Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN DEGRASI LINGKUNGAN DENGAN KEMISKINAN Reswita Reswita; Gita Mulyasari; Reflis Reflis
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 5: Oktober 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i5.936

Abstract

Environmental degradation is a decrease in environmental quality due to development activities which are characterized by the non-functioning of environmental components or it can also be said that environmental degradation is a natural environmental condition that leads to damage to biodiversity and endangers environmental health. Environmental degradation is caused by two main factors, namely nature and humans. Land degradation can be in the form of damage to marine ecosystems, critical land, and forest damage. Land degradation is closely related to land, population density, and poverty. Poverty is a condition of living conditions that are lacking in meeting basic human needs. Community poverty is considered to be one of the factors that causes environmental damage. This paper aims to see whether there is a relationship between environmental degradation and poverty. The method used in the preparation of this paper is a literature study by reviewing several articles that have been published by previous researchers and take the essence of the research. From the literature study, it is concluded that there is a relationship between environmental degradation and poverty, but the cause of environmental degradation is not solely caused by poverty, but is mostly caused by human activities in utilizing the environment.
Persepsi Petani Terhadap Kinerja Gapoktan Danau Dendam di Kelurahan Dusun Besar Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu Tika Mardiyanti; Basuki Sigit Priyono; Reswita Reswita
Sharia Agribusiness Journal Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.624 KB) | DOI: 10.15408/saj.v1i2.23091

Abstract

Gapoktan as one part of government services needs to be evaluated for the effectiveness of its functions, one of which is by measuring the performance of Gapoktan in terms of Human Resources (HR) and customers (members). The purpose of this evaluation is to assist Gapoktan in carrying out the function of Gapoktan as the government's flagship to reach farmers directly and as an institution that makes it easier for farmers to access information (Sihotang and Arsyad 2019). Performance evaluation is very important because it is to determine the level of achievement possessed by the Gapoktan. Assessment of Gapoktan performance results can be done through measuring the perceptions of Gapoktan members themselves. Perception is an individual's assessment or view of an object around them which is influenced by positive or negative thoughts about the object. The aim of this research was 1) To analyzed farmers’ perceptions of the performance of Gapoktan Danau Dendam, 2) To analyzed factors related to farmers’ perceptions of the performance of Gapoktan Danau Dendam. The determination of the location in this study was in the Dusun Besar Village, Singaran Pati District, Bengkulu City which was done deliberately. The method of determining respondents using the Slovin formula, with the number of respondents as many as 60 samples. The research was conducted from November to December 2020.The results of this study indicate that farmers’ have a deficient perception of the performance of Gapoktan Danau Dendam. This is evidenced by the acquisition of a score of 142,21 from the perception assessment or the farmers who stated that the Gapoktan Danau Dendam had not carried out its function properly. Meanwhile, the factors that were significantly related to farmers’ perceptions of the performance of Gapoktan Danau Dendam were formal education and access to information. While the factors of age, experience, land area, family income, and number of family dependents were not significantly related with farmers’ perceptions of the performance of Gapoktan Danau Dendam.Keywords: Perception, Performance of Gapoktan, Farmers, Gapoktan Danau DendamAbstrakGapoktan sebagai salah satu bagian dari pelayanan pemerintah perlu dievaluasi efektifitas  fungsinya, salah satunya yaitu dengan melalukan pengukuran kinerja Gapoktan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan pelanggan (anggota). Tujuan evaluasi ini untuk membantu Gapoktan dalam menjalankan fungsi Gapoktan sebagai unggulan pemerintah untuk meraih petani secara langsung dan sebagai lembaga yang memudahkan petani mengakses informasi (Sihotang and Arsyad 2019). Evaluasi kinerja sangat penting karena untuk mengetahui tingkatan prestasi yang dimiliki oleh Gapoktan tersebut. Penilaian terhadap hasil  kinerja Gapoktan dapat dilakukan melalui pengukuran persepsi anggota Gapoktan itu sendiri. Persepsi meerupakan penilaian atau pandang individu terhadap suatu obyek yang ada di sekitar mereka yang dipengaruhi oleh pikiran positif atau negatif terhadap obyek tersebut. Di  Kelurahan Dusun Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu, saat ini memiliki enam kelompok dengan petani tercatat aktif  yang terhimpun dalam Gabungan Kelompok Tani Danau Dendam. Komoditas utama petani di Gapoktan ini adalah padi.  Pergesaran pola hidup diperkotaan karena kesibukan masing-masing anggota Gapoktan dan pengurus Gapoktan karena perbedaan rutinitas lain sebagai petani menyebabkan aktivitas Gapoktan sudah mulai berkurang seperti pertemuan-pertemuan rutin untuk membahas rencana kegiatan dan program kerja Gapoktan sehingga fungsi dari Gapoktan sebagai penyedia sarana produksi, sebagai  wahana belajar, unit kerjasama, dan unit produksi, unit pemasaran tidak lagi tidak lagi berjalan, dan Gapoktan hanya sekedar papan nama yang terpampang tanpa aktivitas. Tujuan dari penelitan ini adalah: 1) Menganalisis persepsi petani terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam, 2) Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi petani terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam. Penentuan lokasi dalam penelitian ini adalah di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu yang dilakukan secara sengaja. Metode penentuan responden menggunakan rumus Slovin, dengan jumlah responden sebanyak 60 sampel Penelitian dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2020.Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa petani memiliki persepsi kurang baik terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil rata-rata skor sebesar 142,21 dari penilaian persepsi petaninya yang menyatakan bahwa Gapoktan Danau Dendam belum melaksanakan fungsinya dengan baik. Sementara faktor-faktor yang berhubungan nyata dengan persepsi petani terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam adalah pendidikan formal, pendapatan keluarga, dan akses terhadap informasi. Sedangkan faktor-faktor umur, pengalaman, luas lahan, dan jumlah tanggungan keluarga tidak berhubungan nyata dengan persepsi petani terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam.Kata Kunci: Persepsi, Kinerja Gapoktan, Petani, Gapoktan Danau Dendam 
SOSIALISASI PEMBUKUAN KEUANGAN PADA UMKM TANJUNG AUR DESA JENGGALU Reswita Reswita; Irnad Irnad; Indra cahyadinata
Jurnal Pengabdian Masyarakat - Teknologi Digital Indonesia. Vol 1, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Teknologi Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.172 KB) | DOI: 10.26798/jpm.v1i2.656

