.5 L/m2.h.atm and 41.5 L/m2.h.atm, respectively, with modified membrane antifouling properties larger than the membrane without modification.