Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PERSEPSI DAN WAWASAN MASYARAKAT TERHADAP IMPLEMENTASI PENDEKATAN BIOMIMIKRI PADA DESAIN BANGUNAN PERKANTORAN Sandy Prasetia; Dewi Larasati; Hanson E. Kusuma
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.010

Abstract

Bangunan dengan fungsi perkantoran semakin memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dikarenakan intensitas konsumsi energi yang tinggi menghasilkan emisi karbon yang juga tinggi. Solusi nyata sangat dibutuhkan, disatu sisi ada pendekatan desain Biomimikri yang meniru elemen alam untuk menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan. Dalam arsitektur, biomimikri menghadirkan cara efektif untuk mengatasi tantangan desain dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ekosistem yang telah terbentuk selama miliaran tahun. Pada desain perkantoran, biomimikri berperan penting dalam menciptakan ruang kerja efisien, nyaman, dan berkelanjutan, misalnya melalui ventilasi yang terinspirasi sistem pernapasan tumbuhan atau optimalisasi cahaya alami untuk mengurangi konsumsi energi dan mengingkatkan efisiensi energi. Pendekatan ini juga menawarkan solusi adaptif terhadap kebutuhan modern, seperti fleksibilitas ruang kerja pascapandemi yang menggabungkan model kerja hibrida. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemahaman masyarakat produktif terhadap penerapan biomimikri pada desain perkantoran, khususnya dalam efisiensi energi, kenyamanan termal, dan pengelolaan sumber daya. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) yang dimulai dari survei kualitatif untuk eksplorasi tema dilanjutkan dengan survei kuantitatif untuk menguji hipotesis. Penelitian ini mengidentifikasi dua dimensi utama yaitu Daya Tarik Inovasi dan Fungsional dan Daya Tarik Pasar dan Sosial yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kecenderungan penerimaan desain Biomimikri. Hasil tersebut selaras dengan prinsip Technology Acceptance Model (TAM) yang menyatakan bahwa perceived usefulness dan social/image influence merupakan determinan utama dalam penerimaan inovasi. 
IDENTIFIKASI PERLETAKAN TEMPAT PARKIR DAN PENGARUHNYA PADA POLA PERUNTUKAN RUANG RUMAH TINGGAL BERBASIS PREFERENSI MASYARAKAT Julfian Rizal Rifai; Dewi Larasati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i2.1015

Abstract

Abstract: The need for parking in residential or residential areas in Indonesia causes problems due to the unavailability of sufficient land. Rapid population growth has resulted in the increasing number of private vehicles making the need for parking areas increasing, especially in residential environments. This problem arises not only in the upper economic class, but also in the middle and lower economic class, who have more than one vehicle, especially two-wheeled vehicles. This study aims to identify the pattern of placement of parking spaces in residential homes based on people's preferences. The research data was obtained through an online questionnaire which was processed qualitatively in collaboration with grounded theory which is exploratory. The results showed 3 patterns of placement of vehicle parking spaces in the occupied dwellings. This research is expected to provide an overview for residential designers and the development of residential areas according to community needs.Keyword: housing, parking needs, private vehicles, preferencesAbstrak: Kebutuhan parkir di lingkungan hunian atau rumah tinggal di Indonesia menimbulkan masalah akibat tidak tersedianya lahan yang cukup. Pertumbuhan penduduk yang pesat berakibat pada meningkatnya jumlah kendaraan pribadi membuat kebutuhan lahan parkir semakin meningkat khususnya pada lingkungan rumah tinggal. Permasalahan ini muncul tidak hanya masyarakat golongan ekonomi atas, namun juga muncul pada masyarakat golongan ekonomi menengah dan bawah, yang memiliki kendaraan lebih dari satu unit, terutama kendaraan roda dua. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola perletakan tempat parkir di rumah tinggal berdasarkan preferensi masyarakat. Data penelitian diperoleh melalui kuisioner daring yang diolah secara kualitatif dikolaborasikan dengan grounded theory yang bersifat explorasi. Hasil penelitian menunjukan 3 pola perletakan tempat parkir kendaraan pada hunian yang ditinggali. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi para perancang hunian dan pengembangan kawasan hunian sesuai kebutuhan masyarakat.Kata Kunci: kebutuhan parkir, kendaraan pribadi, preferensi, rumah tinggal
IDENTIFIKASI PENGARUH PARAMETER ELEMEN PEMBAYANG TERHADAP PAPARAN RADIASI PADA HUNIAN VERTIKAL Fikri Azmi Nur Khalid; Dewi Larasati; Aswin Indraprastha
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i3.3089

