Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perancangan Taman Kota sebagai Ruang Terbuka Hijau Berkelanjutan : (Studi Kasus: Taman Mandiri Kota Jayapura) Hizkia Tonapa Arung; Deasy Widyastomo; Marsal Arung Lamba
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 3 No. 3 (2025): Juli: Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v3i3.923

Abstract

Green Open Space (GOS) plays a strategic role in modern urban planning, serving not only as an ecological element but also as a social, educational, and recreational space that supports the sustainability of urban life. Its presence is a vital necessity in addressing the challenges of urbanization and environmental degradation. This study examines and redesigns Taman Mandiri in Jayapura City as a sustainable urban park capable of accommodating various ecological and social functions. Field observations reveal that the existing condition of the park does not yet meet adequate public facility standards, such as the availability of interaction space, playgrounds, toilets, and parking areas. Through a sustainable landscape design approach, the park is directed to become an inclusive, efficient, and environmentally friendly green open space. The proposed design integrates the use of local vegetation, natural water management systems, and the enhancement of the park’s social functions. It is expected that this design can serve as a model for urban park development in tropical regions facing urbanization pressures and contribute to improving the quality of life in a sustainable manner.
Analisis Dampak Perubahan Alih Fungsi Lahan terhadap Pembangunan Rumah Sakit Vertikal di Kelurahan Kota Baru Distrik Abepura Gabriel Ananda Sinurat; Deasy Widyastomo; Lazarus Ramandey
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik  Vol. 3 No. 3 (2025): Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v3i3.873

Abstract

Land use conversion for vertical hospital development in urban areas represents a strategic response to increasing healthcare demands, particularly in regions with limited land availability. This study aims to analyze the impacts of land use conversion on vertical hospital development in Kelurahan Kota Baru, Abepura District, Jayapura City. The research employs qualitative descriptive methods with spatial analysis and field observations from 2015-2025. Results show significant land conversion from 3.16 hectares (2015) to 0.19 hectares (2025), with wetland areas (58.31%) being the most affected. The study reveals positive impacts including improved healthcare access and local economic growth, alongside negative impacts such as reduced green open spaces and environmental pressure. The findings contribute to sustainable urban planning strategies for healthcare infrastructure development in Papua.
Studi Kelayakan Sarana dan Prasarana Perumahan Nasional (PERUMNAS) IV Padang Bulan Gilberd Pattiruhu; Deasy Widyastomo; Sudiro Sudiro
JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jwikal.v5i1.1107

Abstract

Based on the current existing conditions, Perumnas IV frequently experiences challenges in both the maintenance of its facilities and infrastructure and the perception of its residents. This study aims to: 1) Determine the morphology and typology of the Perumnas IV Padang Bulan area, 2) Determine the level of feasibility of the infrastructure based on SNI 03-1733-2004, and 3) Determine public perception of the infrastructure based on existing conditions and research analysis results. The research method used by the author in this study is a mixed method using an Explanatory Sequential Design approach and a comparative approach. The difference in feasibility percentages between SNI and public perceptions explains that residents have become accustomed to living with the existing facilities and infrastructure, so that the suitability between existing conditions and applicable technical requirements is not a problem in daily life.
Perubahan Pola Permukiman Tradisional Suku Sentani di Pesisir Danau Sentani Deasy Widyastomo
Jurnal Permukiman Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2011.6.67-77

Abstract

Permukiman tradisional suku Sentani terbentuk oleh budaya dan karakteristisk suku Sentani yang unik. Permukiman Kampung Ifale suku Sentani berada di pesisir Danau Sentani dan berorientasi terhadap danau sebagai eksistensi kehidupan. Keberadaan masyarakat suku Sentani di Danau Sentani telah melangsungkan kehidupan sejak terjadinya perang suku zaman nenek moyang dan sampai saat ini masih tetap berkehidupan di pesisir Danau Sentani dalam usaha mempertahankan kehidupan yang berkelanjutan. Permukiman dan perumahan suku Ifale Sentani berada di Kampung Hobong yang terbentuk dari kesatuan tiga kelompok kekerabatan yang berbeda yaitu Asei, Ifale dan Ifar Besar. Dalam kehidupan bersama tetap menjaga tradisi yang dilakukan secara turun temurun dengan menyesuaikan kondisi yang baik dirumah maupun di lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari perubahan pola permukiman tradisional suku Sentani di Danau Sentani, dan pengaruhnya terhadap pola hidup masyarakat tradisional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan analisa kualitas permukiman dan lingkungan, analisa kekhasan fisik permukiman dan analisa perubahan permukiman tradisional mempengaruhi perubahan pola hidup masyarakat ditunjukkan adanya perubahan pola permukiman yang dipengaruhi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat yang merubah pola hidup masyarakat dari cara hidup komunal menjadi individual dan adanya perubahan permukiman tradisional suku Sentani dari berbentuk linier manjadi menyebar. Perubahan pola hidup dilakukan untuk meningkatkan eksistensi hidup masyarakat suku agar dapat bersaing dalam kehidupan bermasyarakat dan membawa masyarakat menuju kehidupan masyarakat yang berkelanjutan