Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBUATAN POLA BUSANA DI SMK RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI) Ruhidawati, Cucu
Prosiding APTEKINDO Tahun 2010
Publisher : FTK Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) merupakan salah satu bentuk terobosanDepdiknas untuk mendongkrak mutu pendidikan di Indonesia. SBI merupakan sekolah yang sudahmemiliki seluruh standar nasional pendidikan (SNP) yaitu standar isi, standar proses, standarkompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana,standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian. Ke delapan SNP tersebut mutlakdipenuhi oleh SBI. Proyek rintisannya telah menyertakan beberapa sekolah di tingkat menengah.Salah satunya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sekolah menengah kejuruan (SMK)sebagai salah satu sub sistem dari pendidikan yang mempersiapkan peserta didiknya untuk mengisipeluang kerja sebagai tenaga kerja terampil kelas menengah dan mempunyai kemampuanprofesional di bidangnya. Salah satu upaya untuk menghasilkan lulusan yang profesional sesuaidengan bidang keahliannya meningkatkan adalah dengan meningkatkan kualitas pembelajaranmelalui pengembangan media pembelajaran . Kemampuan memilih dan menggunakan mediapembelajaran, merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik (guru). Kedudukanmedia dalam proses pembelajaran memiliki arti yang sangat penting dalam pencapaian hasil belajar,karena Pembelajaran menjadi lebih produktif. sehingga dapat memberikan pengalaman yangmenyenangkan dan memenuhi kebutuhan peserta didik. Selain itu dengan menggunakan mediadiharapkan peserta didik tidak hanya mendengar penjelasan dari guru melalui bahasa verbal.Melainkan mengajak peserta didik secara langsung untuk mengalami dan berinteraksi dengan sumberbelajar. Media pembelajaran yang dapat digunakan pada pembelajaran pembuatan pola busanameliputi media grafis gambar, chart dan media realiaKata kunci ; RSBI, Media Pembelajaran, Pembuatan pola busana
PENERAPAN RUFFLES SEBAGAI MANIPULATING FABRIC PADA BUSANA PESTA Fernandi, R. Annisa Ramadhini; Ruhidawati, Cucu
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i1.24741

Abstract

Ruffels merupakan salah satu teknik manipulating fabric yang dibuat dari kain persegi yang dikerut sehingga menghasilkan visualisasi baru menjadi lebih pendek, bergelombang, dan bervolume. Pembuatan ruffles dapat dibuat dengan beberapa teknik berbeda sehingga menciptakan visualisasi yang berbeda pula. Dalam penggunaannya, ruffles dapat diaplikasikan pada busana pesta karena memberi kesan manis dan mewah pada penggunanya. Karena keunikan ruffles penulis terinspirasi untuk membuat busana pesta yang menerapkan tiga teknik ruffles sehingga menjadi sebuah kesatuan busana yang inovatif dan menarik. Tujuan perancangan produk busana ini adalah untuk mengembangkan keterampilan, memenuhi salah satu tugas mata kuliah kajian komperhensif tata busana dan juga memiliki pengalaman dalam menerapkan berbagai macam teknik dalam pembuatan ruffles pada busana pesta. Metode yang digunakan adalah project based learning. Manfaat dari penyusunan karya tulis ilmiah dan hasil penerapan diharapkan dapat memberi ide dan motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi dalam menciptakan busana pesta yang berkarakter, indah, kreatif, dan inovatif.
MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBUATAN POLA BUSANA DI SMK RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI) Cucu Ruhidawati
Prosiding APTEKINDO Tahun 2010
Publisher : FTK Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) merupakan salah satu bentuk terobosanDepdiknas untuk mendongkrak mutu pendidikan di Indonesia. SBI merupakan sekolah yang sudahmemiliki seluruh standar nasional pendidikan (SNP) yaitu standar isi, standar proses, standarkompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana,standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian. Ke delapan SNP tersebut mutlakdipenuhi oleh SBI. Proyek rintisannya telah menyertakan beberapa sekolah di tingkat menengah.Salah satunya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sekolah menengah kejuruan (SMK)sebagai salah satu sub sistem dari pendidikan yang mempersiapkan peserta didiknya untuk mengisipeluang kerja sebagai tenaga kerja terampil kelas menengah dan mempunyai kemampuanprofesional di bidangnya. Salah satu upaya untuk menghasilkan lulusan yang profesional sesuaidengan bidang keahliannya meningkatkan adalah dengan meningkatkan kualitas pembelajaranmelalui pengembangan media pembelajaran . Kemampuan memilih dan menggunakan mediapembelajaran, merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik (guru). Kedudukanmedia dalam proses pembelajaran memiliki arti yang sangat penting dalam pencapaian hasil belajar,karena Pembelajaran menjadi lebih produktif. sehingga dapat memberikan pengalaman yangmenyenangkan dan memenuhi kebutuhan peserta didik. Selain itu dengan menggunakan mediadiharapkan peserta didik tidak hanya mendengar penjelasan dari guru melalui bahasa verbal.Melainkan mengajak peserta didik secara langsung untuk mengalami dan berinteraksi dengan sumberbelajar. Media pembelajaran yang dapat digunakan pada pembelajaran pembuatan pola busanameliputi media grafis gambar, chart dan media realiaKata kunci ; RSBI, Media Pembelajaran, Pembuatan pola busana
Strategi Marketing Digital Rumah Batik Cipaku Bandung Alfiannurdin, Nurlaila; Tresna, Pipin; Ruhidawati, Cucu
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/pkwu.v12i2.1351