Abstract

Abstract: Environmental problems are caused by climatic conditions and the results of sunlight entering buildings that cannot be controlled. Shading device become part of the building and interact directly with the environment and space in the building. Shading device can be applied to buildings to respond to environmental conditions such as solar radiation. Conditioning solar radiation entering buildings can be reduced to reduce building energy use. The results of this simulation show that the length (P) and angle (S) parameters have a significant positive effect on decreasing the intensity of solar radiation. Elements of the Horizontal Louvers type with a change in the value of the Angle (S) parameter from the basic design results in a decrease in radiation intensity of up to 44.3% when the angle changes to 150 with respect to the horizontal wall. In the Brise-Soleil Semi Façade With Louvers type, changing the value of the Length parameter (P) from the basic design results in a decrease in radiation intensity of up to 40.3% in the shading element with a length of 0.8 meters. On the other hand, changes in the distance parameter (J) of the shading element to the horizontal wall tend to increase the intensity of solar radiation. In the Horizontal Louvers type, the change in the parameter Distance (J) to the wall with a distance of 0.3 meters from the horizontal wall results in an increase in intensity of up to 81.1% when compared to the design basis.Keyword: Shading Device, Solar Radiation, Design Parameters, Vertical HousingAbstrak: Permasalahan lingkungan disebabkan oleh kondisi iklim dan akibat sinar matahari yang masuk ke bangunan yang tidak dapat dikendalikan. Perangkat peneduh menjadi bagian dari bangunan dan berinteraksi langsung dengan lingkungan dan ruang di dalam bangunan. Shading device dapat diterapkan pada bangunan untuk merespon kondisi lingkungan seperti radiasi matahari. Pengkondisian radiasi matahari yang masuk ke gedung dapat dikurangi untuk mengurangi penggunaan energi gedung. Hasil simulasi menunjukkan bahwa parameter panjang (P) dan sudut (S) berpengaruh positif signifikan terhadap penurunan intensitas penyinaran matahari. Elemen tipe Horizontal Louvers dengan perubahan nilai parameter Angle (S) dari desain dasar menghasilkan penurunan intensitas radiasi hingga 44,3% ketika sudut berubah menjadi 150 terhadap dinding horizontal. Pada tipe Brise-Soleil Semi Façade With Louvers, perubahan nilai parameter Length (P) dari basic design menghasilkan penurunan intensitas radiasi hingga 40,3% pada shading element dengan panjang 0,8 meter. Sebaliknya, perubahan parameter jarak (J) elemen peneduh ke dinding horizontal cenderung meningkatkan intensitas penyinaran matahari. Pada tipe Horizontal Louvers, perubahan parameter Jarak (J) ke dinding dengan jarak 0,3 meter dari dinding horizontal menghasilkan peningkatan intensitas hingga 81,1% jika dibandingkan dengan desain dasar.Kata Kunci: Elemen Pembayang, Radiasi Matahari, Parameter Desain, Hunian Vertikal
SUSTAINABLE IMPACT CONSIDERATION IN COMPARISON GREEN BUILDING RATING TOOLS IN INDONESIA Ghina Mardhiyana; Dewi Larasati; Sarah Nadia; Fajar Triadi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i3.3204

