Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PELATIHAN PENGEMBANGAN KARAKTER UNTUK PELATIH PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN PELAJAR DAERAH (PPLPD) KABUPATEN INDRAMAYU PROVINSI JAWA BARAT Iman Sulaiman Zamzami; Rina Ambar Dewanti; Juriana; Sandi Prayudho
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of this Community Service is to develop the basic character of the trainers at the Central Education and Training Center for Local Learners (PPLPD) in Indramayu Regency. Community service methods are multi-year in nature, consisting of implementation and evaluation. Implementation is carried out in Indramayu Regency through methods such as lectures, discussions, Q&A sessions, or a combination of these methods. Evaluation is conducted using survey methods, both to identify participant characteristics and to assess five relevant aspects of implementation: participant interest, participant abilities, participant dedication, participant understanding, and participant assessment of benefits. The analytical method used is descriptive statistics, both to determine percentages and to identify differences related to the evaluation of activities (t-test). The evaluation results of community service indicate that the training materials are highly beneficial in enhancing trainers' knowledge by 91.7%, improving their skills by 90%, being relevant to their needs by 89.6%, and being delivered clearly and comprehensibly by 89.1%. The training methods employed by the speakers are varied and effective at 93%, with clear explanations at 90%, facilitating discussions and questions adeptly at 87.8%, and delivering the material in an engaging and enthusiastic manner at 87%. The training room is comfortable and conducive at 92.2%, the provided food and beverages are of good quality at 89.6%, and the training equipment functions well at 87%. The committee is friendly and helpful by 91.3%, training starts and ends on time by 89.6%, and training information is delivered clearly and completely by 87.8%. The conclusion is that most trainers from the Indramayu district have received positive evaluations in character development training. Keyword: Training, Character, Coach Abstrak Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengembangkan karakter dasar Pelatih Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelaja Daerah (PPLPD) Kabupaten Indramayu. Metode pengabdian Masyarakat bersifat multi years, Kegiatan ini terdiri dari pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan dilakukan di Kabupaten Indramayu yang disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, atau kombinasi antara metode tersebut. Evaluasi menggunakan metode survei, baik untuk mengetahui identitas peserta maupun lima hal yang relevan dengan pelaksanaan yaitu: minat peserta, kemampuan peserta, kesungguhan peserta, pemahaman peserta dan penilaian manfaat dari peserta, metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif, baik untuk mengetahui prosentase maupun untuk mengetahui perbedaan beberapa hal terkait evaluasi kegiatan (uji t). Hasil evaluasi pengabdian kepada masyarakat menunjukkan Materi pelatihan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan para pelatih sebesar 91.7%, materi bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan sebesar 90%, materi pelatihan relevan dengan kebutuhan para pelatih sebesar 89.6%, dan materi disampaikan dengan jelas dan mudah dipahami sebesar 89.1%, metode pelatihan yang digunakan oleh narasumber bervariatif dan efektif sebesar 93%, menjelaskan materi dengan baik sebesar 90%, memfasilitasi diskusi dan pertanyaan dengan baik sebesar 87.8%, dan penyampaian materi dengan menarik dan antusias sebesar 87%, ruangan pelatihan yang tersedia nyaman dan kondusif sebesar 92.2%, makanan dan minumam yang disediakan berkualitas baik sebesar 89.6%, dan peralatan pelatihan berfungsi dengan baik sebesar 87%, panitia ramah dan membantu sebesar 91.3%, pelatihan dimulai dan diakhiri tepat waktu sebesar 89.6%, dan informasi pelatihan disampaikan dengan jelas dan lengkap sebesar 87.8%. Kesimpullan pada penganbdian kepada Masyarakat bahwa sebagian besar pelatih pelajar daerah kabupaten indramayu memiliki nilai evaluasi yang baik pada pelatihan pengembangan karakter. Kata Kunci: Pelatihan, Karakter, Pelatih
Prediction of 20 Meter Sprint Speed via Muscle Fibers and Leg Power at Cibubur National Training Center Iwan Hermawan; Juriana Juriana; Rina Ambar Dewanti; Fachri Husaini; Najwa Nur Samawati Ali; Vanesha Vanesha; Gatot Jariono
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v15i2.46130

