Antonius P. Rumengan
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS

Telaah Sitotoksik Dari Ekstrak Karang Lunak Nephtea sp. Rumengan, Antonius P.; Mangindaan, Remy E. P.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 3 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.3.2013.4009

Abstract

Telaah aktivitas sitotoksik merupakan langkah awal dalam pencarian senyawa baru yang potensial sebagai antitumor, antara lain berasal dari bahan hayati laut. Karang lunak berpotensi dalam penyediaan substansi bioaktif yang memiliki aktivitas sitotoksik. Sampel karang lunak Nephtea sp diekstraksi dengan pelarut methanol, kemudian dipartisi dengan menggunakan pelarut etil asetat, heksan dan kloroform. Ekstrak dari hasil ekstraksi dan partisi diuji aktivitas sitotoksiknya pada sel telur bulu babi Tripneustes sp. Pengamatan untuk ekstrak metanolik menghambat perkembangan embrio pada perlakuan setelah fertilisasi hanya memperlambat perkembangan embrio bulu babi sedangkan untuk fraksi larut etil asetat, heksan dan kloroform dari kedua perlakuan memiliki aktivitas sitotoksik yang tinggi dengan menghambat perkembangan embrio bulu babi Tripneustes sp. Karang lunak Nephtea sp mengandung senyawa yang memiliki aktivitas sitotoksik yang tinggi. Untuk itu perlu dilakukan pemurnian senyawa lebih lanjut.
Antibakteri Dari Ekstrak Karang Lunak Nephtea sp. Rumengan, Antonius P.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 3 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.3.2013.4010

Abstract

Biota laut sangat berpotensi memberikan senyawa bioaktif untuk kepentingan  farmasitika. Salah satunya adalah karang lunak,  yang telah dilaporkan memproduksi metabolit sekunder sebagai mekanisme pertahanan diri mereka. Karang lunak yang setelah sering menjadi obyek penelitian, tetapi bioaktifnya masih terbuka untuk dipelajari. Penelitian ini difokuskan pada senyawa antibakteri yang dihasilkan oleh karang lunak sebagai langkah awal untuk mendapatkan obat antibiotik baru. Sampel karang lunak (Nephtea sp.) diambil dari perairan Malalayang. Sampel diekstraksi dengan etanol, dan diuapkan untuk mendapatkan ekstrak etanolik. Ekstrak etanolik ini diuji apakah memberikan positif atau efek negatif sebagai  antibakteri. Selanjutnya ekstrak dipartisi dengan etil asetat, butanol, dan heksan untuk menyelidiki aktifitas antibakterinya berdasarkan polaritas masing-masing pelarut. Setiap fraksi diuji aktivitas antibakteri setelah pelarut diuapkan. Uji antibakteri digunakan bakteri Escherichia coli. Konsentrasi ekstrak dilakukan dua konsentrasi yaitu 1 ml dan 0,01 ml dari masing-masing fraksi ke dalam media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada zona bening  pada konsentrasi 1 ml, tetapi jauh di bawah diameter zona bening kontrol positif. Hal ini menunjukkan bahwa setiap fraksi tidak memiliki efek antibakteri yang baik pada bakteri uji.
Determination of Dominant Mangrove Species and Comparison of Tree and Sapling Composition in The Mangrove Area of Sonsilo Village, West Likupang District, North Minahasa Regency Mandei, Kania F.A.; Rumengan, Antonius P.; Paruntu, Carolus P.; Manembu, Indri S.; Ginting, Elvy L.; Djamaluddin, Rignolda
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.14.1.2026.66590

Abstract

Mangrove forests are key ecosystems in tropical coastal areas that function as environmental stability guards through physical roles (preventing erosion and tsunamis), chemical (absorbing pollutants and storing carbon), and biological (marine biota habitat and source of biodiversity). This study aims to identify the species and determine the dominant species of mangroves and the comparison of tree and sapling composition in the mangrove area of ​​Sonsilo Village, West Likupang District, North Minahasa Regency.  The research was conducted over three months (September–November 2024) using a purposive sampling method to collect data on density, canopy cover, and species frequency. The results revealed seven mangrove species: A. marina, B. gymnorrhiza, C. tagal, R. apiculata, R. mucronata, S. alba, and X. granatum.  Among these, three species (B. gymnorrhiza, R. apiculata, and R. mucronata) were dominant at both tree and sapling levels, exhibiting the highest Importance Value Index (IVI).  Mangrove species diversity in the area is categorized as low to moderate, as indicated by the Shannon-Wiener Diversity Index (H'), reflecting that species richness is not yet fully optimal. Analysis of the Dominance Index (D) and Evenness Index (J') suggests a relatively even distribution of individuals among species.  The study recommends regular monitoring and evaluation, as well as conservation efforts, to maintain the stability of the mangrove ecosystem and support its sustainable use. These findings highlight the importance of biodiversity management in preserving the ecological balance of mangrove habitats. Keywords: Sonsilo Village, mangroves, mangroves composition