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of digital marketing strategies implemented by Batik Cipaku in increasing sales and maintaining its existence in a competitive market. In today's digital era, the development of internet technology has driven a shift in people's lifestyles and shopping habits from traditional (offline) to digital (online) methods. Batik Cipaku Bandung utilizes various social media platforms such as Facebook, Instagram, TikTok, and WhatsApp to reach consumers and promote its products. The results show that the digital marketing strategy applied by Batik Cipaku is effective in increasing the number of sales. Consumer trust increases because the products sold are in accordance with the specifications listed on social media and timely delivery of goods. Batik Cipaku also successfully combines online and offline marketing through physical stores, participation in arts and crafts exhibitions, and collaboration with local designers, further expanding its market reach. This study concludes that implementing the right digital marketing strategy can help batik companies like Batik Cipaku to remain competitive and relevant in the market. A marketing strategy that focuses on cultural values and product quality has proven effective in attracting consumer interest and positioning Batik Cipaku as one of the key players in Indonesia batik industry.
Aplikasi Bunga Peony Teknik Bordir pada Busana Kreasi dengan Gaya Karakter Peri Elina Tejaningrum, Anisa Rika; Ruhidawati, Cucu
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Periode November 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v4i02.5025

Abstract

Busana kreasi adalah busana yang dirancang sebagai hasil daya cipta atau inspirasi seseorang. Karakteristik busana kreasi adalah penggunaan bahan yang tidak lazim, detail hiasan yang mencolok, serta teknik dekoratif untuk menonjolkan nilai artistik. Dilihat dari karakteristik busana kreasi di atas, penulis terinspirasi untuk menjadikan karakter Peri Elina sebagai konsep dalam membuat busana kreasi. Peri Elina adalah karakter utama dalam film Barbie Fairytopia. Dalam film tersebut, Peri Elina berperan sebagai peri yang pemberani, penuh semangat, dan memiliki kebaikan hati yang luar biasa. Busana yang dipakai Peri Elina memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari warna dusty pink dan pink fanta yang feminim, desain busana yang menyerupai kelopak bunga peony, hingga model gaun yang mencerminkan nuansa magis dunia peri. Metode penelitian yang digunakan adalah Project Based Learning. Secara umum memiliki 3 langkah yaitu Planning, Creating, dan Processing. Metode ini diterapkan dalam pengerjaan karya yang berjudul “Aplikasi Bunga Peony Teknik Bordir pada Busana Kreasi dengan Gaya Karakter Peri Elina”. Dari penggambaran tersebut, busana kreasi yang terinspirasi dari Peri Elina ini menggunakan bordir bunga peony sebagai point of interest. Kombinasi warna dusty pink dan pink fanta serta desain menyerupai kelopak bunga. Secara keseluruhan, busana ini tidak hanya memenuhi ciri-ciri busana kreasi yang mencolok dalam hal bentuk, warna, dan garnitur, tetapi juga mengandung makna mendalam yang menghubungkan sumber ide bunga peony dengan karakter fantasi. Busana ini membuktikan bahwa penerapan teknik bordir dan pemilihan sumber ide yang tepat dapat menghasilkan busana yang inovatif, glamour, dan memiliki nilai artistik serta simbolis.
Aplikasi Bunga Peony Teknik Bordir pada Busana Kreasi dengan Gaya Karakter Peri Elina Tejaningrum, Anisa Rika; Ruhidawati, Cucu
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Periode November 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v4i02.5025