Abstract

Objective: This study aims to predict the speed of a 20-meter sprint based on the characteristics of muscle fibers and leg power in athletes who participate in a coaching program at the Cibubur National Sports Training Center (CNSTC). This study is expected to provide an understanding of the contribution of physiological factors and explosive abilities of the legs to short-distance sprint performance. Methods: The study used a quantitative approach with a predictive correlational design. The subjects of the study are athletes who undergo a training program at CNSTC Cibubur. The characteristics of the muscle fibers were identified through neuromuscular measurements, while the strength of the limbs was measured using the vertical jump test. Sprint speed is measured through a 20-meter sprint test with an electronic timekeeping device. Data were analyzed using descriptive statistics, correlation tests, and regression analysis to determine the contribution of predictive variables to sprint performance. Results: The results of the analysis showed that the dominance of fast muscle fibers and high leg power were positively and significantly related to the 20-meter sprint speed. Athletes with these characteristics tend to record faster sprint times. Regression analysis also showed that both variables simultaneously made a significant contribution to predicting short-distance sprint performance. Conclusion: Muscle fibers and leg power are important predictors in determining the speed of a 20-meter sprint in athletes, so the development of explosive and neuromuscular exercises has the potential to improve sprint performance more effectively.
PENINGKATAN PEMAHAMAN ANALISIS GERAK DASAR DALAM PENGEMBANGAN ATLET MUDA KABUPATEN INDRAMAYU Iwan Hermawan; Juriana Juriana; Rina Ambar Dewanti; Fachri Husaini; Najwa Nur Samawati Ali; Vanesha Vanesha
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6274

Abstract

Penguasaan analisis gerak dasar merupakan fondasi penting dalam pembinaan atlet muda, khususnya pada tahap awal pengembangan keterampilan. Di Kabupaten Indramayu, potensi atlet usia dini cukup besar, namun kemampuan pelatih dan guru olahraga dalam melakukan analisis gerak dasar masih terbatas. Hal ini berdampak pada kurang optimalnya perbaikan teknik serta lambatnya peningkatan prestasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan analisis gerak dasar para pelatih, guru, dan pembina olahraga, sehingga mereka mampu merancang program latihan yang efektif dan sesuai kebutuhan atlet muda. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan intensif selama tiga hari yang terdiri dari penyampaian materi teori, praktik lapangan, diskusi kasus, dan evaluasi kinerja. Peserta berasal dari berbagai cabang olahraga di tingkat sekolah dan klub daerah. Kegiatan ini juga memanfaatkan teknologi analisis video berbasis aplikasi untuk memperjelas teknik gerakan, memudahkan identifikasi kesalahan, dan memberikan umpan balik yang tepat sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep analisis gerak dasar, keterampilan mengamati, serta kemampuan memberikan koreksi teknik kepada atlet. Evaluasi pascapelatihan memperlihatkan 85% peserta mampu menerapkan metode analisis yang diajarkan secara mandiri di lingkungan latihan mereka. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas SDM olahraga di Kabupaten Indramayu, yang diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pembinaan atlet muda secara berkelanjutan.
PERBANDINGAN METODE LATIHAN CONE DAN REACTION BALL TERHADAP KELINCAHAN ATLET PUTERI KLUB BOLA VOLI FORTIUS UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Dwita Febriyanti; Rina Ambar Dewanti; Bambang Sujiono
Jurnal Ilmiah Sport Coaching and Education Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah Sport Coaching and Education
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSCE.01201