Abstract

Desa Jenggalu yang terletak di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Desa Jenggalu terdiri dari 325 KK dan mempunyai jumlah penduduk 1134 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 612 jiwa dan perempuan   sebanyak 598 jiwa yang terbagi dalam tiga wilayah dusun. Tanaman singkong (Manihot uttilissima) merupakan sejenis umbi-umbian yang banyak  diolah oleh ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi produk–produk yang mempunyai nilai ekonomi. KWT ini sudah mulai terbentuk sejak tahun 2022 dan bulan Januari 2022 telah menjadi sebuah UMKM  yang  bernama  UMKM  Tanjung  Aur.  Pembentukan  UMKM  Tanjung  Aur bertujuan memberdayakan kelompok KWT Tanjung Aur melalui pemberian bantuan dana usaha berjumlah Rp. 20.000.000. Kegiatan produksi usaha keripik ubi kayu dijalankan oleh  17  anggota KWT,  mulai  dari  kegiatan  pengadaan  bahan  baku,  produksi,  hingga pemasaran. Pencatatan keuangan, semenjak bulan Januari tahun 2022 telah dilakukan oleh UMKM Tanjung Aur, namun pencatatannya masih sederhana, belum ada sistem pembukuan yang tertata rapi sehingga tidak ada laporan keuangan yang dihasilkan setiap bulannya yang dapat dijadikan evaluasi dan pengawasan usaha. Permasalah pembukuan atau pencatatan keuangan pada UMKM Tanjung Aur ini tidak berbeda jauh dengan UMKM-UMKM pada umumnya. Mengingat pentingnya pencatatan keuangan dan lapora keuangan perlu ada pelatihan dan pendampingan untuk membantu pelaku UMKM Tanjung Aur dalam memperbaiki pengelolaan usaha dengan memperkenalkan teknik pencatatan atau pembukuan usaha yang tepat kepada para pelaku usaha UMKM dengan berpedoman pada Standar Akuntansi Keuangan yang telah ditetapkan IAI. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat   ini adalah 1) Peningkatan pengetahuan tentang pentingnya pencatatan transaksi keuangan usaha, 2) Peningkatan pengetahuan tentang bentuk-bentuk alat-alat pencatatan keuangan seperti jurnal harian, buku besar, neraca saldo, buku besar, dan laporan keuangan (Laporan rugi-laba, Laporan Perubahan Modal, dan Neraca Akhir). Manfaat dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah   meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencatatan keuangan usaha dan penyusunan laporan keuangan 
PELATIHAN PEMBUATAN DENDENG DAN ANEKA OLAHAN DAUN SINGKONG DI DESA TALANG SEBARIS KECAMATAN AIR PERIUKAN KABUPATEN SELUMA Reswita Reswita; Redi Badrudin; Satria Putra Utama
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 10: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i10.5185

