Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENDIDIKAN ISLAM DI MADRASAH: Suatu Kajian Permasalahan dan Solusi Pendidikan Madrasah dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Ilham Ilham
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v4i2.516

Abstract

Madrasah sebagai basis pendidikan Islam sekarang ini dihadapkan pada persoalan-persoalan yang cukup kompleks, yakni persoalan manajemen, reformasi dan globalisasi menuju masyarakat Indonesia baru. Tantangan yang dihadapi sekarang adalah bagaimana upaya untuk membangun paradigma baru pendidikan Islam, visi, misi, dan tujuan, yang didukung dengan sistem kurikulum, manajemen dan organisasi, metode pembelajaran untuk dapat mempersiapkan manusia yang berkualitas, bermoral tinggi dalam menghadapi perubahan masyarakat global yang begitu cepat, sehingga produk pendidikan Islam tidak hanya melayani dunia modern, tetapi mempunyai pasar baru atau mampu bersaing secara kompetetif dan proaktif dalam dunia masyarakat modern. Oleh karena itu, posisi madrasah dalam menyelenggarakan pendidikan Islam meski melakukan tansformasi diri dalam membangun sitem pendidikanan antara lain; pertama, Membangun sistem pendidikan Islam yang mampu mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas agar mampu mengantisipasi kemajuan IPTEK untuk menghadapi tantangan dunia global menuju masyarakat Indonesia baru yang dilandasi dengan nilai-nilai ilahiyah, kemanusia (insaniyah), dan masyarakat, serta budaya. Kedua, Menata manajemen pendidikan Islam dengan berorientasi pada manajemen berbasis sekolah agar mampu menyerap aspirasi masyarakat, dapat mendayagunakan potensi masyarakat, dan daerah (otonomi daerah) dalam rangka penyelenggaraan pendidikan Islam yang berkualitas. Ketiga, Meningkatkan demokratisasi penyelenggaraan madrasah secara berkelanjutan dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat agar dapat menggali serta mendayagunakan potensi masyarakat.
PROSPEK SARJANA PENDIDIKAN ISLAM LULUSAN PERGURUAN NGGI MUHAMMADIYAH DALAM MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0 Ilham Ilham
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 5 No. 1 (2021): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v5i1.630

Abstract

Tulisan ini membahas tentang prospek sarjana pendidikan Islam pada perguruan tinggi Muhammadiyah. Sarjana Islam dipahami sebagai ahlulilmi bertujuan membangkitkan motivasi pengembangan ilmu pengetahuan dalam Islam Hal ini sangat penting untuk dikaji, sebab melihat kondisi umat Islam saat ini kekurangan ghirah untuk melakukan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya berkaitan dengan ilmu-ilmu keduniaan sehingga mengabaikan urusan dunia dan berimbas pada sempitnya lapangan pekerjaan yang dialami. Ini terlihat secara riil dimana lembaga pendidikan Islam lebih didominasi oleh pengkajian ilmu-ilmu keagamaan yang sifatnya normatif. Umat Islam lebih banyak menekankan pada pegembangan ilmu keagamaan dari pada ilmu-ilmukeduniaan. Kondisi ini satu sisi, memberikan manfaat yang baik untuk Islam, sebab akan melahirkan banyak para ahli agama yang mumpuni dalam ilmu keagamaan. Namun pada sisi lain, umat Islam kekurangan ahli ilmu keduniaan yang mana itu juga sangat dibutuhkan oleh umat Islam dalam menjalani kehidupannya.
PENDIDIKAN ISLAM: Telaah Sejarah Sosial Keagamaan dan Modernisasi Pendidikan Muhammadiyah Ilham Ilham; Ihwan P. Syamsuddin
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v5i2.704