Abstract

Abstract: Binjai City is a level II city area with the status of.a municipality within the province of North Sumatra, Indonesia. Binjai is located about 22 Km west of the provincial capital of North Sumatra. Binjai City is divided into 5 districts, namely Kota Binjai, North Binjai, South Binjai, West Binjai, East Binjai. Binjai is one of the cities that has a large rice field area. Binjai City is also one of the tourist cities that is currently very often visited by many people. This study aims to landscape development to analyze the development of potential landscapes in rice fields as a means of developing tourist attractions in binjai city. Based on the questioner research 73% respondent strongly agreed and 27% agreed to lanctioning rice fields as tourism object.The results of this activity are in the form of design designs for educational areas about planting rice fields, outbound, relaxing areas, playgrounds, and supporting facilities. The excavation of information from the villagers was also welcomed and added to the enthusiasm of the residents to make East Binjai a tourist village. The results of the Park Tourism design can help for development even though it is carried out in stages.Keyword: Agrotourism, Binjai City, LandscapeAbstrak: Kota Binjai merupakan kawasan kota tingkat II yang berstatus kotamadya di dalam provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Binjai terletak sekitar 22 Km sebelah barat ibu kota provinsi Sumatera Utara. Kota Binjai terbagi menjadi 5 kabupaten yaitu Kota Binjai, Binjai Utara, Binjai Selatan, Binjai Barat, Binjai Timur. Binjai merupakan salah satu kota yang memiliki areal persawahan yang luas. Kota Binjai juga merupakan salah satu kota wisata yang saat ini sangat sering dikunjungi banyak orang. Penelitian ini bertujuan pengembangan lanskap untuk menganalisis pengembangan potensi lanskap di persawahan sebagai sarana pengembangan daya tarik wisata di kota binjai. Berdasarkan penelitian kuesioner 73% responden sangat setuju dan 27% setuju untuk menjadikan sawah lanctioning sebagai objek wisata.Hasil dari kegiatan ini berupa desain desain untuk area edukasi tentang penanaman sawah, outbond, area santai, taman bermain, dan fasilitas penunjang. Penggalian informasi dari warga juga disambut baik dan menambah semangat warga untuk menjadikan Binjai Timur sebagai desa wisata. Hasil rancangan Taman Wisata dapat membantu untuk pengembangan meskipun dilakukan secara bertahap.Kata Kunci : Agrowisata, Kota Binjai, Lanskap
Preferensi Masyarakat Terhadap Implikasi Konstruksi Terapung Sebagai Hunian Tangguh Banjir Muhammad Ikhlasul Amal; Dewi Larasati
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 23, No 1 (2025): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v23i1.96270

Abstract

Flooding and rising sea levels increasingly threaten residential areas in Indonesia, causing severe property damage and displacement. One potential solution is floating housing, yet its adoption remains limited due to various challenges. This study aims to assess community preferences and perceptions regarding floating housing, identifying perceived benefits and barriers to its implementation. Using a Likert-scale survey, data were collected to evaluate public opinion on safety, feasibility, and accessibility. Results indicate that communities recognize floating housing as a viable flood mitigation strategy, offering resilience and security. However, concerns about high construction costs and complex designs hinder wider acceptance. These findings highlight the need for cost-effective and simplified designs to improve feasibility. The study provides valuable insights for policymakers, architect, engineers, and urban planners in promoting sustainable flood-resilient housing.
Kajian Implementasi Bangunan Gedung Hijau di Indonesia berdasarkan Perspektif Pemangku Kepentingan Dewi Nurhayati; Dewi Larasati; Hanson E. Kusuma
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 24, No 1 (2026): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v24i1.114607

Abstract

A Study on Green Building Implementation in Indonesia from Stakeholder PerspectivesThe Implementing of Green Building (GB) in Indonesia faces multidimensional barriers due to differing stakeholder perceptions. This study compares the views of architects, civil servants, academics, and others on GB challenges and strategies. Using a sequential explanatory mixed-methods approach, survey data from 137 respondents were analyzed. Results reveal a regional GB policy knowledge gap, with roughly 40% of architects and the public lacking understanding. While high investment costs are the primary barrier, solutions are polarized: professionals advocate for regulations, whereas the public emphasizes education. These findings highlight the need for a dual-track strategy combining regulations, fiscal incentives, and public education. Supported by collective leadership, this integration fosters a sustainable construction ecosystem that is legislatively compliant and socially embraced.
Persepsi dan Preferensi Konsumen terhadap Penggunaan Material Bangunan Berbasis Limbah Frisgian Dewantara; Rijaluddin Rijaluddin; Firda Rasyidian Andayani; Lily Tambunan; Dewi Larasati
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 22, No 1 (2024): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v22i1.82642

Abstract

Environmental challenges stemming from the escalating volume of waste necessitate innovative solutions, one of which involves utilizing waste as a raw material for building materials. However, prevailing research in this domain has predominantly concentrated on their characteristics/performances, with a notable dearth in discussions pertaining to consumer-centric aspects. The objective of this research is to examine public responses, comprehension levels, and considerations associated with the utilization of waste-derived materials. Therefore, the development of waste-derived materials can be facilitated towards mass production. Employing qualitative research methods, this research unveils misconceptions surrounding waste-derived materials, as well as the readiness and the consideration aspects, such as material characteristic/performance, sustainability, economic factors, aesthetics, functionality, availability, and knowledge. The findings are anticipated to contribute insights for decision-making processes, policy formulation, and industrial practices, fostering the informed integration of waste-derived materials in the construction and related sectors.
Evaluasi Desain Rencana Induk Kampus UIN Malang Dalam Implementasi Konsep Pembangunan Berkelanjutan Aulia Fikriarini Muchlis; Dewi Larasati; Sugeng Triyadi S.
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.10-22

