Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

METODOLOGI PENDIDIKAN HASYIM ASY’ARI (NAHDATUL ULAMA) Rafik Rafik; Kaharuddin Kaharuddin
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1204

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tentang metodologi pendidikan (Nahdatul Ulama). Pendekatan kajian diprogram dengan pendekatan kepustakaan, dimana data investigasi dihimpun dari sumber literature. Untuk pengambilan data yaitu dengan menghimpun rujukan tentang ranah kajian, selanjutnya menelisik karya pihak yang diteliti, kemudian megumpulkan karya dari sumber dan pihak lain berkenaan pandangan pihak yang diteliti. Setelah terkumpul selanjutnya data penelitian diulas memakai pendekatan interpretasi atau analisis konsep. Kesimpulan penelitian ini menyebutkan pandangan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tentang metodologi pendidikan (Nahdatul Ulama) dan pengaplikasianya dapat ditinjau dalam: Pertama, metodologi pendidikan. Kedua, proses dan evaluasi pengajaran pendidikan Islam. Ketiga, tujuan pendidikan Islam dan konsep pendidikan menurut Hasyim Asy’ari. Keempat, kurikulum dan bahan ajar metodologi pendidikan Hadratus syaikh Hasyim Asy’ari.
PENDAMPINGAN PROGRAM PONDOK PESANTREN DALAM PENGUATAN SENI MEMBACA AL-QUR’AN Ilham Ilham; Kaharuddin Kaharuddin
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v2i1.2416

Abstract

Seni membaca al-Qur’an merupakan salah satu komponen dalam cara membaca al-Qur’an. Melalui seni membaca al-Qur’an akan lahir generasi Islam yang mahir membaca al-Qur’an dengan syahdu (penghayatan) penuh dzauq (menyentuh hati) sehingga menambah keimanan dalam kehidupan. Seni membaca al-Qur’an menjadi program unggulan pada pondok pesantren Al-Husainy Kota Bima untuk memperkenalkan sekaligus melatih santri membaca sambil menghayati makna kandungan al-Qur’an. Target utama dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu guru dan santri di pondok pesantren Al-Husainy Kota Bima untuk meningkatkan penguatan memahami Nagham maqamat (seni irama membaca Al-Qur’an) berdasarkan nada dan irama yang masyhur digunakan oleh para qurra’. Metode yang digunakan adalah melalui tiga tahapan utama, yaitu; pemaparan materi, pelatihan, dan penampilan santri. Hasil pengabdian menunjukan para santri sangat antusias mengingat selama ini belum ada focus program pembinaan pengabdian. Melalui program pengabdian ustadz Pembina seni membaca al-Qur’an yang terlibat dalam program ini menghasilkan metode nagham baru yang mudah, ringan menarik, dan menyenangkan serta mudah dipelajari. 
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Bermain Puzzle di TK Negeri Sangia Khaerunnisah Khaerunnisah; Ilham Ilham; Kaharuddin Kaharuddin; Agus Salam
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 7 No 1 (2024): Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v7i1.1921

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kemampuan kognitif anak sebelum dan sesudah diberikan stimulasi melalui kegiatan bermain puzzle tangram. Pendekatan penelitian yaitu pendekatan kuantitatif, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental yang meliputi tahap perencanaan, aksi atau tindakan, observasi dan refleksi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelompok Junior usia 5-6 tahun di TK Negeri Sangia berjumlah 28 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik pada Siklus I masih sangat rendah dan terjadi peningkatan yang signifikan pada siklus ke II. Jadi berdasarkan hasil penelitian tersebut, terlihat kemampuan kognitif anak melalui Media Tangram sudah meningkat.
Addressing the Moral Crisis Among Generation Z: Islamic Religious Education Teachers’ Responses in the Era of Social Connectivity Amma Ainun; Ruslan Ruslan; Kaharuddin Kaharuddin; Ikhsan Maulana; Hermansyah Hermansyah; Agus Setiawan
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7340

Abstract

The rapid expansion of social connectivity and digital media has reshaped adolescents’ moral environments, posing new challenges for moral and religious education. Generation Z students, as digital natives, increasingly negotiate moral values through online interactions that may conflict with religious and educational norms. This study examines how social connectivity influences the moral challenges faced by Generation Z students and explores the responses of Islamic Religious Education (PAI) teachers within a culturally Islamic context. This study employed a qualitative descriptive design conducted in junior and senior high schools in Bima City, Indonesia. Data were collected through semi-structured interviews with 15 PAI teachers and 20 students, classroom observations, and document analysis. The data were analyzed using thematic analysis following Braun and Clarke’s framework to identify recurring patterns related to moral behavior, digital engagement, and teacher responses. The findings reveal that intensive social media use contributes to technology dependency, weakened moral reflection, declining respect for authority, and reduced engagement in religious activities. Moral decision-making among students is often shaped by peer validation and online visibility. In response, PAI teachers adopt adaptive pedagogical strategies, including integrating digital ethics into religious instruction, reinforcing discipline, and collaborating with parents and counseling services. The study highlights teacher agency as a critical mediator between digital culture and moral development, suggesting that religious education remains relevant when responsive to students’ socio-digital realities.