Abstract

Eksistensi pendidikan Islam di Indonesia dewasa ini merupakan sumbangan historis dari gerakan-gerakan sosial keagamaan oleh berbagai ormas Islam. Salah satu organisasi Islam yang sangat konsen dalam gerakan pengembangan pendidikan Islam yakni Muhammadiyah. Bahkan jauh sebelum adanya pelembagaan dan pengembangan pendidikan Islam secara formil oleh pemerintah Indonesia, posisi organasasi Muhammadiyah sejak tahun 1912 M telah menyelenggarakan pendidikan Islam sebagai basis gerakan sosial keagamaan. Ada beberapa hal yang mendorong Muhammadiyah tumbuh menjadi kekuatan di bidang pendidikan. Pertama, karena tatanan struktur kelembagaan pendidikan dan wewenang yang jelas, sehingga memudahkan pembinaan dan kontrol terhadap sekolah Muhammadiyah. Kedua, adanya keseragaman pemakaian nama dan label sekolah bagi setiap perguruan Muhammadiyah. Ketiga, karena sifatnya yang fleksibel dari kebijaksanaan organisasi pendidikan Muhammadiyah, di beberapa daerah dibentuk suatu koordinasi yang bertanggungjawab atas sejumlah sekolah menjadi satu unit pengelolaan.
KONDISI DAN SUASANA PEMBELAJARAN EFEKTIF YANG ISLAMI Iilham Ilham
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1080

Abstract

Pembelajaran efektif yang Islami adalah pembelajaran yang mendasarkan konsepsinya pada ajaran tauhid, dengan berorientasi pada tujuan akhir pendidikan Islam, yaitu mewujudkan manusia sebagai khalifatullah dan ‘abdullah di bumi. Dengan dasar ini, maka orientasi pembelajaran efektif yang Islami diarahkan pada upaya mensucikan diri dan memberikan penerangan jiwa, sehingga setiap diri manusia mampu meningkatkan dirinya dari tingkatan iman ke tingkat ihsan yang melandasi seluruh bentuk kerja kemanusiaannya (amal saleh).
DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP PENDIDIKAN AKHLAK ANAK DI DESA SARI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Sri Jamilah; Muhammad Akbar; Ilham Ilham
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v4i2.1049

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak pernikahan dini terhadap pendidikan akhlak anak di Desa Sari. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini dilakukan di Desa Sari. Pada penelitian ini data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi/pengamatan, interview/wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini yaitu anak yang lahir dari hasil pernikahan dini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini yaitu: 1. Kurangnya perhatian dari orang tua, 2. Kurangya ilmu agama orang tua dan anak, 3. Terlalu dekat dan cepatnya anak mengenal lawan jenis, dan 4. Rendahnya ekonomi keluarga. Adapun dampak pernikahan dini terhadap pendidikan akhlak anak antara lain sebagai berikut: 1. Bertutur kata dan berperilaku yang tidak baik, 2. Kurangnya ilmu pendidikan akhlak anak, dan 3. Anak sulit untuk diarahkan pada hal-hal yang positif.
EFEKTIFITAS PENDISTRIBUSIAN DAN PENDAYAGUNAAN DANA ZAKAT DALAM UPAYA MEMBERANTAS KEMISKINAN Ilham Ilham
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v4i1.442

Abstract

Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengelolaan zakat. Sehingga zakat seharusnya mampu mengatasi masalah ekonomi seperti kemiskinan dan kebodohan, salah satunya adalah dengan cara mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya yakni menunaikan zakat. Sumber-sumber pendapatan Negara pada masa pemerintahan Rasulullah Saw., salah satunya adalah zakat dan ushr (zakat atas hasil pertanian dan buah-buahan) yang merupakan dua pendapatan utama dan paling penting. Lembaga zakat seharusnya tidak hanya memberikan dana dan bimbingan dalam menjalankan usaha, namun juga memberikan bimbingan mengenai pembukuan usaha. Bagi Basnaz diharapkan mampu memberikan pembinaan dan pelatihan yang lebih baik lagi kepada para mustahiq, sehingga akan membangun rasa syukur akan nikmat dan bantuan yang diterimanya. Untuk penerima bantuan dana zakat produktif diharapkan untuk terus mengembangkan usahanya dan dapat membantu masyarakat sekitar yang juga tergolong tidak mampu. Di masa yang akan datang zakat diharapkan untuk lebih membantu program pemberdayaan masyarakat yang tidak mampu, yang diadakan oleh lembaga zakat, baik program yang besar maupun program yang kecil. Bagi masyarakat harusnya dapat menyalurkan zakatnya kepada lembaga zakat, karena zakat yang dikelola dengan baik oleh lembaga zakat dapat membantu untuk memberdayakan mustahiq dan dapat menstransformasi masyarakat dari mustahiq menjadi muzakki.