Abstract

Master plan kawasan adalah sebuah rencana induk dalam pengembangan kawasan yang akan memberikan arahan pada rencana detil pengembangan kawasan tersebut. Oleh karena itu, seberapa besar dampak lingkungan akibat pengembangan kawasan juga ditentukan oleh rencana induk pengembangannya, sehingga dalam penyusunannysa, penerapan pendekatan berkelanjutan adalah sebuah keniscayaan. Kampus UIN Malang telah mengusung konsep hijau dalam penyusunan rencana induk  pengembangan kampusnya. Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengevaluasi sejauh mana konsep hijau ini telah diterapkan dalam rancangan rencana induk UIN Malang. Metode evaluasi menggunakan rating tool untuk menilai perwujudan kawasan berkelanjutan yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Hasil penilaian menunjukkan bahwa rencana induk tersebut baru mencapai nilai 24 dari total nilai maksimum rating 124. Hasil analisis memperlihatkan belum diterapkannya konsep hijau secara maksimal dalam penyusunan rencana induk kampus UIN Malang. Beberapa rekomendasi disusun berdasarkan pada hasil evaluasi sehingga dapat memberikan kontribusi bagi perbaikan rencana induk kampus UIN Malang. 
PERSEPSI DAN WAWASAN MASYARAKAT TERHADAP IMPLEMENTASI PENDEKATAN BIOMIMIKRI PADA DESAIN BANGUNAN PERKANTORAN Sandy Prasetia; Dewi Larasati; Hanson E. Kusuma
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.010

Abstract

Bangunan dengan fungsi perkantoran semakin memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dikarenakan intensitas konsumsi energi yang tinggi menghasilkan emisi karbon yang juga tinggi. Solusi nyata sangat dibutuhkan, disatu sisi ada pendekatan desain Biomimikri yang meniru elemen alam untuk menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan. Dalam arsitektur, biomimikri menghadirkan cara efektif untuk mengatasi tantangan desain dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ekosistem yang telah terbentuk selama miliaran tahun. Pada desain perkantoran, biomimikri berperan penting dalam menciptakan ruang kerja efisien, nyaman, dan berkelanjutan, misalnya melalui ventilasi yang terinspirasi sistem pernapasan tumbuhan atau optimalisasi cahaya alami untuk mengurangi konsumsi energi dan mengingkatkan efisiensi energi. Pendekatan ini juga menawarkan solusi adaptif terhadap kebutuhan modern, seperti fleksibilitas ruang kerja pascapandemi yang menggabungkan model kerja hibrida. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemahaman masyarakat produktif terhadap penerapan biomimikri pada desain perkantoran, khususnya dalam efisiensi energi, kenyamanan termal, dan pengelolaan sumber daya. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) yang dimulai dari survei kualitatif untuk eksplorasi tema dilanjutkan dengan survei kuantitatif untuk menguji hipotesis. Penelitian ini mengidentifikasi dua dimensi utama yaitu Daya Tarik Inovasi dan Fungsional dan Daya Tarik Pasar dan Sosial yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kecenderungan penerimaan desain Biomimikri. Hasil tersebut selaras dengan prinsip Technology Acceptance Model (TAM) yang menyatakan bahwa perceived usefulness dan social/image influence merupakan determinan utama dalam penerimaan inovasi. 
Hybrid Experimental Approaches in Facade Thermal Performance Research: A Systematic Review Rizki Fitria Madina; Surjamanto Wonorahardjo; Dewi Larasati; Indah Widiastuti
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 4 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i4.521

Abstract

Building façades significantly influence building thermal performance and contribute to urban heat mitigation, particularly in hot-humid climates. While field testing, laboratory experiments, numerical modeling, and digital simulations are widely applied in façade research, methodological frameworks for integrating these into hybrid approaches remain limited. This study systematically reviews 32 peer-reviewed articles to analyze the types, sequencing, and disciplinary tendencies in applying hybrid experimental approaches for façade thermal performance research. Seven type of hybrid experimental approach were identified, with combination of field experiments-simulations are most common. Stage sequencing varied by research objectives, while disciplinary background influenced whether studies began with modelling or empirical experimentation. The proposed hybrid experimental research framework offers strategic guidance for approach selection and sequencing, supporting resource efficiency and methodological rigor in sustainable building design.