Abstract

Desa Talang Sebaris merupakan salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu dengan luas wilayah 847,28 Ha, dengan topografi dataran rendah. Luas wilayah Desa Talang Sebaris 847,28 Hektar dimana 80 % berupa daratan dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan yang dimanfaatkan untuk kebun karet dan sawit dan 20 % untuk perumahan masyarakat Sebagai wilayah yang sudah berkembang di Desa Talang Sebaris telah terbentuk berbagai organisasi kemasyarakatan seperti kelompok tani, kelompok PKK, kelompok karang taruna. Kelompok PKK merupakan kelompok yang paling aktif karena motivasi ibu-ibu di Desa Talang Sebaris yang cukup tinggi utuk menggali dan berbagi berbagai keterampilan dan pengetahuan terutama dalam mengolah berbagai produk yang ada di desa mereka untuk dijadikan ladang usaha. Potensi daun singkong atau ubikayu yang melimpah di desa Talang Sebarisini sehingga dapat diolah menjadi makanan yang modern atau kekinian yang dapat disajikan dalam berbagai acara dan dapat dijual ke berbagai kalangan masyarakat sehingga dapat menambah keuangan rumah tangga, seperti dendeng, rolade, dan lapis telur daun singkong. ibu-ibu PKK, mereka belum memiliki pengetahuan untuk mengolah daun singkong ini menjadi dendeng, rolade, dan lapis telur daun singkong dan hal ini merupakan kesempatan bagi Tim Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bengkulu untuk meningkatkan potensi ibu-ibu dalam mengolah daun singkong menjadi produk makanan kekinian yang disukai oleh banyak kalangan. Disamping melatih membuat produk, diperlukan juga pelatihan perhitungan harga pokok produksi atau modal sebagai dasar untuk penetapan harga jual, dan pelatihan kemasan yang menarik. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah 1) Memberikan pelatihan pembuatan dendeng daun singkong bagi ibu-ibu PKK. 2) Memberikan pelatihan memuat merk/label dan pengemasan dendeng daun singkong bagi ibu-ibu PKK. 3) Memberikan pelatihan perhitungan harga pokok produksi dan penentuan harga jual dendeng singkong bagi ibu-ibu PKK. Hasil dari kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah :1) Ibu-ibu PKK memperoleh tambahan pengetahuan tentang pembuatan dendeng, rolade, dan lapis telur daun dari daun singkong, 2)Ibu-ibu PKK tertarik dan puas dengan pelaksanaan PPM dan produk yang dihasilkan, dan 3) Aneka Produk dari olahan daun singkong dapat dijadikan peluang usaha untuk menambah pendapatan keluarga.
DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BENIH JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN BENGKULU UTARA PROVINSI BENGKULU Diajeng Hasri Nabila Ramadhani; Satria Putra Utama; Reswita Reswita
Jurnal Agristan Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i2.7770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis jumlah permintaan benih jagung hibrida dalam satu kali musim tanam di Kabupaten Utara Provinsi Bengkulu 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan benih jagung hibrida di Kabupaten Utara Provinsi Bengkulu. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif dan analisis regresi linier berganda model Cobb-Douglass. Pada penelitian ini penentuan sampel dilakukan menggunakan teori Roscoe. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kerkap dan Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas petani jagung di Kabupaten Bengkulu Utara menggunakan benih jagung hibrida varietas benih Bisi 18. 
Efisiensi dan nilai tambah usaha mikro penggilingan ikan ‘Cha Cha’ di Kota Bengkulu Lidya Eka Aprianti; Indra Cahyadinata; Irnad Irnad; Reswita Reswita; Heni Sulistyawati Purwaning Rahayu
Composite : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7 No 2 (2025): Agustus
Publisher : University of Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/composite.v7i2.878

Abstract

This study aims to analyze the efficiency and value-added of the ‘Cha-Cha’ fish milling microenterprise in Bengkulu City. The research employs a quantitative approach, assessing business efficiency through the R/C Ratio calculation and value-added analysis using the Hayami method. The findings indicate that the ‘Cha-Cha’ fish milling microenterprise has an R/C Ratio of 1.4, signifying that the business is both efficient and profitable. The value-added analysis reveals variations in the value-added ratio across different fish types, with gabus laut fish exhibiting the highest ratio (55%), followed by parang-parang fish (49%), gleberan fish (45%), and tenggiri fish (29%). The ‘Cha-Cha’ fish milling microenterprise demonstrates a high level of efficiency and the ability to generate significant value-added, particularly for gabus laut fish-based products.