Abstract

Busana kreasi adalah busana yang dirancang sebagai hasil daya cipta atau inspirasi seseorang. Karakteristik busana kreasi adalah penggunaan bahan yang tidak lazim, detail hiasan yang mencolok, serta teknik dekoratif untuk menonjolkan nilai artistik. Dilihat dari karakteristik busana kreasi di atas, penulis terinspirasi untuk menjadikan karakter Peri Elina sebagai konsep dalam membuat busana kreasi. Peri Elina adalah karakter utama dalam film Barbie Fairytopia. Dalam film tersebut, Peri Elina berperan sebagai peri yang pemberani, penuh semangat, dan memiliki kebaikan hati yang luar biasa. Busana yang dipakai Peri Elina memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari warna dusty pink dan pink fanta yang feminim, desain busana yang menyerupai kelopak bunga peony, hingga model gaun yang mencerminkan nuansa magis dunia peri. Metode penelitian yang digunakan adalah Project Based Learning. Secara umum memiliki 3 langkah yaitu Planning, Creating, dan Processing. Metode ini diterapkan dalam pengerjaan karya yang berjudul “Aplikasi Bunga Peony Teknik Bordir pada Busana Kreasi dengan Gaya Karakter Peri Elina”. Dari penggambaran tersebut, busana kreasi yang terinspirasi dari Peri Elina ini menggunakan bordir bunga peony sebagai point of interest. Kombinasi warna dusty pink dan pink fanta serta desain menyerupai kelopak bunga. Secara keseluruhan, busana ini tidak hanya memenuhi ciri-ciri busana kreasi yang mencolok dalam hal bentuk, warna, dan garnitur, tetapi juga mengandung makna mendalam yang menghubungkan sumber ide bunga peony dengan karakter fantasi. Busana ini membuktikan bahwa penerapan teknik bordir dan pemilihan sumber ide yang tepat dapat menghasilkan busana yang inovatif, glamour, dan memiliki nilai artistik serta simbolis.
Eksplorasi Teknik Rajut Crochet Granny Square Pada Longtorso Putri, Adinda Kurnia; Ruhidawati, Cucu
Corak Vol 12, No 2 (2023): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v12i2.8705

Abstract

Knitting is a handicraft product where the main material used is yarn. Based on the manufacturing technique, protectors are divided into three types, namely knitting, crochet, and also waves. Products that can be made with very diverse designs, such as household linen, clothing, accessories and millinery. One of the clothes that can be made with the crochet knitting technique is the long torso. Longtorso is a long underwear that covers the abdomen to the pelvis and is worn by women. Longtoso has been around since ancient times and is commonly used everyday with the aim of making the waist look smaller. Longtorso is currently used as clothing in dresses or kebaya and also as outerwear. Longtorso as outerwear is often used as a party dress combined with batik cloth, songket cloth, and also jumputan cloth as skirts. To be able to create knitted long torsos that fit the user's body, the manufacturing process requires the model's body measurements and also clothing patterns like making long torsos in general. So that the resulting long torso can be used on the occasion of a party, the choice of thread and color is very important. The process of making knitted long torso goes through several stages starting from the process of finding sources of ideas, making mood boards, making designs, and the process of product embodiment. After going through these various processes, a long torso product is produced which can be used on party occasions.ABSTRAKRajutan merupakan sebuah produk kerajinan tangan dimana bahan utama yang digunakan berupa benang. Berdasarkan Teknik pembuatannya, rajutan terbagi menjadi tiga jenis yaitu knitting, crochet, dan juga wave. Produk yang dapat dibuat dengan rajutan sangat beraneka ragam, seperti linen rumah tangga, busana, aksesoris dan milineris. Salah satu busana yang dapat dibuat dengan Teknik rajut crochet adalah longtorso. Longtorso merupakan busana dalam panjang yang menutupi bagian perut hingga panggul dan dikenakan oleh wanita. Longtoso sudah ada sejak zaman dahulu dan biasa digunakan sehari-hari dengan tujuan untuk membuat pinggang terlihat kecil. Longtorso saat ini biasa digunakan sebagai busana dalam gaun atau kebaya dan juga sebagai busana luar. Longtorso sebagai busana luar sering digunakan sebagai busana pesta yang dipadukan dengan kain batik, kain songket, dan juga kain jumputan sebagai busana bawah. Untuk dapat menciptakan longtorso rajut yang pas ditubuh pengguna, proses pembuatannya memerlukan ukuran tubuh model dan juga pola busana seperti pembuatan longtorso pada umumnya. Agar longtorso yang dihasilkan dapat digunakan pada kesempatan pesta maka pemilihan benang dan warna sangat diperhatikan. Proses pembuatan longtorso rajut melalui beberapa tahap mulai dari proses pencarian sumber ide, pembuatan mood board, pembuatan desain, dan proses perwujudan produk. Setelah melalui berbagai proses tersebut dihasilkan sebuah produk longtorso yang dapat digunakan pada kesempatan pesta.
Penerapan Teknik Rajut Crochet Granny Square Pada Longtorso Adinda Kurnia Putri; Ruhidawati, Cucu
Practice of Fashion and Textile Education Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Practice of Fashion and Textile Education Journal
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/pftej.v4i2.45321

