Ardiansyah Ardiansyah
Sekolah Tinggi Agama Islam YPIQ Baubau

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

URBAN MUSLIM YOUTH, PENGAJIAN COMMUNITIES AND SOCIAL MEDIA: FRAGMENTATION OF RELIGIOUS AUTHORITIES IN INDONESIA Eko Saputra; Dony Arung Triantoro; Ardiansyah Ardiansyah
Al-Qalam Vol 27, No 2 (2021)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v27i2.1004

Abstract

Departing from a thesis that states the development of communication technology encourages religious practices among Muslim communities in general, this paper seeks to discuss the fragmentation of religious authority among Muslim youth in Indonesia. The research was conducted through field research. The data were taken from interviews, observation, and documentation. This research showed that the fragmentation of religious authority among muslim youth is motivated by the proliferation of pengajian in Indonesian cities and the use of social media in disseminating da’wah. This research also revealed the involvement of the Indonesian largest da’wah communities that implement youth popular culture in performing pengajian by young ustadz idolized by the young generation. Besides, they also used online media, Youtube and Instagram, to promote their da’wah and even used it as a disseminating media. Hence, this opens up opportunities and facilitates the young generation to instantly gain religious insight without visiting an ustadz or ulama and without becoming a student in an Islamic boarding school
UPAYA PENGEMBANGAN KINERJA PENYULUH AGAMA JENJANG TERAMPIL DI KANTOR URUSAN AGAMA Abdur Rahman; Ach Baidowi; Nurhasin Bahrudin; Ardiansyah Ardiansyah
El-Fatih: Jurnal Dakwah dan Penyuluhan Islam Vol 2 No 1 (2023): El-Fatih: Jurnal Dakwah dan Penyuluhan Islam
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Dakwa dan Komunikasi Islam (STIDKIS) Al Mardliyyah Pamekasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65178/elfatih.v2i1.17

Abstract

Pengembangan kinerja penyuluh agama jenjang terampil bertujuan meningkatkan kualitas penyuluh dalam melaksanakan tupoksi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk pengumpulan data, serta reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk pengolahan data. Validitas data diperiksa melalui triangulasi teknik dan sumber. Temuan penelitian menunjukkan beberapa aspek pengembangan kinerja penyuluh: 1) Penyusunan rencana kerja operasional meliputi penentuan tema, referensi, metode penyuluhan, majelis taklim, dan pembagian tugas. 2) Penyusunan materi termasuk menentukan tema, konsep, indikator, dan referensi. 3) Pelaksanaan penyuluhan dilakukan melalui kelompok binaan, majelis taklim, ibu-ibu PKK dengan metode tatap muka seperti ceramah, tanya jawab, dan solusi. 4) Pelaporan hasil menggunakan aplikasi E-PA secara online dan offline. 5) Program pengembangan meliputi kerjasama dengan ketua Pokjaluh, evaluasi kinerja, turba pembinaan, pembekalan, dan rapat musyawarah
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL SEBAGAI MEDIA DAKWAH Zainullah Zainullah; Abdul Halim; Ardiansyah Ardiansyah
El-Fatih: Jurnal Dakwah dan Penyuluhan Islam Vol 2 No 2 (2023): El-Fatih: Jurnal Dakwah dan Penyuluhan Islam
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Dakwa dan Komunikasi Islam (STIDKIS) Al Mardliyyah Pamekasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65178/elfatih.v2i2.22

Abstract

Saat ini, umat Islam menghadapi masalah kurangnya media massa yang memadai, terutama media digital keagamaan yang penting untuk meningkatkan pengetahuan agama Islam. Dalam era teknologi ini, umat Islam sering menjadi konsumen informasi yang dikembangkan oleh media Barat, yang sering menyebarkan budaya bertentangan dengan ajaran Islam. Untuk mengatasi hal ini, para da’i perlu memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah, dengan misi utama menyampaikan ajaran Islam secara efektif kepada masyarakat. Melalui media digital, dakwah dapat mengubah cara penyampaian dari yang biasanya pasif menjadi lebih interaktif, memungkinkan audiens menganalisis wacana dengan jelas dan memberikan kritik serta saran. Media digital, seperti buletin, menawarkan peluang untuk da’i berperan aktif dalam pers dan jurnalistik, serta memastikan lembaga pers beroperasi sesuai dengan etika Islam. Visi dari buletin adalah menjadi media alternatif yang akurat untuk rujukan dalam ibadah dan muamalah umat
UPAYA PENYULUHAN DALAM MENCEGAH BULLYING VERBAL PADA REMAJA Nur Hotimah; Eva Rosita; Dirga Ayu Lestari; Ardiansyah Ardiansyah
El-Fatih: Jurnal Dakwah dan Penyuluhan Islam Vol 2 No 2 (2023): El-Fatih: Jurnal Dakwah dan Penyuluhan Islam
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Dakwa dan Komunikasi Islam (STIDKIS) Al Mardliyyah Pamekasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65178/elfatih.v2i2.25

Abstract

Bullying saat ini marak di kalangan remaja karena mereka sedang mencari identitas diri. Masa remaja adalah periode krusial di mana mereka eksplorasi diri dan mencoba hal-hal baru. Ketika remaja tidak mampu mengendalikan emosinya, ini dapat menghasilkan perubahan perilaku seperti minat yang berbeda, emosi tidak stabil, postur tubuh buruk, dan perilaku menyimpang. Di Indonesia, angka kejadian bullying cukup tinggi, termasuk intimidasi di antara remaja dari berbagai latar belakang fisik dan psikologis. Pelaku bullying tidak hanya anak-anak berbadan besar dan kuat, tetapi juga anak-anak bertubuh kecil yang bisa dominan secara psikologis dalam lingkungan mereka. Alasan utama pelaku bullying adalah rasa kepuasan dan kekuasaan di antara teman sebaya. Dampaknya bagi korban bisa berupa gangguan mental dan fisik serius jika tidak segera dihentikan. Pemberian edukasi tentang perundungan di kalangan remaja menjadi penting untuk mencegah dan mengurangi kasus tersebut. Dengan pendidikan yang tepat, diharapkan remaja akan lebih peka terhadap dampak negatif perundungan dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung di masyarakat mereka.