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan cone terhadap kelincahan, mengetahui pengaruh metode latihan reaction ball terhadap kelincahan, dan mengetahui perbandingan metode latihan cone dan reaction ball terhadap kelincahan Atlet puteri klub bola voli Fortius Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 6 maret sampai dengan 22 april 2017 sudah termasuk dengan tes awal dan tes akhir. Total pertemuan latihan berjumlah 16 kali pertemuan latihan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah atlet klub bola voli Fortius Universitas negeri Jakarta yang terdiri dari 45 orang atlet putera dan 27 orang atlet puteri. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling sehingga sampel yang digunakan berjumlah 20 orang atlet puteri yang memenuhi kriteria. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dengan mengukur kelincahan Atlet puteri klub bola voli Fortius Universitas Negeri Jakarta menggunakan T-Run Agility Test. Teknik analisis data uji-t dengan menghitung nilai t-hitung dibanding dengan t-tabel pada taraf kepercayaan α = 0,05. Data hasil tes awal dan tes akhir kelincahan pada metode latihan cone dengan uji-t pada taraf kepercayaan α = 0,05. Hasil dari metode latihan ini t-hitung 10,888 dan t-tabel 2,262. Sehingga metode latihan ini dapat meningkatkan kelincahan. Data hasil tes awal dan tes akhir kelincahan pada metode latihan reaction ball dengan uji-t pada taraf kepercayaan α = 0,05. Hasil dari metode latihan ini t-hitung 9,647 dan t-tabel 2,262. Sehingga metode latihan ini dapat meningkatkan kelincahan. Data yang diperoleh dari tes akhir di uji dengan uji-t pada taraf kepercayaan α = 0,05. Hasil tes akhir kedua kelompok adalah t-hitung 2,812 dan nilai t0tabel dengan derajat kebebasan (db b= n + n – 2) = 18 dan taraf kepercayaan α = 2,101. Dengan demikian t-hitung tes akhir metode latihan cone dan reaction ball dari nilai t-tabel yaitu t-hitung 2,812 > t-tabel 2,101, oleh karena itu Ho ditolak yang berarti ada perbedaanyang signifikan antara melakukan metode latihan metode latihan cone dan reaction ball. Kesimpulan akhir yang diperoleh melalui penelitian ini adalah metode latihan cone lebih efektif daripada metode latihan reaction ball terhadap kelincahan atlet puteri klub bola voli Fortius Universitas Negeri Jakarta. Kata Kunci: Metode Latihan, Cone, Reaction Ball, Kelincahan, Bola Voli
PENYUSUNAN NORMA MENTAL SKILLS PEMAIN SEPAKBOLA USIA 14 TAHUN (KONSENTRASI, KEMAMPUAN VISUALISAI DAN IMAJERI, KONTROL PERILAKU) Nazori Nazori; Juriana Juriana; Rina Ambar Dewanti
Jurnal Ilmiah Sport Coaching and Education Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah Sport Coaching and Education
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSCE.01202

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini untuk mengetahui Penyusunan norma mental skills pemain sepakbola usia 14 tahun (konsentrasi, kemampuan visualilsasi dan imajeri, kontrol perilaku). Berdasarkan latar belakang masalah maka peneliti dapat merumuskan sebagai: (1) Bagaimana norma untuk pengukuran konsentrasi pemain Usia 14 tahun. (2) Bagaimana norma untuk pengukuran kemampuan visualisasi dan imajeri pemain sepakbola Usia 14 tahun. (3) Bagaimana norma untuk pengukuran kontrol perilaku pemain sepakbola Usia 14 tahun. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini dilaksanakan di Jakarta, pengambilan data dilaksanakan di Liga Kompas Gramedia di Lapangan MABES POLRI, Blok M Jakarta Selatan dan stadion Bea Cukai Jakarta Timur pada tanggal 16 Desember sampai 1 Maret 2017. Subyek pada penelitian ini adalah pemain Liga Kompas Gramedia Usia 14 tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik insidental dengan kriteria sebagai berikut: pengisian angket mental skills yang diisi oleh pemain Liga Kompas Gramedia Usia 14 tahun. Berdasarkan perhitungan validitas diketahui bahwa 18 soal dengan menggunakan rumus Pearson diketahui keseluruhan butir berada diatas nilai kriteria (r tabel) sehingga kuesioner mental skills ini valid dengan nilai berkisar antara 0,237 dan 0,697 dengan nilai r tabel sebesar 0,138. Sedangkan 18 soal yang valid/tidak, analisa data mendapatkan nilai reliabilitas sebesar r = 0,746 artinya alat ukur tersebut cukup terpercaya dan dapat digunakan untuk menilai mental skills pemain Usia 14 karena memiliki keajegan dari waktu ke waktu. Menurut data yang diperoleh dapat disimpulkan: (1) Norma pengukuran mental skills aspek konsentrasi untuk pemain sepakbola usia 14 tahun sebagai berikut: kategori tinggi dengan skor 24-30, kategori sedang dengan skor 17-23, kategori rendah dengan skor 10-16. (2) Norma pengukuran mental skills aspek kemampuan visualisasi dan imajeri untuk pemain sepakbola usia 14 tahun sebagai berikut: kategori tinggi dengan skor 25-30, kategori sedang dengan skor 19-24, kategori rendah dengan skor 13-18. (3) Norma pengukuran mental skills aspek kontrol perilaku untuk pemain sepakbola usia 14 tahun sebagai berikut: kategori tinggi dengan skor 26-30, kategori sedang 21-25, kategori rendah dengan skor 16-20. Kata Kunci : Norma, Mental Skill, Konsentrasi, Visualisasi, Kontrol Prilaku