Abstract

Crochet knitting is a handicraft product that uses yarn as the main material. Products that can be made are very diverse, one of which is longtorso clothing. The objectives of this research are (1) to create longtorso clothing that can be used as outerwear, (2) to create longtorso clothing that can be used as party clothing, (3) to attract young people to be interested in crochet knitting products. The research methodology used in this research is a three-stage methodology of craft creation which includes; (1) the exploration stage which includes finding the source of ideas, concepts, and the basis of creation, (2) the stage of designing the work design, (3) the stage of realization of the work. After going through these various processes, a longtorso product was produced that can be used on party occasions.
Replication of Leafa's Character Outfit in the Sword Art Online Series Nurizka*, Daiva Naflah; Ruhidawati, Cucu
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 6, No 4 (2023): Educational, Historical Studies and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v6i4.36482

Abstract

The development of the fashion industry is very fast and has intense competition. Every garment must-have function, aesthetics, or uniqueness so that consumers have their interest. One of the garments that is unique and highly creative is creative clothing. Creative Clothing is clothing that is made as a result of someone's creativity, imagination wishful thinking, thoughts, ideas, or inspiration to express creativity. The inspiration or ideas for making these creative clothes can vary, for example, the fantasy genre animated series entitled Sword Art Online. Sword Art Online is a fantasy series that inspired researchers to make creative clothing and the character Leafa in the series became the main idea in making this creative clothing. Leafa is a character from Suguha's sylph race in the Alfheim Online game who helps her older brother, Kirito, to save Asuna who is trapped in the game. This research aims to develop the writer's creativity in making creative clothing and applying the knowledge gained during lectures. This research uses the PPE model method which has three stages, namely planning, production, and evaluation. This research produces creative clothing that suits Leafa's characteristics by selecting shiny fabrics, giving a beautiful and glamorous visual impression. The wing ornaments on this creative clothing also make the clothing more attractive and in line with the concept.
PENERAPAN TEKNIK RUFFLE DAN UPCYCLE FASHION PADA BUSANA COCKTAIL DRESS TERINSPIRASI DARI AMERICAN BALD EAGLE Fahira, Dea; Ruhidawati, Cucu
BAJU: Journal of Fashion and Textile Design Unesa Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/baju.v6n2.p238-249

Abstract

This study explores the application of ruffle techniques and upcycle fashion concepts in designing a cocktail dress inspired by the American Bald Eagle, a symbol of strength and freedom. The ruffle technique, which forms wavy and voluminous fabric details, is applied to represent a majestic appearance of eagle wings. Meanwhile, the upcycling concept is implemented on an unused blazer by adding decorative elements that is not only aesthetically valuable but also functionally renewed. Through the Research Project-Based Learning approach, the design process involves the stages of planning, creation, and design evaluation. The theme of the design, Dark Avant-Garde, emphasizes dramatic and romantic nuances through a combination of dark colors, contrasting textures, and asymmetrical silhouettes. The final result is a two-piece cocktail dress with experimental character, suitable not only for semi-formal events but also for fashion editorials and runway show. This research aims to apply ruffle techniques and upcycle fashion inspired by the characteristics of the bald eagle through a combination of textile manipulation techniques and sustainability principles. Therefore, this study seeks to produce a fashion design that is aesthetic, sustainable, and relevant for fashion enthusiasts.